Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 84: Training Day


__ADS_3

Karena sudah sampai di tahap quarter-final atau perempat final, persiapan seluruh tim yang berlaga lebih ketat dari tahap-tahap sebelumnya. Termasuk juga pasukan Pengambangan Cananga Youth, mereka kini berlatih lebih keras dari pada sebelumnya.


Jika sebelumnya mereka hanya latihan kebugaran dengan sedikit mempelajari taktikal, kini mereka tidak hanya latihan fisik kebugaran dan taktikal saja. Mereka benar-benar mendorong diri mereka sangat jauh. Ini mereka lakukan, karena mereka tidak ingin langkah mereka terhenti hanya sampai di sini saja.


Apalagi status mereka sebagai juara bertahan mengharuskan mereka untuk selalu menampilkan penampilan terbaik mereka, tekanan itu selalu mereka bawa hingga mereka sampai ke titik ini. Pastinya sangat tidak nyaman bermain sambil membawa beban yang berat seperti itu, namun mereka membuktikan bahwa mereka adalah sang juara bertahan sejati.


"Kita tetap akan menggunakan formasi 4-2-1-3 yang sudah kita sempurnakan menjadi sebuah formula. Galih dan Bagas akan menjadi bek central dan juga menjadi orang yang build-up serangan dari bawah. Romeo dan Zaki yang akan menjadi double pivot, Zaki berperan sebagai Anchor sama seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Lalu Axel dan Fauzi tetap melakukan tugas kalian di sisi Flank!"


"Yes Coach!"


"Lalu Martin dan Rizaldi, kalian berdua adalah tumpuan dari serangan kita, terlebih untuk Rizaldi yang memiliki peran sebagai pemimpin orkestra permainan tim kita. Semuanya bergantung pada dirimu Rizaldi"


Mendengar ucapan Coach Satria membuat Rizaldi sedikit terdiam untuk sejenak, namun dia tidak tertekan ataupun takut. Rizaldi malah bersemangat mendengar sebuah tantangan itu. Bagi Rizaldi, hal ini membuat dirinya bersemangat dan ingin melakukan pembuktian pada rekan-rekan dan lawan-lawannya di lapangan kalau dia juga adalah salah satu singa yang harus mereka perhatikan.


Apalagi kemunculan sosok Tori Marukawa di Sugar Crossed FC, menambahkan daftar rival Rizaldi Fatah setelah Yoga Hilmawan. Apalagi Tori Marukawa gaya permainannya sama persis seperti Rizaldi, seorang pemain lapangan tengah yang mengatur para rekan-rekannya. Karena itu Rizaldi sangat bersemangat untuk melakukan kompetisi dengan sosok Tori Marukawa.


"Saya siap menjalankan semua tugas itu Coach!" ucap Rizaldi dengan wajah yang penuh akan keyakinan.


Coach Satria Hutama tersenyum melihat semangat Rizaldi, dia lalu memberikan instruksi kepada seluruh anak didiknya untuk melakukan latihan sesuai dengan yang sudah dirinya siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Mengingat musuh yang akan mereka hadapi yaitu Surabaya Force Warlord, tentunya Coach Satria Hutama tidak ingin meremehkan mereka. Apalagi Surabaya Force Warlord adalah tim yang berhasil menjuarai I-Youth sebanyak 7 kali, tentunya kualitas mereka tidak main-main.


Surabaya Force Warlord merupakan tim pengembangan pemain muda yang dimiliki oleh tim Surabaya Verde Warlord yang bermain di I-LEAGUE divisi utama. Karena prestasi tim utama dan tim pengembangan pemain muda mereka yang sangat bagus, maka permainan dan pemain mereka juga tidak kalah bagusnya.


Setiap tahunnya mereka bisa menciptakan para pemain hebat di tim mereka dan ada beberapa diantara mereka yang bermain di tim utama dan menjadi bintang, ada pula yang bermain di tim lain namun kemampuan mereka juga tidak kalah hebatnya.


Tim Surabaya Verde Warlord juga dinilai hebat dengan kemampuan negosiasi mereka, sehingga mereka bisa mendapatkan pemain yang mereka inginkan dengan sangat mudah. Belum lagi tim Scout mereka yang tersebar di seluruh Indonesia, ini memudahkan mereka untuk mencari bibit unggul sepakbola Indonesia bahkan sampai masuk ke pedalaman sekalipun.


Selain punya talenta lokal yang berbakat, tim Surabaya Force Warlord pun memiliki pemain asing yang tidak kalah berbakat. Salah satunya penyerang mereka yang merupakan legiun asing yaitu Arthur Cunha.


Arthur Cunha adalah pemain muda berbakat asal Brazil yang di kontrak oleh Surabaya Force Warlord. Sebelumnya Arthur Cunha bermain untuk tim usia muda Fluminense yang bermain di liga Serie-A Brazil.


