
Rasa tegang menyerang Rizaldi sedari mereka berada di terowongan pemain sebelum masuk ke lapangan, dia melakukan segala upayanya untuk menghilangkan rasa tegang itu namun masih sukar dia hilangkan.
Karena rasa tegang itu, telinga Rizaldi seakan kemasukan angin sedikit berdenyut dan berdengung namun terasa sejuk. Rizaldi masih merasakan sedikit efek samping saat dia naik pesawat terbang sebelumnya, namun tidak separah dari dua hari yang lalu.
"Kau baik-baik saja kawan?" tanya Zaki yang sedikit khawatir dengan Rizaldi yang dia lihat seperti orang tersesat di tengah jalan.
Rizaldi langsung menjawabnya dengan sedikit gugup. "Aku baik-baik saja" ujarnya, lalu dia mencoba untuk memperhatikan hal lain agar rasa gugupnya sedikit mereda.
Matanya tidak sengaja melihat ke arah barisan para pemain Jayapura Black Diamond. Para pemain Jayapura Black Diamond juga terlihat cukup tegang, wajah mereka tidak ada yang tersenyum sama sekali. Badan hitam legam mereka berdiri tegak seperti tiang bendera, mereka seperti barisan yang sedang siap tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun.
Rizaldi malah tambah gugup dan tegang melihat hal itu, akhirnya dia hanya bisa mengheningkan cipta selama di dalam terowongan pemain. Sampai pada akhirnya para panitia memberitahukan kepada kedua kapten tim untuk segera memasuki lapangan, Rizaldi semakin tambah gugup dan menjadi-jadi dan itu tidak diketahui oleh rekan-rekannya yang lain.
Rizaldi melangkahkan kakinya ke luar, cahaya matahari terik menyambut kedatangannya. Sorak-sorai penonton juga menunggu kedatangannya, sesaat dirinya merasakan kengerian sekaligus merinding dalam satu frame, dia sudah tidak tahu lagi harus seperti apa. Rasa gugupnya bahkan terlupakan begitu saja, walaupun sebenarnya jantungnya masih berdegup dengan sangat kencang seperti tabuhan genderang perang.
Apalagi saat dirinya menyanyikan lagu Indonesia Raya, Rizaldi merasakan tubuhnya merinding luar biasa seperti ada pedang yang tajam nan begitu dingin dibelakang punggungnya dan bisa saja menusuknya kapan-kapan. Rizaldi jadi mengerti bagaimana rasanya para pemain sepakbola di hari pertama yang bersejarah bagi mereka, mereka mengalami semua kegugupan dan ketakutan itu. Hanya orang-orang yang bisa mengalahkan rasa takut dan gugup mereka itu lah yang bisa menjadi pemain bintang di masa depan, itulah yang dilakukan pemain seperti seorang Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau Erling Halland dan Kylian Mbappe.
Rizaldi juga mencoba untuk membuat dirinya sedikit lebih nyaman, dia mencoba metode membuang dan menarik nafas pelan untuk merilekskan otot-otot tubuhnya yang sedang tegang. Sambil membuang pikiran yang tidak berguna, pikiran yang bisa membuatnya jadi gugup dan ketakutan semua itu dia buang begitu saja seperti membuang tumpukan kertas ke keranjang sampah.
Toss koin sudah dilakukan beberapa saat yang lalu, hasilnya tim lawan mendapatkan keuntungan pertama untuk memulai kick-off. Zaki mendekat ke arah Rizaldi yang masih terlihat sedikit ketegangan di wajahnya, sebenarnya ketegangan itu disebabkan oleh masalah yang lain yang tidak bisa dijelaskan oleh Rizaldi kepada siapapun bahkan semut sekalipun.
__ADS_1
"Kawan, rileks saja. Ayo kita bermain enjoy saja" ujar Zaki mencoba untuk meringankan pikiran Rizaldi. Rizaldi hanya tersenyum saja sambil sekali mengangguk, dia tetap fokus pada permainannya.
Hal yang membuat wajah Rizaldi seperti seorang yang sedang menahan sakit perutnya, adalah sebuah misi dari sistem yang tiba-tiba saja muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sebenarnya Rizaldi sudah terbiasa dengan hal itu, namun tetap saja jika dia menerima misi secara mendadak seperti itu dia mungkin saja mengalami serangan jantung.
Di misi itu, Rizaldi disuruh membuat 500 kali umpan dan membuat 10 peluang entah itu menjadi gol ataupun tidak. Rizaldi tidak mengalami masalah dengan itu, namun ada satu misi yang membuatnya sedikit kebingungan dan akhirnya berekspresi seperti orang yang sedang berjuang di atas Toto.
