
Rizaldi masih tidak percaya dengan betapa mudahnya dirinya mendapat izin dari ibunya untuk pergi ke Jakarta, dia tidak pernah menduga akan semudah itu. Lalu dia memikirkan, betapa bodohnya dirinya yang terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak.
Besok dia sudah akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan sebelum memulai fase gugur. Jadi hari ini, dia akan memuaskan dirinya sebelum pergi ke kota orang, kota yang belum pernah ia kunjungi selama hidupnya ini.
Jadi sehabis pulang sekolah. Rizaldi, Derry dan Salma menghabiskan waktu di sebuah restoran cepat saji yang terkenal dengan menu ayam mereka yang sangat enak dan gurih itu. Jargon mereka juga terkenal, 'Jagonya Ayam' begitulah yang sering diucapkan oleh kolonel tua yang sering tersenyum karena sudah punya banyak harta.
Walaupun sedang bersantai, namun Rizaldi tidak berarti benar-benar santai. Kepalanya saat ini dipenuhi oleh rasa gugup dan itu tidak bisa berhenti semenjak kemarin. Hal itu disebabkan oleh Rizaldi menganggap terlalu berlebihan soal fase gugur ini.
Ini hal yang wajar dialami oleh setiap orang, apalagi Rizaldi yang baru mengalami pengalaman seperti ini. Ini adalah momen pertama dalam hidupnya merasa seperti ini, dia mendapatkan banyak tekanan di pundaknya, dia menjadi diandalkan oleh banyak orang dan banyak harapan orang berada di pundaknya jua. Karena itulah dia jadi sedikit terbawa pikiran.
Derry menangkap kegelisahan sahabatnya itu, dia menepuk pundak Rizaldi beberapa kali sambil memberikan sedikit kata-kata penyemangat. "Lakukan saja hal yang terbaik, urusan berhasil atau tidaknya itu belakangan saja. Kami semu memang mengandalkan mu namun kami semu juga akan selalu mendukung mu" ucapnya.
"Aku juga pasti mendukung mu Rizal, walaupun cuma dari sini saja hihihi" Salma ikut menghibur Rizaldi.
Rizaldi jadi sedikit senang, dia tersenyum tersipu malu mendengar kedua temannya yang mengucapkan sesuatu yang menurutnya sangat memalukan itu. Entah dari mana mereka berdua bisa mengatakan itu dengan wajah yang begitu santainya, itu masih dipertanyakan oleh Rizaldi.
Setelah menghabiskan waktu di restoran cepat saji, mereka bertiga lalu pergi ke tempat lain. Kini mereka pergi ke tempat pusat permainan. Mereka bertiga memainkan hampir semua permainan yang ada di tempat itu. Di setiap tempat permainan terjadi kompetisi yang begitu sengit antara Rizaldi melawan Derry.
Pertama pada permainan memasukkan bola basket. Rizaldi dan Derry bertarung sangat intens dan ketat sampai-sampai membuat pengunjung lain memperhatikan mereka berdua, di game itu Rizaldi dikalahkan oleh Derry dengan skor 107 berbanding 98.
Pertandingan kedua adalah menembak zombie. Sama seperti pertandingan sebelumnya, mereka berdua bertanding dengan sangat intens dan kerumunan kembali memperhatikan pertandingan mereka berdua. Di pertandingan kali ini Rizaldi berhasil mengalahkan skor milik Derry yang sebanyak 63.450. Sedangkan skor Rizaldi 118.445.
Mereka berdua terus bertanding dengan sengit, jika Rizaldi kalah di permainan itu maka di permainan selanjutnya pasti dia akan menang, begitu pula sebaliknya. Sampai mereka di pertandingan penentuan yaitu game arcade Mortal Kombat.
__ADS_1
"Ini pertandingan 2 ronde ya, siapa yang lebih dulu menang 2 kali dia pemenangnya" ucap Salma yang tiba-tiba menjadi juri pertandingan mereka berdua.
Wajah Rizaldi dan Derry berubah serius, mereka bersiap untuk saling mengalahkan satu sama lainnya. Para penonton juga sudah tidak sabar melihat pertandingan mereka berdua, apalagi gim arcade Mortal Kombat adalah gim bergenre fighting yang sangat terkenal.
Derry dengan percaya diri memilih karakter bernama Shao Khan yang langsung membuat penonton bersorak, karena karakter itu dikenal sebagai karakter yang sulit untuk dikontrol. Derry memilih karakter itu bukan tanpa alasan, dia memang menguasai setiap gerakan kombo Shao Khan.
"Ayo sobat pilih karaktermu" ucap Derry yang sombong, dia menganggap apapun yang dipilih oleh Rizaldi pasti akan mudah ia kalahkan.
