Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 135: Babak Kedua Piala Super Indonesia


__ADS_3

Debut yang ditunggu-tunggu oleh Rizaldi Fatah pun akhirnya tiba di menit ke-66. Ketika bola keluar, Rizaldi sudah bersiap di pinggir lapangan untuk segera masuk ke dalam lapangan. Dirinya akan menggantikan sosok Daisuke Kenzo, seorang gelandang serang kreatif asal Jepang yang hari ini bermain sedikit tenggelam dari hari-hari biasanya.


Pertaruhan Coach Giovanni ini mendapatkan banyak pertanyaan dari banyak pihak, termasuk Kenzo sendiri yang sedikit kebingungan karena ditarik keluar dan digantikan oleh pemain muda dan belum banyak pengalaman seperti Rizaldi. Itu adalah hal yang wajar, sebab Coach Giovanni memasukkan Rizaldi Fatah di menit-menit krusial dan dipertandingan penting seperti Piala Super Indonesia.


Kenzo yang belum pernah melihat permainan dari Rizaldi pun sedikit meremehkan Rizaldi yang masih dianggapnya mentah itu, tetapi karena profesionalitas akhirnya Kenzo pun pergi ke pinggir lapangan dan berbesar hati untuk digantikan oleh Rizaldi Fatah. Tetapi itu hanya sebentar, Kenzo gusar dengan keputusan Coach Giovanni dan saking gusarnya dia sempat menendang tempat botol minum dan mencoba bertanya soal keputusan yang diambil oleh Coach Giovanni.


Coach Giovanni diam saja memperhatikan anak-anak didiknya bermain dari sisi lapangan, hanya Coach Satria lah yang menenangkan Kenzo yang sangat gusar. Coach Giovanni bahkan tidak menatap Kenzo sama sekali yang semakin membuat Kenzo marah dan kesal kepadanya.


Kembali ke dalam lapangan, Rizaldi yang seperti anak kecil diantara para orang-orang dewasa itu mulai mencoba untuk membaur dengan ritme permainan. Dia tidak gugup sama sekali walaupun ini pertandingan yang sangat berkelas dan penting bagi Pengambangan Cananga FC. Keikutsertaannya pada tur pra-musim yang dilakukan oleh tim ke Spanyol nampaknya membuahkan hasil.


Tidak butuh waktu lama bagi Rizaldi dia sudah mulai membaur dalam ritme permainan tim, beberapa menit kemudian dia mulai menjadi pengendali ritme permainan dengan passing-passing pendeknya dan visi nya yang sangat bagus. Keberadaan Rizaldi Fatah di lini tengah kembali membuat lini tengah Pengambangan Cananga FC kembali hidup, hingga di menit ke-71 mereka hampir saja mencetakkan gol pembalik keadaan.


Lewat skema segitiga yang bagus sekali, Rizaldi memberikan final pass dengan teknik lob pass yang begitu pas ke sosok Adam Sala, bola juga pas sekali mendarat di kaki Adam Sala dan Adam Sala langsung menendang bola itu dengan keras sekali agar kiper Tigerra FC tidak bisa menepisnya, tetapi sayangnya kiper Tigerra FC berhasil menepisnya dengan cara yang tidak terbayangkan oleh Adam Sala sebelumnya dan hanya membuat Pengambangan Cananga FC mendapatkan sepak pojok.


"Bagus Rizaldi, ayo kita teruskan seperti tadi!" ucap Adam Sala memuji umpan matang dari Rizaldi tadi, yang membuat Rizaldi tersenyum dan tambah bersemangat untuk berjuang hari ini.

__ADS_1


Jika ada yang kurang dari Rizaldi, ialah bertahan. Rizaldi sangat tidak terbiasa dalam bertahan, tetapi dia bisa memenangkan duel-duel beberapa kali namun selebihnya dia pasti bisa dengan mudah dijatuhkan oleh pemain lawan. Tetapi Rizaldi membalas hal itu dengan meningkatkan visi dan gaya bermainnya. Jika tidak memegang bola, Rizaldi akan terus melakukan scanning area dengan visinya yang sangat luas itu untuk menemukan celah-celah yang bisa dimanfaatkan olehnya untuk melakukan serangan balik dengan cepat sekali seperti angin yang menghempaskan apa saja yang ada di hadapannya.


Rizaldi terus menjelajah, semua sektor sudah dirinya datangi dari tengah, sektor flank kanan ataupun kiri. Selain visi bermain yang sangat bagus, Rizaldi juga memiliki skill olah bola yang bisa dibilang lumayan, dengan itu Rizaldi bisa menjaga bola cukup lama dalam penguasaannya. Hingga akhirnya Rizaldi mendapatkan peluang sekali lagi.


Rizaldi melakukan dribbling di sektor tengah pertahanan tim Tigerra FC, yang membuat tim lawan kelabakan dengan skill olah bolanya. Dalam sekejap saja Rizaldi melakukan scanning dia sudah bisa menemukan posisi Ednilson Silva yang begitu bebas, Rizaldi langsung saja memberikan umpan terobosan mendatar yang menembus pertahanan tim Tigerra FC dan bola berhasil disambar oleh Ednilson Silva dan berhasil dikonversikan oleh Ednilson untuk menjadi gol lewat sepakan kaki kirinya yang mengarah ke tiang jauh gawang Tigerra FC.


