
Kick-off babak pertama pertandingan antara Pengambangan Cananga FC melawan Borneo Putra, baru saja dimulai. Stadion Gelora Bung Karno yang menjadi venue putaran final Indonesia Premier League. Pertandingan antara Pengambangan Cananga FC melawan Borneo Putra hari ini adalah laga pembuka putaran final Indonesia Premier League, yang akan dilanjutkan dengan pertandingan antara Tarakanita Jakarta melawan Surabaya Green Force FC di stadion yang lain.
Hari ini adalah leg pertama, lalu leg kedua akan diadakan di hari Jum'at dan finalnya nanti akan dilaksanakan di hari Minggu. Tentunya jadwal begitu padat untuk keempat tim yang berlaga di putaran final ini, belum lagi nanti akan mereka akan berlaga di semi-final Indonesia Super Cup.
Dalam persiapan yang bisa dibilang belum cukup matang, Pengambangan Cananga FC harus mendapatkan hasil positif di laga kali ini. Ini bertujuan untuk mengembalikan rasa percaya diri mereka, setelah gagal menemukan jalan kemenangan selepas mengalami kekalahan melawan Kashima Antlers di lanjutan babak 16 besar Piala Liga Champion Asia. Untuk itu, kemenangan menjadi harga mati bagi para pemain Pengambangan Cananga FC dan juga jajaran staff kepelatihan. Bahkan sebelum pertandingan dimulai pun, Coach Giovanni menampakkan wajahnya yang super serius, jika sudah begitu maka tidak ada pilihan lain bagi mereka semua selain mendapatkan kemenangan.
Skuad terbaik sudah disiapkan oleh Coach Giovanni, taktik jitu juga sudah. Tinggal melihat hasil akhirnya di lapangan tengah nantinya. Kali ini Coach Giovanni mencoba untuk bermain lebih agresif lagi, dengan mencoba formasi baru dan sistem yang baru.
Formasi 3-5-2 dipilih oleh Coach Giovanni. Ednilson Silva akan ditemani oleh Kenzo Momota yang di plot sebagai second striker, meninggalkan posisi lamanya yang sebagai seorang playmaker. Di lapangan tengah akan ada barisan pemain Pengambangan Cananga FC yang bersiap untuk menguasai lapangan tengah. Rizaldi Fatah yang beberapa pertandingan di posisikan sebagai sayap atau pemain flank, kini kembali ke posisi gelandang serang sekaligus menjadi playmaker tim. Axel Raihan dan Anan Riswan mengisi sisi kiri dan kanan, namun tugas mereka tidak hanya melakukan serangan saja, melainkan juga ikut bertahan ketika dalam situasi diserang.
Adam Sala sang kapten akan menjaga kedalam tim, bersama pemain baru yang didatangkan dari akademi Pengambangan Cananga FC yang sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan yaitu Rafli Mirzan, namun lebih di plot untuk bergerak maju kedepan. Di sisi lain, ada tiga bek tangguh yang akan mengawal Derry Yanuar yang menjaga gawang Pengambangan Cananga FC dari serangan tim lawan. Ada M. Bagas, Azka Putra dan juga bek tangguh asal Argentina Claudio Romero.
Dengan formasi dan sistem yang baru, perlahan tapi pasti anak-anak Pengambangan Cananga FC mulai beradaptasi setiap menit yang terbuang di lapangan. Semakin lama, mereka semakin terbiasa dan mulai memahami cara kerja dari sistem yang baru dipikirkan oleh Coach Giovanni ini. Dengan formasi ini, tim Pengambangan Cananga FC lebih leluasa dalam bertahan dan juga menyerang. Soal transisi yang menjadi masalah Pengambangan Cananga FC selama ini juga perlahan-lahan mendapatkan jawaban pasti lewat formasi ini, Coach Giovanni sudah menemukan solusinya.
__ADS_1
Beberapa kali usaha Pengambangan Cananga FC untuk menguasai bola digagalkan oleh tim Borneo Putra, namun dengan begitu cepatnya transisi yang dilakukan oleh pemain Pengambangan Cananga FC mampu menggagalkan serangan balik yang coba dibangun oleh tim Borneo Putra. Seperti yang terjadi di menit ke-6.
Rafli Mirzan hendak bermaksud memberikan bola ke sisi kanan lapangan, namun pemain Borneo Putra langsung memotong bola itu dan langsung melakukan serangan balik cepat. Pemain itu langsung memberikan bola pada rekannya, pemain sayap Borneo Putra yang cukup merepotkan yaitu Lulinha.
