Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 90: Duo Marukawa-Yoga


__ADS_3

Igarashi Maeda terlihat sangat serius memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung di hadapannya ini. Pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Bali Tera FC untuk perebutan tiket ke semi-final.


Walaupun dia hendak menyaksikan pertandingan itu dengan pikiran yang tenang dan santai sambil menghabiskan waktu, Igarashi Maeda tidak bisa melakukan hal itu saat ini. Disini, dia mempunyai misi, misi yang sangat penting.


Selama I-Youth berlangsung ini, dari fase grup hingga fase penyisihan, Igarashi Maeda terus memperhatikan para pemain muda yang bermain di kompetisi tertinggi para pemuda ini. Untuk sebuah misi, misi mencari pemain yang tepat untuk dia bawa menjadi bagian dari tim nasional Indonesia muda yang akan dia bawa berlaga di kompetisi yang sudah didepan mata.


Nantinya Igarashi Maeda akan menjadi Coach di timnas Indonesia U-17. Dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, dia harus sudah mempersiapkan tim ini agar bisa berkompetisi untuk Piala AFF U-17. Waktu yang dimiliki oleh Igarashi Maeda sudah tidak banyak lagi, dia harus memikirkan nama yang menurutnya bisa bermain dalam skemanya.


Dalam list-nya, Igarashi Maeda sudah mendapatkan beberapa nama namun dia masih menggali lebih jauh lagi dan tidak mau terburu-buru dalam menentukan keputusannya.


"Jadi apakah Coach Maeda sudah mendapatkan nama-nama yang mungkin menjadi bagian dari timnas U-17?" Albert Rachmadi sang ketua FSI selalu menanyakan hal itu kepada Maeda setiap kali.


Igarashi Maeda sebenarnya agak tidak nyaman dengan selalu mendengar pertanyaan itu, dia bahkan sudah tidak nyaman melihat wajah Albert Rachmadi yang ia anggap tidak terlalu kompeten dalam bidangnya itu. Igarashi Maeda sudah tidak menyukai sosok Albert Rachmadi saat baru pertama kali mereka bertemu.


Bagi Maeda yang berasal dari Jepang, kedisiplinan itu harus diutamakan. Igarashi Maeda saja harus menunggu 2 jam dari jadwal pertemuannya dengan Albert Rachmadi, dan saat itu Albert Rachmadi bahkan tidak meminta maaf atas keterlambatannya dan malah membicarakan soal anaknya yang sudah masuk SMP dan masuk klub sepakbola di sekolahnya yang mana itu tidak ada kaitannya dengan soal kemajuan sepakbola di Indonesia.


Igarashi Maeda sebenarnya tidak suka dengan sistem Sepakbola di Indonesia, menurutnya masih banyak yang harus dibenahi apalagi di bagian manajemen. FSI sendiri menurutnya masih terlalu memandang sebelah mata soal sepakbola, buktinya saja ketua mereka yaitu Albert Rachmadi malah merangkap jabatan sebagai salah satu anggota dewan rakyat.


Walaupun sebenarnya dia tidak menyukai hal itu, tapi tetap saja hatinya serasa terpanggil untuk membina dan melatih bibit-bibit muda pemain sepakbola Indonesia. Terlebih dengan adanya I-Youth ini menurut Maeda, Indonesia sudah satu langkah untuk menuju kemajuan sepakbola Indonesia.


"Saya sudah punya beberapa nama, akan tetapi saya masih ingin melihat apakah mereka memang cocok dengan gaya permainan yang akan saya bawa" ucap Maeda untuk sedikit menjawab rasa keingintahuan sosok Albert Rachmadi.


"Oh benarkah? Sayang sekali kalau begitu" ujar Albert Rachmadi, bersikap seolah-olah memang ikut memikirkan hal yang sama dengan Maeda.

__ADS_1


Maeda tersenyum politis, dia sendiri sudah tahu dan yakin kalau Albert Rachmadi terpaksa menemani dirinya untuk menonton pertandingan sepakbola ini. Maeda yakin, kalau sepakbola bukanlah olahraga yang diminati oleh sosok ketua FSI ini. Maeda yakin, kalau Rahmadi pasti suka menghabisi waktunya di lapangan golf sambil membicarakan konspirasi atau membahas dana yang bisa dia dan kawan-kawannya mainkan.


Lalu Albert Rachmadi memperhatikan pemain asal Jepang yang dimiliki oleh Sugar Crossed FC, dia tidak tahu siapa pemuda asal Jepang itu sehingga dia melihat ke layar yang ada di sebelahnya yang menunjukkan data pemain dari kedua tim yang bertanding.


"Tori Marukawa" ucapnya. "Apakah Coach tahu soal pemain itu" Albert Rachmadi mencoba untuk memulai topik baru.


Igarashi Maeda juga memperhatikan pemain asal Jepang itu, Maeda sempat melihat pemain itu sewaktu di Jepang bahkan dia ingin memanggil pemain itu jika saja umurnya sudah cukup.


"Ternyata dia bermain di sini ya"


"Apakah Coach Maeda kenal dengan si Marukawa itu?"


Setelah Albert Rachmadi bertanya seperti itu, Marukawa berhasil mencetak gol yang membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Sugar Crossed FC. Gol itu tercipta di menit ke-33, lewat skema serangan balik cepat dan bagusnya kerjasama antara Marukawa dan Yoga Hilmawan yang membuat pertahanan tim Bali Tera FC porak poranda, hingga akhirnya Tori Marukawa berhasil mencetak gol dan membuat Sugar Crossed FC unggul sementara.


Huruf O besar langsung terbentuk di wajah Albert Rachmadi. "Apakah kita bisa meyakinkan dia untuk bermain untuk timnas kita?"


