Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 121: Pergi Ke Spanyol


__ADS_3

"Jadi kamu akan pergi lagi Rizal? Kamu akan menghabiskan liburan semester kali ini dengan pergi ke Italia?" Salma sedikit terkejut ketika baru mendengar hal ini dari mulut Rizaldi Fatah.


Rizaldi memang baru saja memberitahu Salma soal ini, dia baru memberitahu Salma soal ini pada hari ini, saat mereka berdua pergi keluar bersama untuk menonton film yang sedang banyak dibicarakan beberapa hari ini.


Ketika mendengar itu, Salma memang sedikit terkejut namun beberapa saat kemudian dia mulai memahami hal itu. Rizaldi bukan lagi pemain akademi sepakbola, dia mulai menjadi pemain sepakbola semi-pro yang harus mengikuti setiap jadwal kegiatan yang diberikan oleh klub kepadanya.


Karena Rizaldi telah dipanggil ke skuad utama walaupun dengan status masih pemain tim B, Rizaldi mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan. Kini gaji Rizaldi Fatah menjadi Rp. 1.100.000 per pekan, dari Rp. 700.000 per pekan.


Salma menghela nafas berat yang membuat Rizaldi jadi bertanya-tanya kenapa. "Aku cuma bisa iri dengan mu Rizal, kita seumuran tetapi kamu sudah memiliki penghasilan yang lumayan. Aku malah masih bermanja diri, dikala dikau sudah mengerti kerasnya dunia" Salma mendramatisir ucapannya.


Rizaldi kebingungan, dia bahkan tidak jadi menyantap mie kuah kepiting asam manis yang dia pesan. "Aku kehabisan kata-kata" ujar Rizaldi yang sangat kebingungan.


Salma tertawa melihat reaksi Rizaldi, lalu tanpa disadari oleh Rizaldi dirinya mengambil kepiting asam manis yang dipesan oleh Rizaldi dan menyantapnya, yang membuat Rizaldi tambah kebingungan seperti orang linglung.


"Tetapi sebelum kau salah paham, aku bukannya pergi ke Italia, tetapi Spanyol" Rizaldi mengoreksi ucapan Salma sebelumnya.


"Spanyol? Di dekat Italia kan?" Salma kebingungan.

__ADS_1


Rizaldi semakin tidak mengerti dengan perempuan itu, Rizaldi hanya diam dan menyantap mie kuah kepiting asam manisnya, membiarkan Salma bertanya-tanya kepada rumput yang bergoyang ke kanan dan ke kiri.


Besoknya Rizaldi kembali berlatih seperti sebelumnya, ini adalah latihan hari kelimanya bersama dengan pemain utama Pengambangan Cananga FC walaupun ada beberapa pemain yang masih berlibur. Selama beberapa hari itu juga, Rizaldi mendapatkan quest dari Boro yang membuat Rizaldi memiliki beberapa poin di penyimpanannya, dirinya bisa mengubah poin itu untuk menjadi suatu item yang bisa membantu dirinya suatu saat nanti.


Hari ini adalah hari terakhir tim Pengambangan Cananga FC akan melakukan latihan di sini, sebelum mereka akan berangkat untuk pergi tur ke Spanyol. Ada beberapa klub yang akan bertanding dengan mereka, beberapa diantaranya berasal dari Divisi Segunda atau Liga 2-nya Liga Spanyol dan liga utama Spanyol yaitu La Liga.


Setelah waktu latihan berakhir, Coach Giovanni mengumpulkan semua pemain karena ada beberapa pemberitahuan yang akan dia berikan kepada mereka semua. Ini menyangkut soal tur yang akan mereka lakukan nanti.


"Apa kalian semua sudah siap?" Coach Giovanni berbasa-basi.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu, hal itu sedikit membuat Rizaldi bertanya-tanya mengapa. Namun dirinya melihat ekspresi wajah dari Anan Riswan yang kelihatan senang dan tersenyum penuh arti, sehingga Rizaldi yakin kalau mereka semua sudah lebih dari siap.


