
Jika Rizaldi Fatah sedang menikmati momennya bersama dengan tim utama Pengambangan Cananga FC yang sedang melakukan tur di Spanyol, lain cerita dengan beberapa rekan seperjuangannya yang saat ini sedang berjuang untuk memastikan diri mereka masuk ke dalam skuad pilihan utama Coach Igarashi Maeda untuk mewakili timnas Indonesia U-17.
Ada tiga kompatriot Rizaldi yang sedang berjuang untuk mendapatkan tempat utama di tim nasional U-17, yaitu Axel Raihan, Derry Yanuar, dan juga Martin Santoso. Mereka bertiga bersaing dengan tiga puluh pemain yang lainnya untuk mendapatkan tempat di tim utama.
Hari ini tepat satu bulan masa pelatnas mereka, mereka bertiga masih bisa bertahan dalam kerasnya latihan yang diberikan oleh Coach Igarashi Maeda dan juga iklim dingin di Korea Selatan yang jauh lebih berbeda dengan hangatnya iklim di Indonesia. Namun, tetap mereka masih bertahan.
Pagi hari ini, Coach Igarashi Maeda mengumpulkan ketiga puluh calon pemain garuda muda ini. Coach Maeda ditemani oleh beberapa asistennya, beserta salah satu pelatih dari timnas yang pernah menangani timnas Indonesia usia muda juga, yaitu Coach Jamaludin.
"Semuanya berkumpul!" Ucap Coach Maeda dan seluruh calon pemain timnas ini langsung berkumpul.
"Hari ini adalah hari yang kalian tunggu-tunggu. Sudah satu bulan semenjak kalian terpilih sebagai salah satu calon pemain muda dari tim nasional. Hari ini adalah hari yang akan mengatakan kebenarannya kepada kalian semua, apakah kalian memang layak membela timnas atau tidak"
Pidato Coach Maeda membuat semua calon pemain muda timnas Indonesia semakin gugup, tidak terkecuali untuk Axel, Derry dan juga Martin. Namun mereka sudah yakin memberikan semua yang terbaik untuk kesempatan ini, mereka tidak main-main selama seleksi namun tetap saja mereka berharap dengan keberuntungan yang akan membantu mereka.
"Hari ini kalian akan memainkan pertandingan 11 melawan 11. Aku akan membagi dua tim, siapa saja yang bermain dan siapa saja yang menjadi cadangan akan aku pilih" ujar Coach Maeda lalu dia mulai melihat ke catatan yang dirinya bawa.
"Tim A!" Coach Maeda sedikit berteriak, lalu dia mulai membacakan nama-nama yang masuk ke dalam tim A. Tiga Musketeer dari Pengambangan Cananga Youth tergabung dalam tim A, bersama dengan Yoga Hilmawan. Mereka berempat bersama dengan tim A akan bertanding dengan tim B yang diisi dengan nama-nama seperti Wawan Angga dari Sparta Bandung FC- Lalu ada Raffi Putra dari Batavia Fort FC- Serta sosok Wildan Hutami yang merupakan pemain paling menonjol di I-Youth kemarin.
__ADS_1
Di tim A sendiri, Martin dan Yoga Hilmawan akan bekerjasama untuk membongkar pertahanan tim B yang terlihat kokoh seperti benteng-benteng kota Konstantinopel.
Begitu peluit ditiup oleh Coach Maeda, permainan pun dimulai. Tim B langsung tancap gas di menit-menit awal. Tim mereka seperti sudah padu, walaupun diisi oleh banyak pemain berbakat namun tidak membuat permainan mereka terhambat dan terbatas begitu saja dengan mudah. Dan tim B yang berhasil membuat peluang pertama.
Kemampuan hebat dan memukau dari Wildan Hutami membuat pertahanan tim A kocar-kacir, bahkan Axel Raihan harus turun untuk membantu pertahanan untuk menghadang Wildan Hutami, namun sayangnya dia masih bisa dilewati Wildan Hutami dengan cukup mudah. Wildan Hutami lalu melakukan scanning di daerah kotak penalti tim A, dia bisa melihat ada 2-4 pemain tim B yang memadati kotak penalti tim A, lalu dengan sedikit perhitungan Wildan Hutami pun memberikan umpan silang yang sangat indah.
Umpan silang itu mengarah lebih dekat ke Munip Hadi, pemain berasal Madura Umisale itu langsung melompat untuk menyambar bola, tetapi respon Derry Yanuar lebih cepat untuk menangkap bola itu untuk membawanya tepat ke dalam pelukannya. Karena Munip Hadi Hadi tidak sempat lagi menghentikan laju tubuhnya, akhirnya dirinya terbentur dengan Derry Yanuar dan membuat Derry terjatuh cukup sakit dan keras. Pelanggaran jelas dilakukan oleh Munip Hadi, walaupun itu tidak disengaja olehnya. Tim medis langsung masuk untuk mengecek keadaan Derry, karena Derry sudah masuk ke dalam daftar pemain yang ia andalkan di turnamen Piala AFF nanti.
"Saya oke pak!" ucap Derry setelah sempat diberi perawatan oleh tim medis, sepertinya dia masih bisa untuk melanjutkan latihan.
