
Tim Pengambangan Cananga Youth berlatih cukup keras di lapangan latihan yang ada di dekat Stadion Benhil. Mereka sengaja datang ke sana karena fasilitas tempat latihan yang cukup lengkap dan tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka menginap. Selain itu mereka juga sudah beberapa kali menyewa tempat latihan itu, jadi mereka sudah sedikit nyaman di sana.
Di pertandingan semifinal nantinya, mereka akan bertemu tim Sugar Crossed FC yang merupakan rival sekota mereka. Jika Batavia Fort FC memiliki rival dari Bandung yaitu Sparta Bandung FC. Pengambangan Cananga Youth pun memiliki rival bahkan mereka satu kota dan hanya berbeda distrik saja.
Di distrik Pengambangan, ada beberapa klub namun yang paling besar tentu saja Pengambangan Cananga yang pernah menjuarai I-League dan bahkan I-Youth. Sedangkan, Sugar Crossed FC berada di distrik Sungai Gardu, hanya berjarak beberapa blok saja dari distrik Pengambangan sehingga membuat rivalitas mereka tambah panas.
Berbeda nasib dengan Pengambangan Cananga. Sugar Crossed tidak pernah menjuarai I-League bahkan masuk ke I-League saja tidak mereka itu. Mereka bahkan baru bisa mengikuti I-Youth saat mereka sudah berhasil bangkit dan mulai mengumpulkan poin demi poin untuk bisa masuk ke kasta tertinggi sepakbola usia muda di Indonesia itu.
Sugar Crossed FC benar-benar tim yang baru saja masuk ke I-Youth, namun mereka berhasil menunjukkan kualitas mereka kalau mereka tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Mereka bisa mengalahkan tim-tim yang bisa dibilang lebih besar dan kuat, terakhir mereka bisa mengalahkan Bali Tera FC dan memastikan diri mereka untuk melangkah ke fase semifinal.
Maka dari itu, anak-anak dari Pengambangan Cananga Youth berlatih lebih bersemangat dari biasanya. Saat latihan tanding saja mereka terlalu bersemangat sampai-sampai menganggap latihan seperti halnya laga hidup mati, banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang berbahaya hingga Coach Satria Hutama berulang kali menegur mereka untuk tidak berlebihan dalam hal ini.
"Aku tahu kalian semua sangat bersemangat dan sudah tidak sabar berhadapan dengan mereka itu, tetapi ingatlah bahwa kalian harus tampil prima dan tanpa ada cedera, aku tidak mau kalian cedera dalam latihan seperti ini" Coach Satria Hutama tentu jelas khawatir akan itu.
Masalah cedera adalah masalah yang ingin dihindari setiap manajer atau pelatih tim sepakbola, bahkan mungkin di olahraga yang lain seperti basket ataupun american football. Masalah cedera bisa sangat memusingkan para pelatih dalam menghadapinya, tidak jarang banyak pelatih di liga-liga top Eropa sering mengeluhkan masalah ini.
Bayangkan jika tim kalian sedang unggul dalam perburuan gelar, tetapi tiba-tiba kalian mendapatkan jadwal yang padat yang akhirnya membuat para pemain kunci di tim kalian cedera dan akhirnya membuat tim kalian dilanda krisis pemain. Itulah mimpi buruk yang sangat ingin dihindari oleh setiap pelatih sepakbola.
Sama halnya dengan Coach Satria Hutama, dia tentu saja tidak ingin anak asuhnya ada yang cedera. Mau itu pemain kunci ataupun pemain yang duduk di bangku cadangan, ada satu saja yang cedera bisa membuat keharmonisan sebuah tim bisa kacau balau seketika dan akan menjadi efek domino yang berkelanjutan jika tidak segera di atasi masalahnya.
__ADS_1
"Galih, lain kali hati-hati dalam melakukan tekel ke rekan mu sendiri, jika Rizaldi tidak melompat mungkin saja kakinya bisa mengalami masalah serius. Dan Zaki, kau juga harus bermain sedikit santai pada rekanmu. Kau bermain seperti pemain gulat pro saja dengan suplex tadi"
"Baik coach" ucap Galih dan Zaki bersamaan dengan sedikit rasa bersalah.
"Kalau kalian sudah mengerti ya sudah, lanjutkan latihan!" Coach Satria Hutama meniup peluitnya, lalu mereka pun kembali latihan seperti sebelumnya.
Mereka kembali latihan mini game 11 vs 11 seperti sebelumnya, Rizaldi Fatah pun ikut bersemangat dalam latihan kali ini karena ada faktor yang menyebabkannya seperti itu. Selain karena laga Derby, adanya sosok yang ia anggap rival yaitu Yoga Hilmawan dan Tori Marukawa pun menjadi bahan bakar Rizaldi untuk bersemangat latihan hari ini.
Saking bersemangatnya Rizaldi hari ini, dia bahkan tampil menggila dalam latihan kali ini. Walaupun di timnya tidak ada nama Martin, Zaki ataupun Axel yang menjadi pemain kunci bahkan pemain bintang di Pengambangan Cananga Youth. Rizaldi tetap bisa menghancurkan mereka dan bisa mencetak 4 gol di latihan kali ini.
