Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 68: Jayapura Black Diamond FC


__ADS_3

Kegiatan hari Minggu tim Pengambangan Cananga Youth tidak berbeda jauh dari hari kemarin. Setelah sarapan dan sedikit berbincang-bincang, mereka langsung pergi ke lapangan latihan yang tidak jauh dari tempat mereka menginap.


Tidak banyak mereka berlatih, selain latihan mendalami strategi yang sudah disiapkan oleh Coach Satria sebelumnya untuk pertandingan besok, mereka juga melakukan latihan untuk menjaga kebugaran mereka sebelum bertanding.


Selama satu jam setengah mereka melatih fisik mereka sampai matahari sudah mulai menyengat di kulit mereka Coach Rizaldi pun menyelesaikan pelatihan hari ini, namun hari mereka tidak berhenti sampai di sana saja.


Setelah balik ke penginapan dan sejenak bersantai, Coach Satria menyuruh mereka untuk berkumpul di sebuah ruangan besar seperti lobi di hotel itu. Tidak terlalu besar seperti ballroom, namun cukup untuk menampung mereka semua, dan didepannya ada sebuah papan layar yang sering digunakan orang untuk melakukan presentasi ataupun seperti rapat-rapat evaluasi kinerja bulanan.


Semua peralatan yang diperlukan sudah disiapkan sebelumnya, sehingga Rizaldi dan yang lainnya hanya bisa duduk menunggu apa yang akan disampaikan oleh Coach Satria kepada mereka semua. Rizaldi yakin, semua ini berkaitan dengan pertandingan mereka besok hari.


"Semuanya sudah di sini?" ucap Coach Satria, matanya seperti menghitung orang-orang yang ada di sana untuk memastikan tidak ada anak asuhnya yang terlewat.


Yang lainnya juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Coach Satria, setelah merasa semuanya sudah hadir barulah Coach Satria bisa memulai penjelasannya.


Layar pun mula menyala setelah beberapa detik menunjukkan nama merk layar tangkap itu, barulah video yang ingin ditunjukkan oleh Coach Satria kepada anak didiknya mulai terputar. Itu adalah video tentang klub yang akan mereka hadapi besok nanti, Jayapura Black Diamond FC.

__ADS_1


Permainan mereka selama di fase grup ditampilkan oleh layar, permainan mereka sungguh memukau dan indah sekali. Mereka tidak hanya memiliki fisik yang kuat, mereka benar-benar memiliki skill olah bola yang mumpuni dan tidak heran mereka menjadi salah satu penantang kuat untuk memenangkan liga.


Gaya permainan mereka cukup cepat namun mereka masih memikirkan soal keseimbangan, mereka bermain sama seperti tim-tim Spanyol yang sering melakukan passing-passing pendek sambil terus membaca situasi pertandingan.


Para pemain Pengambangan Cananga Youth begitu terpesona dengan gaya permainan tim Jayapura Black Diamond, julukan mereka sebagai tim samba dari Indonesia benar-benar suatu kebenaran yang nyata. Setelah berputar beberapa menit, akhirnya video pun berhenti dan semua pemain langsung bertepuk tangan karena rasa kagum mereka dengan tim Jayapura Black Diamond.


Coach Satria membuka suara. "Aku paham dengan rasa kagum kalian, mereka benar-benar tim yang luar biasa" ucapnya. "Tetapi, tanpa mengurangi rasa hormat, kita lebih baik dari mereka"


Mata mereka mulai memancarkan api semangat juang, nyalanya bagai nyala api yang membakar apapun yang menghalangi jalannya.


Lalu Coach Satria mulai mencari beberapa nama yang dia rasa adalah pemain kunci dari tim Jayapura Black Diamond. Nama pertama yang muncul adalah seorang pemain berusia 15 tahun seperti mereka, namun dia menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim Jayapura Black Diamond. Namanya Ferdinand Pahabol.