Namun Coach Igarashi Maeda masih belum yakin, beliau maju untuk melihat langsung keadaan Derry Yanuar dari dekat. "Angkat tanganmu tinggi-tinggi" ucap beliau.
Derry seperti tahu apa yang ada di benak pelatih asal Jepang itu, dia buru-buru untuk meyakinkan Coach Igarashi bahwa dirinya baik-baik saja. "Saya oke kok coach! Memang terasa sedikit nyeri, namun saya masih bisa bermain coach dan memberikan kontribusi untuk tim"
Tatapan Coach Igarashi menjadi dilematis, dia tidak tahu harus berbuat apa dalam kondisi seperti ini. Akhirnya dirinya menyerah dan lebih memilih untuk mengikuti kata hatinya, Coach Igarashi memilih untuk tetap mempercayai sosok Derry Yanuar yang menurutnya bisa memberikan yang terbaik untuk tim pada saat mereka berkompetisi nanti.
Derry Yanuar pun gembira karena kembali di berikan kepercayaan, permainan pun langsung kembali dilanjutkan. Martin dan Axel mendatangi Derry dan menanyakan keadaan dirinya, tetapi langsung dijawab oleh Derry dengan jelas dan terang. "Aku dalam kondisi prima, kalian tenang saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkan diriku" ucap Derry sambil memberikan pose jempol ke mereka berdua.
__ADS_1
Pertandingan pun kembali berlanjut, kali ini kedua tim bermain cukup berimbang dan sama-sama bermain terbuka. Permainan begitu seru untuk dilihat, bahkan sampai asisten pelatih Coach Igarashi Maeda saja sampai lupa menutup mulutnya karena terlalu menghayati pertandingan yang terjadi hari ini. Panasnya pertandingan hari ini mengalahkan dinginnya pagi hari di Seoul.
Tetapi sayangnya hingga waktu telah berakhir, tim A harus mengalami kekalahan. Skor 3-2 berakhir untuk kemenangan tim B. Dua gol tercipta berkat assist manis dari Wildan Hutami, lalu Wildan menyumbang satu gol terakhir yang memastikan kemenangan tim B. Dua gol tim A dicetak oleh Yoga Hilmawan, dengan assist dari Axel Raihan.
"Ayo semua berkumpul!" Coach Igarashi Maeda lalu mengumpulkan seluruh pemain, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh mereka semua, lalu tabir kebenaran pun akan terbuka, mereka bisa melihat kedalamnya pada saat itu.
"Kalian semua sudah menunjukkan kepadaku, betapa keinginan besar dan kemauan besar kalian semua untuk mengenakan jersey ini" ujar Coach Igarashi Maeda sambil memperlihatkan jersey berwarna merah dan putih yang akan dikenakan oleh timnas Indonesia U-17 nanti di Piala AFF.
Wajah setiap pemain langsung tersenyum-senyum manis, mereka semua sedang membayangkan betapa gagahnya diri mereka bila mengenakan kostum kebesaran yang berwarna senada dengan warna bendera negara Indonesia. Ada rasa kegugupan juga yang menyertai mereka, seperti yang dirasakan Derry, Axel dan Martin yang merasa khawatir dengan posisi mereka.
Kini ditangan Coach Igarashi Maeda sudah ada sebuah kertas yang berisi catatan nama-nama pemain yang akan ia pilih untuk menjadi pemain utama, untuk membela tim nasional Indonesia U-17 untuk piala AFF dan mungkin saja Piala Asia U-17.
"Ini adalah nama-nama pemain yang akan masuk ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia U-17 untuk Piala AFF mendatang. Nama-nama yang dipanggil, silakan maju kedepan" lalu Coach Igarashi mulai menyebutkan nama-nama pemain yang akan masuk ke dalam skuadnya.
"Untuk posisi Kiper. Derry Yanuar, Wawan Angga, dan Gianluca Haris" ketiga pemain yang mengisi posisi sebagai kiper langsung maju kedepan. Derry Yanuar yang merasa begitu senang harus menutupi terlebih dahulu rasa senangnya.
"Untuk posisi bek tengah. Raffi Putra, Rezaldi Rahman, Hargianto Suparjo, Hardian Raharjo. Lalu untuk posisi bek sayap Supardi Nasir, Teuku Jamil, Syahrian Hehanusa, Mubarak Ali. Posisi tengah dan depan. Wildan Hutami, Axel Raihan, Munip Hadi, Martin Santoso, Raihan Crespo, Ilhamsyah, M.Ridwan, Pasha Bandi"
__ADS_1
Semua nama-nama yang telah dipanggil oleh Coach Maeda langsung melakukan sujud syukur dan adapula yang menangis karena merasa semua usaha mereka akhirnya terbalaskan dengan hasil akhir yang sangat memuaskan hati mereka. Kini tinggal satu langkah lagi bagi mereka, mereka akan berjuang dengan sekuat tenaga mereka untuk mendapatkan piala paling bergengsi di Asia Tenggara, Piala AFF. Lalu setelahnya, mereka akan mulai menancapkan kuku garuda muda di Piala Asia yang juga tidak akan lama lagi berlangsung.