
Sama seperti sebelumnya, ketika para pemain Pengambangan Cananga Youth menyaksikan pertandingan tim yang menjadi rival mereka yaitu Sugar Crossed FC yang kala itu bertanding melawan Medan United. Kini mereka kembali menyaksikan pertandingan musuh bebuyutannya mereka itu.
Hari ini mereka menyaksikan pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Don Bogor 1977 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Stadion Gelora Bung Karno yang bisa menampung tujuh puluh tujuh ribu orang itu tampak sepi lantaran I-Youth ini tidak semenarik I-LEAGUE sehingga penjualan tiket kadang sedikit.
Namun walaupun sedikit, kira-kira masih ada lima ribu atau bahkan lebih penonton yang menyaksikan pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Don Bogor 1977 kali ini, ini membuktikan kalau liga pengembangan pemain muda Indonesia ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia.
Pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Don Bogor 1977 ini benar-benar seru untuk disaksikan, mereka adalah tim yang tidak bisa diremehkan sama sekali. Sugar Crossed FC yang menjelma menjadi tim kuda hitam setelah berhasil mengalahkan Medan United di awal fase gugur, melawan Don Bogor 1977 yang berhasil mengalahkan salah satu wakil dari tanah Papua yaitu Manokwari Eagle Magnus secara mengejutkan.
Sepak terjang Don Bogor 1977 di I-Youth kali ini benar-benar mengejutkan, mereka berhasil menjuarai grup mereka dan berhasil mengalahkan Manokwari Eagle Magnus yang merupakan salah satu tim unggulan. Jadi judul pertandingan hari ini adalah "Pertandingan Antara Tim Kejutan"
Betapa serunya pertandingan sudah terlihat di menit-menit awal pertandingan. Kedua tim yang bermain sama-sama menekan semenjak awal laga dan bermain terbuka benar-benar memanjakan mata para penonton yang menyaksikan pertandingan hari ini.
Baru memasuki menit ke-10 saja sudah ada 4 peluang yang dihasilkan oleh kedua tim, namun pertahanan dan kehebatan kiper kedua tim masih membuat skor belum berubah.
Sugar Crossed FC mendapatkan peluang emas di menit ke-14. Lewat build up serangan dari sisi flank, pemain sayap Sugar Crossed FC memberikan umpan silang mantap ke dalam kotak penalti tim Don Bogor 1977.
Dengan memanfaatkan postur tubuhnya yang tinggi dan besar itu, Yoga Hilmawan berhasil mengalahkan kedua bek tim Don Bogor 1977 yang mencoba mengapitnya agar tidak bisa bergerak bebas. Yoga Hilmawan berhasil mengalahkan mereka berdua dan membuatnya memenangkan duel udara dan menyundul bola umpan silang itu, namun kiper Don Bogor berhasil melakukan blok dan bola rebound berhasil disapu bersih oleh pemain Don Bogor 1977 yang lain.
Bola kembali dikuasai oleh pemain Sugar Crossed FC, mereka melakukan sekali dua kali passing pendek, sebelum akhirnya mereka langsung melancarkan long ball yang mengarah ke Yoga Hilmawan.
__ADS_1
Bola itu dengan mudah dibaca oleh pemain bertahan Don Bogor 1977. Bola dikuasai oleh Don Bogor 1977, mereka melakukan serangan balik yang sangat cepat sehingga para pemain belakang tim Sugar Crossed FC kewalahan karena masih banyak pemain mereka yang belum kembali ke posisi mereka.
Situasi 6 lawan 3, situasi ini menguntungkan para pemain Don Bogor 1977. Begitu banyak ruang yang bisa dimanfaatkan oleh mereka, lalu mereka pun memberikan bola ke sisi flank pertahanan tim Sugar Crossed FC.
Pemain sayap Don Bogor 1977 menerima umpan itu dengan sangat baik, dia melakukan sentuhan sekali sebelum menendang bola dengan teknik tendangan plesing.
Bola berputar sangat cepat menuju sudut atas gawang Sugar Crossed FC, beruntung kiper Sugar Crossed FC berhasil menepis tendangan itu dan mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Itu adalah penyelamatan yang luar biasa, bahkan pemain Don Bogor 1977 tadi langsung berkacak kepala karena tidak percaya tendangannya berhasil ditepis.
Hingga babak pertama berakhir skor masih kacamata. Statistik permainan babak pertama dari kedua tim pun tidak terlalu jauh berbeda. Penguasaan bola sama 50 persen, Sugar Crossed FC melakukan 6 tendangan yang 4 diantaranya tepat sasaran, sedangkan Don Bogor 1977 melakukan 8 tendangan dengan 3 tepat sasaran.
Rizaldi sangat keasyikan menganalisa jalannya pertandingan, Coach Satria Hutama tahu akan hal itu dengan melihat kedalam mata Rizaldi yang penuh akan keingintahuan itu. Akhirnya, karena tidak bisa menahan rasa penasarannya Coach Satria Hutama pun bertanya kepada Rizaldi Fatah soal pertandingan ini.