"Kau hebat sekali sobat!" ujar Derry menghampiri Rizaldi yang sedang terduduk lemas setelah terlalu bersemangat latihan, Derry juga menawari Rizaldi minuman dingin yang langsung disambut oleh Rizaldi dengan baik.
"Terimakasih" ucap Rizaldi, lalu dia langsung meminum minuman dingin itu, membuat tenggorokannya basah dan dingin serta segar kembali.
Rizaldi tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dia sedikit merasakan angin segar sore hari itu. "Yah! Aku sudah tidak sabar menunggunya bahkan, bagiku ini adalah pertandingan yang sudah kunanti nantikan sejak lama" jawabnya sambil memandangi rekan-rekannya yang lain yang sedang istirahat juga sama seperti dirinya.
Derry tersenyum mendengarnya, dia pun ikut duduk di samping Rizaldi dan meminum minuman miliknya. Setelah membasahi tenggorokannya, Derry pun kembali berucap. "Aku penasaran dengan apa yang mereka lakukan saat ini"
Rizaldi tampak kebingungan, tetapi setelah itu dia tidak heran lagi karena dia pun ikut memikirkan hal yang sama dengan Derry. "Mungkin saja mereka berlatih keras sama seperti kita saat ini" ucapnya.
__ADS_1
"Mungkin saja" Derry sedikit tidak yakin akan hal itu.
Di sisi lain kota, di sebuah lapangan sepakbola. Terdapat sebuah tim yang sedang melakukan latihan di sore hari ini. Di jaket yang mereka semua kenakan, tertulis nama klub mereka yang dicetak dengan huruf besar dan dengan warna merah menyala. Sugar Crossed FC, seperti itulah tulisan di jaket mereka yang berwarna putih, membuatnya sangat cocok dipasangkan dengan itu.
Mereka melakukan latihan mini game dengan 11 melawan 11. Tetapi nampaknya tim yang satu sangat mendominasi daripada tim yang satunya lagi. Tim yang mendominasi itu terdapat sosok Yoga Hilmawan serta Tori Marukawa, pemain kunci dari Sugar Crossed FC.
Pelatih Sugar Crossed FC memang sengaja tidak memisahkan mereka berdua itu dalam latihan kali ini, dia ingin agar Yoga Hilmawan dan Tori Marukawa bisa lebih cair lagi dalam melakukan kerja sama. Hal ini akan sangat membantu jika mereka bisa berhasil melakukan hal itu, mereka berdua bisa menjadi duet maut yang akan sangat menyulitkan para pemain bertahan tim-tim yang lain, termasuk tim yang akan mereka hadapi nantinya yaitu Pengambangan Cananga Youth.
Dan sepertinya apa yang diharapkan oleh pelatih Sugar Crossed FC benar-benar berhasil. Yoga dan Marukawa benar-benar bisa melakukan kerja sama yang apik dalam melakukan rencana mencetak gol, sama seperti saat ini.
Tori Marukawa yang berhasil menguasai lapangan tengah dan membawa bola sedikit kedepan, dia bisa melihat sosok Yoga Hilmawan yang sedang berlari menuju ruang yang bisa membuatnya mencetak gol, Tori Marukawa pun langsung memberikan passing ke titik itu yang dimana Yoga Hilmawan sudah berlari ke sana walaupun tanpa diberikan komando oleh Tori Marukawa sebelumnya.
Bola masih sedikit tinggi, tetapi Yoga Hilmawan langsung melompat untuk melakukan kontrol dada yang sempurna, setelah itu tanpa melakukan sentuhan kedua, Yoga Hilmawan langsung menendang bola itu dengan sangat keras dan berhasil masuk ke dalam gawang, bahkan kipernya saja tidak berani menepis bola yang melaju dengan cepat itu.
Beragam reaksi rekan-rekannya setelah menyaksikan betapa hebat dan kerennya gol yang diciptakan oleh Yoga Hilmawan tadi, walaupun dia dipuji oleh rekan-rekannya yang lain tetapi Yoga Hilmawan tidak peduli akan hal itu dan dia hanya diam saja sambil berjalan menuju ke ruang ganti.
"Hey Yoga! Itu hebat sekali kawan, tetapi umpan ku hebat juga kan?" Tori Marukawa tiba-tiba muncul dihadapan Yoga Hilmawan dan menghalangi jalannya.
Yoga Hilmawan diam saja, tetapi dia menatap Tori Marukawa yang menghalangi jalannya dengan tatapan seperti seorang gladiator yang ingin membunuh singa besar yang menjadi musuhnya di hari pertandingan gladiator-nya. Jelas sekali tidak ada tanda bahwa dia senang ataupun gembira setelah mencetak gol tadi, yang ada hanyalah api kebencian dan kemarahan yang terlihat dari sudut mata Yoga Hilmawan.
__ADS_1
"Minggir!" ucap Yoga lalu dia menabrak Tori Marukawa yang menghalangi jalannya itu sampai membuat Tori Marukawa sedikit bergeser. "Aku tidak tertarik bermain kawan-kawanan dengan dirimu" ujarnya lalu setelah itu Yoga pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang ganti.
Sedangkan Tori Marukawa hanya bisa tersenyum saja, dia menggelengkan kepalanya sambil sesekali tertawa cekikikan sendiri. "Siapa juga yang ingin berteman dengan dirimu itu Yoga?"