
Rizaldi Fatah berhasil melewati latihan perdananya dengan tim utama Pengambangan Cananga FC. Rasanya bagaikan seperti latihan di neraka karena coach Giovanni berperan sebagai sosok iblis yang terus menyiksa Rizaldi Fatah dalam latihannya, namun beruntungnya dia berhasil melewati hal itu dengan sangat baik, walaupun dirinya juga kelelahan langsung.
Atmosfer yang dirasakan oleh Rizaldi sangat berbeda dari latihan-latihan sebelumnya bersama tim A ataupun tim B Pengambangan Cananga Youth. Walaupun ini hanya sekadar latihan biasa, namun Rizaldi dapat merasakan kompetisi yang terjadi.
Semua pemain menunjukkan kebolehannya di setiap menu latihan, mereka tidak malas-malasan bahkan terkesan sedang melakukan perlombaan. Hal itu adalah hal yang wajar terjadi di tim utama, namun Rizaldi baru saja melihatnya di sini.
Karena melihat rasa kaku Rizaldi yang masih tertinggal di dalam dirinya itu, Anan Riswan mencoba untuk menghibur Rizaldi yang terduduk kelelahan di samping bench.
"Hei kerja bagus hari ini" ucap Anan sambil melemparkan botol minuman kepada Rizaldi.
Rizaldi langsung sigap menangkap botol itu dan melihat sosok yang melempar botol itu, cukup kaget dia bahkan Rizaldi langsung berdiri karena saking terkejutnya dirinya.
Buru-buru Anan menyuruh Rizaldi untuk duduk lagi karena dirinya tahu kalau anak itu baru saja menyelesaikan latihan neraka hari pertamanya. "Bagaimana latihan hari ini? Apa kau sudah punya sedikit gambaran bagaimana tim ini nanti?" Anan duduk di dekat Rizaldi.
Rizaldi dengan sedikit gugup menjawab. "Aku sudah menduga kalau coach Giovanni akan memberikan pelatihan super ekstra di hari pertamaku, tetapi jujur aku senang di sini"
"Baguslah kau senang di sini" ucap Anan seraya tertawa.
Rizaldi juga tertawa, lalu cukup lama terjadi keheningan diantara mereka berdua. Rizaldi tentu masih sungkan dengan sosok pemain-pemain tim utama Pengambangan Cananga FC ini, terlebih sosok yang berada di dekatnya saat ini.
Rizaldi melihat sendiri bagaimana skill yang dimiliki oleh Anan Riswan. Status yang dirinya tidak sengaja lihat dengan skill [Mata Dewa] itu tidak berbohong. Anan ******* habis setiap menu latihan dengan nilai yang sempurna, dari sudut pandang Rizaldi maupun sudut pandang coach Giovanni. Semua pemain Pengambangan Cananga FC tahu kalau Anan adalah pesepakbola yang memiliki bakat alami, dia termasuk dalam pemain yang mungkin muncul 10 tahun sekali.
__ADS_1
Karena kemilaunya di musim lalu, Anan sempat menjadi incaran klub-klub besar di I-LEAGUE namun dirinya masih ingin tinggal di klub yang sudah menemukan dirinya dan memberikan kesempatan pada dirinya. Bahkan terdengar rumor liar kalau banyak klub-klub di Eropa sudah mulai menerbangkan pemandu bakat mereka untuk melakukan pemantauan terhadap sosok Anan. Tentu saja ada nama besar seperti Barcelona dan Real Madrid yang termasuk ke dalam rumor itu, namun Anan santai saja menanggapi rumor seperti itu.
"Mana mau tim sebesar Barcelona dan Real Madrid menginginkan seorang pemain asal kampung sepertiku ini. Itu cuma rumor jadi tidak usah terlalu dipikirkan hahaha" itu jawaban Anan ketika Rizaldi menyinggung soal rumor tersebut.
Tentu saja Rizaldi tidak berpikiran seperti Anan. Dia tahu betul kalau Anan adalah pemain yang sangat-sangat diberkahi dengan bakat alami, dia seperti sosok Messi yang memiliki bakat alami dari lahir. Persamaan antara Anan dan Messi adalah, mereka berdua sama-sama dilahirkan untuk sepakbola.
Messi juga dulunya berasal dari desa kecil di Argentina, sama seperti Anan. Dulu juga Messi diragukan dan mungkin saja Messi meragukan dirinya sendiri, sama seperti Anan. Itulah mengapa Rizaldi tidak berpikiran sama seperti Anan, karena dirinya yakin Anan bisa saja bermain di liga top Eropa dan menjadi pemain hebat di sana, tidak hanya menjadi persinggahan semusim.
"Sudah jangan terlalu memuji ku seperti itu, rasanya aku mau terbang" Anan merasa sedikit tidak nyama karena Rizaldi terus saja memuji penampilannya hari ini.
