Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 99: First-Half


__ADS_3

Stadion Jakarta Internasional hari itu cukup ramai, walaupun ramai namun tidak bisa mengalahkan ramainya Stadion Utama Gelora Bung Karno pada saat pertandingan Batavia Fort FC melawan Sparta Bandung FC beberapa hari yang lalu itu.


Stadion yang berkapasitas 82.000 penonton itu, hanya dipenuhi oleh 10.000 penonton saja dan masih banyak menyisakan tempat duduk yang kosong. Namun walaupun begitu, antuasias kedua pendukung tim yang akan bertanding tetap tinggi untuk mendukung tim kesayangan mereka beraksi.


Sebagai tim yang berlabel juara bertahan, belum lagi dengan tim senior mereka yang sudah terkenal lebih besar. Pengambangan Cananga Youth memiliki keuntungan lebih besar dari Sugar Crossed FC, pasalnya banyak pendukung yang mendukung mereka langsung di stadion, baik itu dari Kota Jakarta ataupun yang dari Banjarmasin langsung terbang kesini untuk menyaksikan pertandingan ini.


Sugar Crossed FC hanya memiliki beberapa penonton saja karena mereka adalah tim dadakan yang melambung tinggi ke angkasa, entah mungkin hari ini bahan bakar mereka akan habis dan mereka akan turun kembali ke bawah sekali lagi.


Tetapi kerja keras mereka semua sudah terbayarkan hingga ke babak semifinal ini. Mereka memulai liga dengan status tim non-unggulan, tetapi mereka membuktikan bahwa mereka bisa lolos dari grup dan bahkan menjadi juara grup. Sedangkan Pengambangan Cananga Youth yang satu grup dengan Sugar Crossed FC bahkan harus kesulitan untuk mendapatkan tiket untuk lolos ke 32 besar, mereka sempat terseok-seok di pertengahan laga sebelum akhirnya mereka mulai kembali mendapatkan ritme mereka lagi. Dan orang yang menjadi sosok poros gravitasi mereka itu adalah pemain yang baru masuk ketika di pertengahan laga, Rizaldi Fatah.


Masuknya Rizaldi Fatah ke skuad Youth-A yang bermain di I-Youth benar-benar membawa perubahan yang nyata. Rizaldi Fatah bagai kepingan puzzle terakhir yang dicari oleh Coach Satria Hutama untuk menyelesaikan karyanya di Pengambangan Cananga Youth. Masuknya Rizaldi bukan hanya merubah struktur tim, dia juga memberikan dampak di kondisi ruang ganti, hal taktis serta juga keharmonisan setiap pemain.


Namun sejatinya, Rizaldi Fatah tidaknya tidak terbebani akan hal itu. Setiap hari, setiap latihan dan setiap pertandingan yang ia jalani, tidak pernah satu kali pun dia tidak memikirkan beban itu. Dia selalu membawa beban itu di punggungnya, tetapi dia selalu melawan semua bebannya itu untuk ia jadikan sebagai bahan bakar untuk dirinya agar terus bisa bermain lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya.


Dan sekarang Rizaldi Fatah sedang bermeditasi di ruang ganti. Kondisi ruang ganti yang sedikit ricuh itu tidak menganggu dirinya sama sekali untuk menenangkan pikirannya. Selain untuk menenangkan pikirannya, Rizaldi melakukan meditasi untuk mengelabui semua rekan satu timnya untuk membuka sistem yang dirinya miliki.


Dia mengecek barang yang ia miliki di tas inventori sistem. Ada 2 pack kartu sepakbola grade C, ada 2 botol minuman Energy Booster yang bisa mengembalikan seluruh energinya dengan instan, lalu ada kartu status untuk menambahkan status miliknya sebanyak 3 poin.


Rizaldi membuka kartu status itu, ia tambahkan ke Shooting, Passing serta Dribbling.


[Status Pengguna]


[Nama: Rizaldi Fatah]


[Umur: 15 tahun]


[Level: 4]


[Ke level 4: 89 poin exp lagi]


[Kaki terkuat: Kaki kanan]


[Menyerang: 58 poin]


[Kontrol bola: 50 poin]


[Dribbling : 47 poin]

__ADS_1


[Passing: 70 poin]


[Shooting: 54 poin]


[Speed: 54 poin]


[Defense: 46 poin]


[Header: 38 poin]


[Jump: 33 poin]


[Stamina: 60 poin]


[Visi: 70 poin]


[Skill: Mata Dewa, Captaincy, Long Range Shoot Accuracy]


"Hmmm status ku sudah sedikit meningkat lagi" ucap Rizaldi setelah melihat status miliknya.