Selain Arthur Cunha. Surabaya Force Warlord FC memiliki senjata lain, yaitu pemain tengah mereka yang menjadi salah satu pemain tengah terbaik di musim lalu. Berkat pemain ini, kedalaman lini tengah Surabaya Force Warlord FC benar-benar terjaga dengan sangat baik, bahkan mereka berhasil berlari hingga semifinal dan hampir saja mengalahkan musuh mereka saat itu.


Nama pemain itu adalah Bima Satya. Pemain bernomor punggung 6 asal Surabaya Force Warlord, yang digadang-gadang menjadi pemain terbaik di Surabaya Force Warlord dan kemungkinan akan dipilih seleksi untuk masuk ke timnas berkat permainannya yang selalu konsisten.


"Arthur Cunha dan Bima Satya memang pemain hebat mereka, namun jangan lupakan pemain yang lainnya juga. Kedalam skuad Surabaya Force Warlord FC lebih bagus daripada kita, jadi jangan sampai kalian meremehkan mereka" Coach Satria mewanti-wanti mereka semua.


Lalu Rizaldi bertanya soal formasi yang akan digunakan oleh tim lawan. Coach Satria membuka smart-pad miliknya dan mulai memperlihatkan kepada mereka semua soal Surabaya Force Warlord FC yang dimana, di sana juga terlihat formasi yang sering digunakan oleh tim Surabaya Force Warlord.

__ADS_1


"Kemungkinan besar mereka akan menggunakan formasi 3-2-3-2 dengan build-up serangan lewat umpan-umpan pendek yang langsung menusuk jantung pertahanan kita, tetapi tenang saja jika kalian mengikuti rencana ku, aku pikir kalian bisa mengatasi itu semua" ujar Coach Satria yang menjelaskan soal formasi yang digunakan oleh tim lawan pada anak-anak yang lainnya.


Lalu mereka semua pun kembali berlatih sesuai dengan menu latihan yang sudah disiapkan oleh tim staf Coach Satria, mereka tidak ingin berhenti di tahap ini makanya mereka akan bersungguh-sungguh dalam berlatih hari ini.


Setelah seharian berlatih, mereka kembali ke hotel dengan perasaan lega setelah mereka membersihkan diri dan menyantap hidangan makan malam yang telah disediakan oleh pihak hotel sebelumnya. Tinggal menghitung hari saja, sebelum mereka akan meninggalkan tempat ini, karena tanpa mereka sadari setelah ini mereka akan menghadapi semifinal dan final.


Para pemain Pengambangan Cananga Youth mengingat saat pertama kali mereka datang kemari, apalagi saat mengingat kejadian yang dialami oleh Rizaldi di hari pertamanya berada di Jakarta.


Telinga mendengung serta lupa menyetel ulang jam di smartphonenya dengan waktu bagian Jakarta adalah kesialan yang dialami oleh Rizaldi pada saat pertama kali datang kesini. Bahkan saat pertandingan pertamanya melawan tim Jayapura Black Diamond FC, Rizaldi turun dalam keadaan tidak fit karena telinganya masih berdengung kala itu. Namun walaupun begitu, Rizaldi tetap bisa menunjukkan performa terbaiknya pada pertandingan hari itu.


Karena mereka latihan lebih lama dari biasanya, jadi malam ini mereka kali ini bebas dan tidak ada kegiatan. Jadi mereka menghabiskan waktu mereka dengan bermain kartu uno di sebuah meja besar yang ada di lobby.


Martin, Fauzi, Zaki, Romeo, Derry, Axel dan Rizaldi juga bermain kartu uno di meja yang lainnya, mereka melakukan sedikit kompetisi di sana. Namun dalam dua kali putaran, Derry berhasil menjadi pemenangnya.


Kini masuk ke putaran ketiga dan masih tidak ada yang menang. Namun kartu di tangan Rizaldi sudah tersisa dua, dia membaca wajah teman-temannya namun begitu sulit karena mereka selalu menggunakan poker face yang membuat Rizaldi sedikit kebingungan.


"Aku tahu kau pasti tidak memiliki ini" ucap Martin dan dia lalu melemparkan kartu 2 yang berwarna merah.


Di giliran selanjutnya, Rizaldi harus mengeluarkan kartu berwarna merah pula atau kartu nomor 2. Rizaldi melihat ke kartu yang dipegangnya dan dia tertawa, tertawanya Rizaldi membuat yang lain bingung sekaligus was-was.

__ADS_1


"Terimakasih banyak atas kebaikannya, Martin!" Rizaldi lalu menaruh kedua kartu miliknya yang merupakan kartu nomor 2 berwarna kuning dan biru sehingga membuat Rizaldi bisa menaruhnya dan menjadikannya sebagai pemenang.


__ADS_2