Misinya adalah, Rizaldi harus melakukan diving dan harus sukses menjadi sebuah keuntungan untuk dirinya dan tim.
Tentu saja ini membuat dirinya bingung dan heran, baru kali pertamanya dirinya mendapatkan misi yang mengharuskan dirinya melakukan diving. Diving adalah hal yang memang lumrah di permainan sepakbola, namun bukan berarti itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan.
Biasanya seseorang melakukan diving untuk mendapatkan keuntungan dari ketidakberuntungan mereka, namun keuntungan itu juga ada faktor lain yang mendukungnya yaitu wasit yang bertugas. Kadang ada wasit yang tidak melihat dengan jelas kejadian di lapangan dan memberikan keuntungan pada pemain yang melakukan diving, namun ada juga kadang wasit yang sangat tegas dan tahu betul blangsak pemain yang sering melakukan diving dan wasit itu tidak akan segan-segan mengasih kartu untuk pemain itu.
Rizaldi tidak pernah melakukan diving selama ini, dia memang sering dilanggar namun dia tidak pernah menjatuhkan diri dengan sengaja. Namun dia harus melakukannya hari ini, atau kalau tidak dia malah harus mendapatkan hukuman dari sistem karena tidak berhasil menyelesaikan semua misi yang diberikan oleh sistem kepada dirinya.
[Lakukan passing sebanyak 500 kali]
[Buat 10 peluang]
[Lakukan diving dan berhasil membuat keuntungan untuk tim]
__ADS_1
[Hadiah: Skill Card Grade B]
[Hukuman: Sistem tidak bisa diakses selama 7 hari]
"Arhhhh! Kenapa jadi seperti ini?" Rizaldi membuang nafas panjang setelah sekali lagi melihat misinya hari ini.
Peluit ditiup wasit, tim lawan sudah mulai melakukan kick-off. Pemain Jayapura Black Diamond terlebih dahulu memainkan bola di sekitar daerah pertahanan mereka. Bola terus bergulir kesana kemari selama beberapa menit, beberapa kali pemain Jayapura Black Diamond ingin menyerang pertahanan Pengambangan Cananga Youth, namun rapatnya barisan membuat mereka kembali mengalirkan bola ke belakang lagi.
Bola lalu ada di kaki Beni Bonsapia, dia mengkomandoi para rekannya untuk melaksanakan strategi yang sudah disiapkan oleh Coach Tiago Anderson. Rizaldi maju untuk berhadapan dengan Beni Bonsapia, namun Beni dengan mudah melewatinya, bahkan Beni berhasil melewati Zaki yang juga ikut menghadang dirinya.
Beni melihat ke sisi kanan dan kiri, melakukan scanning area, mencari posisi rekan-rekannya yang bisa ia kasih bola dan membuat peluang. Pilihannya tertuju kepada Emanuel Bonai yang sudah berlari lebih dulu sebelum Beni Bonsapia melakukan umpan mendatar yang begitu matang.
Bola mendarat dengan mulus di kaki Emanuel Bonai, Emanuel langsung saja melakukan sprint menusuk pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth dengan sangat cepat, lalu dia berikan umpan cut-back ke depan mulut gawang.
Ferdinand Pahabol yang sudah menunggu di sana langsung menyontek bola itu, namun sayangnya masih bisa ditepis oleh Derry kiper Pengambangan Cananga Youth dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Tendangan penjuru diambil oleh Emanuel Bonai, bola melengkung indah mencari-cari kepala Ferdinand Pahabol. Namun Derry dengan baik membaca arah bola, dia maju dan langsung menangkap bola itu tanpa kompromi, sempat dia terbentur dengan Ferdinand Pahabol namun tidak terlalu sakit nampaknya.
Derry langsung menendang bola kedepan, bola berhasil diterima oleh Martin namun sayangnya kontrolnya kurang bagus sehingga berhasil diambil lagi oleh pemain Jayapura Black Diamond. Bola sekali lagi didapatkan oleh Beni Bonsapia, sekali lagi mereka build-up serangan dan sama seperti sebelumnya, serangan dimulai dari sisi sayap yang ada Emanuel Bonai di sana.
__ADS_1
Sama seperti sebelumnya pergerakan cepat Emanuel Bonai tidak bisa dihalau oleh pemain belakang Pengambangan Cananga Youth, namun tidak seperti sebelumnya yang melakukan umpan cut-back, Emanuel Bonai sekarang melakukan tendangan plesing ke sisi jauh gawang.
Derry kembali menunjukkan kepiawaiannya, dia berhasil menepis bola itu dan meninjunya ke atas untuk mengamankan gawangnya. Sekali lagi tim Jayapura Black Diamond harus gigit jari.