Lalu Rizaldi membuka panel selanjutnya, yaitu panel Quest. Di sana ada misi yang ia terima hari ini, misi yang berkaitan dengan pertandingan yang hari ini akan ia jalani sebentar lagi.


[Selalu terlibat dalam penyerangan]


[Torehkan gelar man of the match]


[Hadiah: Kartu Sepakbola Grade A + All Status Poin+5]


[Hukuman: Jika misi gagal, pengguna akan tidak bisa mengakses sistem selama 15 hari!]


"Begini lagi kah? Kenapa setiap hukumannya selalu berat sekali ya?" ucap Rizaldi sambil sedikit kecewa. "Tetapi apa boleh buat, aku akan berusaha menyelesaikan misinya dengan baik"


Lalu setelah itu, Coach Satria Hutama pun masuk ke ruang ganti yang membuat suasana langsung berubah mendadak sepi tanpa suara sama sekali. Rizaldi pun menyudahi acara meditasinya, kini matanya tertuju kepada sosok Coach Satria Hutama yang berdiri di hadapan para pemain Pengambangan Cananga Youth saat ini.


Coach Satria Hutama akan memberikan beberapa kata pada mereka sebelum mereka semua mulai memasuki lapangan pertandingan, ini adalah cara seorang coach untuk membangkitkan semangat para pemainnya sebelum pertandingan di mulai.


"Kita akan menghadapi lawan tangguh kali ini, lawan yang sangat kita kenal dan kita punya banyak sejarah dengan mereka. Aku yakin diantara kalian tidak ada yang mau kalah dari mereka kan? Kalau tidak buktikan padaku bahwa kalian lah yang terbaik di sini! Di tempat ini! Hancurkan mereka semua dan buat mereka kembali pulang ke Sungai Gardu tempat mereka berada!" Pidato Coach Satria Hutama berhasil menumbuhkan semangat yang dalam pada pemain Pengambangan Cananga Youth.

__ADS_1


"Pengambangan Cananga Youth! Let's goooo!"


"Goooo!" ucap mereka bersamaan lalu mereka pun mulai memasuki lapangan pertandingan dan bersiap menjalani pertandingan hari ini.


Mereka semua pun pergi ke lorong dan menunggu instruksi dari pihak official pertandingan untuk masuk ke lapangan. Tim Sugar Crossed FC pun juga sudah mulai tiba di lorong, kapten mereka memimpin mereka di depan, sama seperti Martin yang berdiri di depan mereka.


Kebetulan sekali, Rizaldi berdiri bersebelahan dengan Yoga Hilmawan. Dibelakang Yoga Hilmawan ada Tori Marukawa yang ikut menatap Rizaldi seolah-olah ingin melahapnya hidup-hidup. Setelah mendapatkan instruksi, mereka pun akhirnya mulai memasuki lapangan pertandingan.


Suara sorak-sorai penonton pun menyambut mereka semua, setelah berbaris mereka pun saling bersalaman sebagai tanda fair-play. Namun, Yoga Hilmawan tidak memiliki niatan untuk melakukan salaman pada pemain-pemain Pengambangan Cananga Youth yang membuat mereka langsung memasang wajah marah. Bahkan Yoga Hilmawan berkomentar akan mengalahkan mereka semua dan membuat mereka pulang dalam keadaan menangis, yang semakin membuat para pemain Pengambangan Cananga Youth gusar.


Kick-off dimulai dari Sugar Crossed FC. Pemain Sugar Crossed FC langsung saja mulai melakukan set-up penyerangan ke pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth. Di menit-menit awal ini, lini pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth masih terlalu sulit untuk ditembus. Para pemain Sugar Crossed FC dipaksa hanya bermain di sekitaran lapangan tengah saja sampai ke pertahanan mereka. High pressing yang dilakukan oleh Pengambangan Cananga Youth sedikit membuat pemain Sugar Crossed FC kesulitan dalam melakukan umpan ke depan.


"Oper ke Marukawa!" perintah kapten mereka dan pemain Sugar Crossed FC langsung mengoper bola ke Marukawa.


Ketika Marukawa menerima bola, langsung ada 3 pemain Pengambangan Cananga Youth sekaligus yang memberikan pressing pada dirinya. Bukannya gugup, Marukawa malah tertawa dan tersenyum, dia seperti menunggu akan hal ini.