"Tapi apa yang dilakukan oleh kak Anan tadi memang sangat luar biasa, bahkan aku beberapa kali lihat kebelakang kalau coach Giovanni yang berwajah dingin itu selalu mengangguk-angguk ketika menilai permainan kakak"
"Itu cuma kebiasaan coach" Anan kembali mengelak. "Permainan mu juga tidak kalah bagusnya, aku suka passing-passing manja mu itu. Kau benar-benar seperti Ward Prowse tetapi lebih bersemangat menyerang"
Rizaldi sadar siapa yang mengatakan tentang dirinya kepada Anan, tentu saja itu coach Giovanni yang sering menceritakan kepada mereka semua soal Rizaldi Fatah. Semuanya, hingga ke pesepakbola yang digemari oleh Rizaldi saja diceritakan oleh coach Giovanni. Karena itu, Anan Riswan tahu siapa sosok pesepakbola yang digemari oleh Rizaldi.
"Tetapi aku sedikit terkejut dengan mu Rizal, kau tidak menggemari sosok Mbappe atau Haalland yang jelas sekali Messi dan Ronaldo yang baru. Semua anak-anak mengidolakan mereka berdua, tetapi kau malah mengidolakan sosok Jordan Ward Prowse yang menghabiskan masa karirnya bersama Southampton FC. Kau unik sekali!" ucap Anan
Rizaldi jadi tersenyum lebar mendengar pujian Anan, dirinya lalu mengingat bagaimana dirinya berkenalan dengan sosok pemain bernama Jordan Ward Prowse itu. Ketika dirinya mengingat momen itu, Rizaldi tiba-tiba saja merasa sentimentil dan hal itu membuat Anan sedikit kebingungan dan ketakutan melihat Rizaldi yang tiba-tiba mengeluarkan air mata.
Sedangkan di ujung, terlihat sosok coach Giovanni sedang asyik berbincang dengan kapten tim Pengambangan Cananga FC, yaitu Adam Sala. Mereka berdua berbincang dengan sangat serius, membicarakan satu hal yang rasanya begitu pentingnya.
__ADS_1
Hal itu jelas sekali, mereka berdua sedang membahas tentang Rizaldi Fatah. Coach Giovanni lah yang pertama meminta pendapat Adam Sala tentang anak berusia 16 tahun itu.
"Kau ingin tahu coach pendapat ku?" tanya Adam pada sang coach. Yang tentu saja dijawab oleh coach Giovanni dengan jawaban "Tentu saja"
"Baiklah kalau begitu" Adam Sala pun mulai menarik nafas panjang yang mana hal itu malah membuat coach Giovanni menaikkan sebelah alisnya. "Tetapi sebelum itu, bolehkah aku mengumpat?"
Coach Giovanni bingung dengan itu, dia tidak mengerti apa yang ingin dilakukan oleh Adam Sala hingga ingin mengumpat. "Tentu saja itu tidak boleh! Kau bisa menyebabkan masalah untuk buku ini" ujar coach Giovanni, namun perkataan coach Giovanni tidak dimengerti oleh Adam Sala.
"Buku?" ucapnya sedikit kebingungan, namun Adam Sala tidak peduli dan mengatakan saja pendapatnya soal Rizaldi Fatah ke Coach Giovanni. "Seperti biasanya, anda memang ahlinya dalam mencari pemain yang berbakat. Bocah itu seperti tikus, dari mana anda menemukannya coach?"
Coach Giovanni hanya bisa menutupi wajahnya dengan papan catatannya, dia masih tidak mengerti dengan sosok yang satu ini. Coach Giovanni benar-benar tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Adam Sala, bahkan dia menyamakan sosok Rizaldi dengan seekor tikus.
"Anda jangan salah paham dulu coach" ujar Adam Sala mencoba untuk menjelaskan maksudnya. "Tikus itu adalah hewan paling cerdik, seperti itulah sosok bocah itu di mataku. Jika aku menjadi sosok manajer seperti dirimu, aku pasti akan merekrutnya seperti anda"
"Oh begitukah?" coach Giovanni sedikit ragu dengan ucapan Adam Sala. "Jika dia baru bermain sepakbola dalam beberapa bulan saja, apakah kau masih mau mengambil dan merekrut dirinya?"
"Baru bermain sepakbola?" Adam Sala sangat terkejut mendengar fakta itu, dia tidak menyangka sosok Rizaldi Fatah bukanlah orang yang sudah lama menimba ilmu sepakbola di akademi, melainkan dia baru saja memulainya dalam beberapa bulan. "Pantas saja terasa masih kasar, walaupun dia punya vision yang di atas rata-rata anak seumuran dirinya"
"Dia sepertimu Adam, orang yang memiliki bakat di sepak bola namun terlambat untuk masuk ke dunia sepak bola"
Mendengar ucapan dari coach Giovanni, Adam Sala hanya tersenyum saja. Dirinya memandangi sosok Rizaldi Fatah dari kejauhan dan seperti melihat refleksi dirinya sendiri. Adam Sala berandai-andai dalam kepalanya, jika saja dirinya bertemu dengan sepak bola lebih awal, mungkin dirinya bisa menjadi pemain hebat yang akan selalu dikenang para penggemar.
__ADS_1
Tetapi yang tidak diketahui oleh dirinya adalah, Adam Sala sudah menjadi seorang legenda di klub Pengambangan Cananga FC walaupun dia baru saja memulai karirnya sebagai pesepakbola profesional.