Dengan kecepatan yang dimilikinya, Lulinha menggiring bola menyisir sisi kanan pertahanan tim Pengambangan Cananga FC, Lulinha melakukan gerakan tusukan, sebelum melepaskan umpan ke dalam kotak penalti Pengambangan Cananga FC.
Ada dua pemain Borneo Putra yang bersiap menerima umpan dari Lulinha, namun pemain Pengambangan Cananga FC lebih unggul jumlah pemain. Ada 4 pemain yang bertahan di dalam kotak penalti, termasuk Adam Sala yang berhasil memotong jalur umpan itu. Mengamankan situasi yang sudah terjadi.
Lalu akhirnya mereka pun berhasil menemukan kunci yang mereka cari-cari untuk membongkar rapatnya pertahanan tim Borneo Putra. Rizaldi Fatah yang memiliki visi begitu luas melihat posisi Kenzo yang cukup bebas, Rizaldi memberikan umpan terobosan yang begitu pas di kaki Kenzo Momota. Begitu bola ada di kaki Kenzo, Kenzo langsung melesatkan tendangan dengan menggunakan kaki bagian dalamnya. Mengarahkan bola ke sisi yang jauh dijangkau oleh kiper Borneo Putra yang juga berusaha menjangkaunya, namun bola lebih cepat bergerak masuk ke dalam gawang.
Kenzo Momota langsung merayakan gol itu di sudut lapangan, dia mencari keberadaan Rizaldi Fatah yang memberikannya sebuah umpan yang begitu matang dan memanjakan itu. "Dimana, dimana bocah itu?" ucap Kenzo mencari-cari sosok Rizaldi yang baru saja muncul dari balik tubuh Adam Sala.
"Kesini kau penjahat kecil!" Kenzo langsung merangkul Rizaldi dan memberikan sebuah wejangan dengan menggilas kepala Rizaldi dengan tangannya. Membuat Rizaldi sedikit kesakitan karena ulah si Kenzo.
__ADS_1
Coach Satria merayakan gol itu dengan beberapa staff pelatih yang lain, namun Coach Giovanni masih diam saja tanpa ekspresi sama sekali. Jauh di dalam pikirannya, beliau masih belum bisa puas dengan hanya satu gol saja. Namun ini adalah hasil yang cukup bagus menurutnya.
Pengambangan Cananga FC berhasil unggul 1-0 atas Borneo Putra di menit ke-13.
Setelah gol pertama itu, para pemain Pengambangan Cananga FC seakan-akan terpicu oleh sesuatu yang membuat mereka begitu terbakar. Permainan langsung menjadi berat sebelah, karena pemain Pengambangan Cananga FC benar-benar menggempur pertahanan tim Borneo Putra.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh para pemain Pengambangan Cananga FC, sampai-sampai membuat pemain Borneo Putra menjadi kewalahan. Dan semua serangan itu dikomandoi oleh sang jenderal muda yang begitu gagah berani dan memiliki pandangan yang jauh kedepan. Rizaldi Fatah terus memberikan arahan untuk pemain Pengambangan Cananga FC lainnya lewat aksi-aksinya, passing-passingnya, atau lewat pergerakan tanpa bolanya.
Setiap melakukan serangan, Rizaldi Fatah adalah orang yang selalu terlibat dan bahkan lewat kakinya yang tidak hentinya memberikan umpan atau melakukan tendangan, selalu tercipta peluang-peluang yang membahayakan gawang tim lawan. Sampai pada akhirnya gol kedua pun tercipta di menit ke-27.
Lewat skema umpan-umpan pendek yang dimainkan oleh Axel Raihan, Adam Sala dan juga Rizaldi Fatah. Rizaldi Fatah yang mendapatkan bola terakhir melakukan scanning area dan menemukan Anan Riswan berada di dalam posisi yang bagus. Rizaldi langsung saja memindahkan bola ke sektor sayap kanan yang sudah ada Anan Riswan di sana.
Bola diterima dengan sangat baik oleh Anan Riswan, dan Anan pun langsung memberikan umpan ke tengah. Lewat second line, Ednilson Silva menyambar bola umpan Anan dengan tendangan first-time yang menghujam gawang Borneo Putra. Skor pun menjadi 2-0 untuk keunggulan Pengambangan Cananga, dan gol dari Ednilson Silva itu menjadi gol yang terakhir di babak pertama ini.
__ADS_1