Rizaldi masih terlihat santai, dia mulai memilih karakter miliknya dan pilihannya jatuh ke karakter yang menjadi tokoh utama di dalam gim itu, Liu Kang.
Para penonton mulai kebingungan melihat pilihan dari Rizaldi, karena memang karakter itu tidak akan bisa menandingi semua status yang dimiliki oleh Shao Khan. Bahkan Liu Kang dikenal dengan karakter yang tidak memiliki banyak gerakan kombo.
"Kau yakin sobat, Liu Kang tidak ada apa-apanya dengan Shao Khan" Derry semakin menjadi-jadi.
Permainan pun dimulai, Rizaldi langsung memberikan serangan bola api pada Derry yang membuatnya terkena stun. Setelahnya Rizaldi langsung melakukan jurus alibaba sampai Derry tidak bisa melakukan apapun lagi dan kalah dalam hitungan 12 detik saja.
"Woooooo! Flawless victory anjir!"
"Shao Khan gak berkutik sama alibaba-nya Liu Kang?" para penonton ikut shock dengan kejadian itu, sama terkejutnya dengan Derry yang tidak menyangka dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bagaimana bisa?" tanya Derry yang masih tidak percaya.
Rizaldi pun menjawabnya dengan santai. "Developer game tidak pernah sembarangan menunjuk seorang karakter menjadi karakter utama, begitu pula Liu Kang!"
__ADS_1
Mendengar itu para penonton kembali riuh, pertandingan semakin memanas. Derry masih penasaran dengan Shao Khan sehingga dia kembali memilih Shao Khan. Sedangkan untuk Rizaldi, dia memilih karakter yang berbeda dari yang sebelumnya. Rizaldi sekarang memilih karakter Kenshi yang merupakan seorang pendekar pedang yang matanya buta.
Kenshi termasuk karakter yang memiliki kombo yang sulit, tidak banyak orang yang memakai karakter itu sehingga saat Rizaldi memilih Kenshi maka hal itu sudah jelas membuat penonton jadi tambah heboh.
"Kau yakin sobat?" Derry bertanya namun setelahnya dia tahu apa jawabannya, yang ia lakukan hanyalah menyiapkan diri untuk segera bertarung.
Pertarungan kembali dilakukan, kali ini tidak seperti yang sebelumnya Derry tidak bisa berbuat banyak. Kini kombo Shao Khan berhasil dia lakukan, namun Rizaldi tidak tinggal diam saja, dia juga membalasnya dengan melakukan kombo.
Pertarungan begitu sengit, masing-masing tidak ada yang mau mengalah satu sama lainnya. Hingga pada akhirnya pada saat Derry melakukan kombo Shao Khan dengan senjata martil besarnya, Rizaldi berhasil menangkisnya dan melakukan gerakan counter yang luar biasa bagusnya sehingga akhirnya membuat Rizaldi berhasil memenangkan ronde kedua.
"Pemenangnya Rizaldi!" ucap Salma dengan senyuman lebar di wajahnya.
Rizaldi hanya tersenyum saja, dia menatap Derry yang sedang memegangi kepalanya karena tidak percaya dikalahkan oleh Rizaldi dalam pertarungan Mortal Kombat. Ada satu hal yang tidak diketahui oleh Derry sebelumnya, bahwa Rizaldi memang sering memainkan game itu dan benar-benar menguasai setiap karakter yang bisa digunakan. Derry tidak tahu kalau Rizaldi adalah seorang gamers sejati, padahal Rizaldi sudah berkenalan dengan game semenjak masa kanak-kanaknya.
Para penonton yang melihat aksi kompetisi mereka berdua ikut puas, mereka bagai menonton para pemain E-Sport profesional karena aksi-aksi yang mereka lakukan.
"Sekarang apa kalian bisa menemaniku? Aku juga ingin bermain sekali-kali" ucap Salma yang sedari tadi hanya menyaksikan keasikan Rizaldi dan Derry.
Rizaldi dan Derry pun mengiyakan saja, mereka bahkan siap untuk melawan Salma dalam permainan yang akan dipilihnya. Namun sayang itu adalah kesalahan besar yang mereka buat.
Salma ternyata mengajak mereka berdua untuk bermain Dance Revolution dan mengalahkan mereka berdua dalam pertandingan Dance. Kali ini Rizaldi dan Derry bahkan membiarkan Salma untuk ngedance sendiri lantaran mereka berdua kesal sekali karena Salma begitu hebat bermain dance.
"Sampai kapan kita melihat dia ngedance bung?" tanya Derry yang sudah tidak tahan melihat betapa hebatnya Salma di atas mesin untuk menari itu.
__ADS_1
"Hanya sampai hati kecilnya bahagia sobat, hanya sampai hati kecilnya bahagia" ucap Rizaldi