Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 161: Menuju Putaran Akhir Liga


__ADS_3

Akibat kekalahan yang dialami pasukan Pengambangan di markas Kashima Antlers pekan lalu, kini suasana tim sedang gelap bagaikan hari yang mau turun hujan lebat. Semua pemain begitu frustasi menghadapi masalah ini, masalahnya mereka bermain sudah cukup bagus di pertandingan hari itu, bahkan sempat membuat kesusahan tim yang sudah memiliki sejumlah prestasi bergengsi di seluruh asia itu. Pengambangan Cananga boleh berbangga dengan pencapaian itu, tetapi tentunya mereka masih sakit hati lantaran tujuan mereka adalah untuk mengalahkan salah satu raksasa dari Jepang tersebut.


Bahkan dalam latihan kali ini, tidak ada senyuman sama sekali terlihat dari wajah-wajah para pemain Pengambangan Cananga. Wajah-wajah mereka gelap, suram, sedikit terganggu dengan suatu hal yang membuat mereka kesal. Dari wajah mereka bisa terlihat tulisan 'jangan diganggu', kalau mengabaikan peringatan itu mungkin akan ada satu hal mengerikan terjadi pada siapapun yang mengabaikan pesan itu.


Tidak hanya para pemain yang merasa demikian. Para jajaran staff kepelatihan juga mengalami hal serupa, terlebih untuk Coach Giovanni dan juga Coach Satria yang sepertinya sudah tidak tidur berhari-hari. Kantung matanya sudah sebesar kantong plastik mini market, tatapan mata mereka kosong seperti hati mereka, mata merah yang gatal ingin sekali menutup namun masih terhalang oleh keegoisan mereka berdua. Sungguh gambaran orang yang sudah hilang arah.


"Berkumpul!" Coach Giovanni memberikan perintah setelah melihat ke arah stopwatch miliknya.


Dengan cepat para pemain Pengambangan Cananga FC berkumpul, dibuat tiga barisan. Satu untuk barisan para pemain inti yang sering masuk jajaran starting line-up. Yang kedua barisan untuk pemain yang duduk di bangku cadangan. Dan yang terakhir barisan untuk pemain yang menunggu giliran mereka bermain tiba menghampiri mereka.


Semuanya sudah tahu mengapa mereka dikumpulkan hari ini, tidak-tidak ini berbeda dari hari biasanya. Ini spesial karena pertama, mereka semua melihat wajah gusar Coach Giovanni yang sangat menyeramkan. Kedua, mereka dalam keadaan terpuruk. Dan ketiga, adalah berhubungan dengan putaran terakhir liga.


Dengan sistem format liga yang baru, pemenang liga tidak ditentukan lagi dengan hasil di akhir klasemen sampai musim berakhir. Namun kini, di liga Indonesia pemenang liga akan ditentukan lewat skema empat besar. Jadi, tim yang berperingkat 1-4 di klasemen akhir akan masuk ke babak empat besar dan memainkan pertandingan home dan away hingga sampai di babak final. Tim posisi 1 akan berjumpa dengan tim yang berada di posisi 3, dan tim posisi 2 akan bertemu dengan tim di posisi 4.

__ADS_1


Dan inilah berita buruknya. Adam Sala cs yang menempati posisi kedua di akhir klasemen, mereka akan bertemu sang posisi 4 yang merupakan salah satu kuda hitam di Indonesia Premier League musim ini. Dengan catatan rekor kemenangan 27 kali, 5 kali imbang dan menelan 4 kali kekalahan. Tim ini juga memiliki rekor kemenangan kandang terbanyak di liga, dari 36 penampilan mereka berhasil mendapatkan 26 kali kemenangan kandang. Ini menjadikan mereka sebagai tim yang paling banyak memenangkan pertandingan kandang di liga, mereka adalah Borneo Putra FC.


Ya, Pengambangan Cananga FC akan menjalani laga derbi Kalimantan di putaran akhir nanti, dan tentu saja mereka tidak ingin hasil buruk terulang kembali. Tujuan mereka untuk menjadi jawara liga musim ini masih hangat di hati mereka, mereka akan terus berjuang untuk mewujudkan tujuan mereka bersama.


