Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 32: Melewati Halang Rintang


__ADS_3

Karena kami akan melakoni laga tandang, kami pun berangkat pergi ke Tanjung menggunakan bus milik klub. Bus-nya sedikit berbeda dengan yang sering digunakan oleh tim utama saat bertamu ke kandang tim lawan, bus yang digunakan oleh tim Youth entah itu tim A ataupun tim B sedikit lebih kecil dari bus tim utama.


Walaupun berbeda kapasitas muatan, besar kecilnya, ataupun spesifikasi dari bus itu sendiri. Tetapi untuk kenyamanan saat di dalamnya sudah tidak diragukan lagi. Sama seperti sekarang ini, aku merasa begitu nyaman setelah duduk di kursi bagian dekat jendela bus. Kursi dan bantalannya terasa empuk sekali, seakan-akan aku bisa saja terhisap kedalamnya.


Walaupun suasana di dalam bus seperti sedang terjadi perang antara para bajak laut dan para pasukan angkatan laut, namun karena rasa yang sangat nyaman yang diberikan oleh kursi ini, rasanya aku seolah sedang menonton drama musikal khas teater abad pertengahan yang komposernya itu sering memakai rambut palsu untuk menutupi kebotakan yang dia alami.


Perjalanan yang cukup jauh jadinya membuat mereka mencoba menghilangkan rasa penat mereka dengan bercanda ria di dalam bus, atau sekedar menikmati lagu di headset sama seperti yang aku lakukan sekarang ini. Aku sedang asik mendengarkan lagu kesukaanku sambil sesekali bola mataku melirik ke arah indahnya pepohonan yang bergerak semu karena laju bus, kapten Ardi lalu menghampiriku untuk duduk di sebelahku yang masih kosong.


"Lagi dengerin lagu apa?" tanyanya, semacam melakukan ice breaking sebelum melakukan pembicaraan.


Ku jawab saja tanpa banyak kebohongan ataupun berlebihan. "Simple Plan - Welcome to My Life" ujar ku, padahal aku sedikit malu dengan selera musik ku yang bisa dikatakan ketinggalan zaman.


Ku lihat wajahnya Ardi sedikit terkejut, ya wajar saja karena sudah tahun berapa ini dan aku masih saja mendengarkan Simple Plan. Aku suka Simple Plan ya karena musiknya terasa menyelamatkan hidupku yang kala itu selalu jadi objek bullyan, apalagi lagu This Song Save My Life yang benar-benar bisa menyelematkan hidupku.


Tetapi ternyata aku salah mengira, aku kira Ardi terkejut karena selera musik ku yang katro. Tetapi ternyata dia malah membuka tas miliknya dan menjarahi semua isinya, seperti tikus tanah yang menggali sarangnya. Lalu dari dalam tasnya, dia menunjukkan pin bros yang bergambar anggota band Simple Plan.


Aku ikut terkejut sama seperti Ardi tadi, lalu kami tertawa bersama-sama, seperti orang yang baru saja bertemu saudaranya.


Lalu kami berdua pun larut dalam perasaan nostalgia, ya karena kami mendengarkan lagu yang bisa dikatakan sudah lawas dan mencoba untuk merasakan betapa serunya generasi yang pernah mendengar lagu ini di masa muda mereka.


"Rizaldi" tiba-tiba Ardi menepuk pundakku, aku langsung menoleh kesamping. "Sepertinya kau sudah berkembang jauh ya, sangat berbeda dari beberapa waktu yang lalu"


Aku merasa haru mendengarnya, namun ku usahakan agar ekspresi itu tidak terlihat oleh Ardi. Aku hanya menyangkalnya dengan lembut. "Kapten sangat suka bercanda ya, menurut ku aku masihlah sama seperti beberapa waktu yang lalu"


"Tidak" ujar Ardi lagi, matanya menatap jauh ke luar jendela seakan bisa melihat masa yang ada di depan sana. "Kau akan menjadi pemain hebat di masa depan, aku yakin itu"

__ADS_1


Entah aku tidak tahu harus berkata apa lagi setelah mendengar itu, aku hanya diam tak berkata apapun. Diam seperti patung yang menunggu kehancurannya karena keropos dikikis oleh zaman, sebelum pada akhirnya lengan Risadi melingkar di leherku. Aku bahkan tidak menyadari keberadaannya sama sekali.


"Apa yang dikatakan kapten itu memang benar, karena kau lah aku bisa mencetak 2 gol kemarin. Kau benar-benar bisa menjadi motor serangan dari tim kita Zaldi! Ku rasa tidak memerlukan waktu lama untuk kau bisa promosi ke tim A" ujar Risadi yang langsung ikut masuk ke dalam obrolan kami.


"Ya mungkin saja kau akan promosi ke tim A setelah pertandingan kita hari ini nanti"


"Ahhh kapten kok ikut-ikutan juga sih!"


Setelah itu kami bertiga tertawa, hubungan kami bertiga juga ikut berjalan seperti jalannya bus ini yang tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.