Itu pertanyaan sulit, namun juga sekaligus pertanyaan yang bodoh. Tetapi Igarashi Maeda mencoba untuk tetap bersikap sopan dan menjawab pertanyaan dari Albert Rachmadi dengan sangat ramah. "Sayangnya tidak bisa Mr. Albert Rachmadi, yang saya dengar dia sudah mendapatkan atensi dari timnas Jepang dan dia pasti memilih membela Jepang daripada membela Indonesia. Lagipula dia tidak punya darah ataupun keturunan dari Indonesia jadi saya kira itu akan sangat sulit"


"Oh jadi begitu kah, sayang sekali padahal dia pemain yang hebat di mata ku"


Setelah itu sebelum babak pertama berakhir, Sugar Crossed FC berhasil menggandakan keunggulan lewat sepakan keras Yoga Hilmawan dari luar kotak penalti. Penjaga gawang Bali Tera FC tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalau tendangan keras Yoga Hilmawan, sehingga membuat skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Sugar Crossed FC.


Melihat gol tadi membuat Igarashi Maeda sedikit yakin dengan pilihan di lini depannya nanti. Maeda sudah memantau perkembangan sosok Yoga Hilmawan semenjak dari fase grup. Yoga Hilmawan selalu menunjukkan performa terbaiknya dan dia membuktikan dirinya kalau dia memang sangat berbahaya di depan gawang lawan.

__ADS_1


Sampai sekarang ini, pilihannya ke Yoga Hilmawan sudah lebih dari cukup. Maeda cukup yakin dengan kemampuan Yoga Hilmawan dan dia rasa juga Yoga Hilmawan cocok dengan gaya permainan yang akan dibawa oleh Maeda.


Tetapi bukan berarti hanya Yoga Hilmawan saja yang diperhatikan oleh Maeda di pertandingan ini, ada pula nama-nama lain di tim Sugar Crossed FC ataupun di Bali Tera FC yang sedang ia pantau juga. Maeda berniat untuk menyaksikan pertandingan ini hingga akhir, sehingga sehabis babak pertama dia tidak langsung pergi dan kembali ke penginapannya.


Di babak kedua pertandingan berjalan cukup alot. Kedua tim saling menyerang, Bali Tera FC jelas sekali tidak ingin kalah dengan Sugar Crossed FC sehingga mereka memberikan perlawanan sampai titik darah penghabisan mereka.


Usaha mereka tidak mengkhianati mereka semua, di menit 67 Bali Tera berhasil mencetak gol balasan lewat skema sepak pojok yang berhasil disundul dengan baik oleh bek mereka dan berhasil masuk ke gawang Sugar Crossed FC.


Akan tetapi, di menit ke-79 gol Yoga Hilmawan setelah menerima umpan terobosan ciamik dari Tori Marukawa, menyudahi perlawanan Bali Tera FC dan membuat skor menjadi 3-1 hingga pertandingan berakhir.


Man of the match di pertandingan kali ini adalah Yoga Hilmawan yang mencetak dua gol dan satu assist, tetapi nilainya tidak jauh berbeda dari penampilan apik Tori Marukawa yang berhasil mencatatkan 2 assist dan 1 gol, belum lagi dengan catatan yang lainnya.


Igarashi Maeda benar-benar puas dengan apa yang ia saksikan hari ini. Pertama dia puas melihat sosok Yoga Hilmawan yang semakin menjadi-jadi semenjak pertama dia pantau perkembangannya, dan yang kedua karena penampilan Tori Marukawa yang sangat ciamik hari ini.


Igarashi Maeda tidak menyangka kalau Tori Marukawa akan menjadi pemain yang hebat seperti itu, karena dulu dia tahu masa lalu yang dialami oleh Tori Marukawa jadi dia mengira Tori Marukawa tidak akan lama bermain sepakbola. Tetapi anggapan Maeda salah terhadap Marukawa, bahkan Marukawa bermain lebih lama dari apa yang diduga oleh Maeda.


Dia ingin sekali padahal untuk pergi menemui sosok Marukawa dan mengucapkan selamat kepadanya, tetapi Maeda tidak bisa melakukan hal itu sekarang, karena dia memiliki sebuah misi lain dan harus tidak ada yang tahu akan hal itu selain dirinya dan juga Albert Rachmadi sebagai ketua FSI.


"Malam ini apakah Mr. Albert Rachmadi ada acara?" tiba-tiba saja Maeda menanyakan agenda dari Albert Rachmadi.


Albert Rachmadi berpikir sejenak seolah-olah dia mencoba mengingat agenda padatnya untuk beberapa jam kedepan, begitu ingat dia bersikap seperti orang yang baru saja mendapatkan ingatannya setelah sekian lama. "Aku baru ingat kalau malam ini Bapak Walikota Tangerang Selatan mau mampir kerumah untuk membahas satu dua hal, jadi maaf jika tidak bisa menemani Coach Maeda menyaksikan pertandingan malam nanti"


Igarashi Maeda buru-buru bilang kalau hal itu bukanlah masalah besar, bahkan bagi Igarashi Maeda tidak adanya sosok Albert Rachmadi bakalan lebih membuatnya sedikit tenang daripada harus diikuti terus oleh sosok Albert Rachmadi. "Kalau begitu tidak apa, saya sendirian saja menontonnya" jawab Maeda dengan senyuman palsunya.

__ADS_1


Lalu mereka berdua berjabat tangan karena sebentar lagi mereka mau berpisah, Igarashi Maeda terlebih dahulu ingin pergi ke suatu tempat sehingga dia menolak ajakan Albert Rachmadi agar ikut dengannya naik mobil dinasnya.


__ADS_2