"Kalian sudah paham kan alasan aku mengumpulkan kalian semua hari ini di sini?" Coach Giovanni membuka suara. Semua pemain diam, bukan berarti tidak mengerti apa maksud dari Coach, melainkan mereka sudah tahu alasan itu.


"Karena hasil buruk kita minggu lalu, bahkan di liga kita mengalami kekalahan di dua laga terakhir. Beruntungnya kita masih bisa menjaga posisi kita, kalau tidak kita mungkin saja gagal masuk ke play-off dan terlempar di papan tengah" Coach Giovanni melanjutkan, dia diam terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataannya. Dia mencoba melihat satu per satu mata dari pemain-pemainnya.


Memang benar, Pengambangan Cananga FC mengalami dua kekalahan di liga menjelang akhir musim. Dua pertandingan terakhir mereka lewati dengan kekalahan, walaupun hanya kalah 1-0 tetapi tetap saja itu memberikan luka yang begitu besar bagi seluruh tim. Semenjak kekalahan dari Kashima Antlers, performa Pengambangan Cananga FC tidaklah sama seperti beberapa waktu sebelum melawan Kashima Antlers. Mereka seperti itu tidak memiliki arah, bahkan beberapa kali finishing mereka bisa dibilang sangat kacau. Terjadi tumpang tindih di antar sektor dan bahkan sistem yang tidak jalan sama sekali.


Untuk itu, Rizaldi sedikit kurang percaya diri saat ini, soal seleksi hari ini. Dirinya merasa akan digantikan oleh Coach Giovanni nantinya, tanpa dirinya ketahui sebenarnya Coach Giovanni menganggap Rizaldi adalah sosok jantung tim Pengambangan Cananga FC.


Coach Giovanni pernah menggantikan Rizaldi dengan pemain yang berposisi serupa di babak kedua, hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dirinya harapkan. Permainannya begitu kacau, ritme yang sudah tidak teratur dan terkesan begitu tergesa-gesa. Untuk itu Coach Giovanni tidak akan mengganti Rizaldi bagaimanapun keadaannya.

__ADS_1


"Nama-nama yang aku panggil, bisa berjalan ke barisan yang akan ku tentukan" Ini dia, sebuah gong penentuan.


"Dimulai dari Galih! Galih kau masuk ke barisan tengah!"


Galih berjalan ke barisan para pemain pengganti yang menduduki bangku cadangan. Cukup sedikit mengejutkan karena menilai betapa pentingnya sosok Galih di lini belakang tim, namun keputusan pelatih harus dituruti bagaimanapun keadaannya.


Pemain yang menggantikan Galih adalah Azka Putra. Pemain yang baru saja didatangkan pertengahan musim dari Balikpapan Solar FC. Pemain berpostur tinggi 6 kaki itu cukup memberikan pengaruh ketika dimainkan di dua laga terakhir, untuk itulah dirinya dipilih menggantikan Galih.


"Rafli Mirzan!" Coach Giovanni kembali memanggil satu nama, kali ini dari barisan ketiga.


Rafli Mirzan, pemain asli dari Pengambangan Cananga FC yang sudah lama menimba ilmu di Akademi Pengambangan Cananga, akhirnya memiliki sebuah kesempatan untuk bersinar. Coach Giovanni memilihnya untuk berada di dalam bangku cadangan, sehingga Rafli pun berjalan menuju barisan kedua.


Rafli Mirzan berposisi sebagai gelandang jangkar, dan sepertinya dirinya akan cocok dengan sistem baru yang akan diterapkan oleh Coach Giovanni nantinya untuk menghadapi Borneo Putra. Lalu nama yang terakhir dipanggil oleh Coach Giovanni adalah Alex Moreira yang harus berjal ke barisan kedua, yang menggantikannya ialah M. Masran.

__ADS_1


Mendengar namanya tidak ada dalam daftar itu, Rizaldi bernafas lega. Namun Coach Giovanni mengingatkan lagi, kalau siapapun bisa digantikan kalau mereka bermain kurang maksimal. Ini untuk persiapan melawan Borneo Putra, sehingga Rizaldi pun mau tidak mau harus terus menunjukkan permainan yang membuat Coach Giovanni terpukau untuk memastikan satu tempat di tim ini.


__ADS_2