Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 164: Babak Kedua, Pengambangan Cananga FC vs Borneo Putra FC


__ADS_3

Setelah babak pertama yang gemilang, kini skuad Pengambangan Cananga FC bersiap memulai babak kedua dengan perasaan brilian. Pengambangan Cananga FC berhasil unggul atas lawan mereka di babak pertama tadi, mereka unggul dengan skor 2-0. Dua gol itu diciptakan oleh Kenzo Momota dan juga Ednilson Silva.


Namun yang paling disorot permainannya di babak pertama tadi adalah Rizaldi Fatah, dia bermain sangat luar biasa. Dengan keahliannya mengolah bola untuk menjadi sebuah peluang dan juga penglihatannya yang sangat-sangat jauh kedepan, membuat Pengambangan Cananga FC bisa unggul 2-0. Lewat umpan-umpan manjanya, Rizaldi berhasil mencatatkan satu assist di babak pertama tadi. Dan lebih gilanya lagi dirinya berhasil menciptakan empat umpan kunci yang salah satunya menjadi jalan untuk terciptanya gol kedua Pengambangan Cananga FC.


Rizaldi bermain begitu fokus hari ini, bahkan Derry saja mencoba untuk bicara dengannya tidak bisa karena begitu fokus dirinya. Rizaldi terlihat seperti anak kecil yang sedang memendam amarah, tidak bisa diajak bicara, tidak bisa diajak kompromi. Rizaldi diam saja sambil terus memandangi tulisan yang ada di loker ruang ganti mereka, tulisan itu bernada ajakan untuk selalu bangkit bagaimana pun caranya. Hal itu seperti menjadi semacam motivasi lebih untuk Rizaldi agar memberikan semua yang terbaik dari dirinya, padahal sekarang ini kondisi Rizaldi bisa dikatakan terpuruk.


Setelah mengalami kekalahan beruntun dan gagal menyelesaikan misi yang diberikan oleh Boro-555 sang sistem yang membantu perkembangan karir sepakbolanya Rizaldi. Boro-555 tidak bisa dirinya aktifkan selama 2 pekan. Hal ini cukup menganggu dirinya, namun Rizaldi membuktikan dirinya kalau dia tidak bisa terus-terusan terpaku dengan sosok sistem itu. Rizaldi berhasil membuktikan dirinya layak bermain di tim senior walaupun tanpa bantuan sistem, tetapi dirinya juga terus sadar diri karena jika tidak mendapatkan sistem di hari itu mungkin kehidupannya tidak akan seperti ini jadinya.


"Baik, semuanya mari berkumpul!" Coach Giovanni memerintahkan semua pemainnya untuk berkumpul.


Dalam hitungan detik mereka semua berkumpul, mereka bersiap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Coach Giovanni pada mereka untuk menjalani babak kedua nanti.


"Kalian sudah melakukan yang terbaik di babak pertama tadi, tetap pertahankan seperti ini dan kurangi kesalahan-kesalahan yang terjadi di sepertiga pertahanan tim kita, mereka bisa memanfaatkan kesalahan kita dengan pemain depan mereka yang sangat cepat" Coach Giovanni melanjutkan.


"Rafli Mirzan, kau bermain cukup bagus hari ini. Pertahankan performa mu dan terus cover ruang yang ditinggalkan Adam ketika kita melakukan serangan"


"Baik coach! Terima kasih" ucap Rafli Mirzan, dirinya sangat senang mendapatkan pujian dari Coach Giovanni.

__ADS_1


Tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh Coach Giovanni untuk babak kedua nanti, mereka semua hanya perlu mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering mereka lakukan di pertahanan mereka sendiri, yang membuat tim lawan hampir bisa memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh tim Pengambangan Cananga FC.


"Ayo sebelum kita masuk ke lapangan lagi, kita buat lingkaran dulu seperti biasa"


Setelah Coach Giovanni berkata seperti itu, semua pemain Pengambangan Cananga FC beserta staff kepelatihan langsung berdiri membentuk lingkaran, lalu sang kapten yakni Adam Sala memberikan sedikit kata-kata untuk memulai babak kedua mereka.


"Bantai mereka semua!" Adam Sala berteriak kencang, diikuti oleh seluruh punggawa Pengambangan Cananga FC yang lainnya, membuat ruang ganti begitu bergemuruh.


Seluruh pemain Pengambangan Cananga FC mengambil langkah untuk kembali ke lapangan, para pemain Borneo Putra menyusul mereka dibelakang.


Walaupun ketinggalan 2-0, tetapi sepertinya api semangat di dalam diri pemain Borneo Putra masih belum padam. Wajah mereka masih menunjukkan perjuangan mereka belum usai, tatapan mata mereka masih berpijar seperti nyala api di tengah badai salju.


"Kalau begitu kita tunjukkan kepada mereka, kita juga belum usai menghajar mereka!" Adam Sala sang kapten menimpali.


