Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Episode 23: Serangan Penghabisan di Ujung Babak Kedua


__ADS_3

Babak pertama berakhir dengan skor 1-1. Serangan balik cepat bagai kilat membuat kami terkejut bukan main, kami tidak sempat bereaksi dengan serangan balik itu dan membiarkan mereka mengambil satu angka dari kami.


Coach Dodi Surian memberikan kami arahan sambil kami meminum minuman berenergi, walaupun permainan tidak berjalan intens dan cepat namun gaya permainan kami yang mengandalkan umpan-umpan pendek dan konsentrasi tinggi juga membuat kami kehilangan cukup tenaga.


"Aku sudah mulai paham gaya permainan mereka. Mereka menggunakan strategi Flash Counter Attack!" kata coach yang menjelaskan strategi tim lawan pada kami semua.


Yang ku tahu dari strategi Flash Counter Attack itu adalah, sebuah variasi dari strategi serangan balik cepat. Strategi ini akan mengandalkan kecepatan para pemain depan mereka, itulah mengapa kedua sayap serta penyerang depan Sugar Crossed FC memiliki cara bermain yang serupa, yaitu penyerang yang juga memiliki lari yang sangat kencang bagai tenaga kuda.


Dan motor serangan mereka adalah pemain bernomor punggung 10 itu, dengan umpan-umpannya itu dia sudah membuat lini belakang kami sangat kewalahan, apalagi kecepatan para pemain depan mereka yang juga membuat pemain bertahan kami sedikit kerepotan.


"Pemain bernomor 10 itu, Riswandi. Dia pemain yang sudah punya banyak pengalaman di tim itu. Keberadaannya sangat mengubah permainan Sugar Crossed, bahkan karena ketenangannya juga tim musuh berhasil melakukan pembiasaan dengan strategi kita di menit-menit awal" Coach Dodi Surian melanjutkan penilaiannya terhadap pemain yang bernama Riswandi itu.


"Tidak hanya itu coach" kali ini kapten kami yang berbicara. "Pemain bernomor punggung 9 itu juga sangat berbahaya! Kekuatannya bukan main-main, dia bahkan bisa menembak dengan bagus dengan sudut yang hampir mustahil"


Aku setuju dengan pendapat kapten. Bukan hanya pemain yang bernama Riswandi itu yang menjadi momok, ataupun serangan balik bagai kilat itu. Sosok Yoga Hilmawan juga benar-benar menjadi orang yang sangat merepotkan kami semua. Mau dihalangi seperti apapun, Yoga mampu melakukan tembakan yang mengarah ke gawang dengan sangat bagus, bagai tidak dihalangi sama sekali. Karena hal ini pemain bertahan kami sedikit kehilangan moral mereka untuk melakukan penjagaan, Derry juga sedikit frustasi walaupun dia masih bisa memblokir tembakan demi tembakan yang dilesatkan oleh Yoga kepadanya.


Kami semua lalu larut dalam pemikiran dalam untuk memecahkan masalah yang sedang menerpa tim kami, dan sepertinya Coach Dodi Surian pun juga tidak memiliki jawaban yang tepat untuk menjawab situasi ini. "Untuk menghindari serangan balik kilat itu, kita harus bermain sedikit lebih bertahan di babak kedua dan menurunkan garis pertahanan kita" itulah jawaban beliau dari masalah ini.


Bermain bertahan di saat yang seperti ini bukanlah pilihan yang bijak, namun tidak ada salahnya pula untuk melakukannya dalam situasi seperti ini. Tetapi karena mendengar itu banyak pemain yang mulai kehilangan moral dan semangat bermain, mereka ingin bermain menyerang dan agresif tetapi situasinya memaksa untuk melakukan yang sebaliknya.


"Di babak kedua ini kalian harus bermain lebih bersabar, jika ada peluang langsung ambil saja tanpa ragu apapun hasilnya. Paham?"

__ADS_1


"Yes coach!" jawab kami serempak dengan suara yang beragam, lalu kami pun memulai babak kedua kami.


Di babak kedua ini kami bermain lebih kedalam dan bertahan, sambil menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat walaupun tidak secepat tim mereka. Kami terus bertahan di menit-menit awal babak kedua, musuh menggempur kami setelah mengetahui kalau kami hanya bermain bertahan.


"Teman-teman, mereka semua bermain bertahan. Ayo kita gempur pertahanan mereka!" Riswandi berkata dan mengomandoi rekan-rekan satu timnya. Ku lihat mereka bergerak secara beriringan, hanya Yoga yang terlihat tidak seperti mereka semua. Yoga seperti memiliki visi yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lain dan aku pun berinisiatif untuk menjaga Yoga kemanapun dia pergi.


"Eh kau mau menjaga ku ya cupu? Apa kau mengerti bagaimana cara bertahan itu?" dia bertanya padaku saat aku mencoba untuk menjaganya, pertanyaannya membuatku kepikiran karena sebelumnya aku belum pernah me marking seseorang sebelumnya. Dan benar saja, Yoga dengan sangat mudah untuk melewati penjagaan dariku. Aku mengejar Yoga dengan semua kekuatan ku, aku tidak ingin Yoga memiliki kesempatan untuk menembak.