Lalu mereka semua menjawab pertanyaan itu dengan sangat bersemangat, seperti kawanan Dubuk yang sedang kelaparan. Rizaldi tertawa melihat antusiasme itu, dirinya tidak menemukan hal seperti ini di Tim A Pengambangan Cananga Youth. Lalu Rizaldi pun ikut melolong bersama mereka, menjadikan dirinya salah satu dari kawanan Dubuk itu.


"Coach Giovanni bolehkah saya bertanya?" sang kapten tim Adam Sala berdiri untuk bertanya.


"Kau ingin bertanya apa kapten?"

__ADS_1


Adam Sala seperti mempersiapkan mentalnya sebelum bertanya, ketika merasa sudah siap akhirnya dirinya mulai menjabarkan pertanyaannya. "Coach, apakah saat di Spanyol nanti. Kita akan melawan tim papan atas seperti Barcelona atau Real Madrid?"


Semua pemain yang lain terkejut mendengar hal itu, namun di sisi lain mereka ikut merasa tertarik. Siapa yang tidak ingin melawan tim sebesar Barcelona atau Real Madrid. Melawan tim sebesar itu pastilah menjadi mimpi sebagian tim kecil, seperti Pengambangan Cananga FC ini.


Memang Pengambangan Cananga FC adalah salah satu tim besar di I-LEAGUE, namun untuk ukuran dunia mereka hanyalah kumpulan debu-debu yang terbang tidak tentu arah itu. Walaupun kalah melawan tim sebesar Barcelona atau Real Madrid, pengalaman yang didapat setelah melawan tim besar itu adalah hal yang paling berharga untuk tim kecil seperti Pengambangan Cananga FC.


Mendengar pertanyaan dari sang kapten membuat coach Giovanni tersenyum miring, semua pemain sudah tahu kalau akan ada jawaban yang membuat mereka semua akan merasa sakit hati atau setidaknya kesal.


"Sayangnya dua tim besar itu tidak bisa kita lawan karena mereka juga punya jadwal mereka masing-masing" jawaban coach Giovanni benar-benar membuat mereka kecewa, mereka sudah berharap tinggi agar bisa melawan tim sebesar Barcelona atau Real Madrid.


"Tetapi!" coach Giovanni mengambil perhatian mereka sekali lagi. "Kita akan melawan salah satu tim kuat di liga Spanyol yaitu Sevilla dan juga Espanyol. Dan kita juga akan melawan Barcelona tetapi tim B mereka"


Pecah, itulah yang menggambarkan suasana mereka di sana. Mendengar ada nama tim Barcelona saja mereka sudah gembira luar biasa walaupun hanya tim B saja. Jangan anggap enteng Barcelona tim B, mereka adalah pemain dari akademi sepakbola terbaik di dunia yaitu La Masia. Mereka dididik langsung oleh instruktur berpengalaman dan jam terbang mereka jauh lebih bagus daripada semua pemain utama Pengambangan Cananga FC. Andai saja Barcelona B ada di I-LEAGUE, mungkin mereka sudah bisa menjuarai liga hanya dalam waktu setengah musim saja, karena perbedaan level yang terlampau cukup jauh itu.


Rizaldi juga sedikit senang mendengar klub-klub yang akan mereka hadapi di tur nantinya. Kebanyakan memang dari tim Segunda Division atau La Liga2, namun tetap saja mereka tidak bisa dianggap tim yang biasa saja oleh Rizaldi. Pastinya Rizaldi akan bertemu pemain-pemain hebat yang ada di Spanyol sana, Rizaldi berharap bisa mendapatkan beberapa ilmu dari mereka selama di Spanyol nantinya dan itu akan membantunya untuk berkarir di dunia sepakbola.


"Coach coach! Apa kita juga bisa berlibur di Ibiza? Atau San Sebastian?" Anan langsung ikut antusias, namun kali ini dia antusias karena mulai menghayal betapa indahnya pantai di San Sebastian atau di Ibiza.

__ADS_1


Pemain lain juga ikut menghayal soal indahnya pemandangan matahari terbenam di San Sebastian atau di Ibiza. Namun jawaban dari coach Giovanni langsung memupuskan harapan mereka semua. "Kita tidak ada waktu untuk berlibur, kita semua akan menjalani latihan neraka di sana!" ucap coach Giovanni yang membuat mereka langsung menyesal bertanya soal liburan.


__ADS_2