Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 96: Sang Pemenang


__ADS_3

Hingga babak kedua, tepatnya sudah memasuki menit ke-71. Pertandingan antara Batavia Fort FC melawan Sparta Bandung FC masih berjalan alot. Batavia Fort FC ngotot sekali ingin menang dan mereka terus menekan Sparta Bandung FC hingga pemain Sparta Bandung FC hanya bisa bermain di daerah pertahanan mereka saja.


Tetapi walaupun begitu, tim Sparta Bandung FC juga beberapa kali bisa melakukan serangan balik cepat. Namun kurangnya penyelesaian akhir atau final pass mereka membuat skor masih tidak berubah, atau bahkan membuang kesempatan mereka untuk mencetak gol.


Tim Batavia Fort FC pun walaupun mereka terus menekan bukan berarti mereka unggul. Mereka mengalami kebuntuan karena pertahanan tim Sparta Bandung FC yang berlapis-lapis, ketika mereka sudah berhasil membongkar pertahanan tim Sparta Bandung FC dan sampai ke kotak penalti, Wildan Hutami malah berhasil dihentikan oleh Wawan Angga yang sudah berhasil menepis tendangannya hingga 5 kali, sampai-sampai membuat Wildan Hutami mati kutu dibuatnya.


Raffi Putra pun sempat melakukan overlaping beberapa kali, namun tetap saja usaha Raffi Putra masih belum membuahkan hasil.


Kesigapan Wawan Angga dalam menjaga gawangnya membuat para pemain serta official tim Batavia Fort FC frustasi, bahkan sudah ada 4 kali pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Batavia Fort FC serta juga pergantian taktik di tengah pertandingan untuk membongkar pertahanan keras Sparta Bandung FC.


"Bertahanlah teman-teman! Jika kita bisa menahan mereka hingga babak adu penalti, aku yakin bisa menghentikan mereka dan membuat kita memenangkan pertandingan ini" ucap Wawan Angga yang sedang mengkomandoi rekan-rekannya dari belakang.


Raffi Putra yang sedang menguasai bola, dia mengigit bibirnya karena kesal tidak bisa membongkar pertahanan tim Sparta Bandung FC yang sangat sulit ditembus bagai benteng Takeshi yang sering ada di saluran tv itu.


"Aku tidak mau kalah dengan orang-orang ini!" Raffi Putra bertekad di dalam hatinya.


Tetapi tekad saja masih belum cukup untuk membongkar pertahanan tim Sparta Bandung FC, hingga 45 menit normal di babak kedua sudah habis dan sekarang memasuki tambahan waktu. Official penyelenggara pertandingan memberikan waktu tambahan sebanyak 6 menit, hal ini dikarenakan banyaknya pelanggaran serta beberapa kali ada yang harus dirawat karena panasnya pertandingan hari ini.

__ADS_1


Walaupun pertandingan dimainkan di malam hari dan terasa sedikit sejuk, tetapi bagi dua puluh satu pemain yang ada di lapangan, rasanya begitu panas karena intensitas pertandingan mereka yang begitu tinggi.


Raffi Putra melihat keselilingnya, dia melihat ke arah wajah rekan-rekannya yang sudah mulai kehilangan cahaya mereka setelah pertandingan hampir berakhir. Dia juga melihat ke wajah Wildan Hutami, masih ada sedikit cahaya di wajahnya namun dia hampir tumbang pula. "Ini gawat!" ucap Raffi setelah menyadari perubahan dari rekan-rekannya.


Memang itu hal yang gawat, mental pemain Batavia Fort FC sudah mulai runtuh. Jika mereka tidak bisa mencetak gol saat ini dan bermain di babak tambahan waktu, kemungkinan besar mereka akan kalah atau mungkin yang lebih buruk mereka bisa bermain di babak adu penalti dan dengan mental yang seperti itu mereka hanya akan dilahap oleh Wawan Angga dan rekan-rekannya di Sparta Bandung FC yang sudah lebih berpengalaman di babak tambahan waktu dan adu penalti.


Karena itu Raffi Putra langsung berinisiatif untuk menyerang langsung kedepan dan melakukan overlaping lagi. Dia mengoper ke rekan terdekatnya, namun dia langsung menyuruhnya untuk kembali mengoper padanya segera.


"Oper padaku lagi!" ucapnya dengan wajah seperti penjahat di film-film superhero, sehingga rekannya pun tidak berani menatap terlalu lama dan mengoper bola itu padanya tanpa pikir panjang.