Kick-off babak kedua pun dimulai dari tim Borneo Putra. Mereka terlihat mengubah cara bermain mereka. Borneo Putra sekarang lebih mengandalkan bola-bola pendek yang dikombinasikan dengan bola-bola daerah, hal ini terjadi karena mereka memasukkan salah satu playmaker handal mereka yang berasal dari Serbia.


Sergej Mitrovic. Dirinya bukanlah pemain baru yang ada di liga Indonesia, sudah 6 tahun dirinya bermain di liga Indonesia. 2 musim berseragam Semarang Thousand Doors FC, 2 musim berseragam Jayapura Black Diamond FC dan ini adalah musim keduanya bersama Borneo Putra FC. Pemain berusia 31 tahun ini memiliki visi bermain yang sangat luar biasa, bahkan dirinya sempat bermain untuk timnas Serbia U-21 dan membawa Serbia melaju hingga ke babak fase gugur.

__ADS_1


Dengan adanya Sergej Mitrovic, permainan Borneo Putra FC mulai mencair dan fleksibel, sangat berbeda dengan permainan mereka di babak pertama. Beberapa kali umpan-umpan Sergej Mitrovic merepotkan pertahanan tim Pengambangan Cananga FC, namun sayangnya para pemain Borneo Putra FC yang lain belum bisa memaksimalkan umpan-umpan yang ditujukan kepada mereka.


Lalu di menit ke-65, Borneo Putra mendapatkan sebuah momentum untuk memperkecil ketertinggalan. Sergej Mitrovic memberikan umpan daerah ke dalam kotak penalti tim Pengambangan Cananga FC, saat itu Sergej Mitrovic melihat adanya pergerakan yang menguntungkan dilakukan oleh para pemain depan Borneo Putra.


Namun Galih, bisa membaca arah bola itu dan menghalau bola untuk masuk ke dalam jantung pertahanan tim Pengambangan Cananga FC. Akan tetapi halauannya sedikit kurang terarah dan bola kembali jatuh ke kaki Sergej Mitrovic.


Sergej Mitrovic langsung mencoba melakukan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi hal itu sudah bisa dibaca oleh Rizaldi dan Rizaldi berhasil melakukan tekel blok untuk menghentikan Sergej Mitrovic melakukan tendangan. Bola melebar jauh dari gawang Pengambangan Cananga FC, Borneo Putra FC mendapatkan sepak pojok.


Sebelum bergerak untuk mengambil sepak pojok, Sergej Mitrovic terlebih dahulu melihat sosok yang telah menggagalkan usahanya untuk memperkecil ketertinggalan. Sergej sedikit kagum melihat sosok Rizaldi Fatah yang begitu muda itu mampu melakukan tekel blok yang sangat krusial. Sergej sendiri sudah sangat yakin, jika tendangannya tadi tidak diganggu oleh Rizaldi, itu bisa menjadi sebuah gol. Namun, Rizaldi membuat semua itu menjadi berantakan.


"Sepertinya dirinya masih berumur 16 tahun atau 17 tahun, namun dia memiliki insting yang sangat luar biasa. Sepertinya masa depan anak ini akan sangat cerah" ujar Sergej dalam hatinya, lalu dirinya bergerak menuju sudut lapangan untuk mengambil sepak pojok.


Tendangan penjuru sudah dilakukan, bola melengkung sangat tajam namun Derry berhasil mengamankan gawangnya dari percobaan Borneo Putra lewat skema sepak pojok.


Derry sedikit membuang waktu untuk rekan-rekannya bisa bergerak ke posisi yang bisa mereka manfaatkan. Lalu Derry melihat sosok Rizaldi yang berdiri di posisi yang sangat bebas, langsung saja Derry menendang bola menuju Rizaldi Fatah.


Rizaldi bisa melakukan sentuhan yang sangat mulus, lalu setelah memutar badannya Rizaldi pun langsung berlari dengan secepat-cepatnya untuk melakukan serangan balik. Dua pemain bertahan tim Borneo Putra langsung bergerak untuk menutup pergerakan dari Rizaldi, namun sayangnya Rizaldi bisa melewati mereka dan kini menyisakan Rizaldi satu lawan satu dengan kiper tim lawan.

__ADS_1


Kiper tim Borneo Putra tetap tenang, dirinya tidak langsung bergerak maju kedepan untuk menghadang Rizaldi. Tetapi hal itulah yang ditunggu oleh Rizaldi, karena kiper tim lawan tidak langsung maju, Rizaldi pun langsung menendang bola dengan kaki bagian dalamnya. Mengarahkan bola ke sisi yang jauh, kiper tim Borneo Putra tidak dapat menjangkaunya dan dimenit ke-67 skor pun kembali berubah menjadi 3-0.


Dengan gol ketiga yang diciptakan lewat kaki kanan Rizaldi Fatah, Pengambangan Cananga FC meraih hasil positif di leg pertama putaran final Indonesia Premier League. Skor 3-0 untuk kemenangan Pengambangan Cananga FC hari ini, lalu dua hari dari sekarang mereka akan bersua Borneo Putra FC sekali lagi di leg kedua yang akan dilangsungkan di Stadion Jakarta Internasional.


__ADS_2