Umpan-umpan pendek bergerak sangat cepat ke daerah pertahanan kami, pemain sayap musuh langsung memberikan operan ke tengah-tengah kotak pinalti. Tidak ada satupun orang di sana, jadi kurasa pemain sayap itu melakukan operan yang tergesa-gesa. Tetapi ternyata itu bukanlah hal yang tergesa-gesa, yang mereka tuju adalah ruang yang kosong itu dan Yoga yang berlari sangat cepat mengarah ke sana.


Kapten kami langsung berniat untuk menghadang Yoga, menghalanginya untuk menembak dan menutup ruangnya. Yoga membaca semua itu, dia menahan bola dan menyentuhnya dengan kaki bagian dalam, lalu ia bergerak ke arah samping tubuh kapten yang sudah melakukan tekel.


Karena keputusan wasit itu kami sedikit tidak diuntungkan, kami harus menerima penalti karena tekel itu. Banyak rekan yang mulai protes dengan keputusan wasit dan agak sedikit berlebihan, bahkan ada diantara mereka yang meluapkan kekesalannya kepada pemain lawan dan mulai sedikit ada ketegangan di sana.


Derry bahkan juga terbawa suasana, dia hendak melabrak Yoga Hilmawan yang tertawa terbahak-bahak karena merasa berhasil mengelabui wasit yang bertugas. Derry langsung menerjang Yoga Hilmawan dan berniat untuk memukulnya, beruntung aku sempat memegang tubuhnya untuk menghalanginya. Namun tetap saja wasit melihat hal itu dan memberikan kartu kuning kepada Derry.


Pertandingan kembali dilanjutkan setelah sedikit ada ketegangan, penalti diberikan kepada tim lawan karena pemain belakang kami tadi menjatuhkan Yoga di dalam kotak penalti. Yang menjadi eksekutornya adalah Yoga sendiri, dia akan berhadapan sekali lagi dengan Derry.


"Ini pembalasan untuk hari itu!" ucap Yoga Hilmawan sebelum ia melakukan tembakan.


Peluit berbunyi, Yoga langsung melakukan tembakan ke sudut kanan atas gawang yang dikawal oleh Derry. Derry sebenarnya sudah berhasil membaca arah bola, namun dia tidak sampai menjangkau bola yang terbang sedikit lebih tinggi dari kepalanya. Gol itu mengubah skor menjadi 1-2.

__ADS_1


Semangat tim mulai menurun, moral pemain juga mulai terkikis perlahan-lahan hingga akhirnya tidak bersisa. Kami semua sudah menyerah di dalam hati, apalagi setelah gol penalti itu kami selalu ditekan dan ditekan.


Hingga pada akhirnya, memasuki menit-menit akhir babak kedua. Sebuah umpan terobosan ke arah Yoga Hilmawan tidak sengaja dapat kupotong begitu saja. Saat itulah, semua gerakan tubuhku seperti dikendalikan oleh seseorang. Bukan, lebih tepatnya seperti dikendalikan oleh suatu program di dalam kepalaku yang membuatku melakukan apa yang harus aku lakukan sekarang ini.


Aku berteriak hingga tenggorokanku serasa hendak putus. "Kesempatan kita!" itu saja yang ku ucapkan, namun sepertinya hal itu sepertinya membangunkan para rekan ku yang sedang tertidur beberapa saat yang lalu.


Kami langsung melakukan serangan balik cepat, sama seperti yang dilakukan oleh tim musuh. Aku mengendalikan bola dengan sangat bagus, umpan satu dua ku hubungkan antar pemain sampai pada akhirnya aku berada di 14 meter dari kotak penalti. Aku bisa saja langsung melakukan tembakan dari sini dan aku juga percaya diri jika tembakan ku akan masuk ke dalam gawang lawan, namun ku urungkan niatku itu.


Aku menoleh untuk melakukan scanning area terlebih dahulu, ku lihat posisi Axel berada di posisi yang kurang bagus. Ku lihat lagi keseliling dan menemukan sosok kapten kami yang juga ikut maju membantu serangan, dan posisinya sedang tidak terjaga sama sekali.


Ada sedikit ruang juga di sana, dan langsung saja aku sodorkan umpan lambung ke ruang itu. Kapten kami langsung melompat menyambar bola dengan sundulannya, sangat tajam mengarah ke dalam gawang dan berhasil masuk.


"Golllll!" kami semua langsung berteriak saat bola itu masuk ke dalam gawang. Semua rekan ku berlarian penuh suka cita merayakan gol tersebut, hingga pada akhirnya skor pun menjadi 2-2.


Skor itu sangat membuat beberapa diantara kami sedikit kecewa karena tidak meraih kemenangan di laga sparring kali ini. Derry, Raihan dan Zaki juga tidak senang dengan hasil ini. Aku bisa melihatnya dari raut wajah mereka saat melakukan salaman dengan tim musuh.


Sedangkan untukku? Aku lebih kecewa daripada yang lainnya, bukan hanya aku tidak bisa meraih kemenangan hari ini, ada satu hal lagi yang membuatku kecewa dan marah pada diriku sendiri dalam satu waktu. Hal itu adalah misi yang diberikan sistem, ya misi itu gagal dan aku tidak akan bisa menggunakan sistem selama 5 hari kedepan.


[Misi Menang Dalam Pertandingan Hari Ini Gagal!]


[Pengguna mendapatkan hukuman tidak bisa menggunakan sistem selama 5 hari berturut-turut!]

__ADS_1


__ADS_2