Raffi Putra terus melakukan itu sepanjang jalan dia menuju ke gawang dari Sparta Bandung FC. Wawan Angga sudah sibuk mengatur rekan-rekannya untuk merebut bola dari Raffi Putra, atau memberikan instruksi untuk menutupi pergerakan pemain lain yang bisa dijadikan tujuan oleh Raffi Putra.


Kontrol bola yang sangat bagus diperlihatkan oleh Wildan Hutami, tidak ada yang mengawal dirinya dan membuatnya bisa berlari dengan sangat cepat menuju gawang tim Sparta Bandung FC.


"Hei-hei, segera cover titik itu" Wawan Angga merasakan ancaman yang luar biasa akan ia terima dalam beberapa saat lagi, sehingga dia langsung memberikan instruksi untuk segera menutupi ruang yang akan dimanfaatkan oleh Wildan Hutami.


Wildan Hutami terus berlari, lewat skill olah bolanya dia berhasil melewati pemain Sparta Bandung FC dan sekarang menyisakan dirinya berhadapan dengan sosok Wawan Angga sang penjaga gawang Sparta Bandung FC.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan kau mencetak gol" ujar Wawan Angga lalu dia mencoba berlari kedepan untuk menghadang Wildan Hutami.


Hutami ingin menendang bola dan mengalahkan Wawan Angga, namun Wawan Angga dengan pintar menggunakan seluruh badannya untuk menutupi ruang tembak Wildan Hutami sehingga membuat Wildan Hutami berpikir dua kali untuk melakukan tendangan.


"Jika aku menendang dan malah membentur badan kiper ini, bisa-bisa mental seluruh teman ku akan jatuh terjun bebas. Aku tidak boleh melakukan hal itu jika kami ingin menang" ucap Wildan Hutami dalam hati. "Tetapi bagaimana caranya?" Saat dia bertanya seperti itu, Wildan seperti bisa melihat ada seberkas cahaya berada di sisinya.


Dia menengok ke arah seberkas cahaya itu, dan dia lihat di sana ada sosok Raffi Putra yang berada dalam posisi tidak terkawal dan lebih berpeluang mencetak gol. Akhirnya Wildan Hutami pun langsung melakukan umpan terobosan yang membuat Wawan Angga terkejut karena dia tidak menyangka akan ada hal seperti itu.


Wildan Hutami juga terkejut, itu dikarenakan passing-nya ke Raffi Putra terlalu lemah dan dia merasa bahwa dia sedang mengacau. Wildan Hutami sudah menyesal lebih dulu karena umpannya yang terlalu lemah, pemain belakang Sparta Bandung FC yang lain sudah datang dan sudah bersiap untuk melakukan sapu bersih menendang bola kedepan dan menunggu peluit panjang dari wasit.


Wawan Angga juga tidak berdiam diri, dia juga mengejar bola itu dan berniat untuk menangkap dan mengamankannya. Namun tanpa diduga-duga oleh siapapun, pergerakan Raffi Putra begitu cepat dan dia sudah berada di dekat bola bagai dalam kedipan mata saja sehingga membuat Wawan Angga dan yang lainnya terkejut bukan main.


Raffi Putra langsung chip bola itu, Wawan Angga yang terlambat melakukan penyelamatan, akhirnya melakukan gerakan terakhir yang sedikit terpaksa. Dia menangkap kaki Raffi Putra dengan berharap bola bisa berubah arah karena itu.


Namun sayangnya usaha dari Wawan Angga tadi rupanya tidak membuahkan hasil, bola chip yang sedikit lemah itu masuk lurus ke dalam gawangnya dan membuatnya harus tengkurap di tanah dan memukul-mukul lapangan dengan perasaan yang begitu kesal.


Itu adalah sebuah gol, gol yang tercipta di menit-menit akhir tambahan waktu di babak kedua dan gol itu pula menjadi gol penentu kemenangan Batavia Fort FC atas Sparta Bandung FC.

__ADS_1


Seluruh pemain Batavia Fort FC langsung merayakan gol ini, gol yang menjadi gol kemenangan mereka. Wildan Hutami juga langsung memeluk Raffi Putra karena berhasil mencetak gol lewat umpan lemah yang ia berikan tadi, dia merasa lega setelah Raffi Putra berhasil mencetak gol itu.


Raffi Putra sedikit tersenyum, lalu dia kembali ke wajah awalnya yang merasa biasa saja atas golnya tadi. Hingga akhirnya, peluit panjang pun berbunyi dan Batavia Fort FC dipastikan akan melaju ke final, menunggu pemenang dari pertandingan yang akan dilakukan besok harinya, yaitu pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Pengambangan Cananga Youth FC.


__ADS_2