Tak disangka, 3 pemain yang melakukan pressing ke Marukawa berhasil ia lewati begitu saja. Penonton terpukau dengan kemampuan olah bola Marukawa, dan Marukawa langsung memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh ketiga pemain tadi.


Rizaldi Fatah tidak membiarkan Marukawa lolos begitu saja, dia lari ke arah Marukawa dan berniat menghadangnya. Namun Marukawa berhasil melewatinya dengan skill olah bolanya, bahkan dia juga berhasil melewati Zaki Iskandar yang sudah bersiap di belakang Rizaldi kalau Rizaldi gagal menghentikan pergerakan Marukawa.


Marukawa terus maju menggiring bola, dia menyisir ke daerah flank pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth yang sudah ditinggalkan oleh full-backnya, sekali melirik dia sudah bisa melihat Yoga Hilmawan yang berada dalam posisi bagus dan langsung saja Marukawa memberikan crossing ke kotak penalti.


Yoga Hilmawan melompat tinggi menjemput bola dengan sundulannya, namun Derry sudah menduga itu dan melompat lebih dulu dan berhasil menangkap bola crossing Marukawa sebelum berhasil disundul oleh Yoga Hilmawan.


Derry langsung saja menendang bola kedepan untuk mengamankan gawangnya, dia melihat ke arah sosok Yoga Hilmawan yang masih berdiri di dalam teritorialnya dan merasa sedikit heran dengan sosok itu.


Lalu Yoga mulai turun kembali, mencari ruang yang bisa ia manfaatkan untuk membuat peluang ataupun mencetak gol. Dan itu berhasil ia dapatkan di menit ke-12. Berawal dari kesalahan kecil Fauzi yang salah memberikan umpan, pemain Sugar Crossed FC langsung melancarkan serangan balik cepat.


Tanpa disadari oleh pemain Pengambangan Cananga Youth, Marukawa bergerak sangat bebas dan kembali mendapatkan bola di kakinya. Marukawa langsung memberikan umpan terobosan kedepan saat melihat Yoga Hilmawan yang sudah berlari menuju ruang yang menurut instingnya bisa dimanfaatkan dengan sangat baik.


Yoga Hilmawan adalah striker dengan paket lengkap, tidak hanya memiliki insting untuk mencari ruang, dia juga memiliki kecepatan yang luar biasa sebagai seorang penyerang. Galih dan Bagas yang menjadi sosok center bek Pengambangan Cananga Youth pun tidak bisa mengejarnya. Lalu dengan putus asa, Bagas berusaha mengejar Yoga dan sedikit menarik bajunya sehingga membuat Yoga Hilmawan terjatuh tepat di ujung kotak penalti.


Wasit menunjuk titik putih, para pemain Pengambangan Cananga Youth langsung melakukan protes karena Yoga Hilmawan jatuh begitu tipis diantara di dalam kotak penalti dan tidak, tetapi setelah melihat tayangan ulang wasit tetap memberikan penalti kepada Sugar Crossed FC.


Yang akan melakukan tendangan penalti tentu saja Yoga Hilmawan. Derry bersiap untuk menghadapi Yoga, wajahnya tidak ada rasa takut ataupun panik sama sekali. Tetapi setelah itu Derry merasakan ada aura mengerikan menyeruak keluar dari tubuh Yoga Hilmawan dan membuatnya sedikit merinding.


Ketika wasit sudah meniup peluit, Yoga Hilmawan langsung menendang bola itu dengan sangat keras ke pojok kanan atas gawang Derry. Derry tidak bisa bereaksi, bahkan dia tidak melihat bola itu bergerak masuk ke dalam gawangnya. Kakinya masih bergetar hebat, dia tidak tau apa yang terjadi pada dirinya namun dia sadar kalau tendangan tadi bukanlah tendangan yang bisa dilakukan oleh anak SMA.

__ADS_1


Rizaldi Fatah saja terkejut melihat tendangan keras dan super cepat itu, bola bagai bergerak dengan kecepatan cahaya di mata Rizaldi. Dia merasa wajar kalau Derry tidak bisa berbuat apa-apa, karena Rizaldi saja tidak bisa melihat pergerakan bola yang ditendang oleh Yoga Hilmawan.


Dengan gol penalti tadi, Sugar Crossed FC pun unggul 1-0 atas Pengambangan Cananga Youth di menit ke-12. Masih banyak waktu untuk membalas gol cepat itu, dan para pemain Pengambangan Cananga Youth pun masih belum patah semangat karena gol tadi.


__ADS_2