Kami semua lantas turun, ku lihat di lapangan sudah ada para pemain Mining Way Tanjung yang terlihat sudah melakukan persiapan. Tatapan mereka begitu tajam begitu melihat kedatangan kami. Coach Dodi Surian terlebih dahulu menyapa pelatih dari tim musuh, mereka sedikit bercengkrama beberapa saat dengan sangat ramah. Lalu beliau kembali ke tempat kami dengan memberikan perintah yang jelas. "Cepat persiapkan diri kalian dan kembali lagi kesini dalam keadaan sudah siap untuk bertanding" kata beliau.


Lantas kami pun pergi untuk berkemas dan melakukan sedikit persiapan, setelahnya kami pun kembali ke lapangan dan bersiap untuk bertanding hari ini.


Seperti biasanya, kami terlebih dahulu mendengarkan instruksi dari Coach Dodi Surian terlebih dahulu sebelum masuk ke lapangan untuk bertanding.


"Mengerti!" ucap kami bersamaan.


"Bagus! Ayo kita buktikan kepada mereka semua betapa bagusnya permainan kalian!"


Kami mulai masuk ke lapangan, namun sebelum masuk lapangan aku membetulkan ikatan tali sepatuku yang lepas. Sebenarnya aku melakukan itu hanya untuk pengalihan isu saja, sebab seperti biasanya aku sedang menerima misi dari sistem. Daripada harus pelanga-pelongo seperti orang bingung, lebih baik aku berpura-pura memasang tali sepatu.


[Misi Diterima!]


[Lakukan link dengan pemain lain: 0/50]

__ADS_1


[Coba lakukan shooting dari jarak 20 meter]


[Mencatatkan assist hari ini]


[Hadiah: Kartu skill grade B]


[Hukuman: Pengguna tidak bisa mengakses sistem selama sepekan]


Misi yang kurang lebih sama dengan apa yang kuterima di pertandingan perdana kemarin, namun ada sedikit perbedaannya. Apalagi melakukan shooting dari jarak 20 meter, atau dari luar kotak penalti pokoknya. Aku tidak tahu apakah harus masuk atau tidak, namun sepertinya harus ku coba saja.


Pertandingan dimulai dari kick-off tuan rumah, seperti biasanya kami melakukan strategi high pressing ketika kami dalam keadaan tidak memegang bola.


Tentunya strategi kami ini selalu membuat tim lawan terkejut, kami memang benar melakukan high pressing namun tujuan kami bukan langsung untuk merebut bola dari kaki lawan, kami lebih melakukan membayangi mereka dan menutup pergerakan mereka sehingga mereka tidak punya banyak pilihan selain melepaskan bola seperti yang terjadi saat ini.


Rekan setimku melakukan penjagaan terhadap pemain musuh, ada satu orang yang mencoba membayangi dan merebut pemain yang sedang memegang bola. Pemain itu tidak punya banyak pilihan, dia pun memberikan umpan ke rekannya namun dalam keadaan yang terdesak, dimana hal itu lah yang menjadi tujuan akhir dari kami semua.


Ketika dia melakukan hal itu, bola yang diberikan pun begitu lemah sehingga aku langsung memotong jalur bola yang lemah itu.


"Sial!" aku bisa mendengar pemain itu langsung mengumpat saat aku memotong jalur umpannya.


Dia mencoba mengejarku, namun aku sedikit lebih cepat darinya. Aku membawa bola kedepan, ku teringat dengan misi yang mengharuskan ku melakukan shooting dari luar kotak pinalti. Karena ruang yang terbuka juga, ku rasa ini situasi oke untuk melakukan tendangan spekulasi.


Lalu akhirnya ku lakukan saja tendangannya, aku mengincar pojok bawah gawang dengan tendangan yang cukup berbelok tajam. Rupanya tendangan tadi membuat bola bergulir sangat deras ke arah yang memang ku inginkan, kiper musuh tidak bisa bergerak karena mati langkah dan membuat bola itu masuk ke gawang tanpa mengalami perlawanan sedikitpun.


"Gooollll!" rekan-rekanku berteriak sebelum aku yang meneriakkan kata itu, akhirnya aku ketawa saja dan merayakan gol dengan seadanya saja karena menurutku ini hanyalah permulaan dari hal baik yang akan kami lakukan hari ini.

__ADS_1


Dan hingga pada akhirnya, peluit panjang pun berbunyi. Kami menang dengan skor 5-1, 1 gol dari ku di menit 3, Risadi yang berhasil mencatatkan hattrick hari ini dan satu gol lagi dari pemain pengganti. Aku juga mencatatkan 3 assist hari ini untuk gol-gol Risadi. Kombinasiku dengan Risadi semakin kuat karena setiap aku memberikan umpan, Risadi selalu yakin kalau dia bisa menjadikan umpan itu sebagai sebuah gol.


Kami merayakan kemenangan tandang kami kali ini dengan makan-makan di sebuah restoran sederhana di Tanjung. Dan kalian tahu sendiri, uang siapa yang akan habis hari ini untuk perayaan kemenangan ini.


__ADS_2