Rizaldi begitu memperhatikan sosok Ferdinand Pahabol, dia seperti mempelajari orang itu agar dia punya gambaran abstrak di dalam pikirannya. Jika saja dirinya bisa menggunakan skill Mata Dewa untuk mengecek status yang dimiliki oleh Ferdinand Pahabol mungkin dia akan melihat angka speed yang dimiliki oleh Pahabol mungkin sekitar 65 keatas hingga 70. Rizaldi pun akhirnya hanya menerka-nerka saja, melihat dari video yang ditunjukkan oleh Coach Satria.


Coach Satria lalu memutarkan video gol Ferdinand Pahabol yang sangat indah, gol itu adalah gol solo run dari Ferdinand Pahabol dari setengah lapangan, menuju dengan cepat ke kotak penalti lawan dan dia berhasil mengelabui kiper lawan dengan mudah untuk mencetak gol. Dari situlah Rizaldi begitu yakin dengan tebakan awalnya, dia yakin sekali yang paling menonjol dari sosok Ferdinand Pahabol adalah kecepatannya dan kemampuan bermanuvernya itu.

__ADS_1


Lalu Coach Satria menghentikan video itu, kemudian beliau menatap ke arah Bagas dan Galih dengan tatapan yang terlihat seperti tatapan seorang panglima perang ke para anak buahnya. "Bagas dan Galih, ini adalah tugas untuk kalian. Kalian harus menghentikan orang itu bagaimana pun caranya, aku tidak peduli jika kalian mendapat kartu kuning atau harus melakukan beberapa pelanggan asalkan orang itu tidak banyak berulah di wilayah pertahanan kita" ucap beliau.


Wajah Bagas dan Galih lalu terlihat mengeras bagai batu, mereka seperti berubah menjadi lebih keras, lebih keras dari tembok manapun dan mereka akan buktikan itu pada Ferdinand Pahabol di pertandingan esok.


Coach Satria mengangguk pelan, dia menganggap kalau Bagas dan Galih sudah mengerti dengan tugas yang dia berikan kepada kedua orang itu


Lalu beliau lanjut ke orang berikutnya yang menjadi pemain yang berbahaya untuk tim kami, kali ini pemain sayap mereka. Emanuel Bonai namanya, dia pemain paling senior di Jayapura Black Diamond Youth yang berusia 17 tahun 3 bulan.


Catatan Emanuel Bonai juga cukup gemilang, dia mencetak 5 gol untuk Jayapura Black Diamond, Emanuel lebih sering memberikan assist daripada mencetak gol. Gerakan menusuknya dari sisi lapangan adalah senjatanya serta akurasi passing yang ia miliki.


Emanuel Bonai juga memiliki kecepatan yang sangat cepat dan itu menguntungkan dirinya, di tim Pengambangan Cananga Youth sendiri tidak ada pemain secepat para pemain Jayapura Black Diamond. Pemain tercepat mereka hanyalah Axel Raihan, namun ketika melihat para punggawa Jayapura Black Diamond rasanya kualitas kecepatan Axel Raihan seperti motor dua tak melawan motor mesin empat tak.


"Karena terpengaruh dengan gaya permainan tim-tim dari Spanyol. Jayapura Black Diamond sering menggunakan formasi 4-3-3 dengan gaya permainan possession ball layaknya Barcelona era Pep Guardiola, atau Manchester City" Coach Satria menerangkan soal formasi yang akan digunakan tim lawan.


"Kita akan menggunakan formasi 4-2-1-3 yang sering kita gunakan sebelumnya. Rizaldi akan di plot sebagai gelandang kreatif dan jika momennya tepat, langsung ubah peran mu sebagai Trequarista seperti yang kita latih sebelumnya"

__ADS_1


"Baik Coach!" Rizaldi menjawab dengan mantap sambil memperhatikan kedua pemain yang sudah ditunjukkan oleh Coach Satria tadi.


Di matanya terlihat api keinginan untuk menang yang terus menyala hebat, Rizaldi akan menunjukkan pada mereka kemampuan yang ia miliki dan ia akan berjuang sekuat tenaganya sampai Pengambangan Cananga Youth bisa kembali ke final dan menjadi juara untuk sekali lagi.


__ADS_2