Gol itu terjadi di menit ke-80, sepuluh menit menjelang pertandingan berakhir. Ednilson Silva yang kegirangan karena mencetak gol langsung membuka bajunya tanpa ia pedulikan kartu kuning yang akan dirinya terima setelah ini, lalu Ednilson melakukan selebrasi siu yang merupakan ciri khas Cristiano Ronaldo.


"Berikan aku bocah itu! Mana bocah itu" ujar Ednilson Silva mencari sosok Rizaldi yang memberikannya umpan emas 24 karat itu.


"Ayo-ayo sudahi selebrasinya, kita masih harus bertahan untuk memastikan kemenangan ini!" ujar sang kapten, Adam Sala. Lalu semuanya pun kembali ke pos mereka masing-masing, Adam Sala berlari beriringan dengan Rizaldi yang masih menunjukkan senyuman polosnya itu walaupun sudah terkena serangan ketiak Ednilson Silva. "Bagaimana rasanya?" tanya Adam Sala.


"Rasanya sangat menyenangkan!" jawab Rizaldi polos sekali yang membuat Adam Sala tertawa terbahak-bahak sambil mengelus-elus kepala Rizaldi, membuat Rizaldi sedikit kebingungan.


"Dasar bodoh, aku tidak bertanya soal itu. Maksudku bagaimana rasanya ketiak Ednilson" ucap Adam Sala lalu dia langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Sisa waktu yang kurang dari sepuluh menit waktu normal dimanfaatkan oleh tim Tigerra FC untuk melakukan serangan bertubi-tubi, mereka ingin mencetak gol balasan setelah terjadinya gol kedua dari Ednilson Silva tadi. Tetapi tim Pengambangan Cananga FC tidak menyerah begitu saja, mereka bertahan cukup solid sampai membuat para pemain Tigerra FC mulai frustasi karena terus gagal melakukan serangan demi serangan.


Peluang terbaik mereka muncul di menit ke-87, saat itu pemain Tigerra FC berhasil menembus pertahanan tim Pengambangan Cananga dan melakukan duel satu lawan satu dengan kiper Pengambangan Cananga. Namun tendangannya malah berakhir melambung tinggi dan membuang kesempatan itu dengan sia-sia.


Memasuki babak tambahan yang 3 menit saja membuat pasukan Tigerra FC semakin kalang kabut untuk menyamakan kedudukan, atau kalau tidak mereka harus mengubur mimpi mereka untuk memenangkan trofi Piala Super Indonesia.


Tim Pengambangan Cananga FC terus bertahan, tidak bisa maju untuk menyerang untuk sekarang ini. Sampai-sampai Coach Giovanni pun menggantikan beberapa pemain tengahnya dengan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan dan bek, alhasil semakin kokoh lah pertahan mereka. Tetapi para pemain Tigerra FC tidak gentar dengan itu semua, mereka meyakini kalau pertahanan sekuat apapun pasti bisa ditembus, tetapi sayangnya mereka melupakan suatu hal. Mereka melupakan satu pepatah penting, yaitu kelalaian akan menimbulkan masalah besar. Hal itulah yang dialami oleh tim Tigerra FC menjelang peluit akhir hampir dibunyikan.


Tigerra FC yang terus menyerang sampai meninggikan garis pertahanan mereka akhirnya melupakan suatu hal penting, pada saat skema penyerangan mereka gagal mereka begitu lambat dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Hal ini dimanfaatkan oleh tim Pengambangan Cananga FC, salah satu pemain bertahan Pengambangan Cananga FC yang melihat kesempatan ini langsung memberikan bola jauh kedepan ketika dirinya berhasil menghentikan serangan tim Tigerra FC.


Bola itu berhasil didapatkan oleh Rizaldi, sentuhan Rizaldi begitu mulus dan dia langsung berlari untuk maju kedepan. Pemain bertahan Tigerra FC yang tersisa satu saja berhasil dilewati oleh Rizaldi dengan mudah, dan Rizaldi kini sedikit demi sedikit mulai berhadapan dengan kiper tim Tigerra FC.


Saat Rizaldi hendak menendang, sayangnya wasit langsung meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir sebelum Rizaldi sempat melepaskan tendangannya.


Semua pemain Pengambangan Cananga FC dan staff langsung berlari berhamburan ke tengah lapangan saat peluit panjang ditiup oleh sang pengadil, mereka bersuka cita atas kemenangan tipis yang mereka dapatkan. Kemenangan tipis itu sudah cukup untuk membuat mereka menjuarai Piala Super Indonesia edisi musim ini. Tetapi Rizaldi merasakan hal yang membuatnya kebingungan kali ini, dirinya tidak tahu harus menangis bahagia atau menangis sedih lantaran dirinya gagal mencetak gol debutnya di tim utama pada pertandingan hari ini, tetapi dia memenangkan kejuaraan pertamanya dengan tim utama pada pertandingan hari ini.

__ADS_1


Anan Riswan mencoba menghibur Rizaldi yang masih berdiri di depan gawang tim Tigerra FC dan mengajaknya untuk bersenang-senang dan merayakan kemenangan ini, akhirnya Rizaldi pun mengikuti apa kata Anan Riswan walaupun sebenarnya dirinya masih kepikiran soal peluang emas yang dirinya dapatkan di detik-detik akhir pertandingan hari ini.


__ADS_2