"Rizaldi, menurut mu apa yang harus dilakukan oleh Sugar Crossed FC untuk bisa lepas dari kebuntuan ini?" tanya Coach Satria Hutama kepada Rizaldi Fatah.
Coach Satria dan yang lainnya sudah tahu akan hal ini, mereka sudah soal kemampuan Rizaldi dalam memahami situasi di lapangan. Hal ini jugalah yang menjadi nilai plus Rizaldi Fatah saat mereka menerima dirinya masuk ke Akademi, walaupun Rizaldi terlambat dalam memulai karir sepakbolanya namun karena pengetahuannya yang cukup luas dalam sepakbola membuatnya menjadi tidak terlalu jauh tertinggal dari teman-temannya yang lain.
Rizaldi pun mengemukakan pendapatnya sambil menatap tajam ke lapangan. "Menurut saya, mereka harus bermain lebih merapat. Jarak antara pemain Sugar Crossed FC sedikit renggang dan ini beberapa kali dimanfaatkan oleh pemain Don Bogor 1977 untuk membangun serangan balik yang cepat"
Rizaldi tidak berhenti disitu. "Selain bermain lebih merapat, pergerakan dari flank mereka menurut saya kurang efisien dan efektif. Menurut saya, Sugar Crossed FC harus mencoba membangun serangan lewat area tengah pertahanan musuh karena beberapa kali mereka mendapatkan peluang lewat situasi seperti itu tadi" ujarnya.
__ADS_1
Seperti biasanya Coach Satria Hutama tersenyum mendengar jawaban lengkap dari Rizaldi. Dia sangat suka dengan hasil analisis Rizaldi soal pertandingan di babak pertama ini, dia meyakini apa yang dipikirkan oleh Rizaldi ini akan dipikirkan juga oleh pelatih yang menangani tim Sugar Crossed FC. Namun Coach Satria Hutama punya jawaban lain dari itu.
"Yang kau katakan itu memang benar Rizaldi. Namun ada satu hal lagi yang harus kau perhatikan sekali lagi, yaitu soal puzzle yang kurang satu potongan lagi" ujar Coach Satria Hutama.
"Puzzle?" Rizaldi sedikit kebingungan. Rizaldi kembali merefleksikan formasi yang digunakan oleh Sugar Crossed FC di dalam kepalanya, dan dia benar-benar bisa melihat kalau ada hal yang tertinggal di dalam skema itu, bagaikan puzzle yang belum selesai dan menunggu potongan terakhirnya.
Coach Satria meninggalkan Rizaldi dalam kebingungannya, hingga babak kedua dimulai akhirnya apa yang dikatakan oleh Coach Satria Hutama tadi dapat dipahami oleh Rizaldi.
Di babak kedua, Sugar Crossed FC melakukan pergantian pemain. Pemain bernomor punggung 8 digantikan dengan pemain bernomor punggung 16. Dia terlihat bukan seperti orang Indonesia pada umumnya, dia berwajah seperti pemuda jepang yang tampan dengan rambut berwarna kuning pirang dan memiliki mata berwarna hazel.
"Siapa dia?" refleks Martin bertanya, mungkin pertanyaan Martin ini merupakan pertanyaan semua orang yang melihat sosok itu.
"Dialah sang potongan terakhir" ucap Rizaldi tiba-tiba dan membuat yang lainnya sedikit kebingungan dengan Rizaldi.
Dan apa yang diucapkan oleh Rizaldi pun akhirnya dipahami oleh mereka semua ketika babak kedua berlangsung. Setelah masuknya pemain bernomor punggung 16 itu, permainan Sugar Crossed FC sangat berbeda dari babak pertama tadi seperti mereka sudah mendapatkan formula yang tepat untuk pertandingan hari ini.
Selain benar-benar bermain lebih merapat dan berhasil menguasai lapangan tengah sehingga Sugar Crossed FC mengendalikan jalannya pertandingan, serangan mereka pun kini lebih efektif ketika pemain bernomor punggung 16 itu hadir dan masuk ke lapangan.
Akhirnya di menit ke-67 gol pun terjadi. Melalui open-play para pemain Sugar Crossed FC mencoba membangun serangan dari tengah seperti apa yang dikatakan oleh Rizaldi sebelumnya. Bola terakhir berada di kaki Yoga Hilmawan saat itu, namun bukannya menendang bola, Yoga malah memberikan sebuah final pass ke titik kosong di depan gawang.
__ADS_1
Penjaga gawang Don Bogor 1977 pun maju untuk mengamankan bola, tetapi dia tidak melihat ada sekelebat bayangan yang bergerak cepat menyambar bola. Yang bisa dilihat olehnya hanyalah bola yang tadi ada dihadapannya, kini malah melayang terbang melewati dirinya dan masuk ke gawangnya yang sudah tidak terkawal lagi.
Gol itu dicetak oleh pemain yang baru masuk tadi, pemain bernomor punggung 16 yang bernama Tori Marukawa. Dengan gol itu dia menunjukkan kepada semua lawan-lawannya kalau dia merupakan pemain yang harus mereka perhatikan, karena kalo tidak mereka mungkin akan merasakan betapa sengsaranya perasaan kekalahan itu.