Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 103: Penentuan


__ADS_3

Gol dari Axel Raihan yang memanfaatkan assist cantik dari Rizaldi Fatah di menit ke-78 tadi, membuat skor kembali berubah. Kini skor sekarang sudah 2-2 dan membuat asa pemain Pengambangan Cananga Youth untuk lolos ke babak final semakin terbuka lebar. Setelah gol tadi itu, pemain Pengambangan Cananga Youth kembali mendapatkan harapan kalau mereka bisa memenangkan pertandingan pada hari ini.


Sedangkan, tidak sedikit dari pemain Sugar Crossed FC yang mulai khawatir akan hal ini. Mereka khawatir jika skor tetap tidak berubah 2-2 saja dan memasuki ekstra time atau malah babak adu penalti. Walaupun sebenarnya mereka masih sedikit yakin bisa mengalahkan Pengambangan Cananga Youth jika bermain di babak itu, tetapi tetap saja pemain Pengambangan Cananga Youth lebih berpengalaman di kedua babak itu dan memiliki persentase kemenangan yang tinggi.


Tetapi yang paling mereka takutkan adalah, tim Pengambangan Cananga Youth bisa saja melakukan comeback gemilang. Sebab, dengan gol itu tadi kepercayaan diri mereka kembali mereka dapatkan dan bisa saja para pemain dari Pengambangan Cananga Youth lebih termotivasi untuk mencetak gol balasan di sisa waktu ini.


Karena memikirkan hal itu, banyak pemain Sugar Crossed FC yang sudah mulai lesu, tidak berdaya dan seolah mengatakan kalau mereka sudah menyerah. Bahkan mereka sangat lambat membawa bola ke ketengah lapangan untuk melanjutkan pertandingan, sebelum akhirnya bola langsung direbut oleh Yoga Hilmawan yang kesal melihat sikap rekannya yang sudah ingin menyerah begitu saja.


"Kalian dasar tidak berguna! Begitu saja kalian sudah ingin menyerah" ucap Yoga mengomentari rekan-rekannya yang sudah lesu itu.


Tentu saja mereka tidak terima dikomentari seperti itu oleh Yoga Hilmawan, mereka mengata-ngatai Yoga Hilmawan dengan ungkapan yang buruk sekali namun Yoga Hilmawan tidak peduli dan tetap saja membawa bola ke tengah lapangan. Di sana sudah ada Tori Marukawa yang tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Yoga Hilmawan tadi.


"Siap membalas gol mereka?" Marukawa bertanya yang langsung dijawab oleh Yoga dengan tatapan tajam ke arah para pemain Pengambangan Cananga Youth.


"Aku lebih dari siap untuk menghancurkan mereka" ujar Yoga Hilmawan dan ia pun menendang bola ke Tori Marukawa, sebelum akhirnya dia berlari begitu cepat menuju arah depan.


Tori Marukawa berseru ke rekan-rekannya yang lain. "Oii! Kalian benar-benar sudah menyerah kah? Sayang sekali, padahal waktu masih tersisa cukup banyak"


Setelah berucap seperti itu Tori Marukawa dengan senyumnya langsung menggiring bola kedepan, dengan kemampuan skill individunya. Dia mampu melewati Rizaldi, Zaki bahkan Romeo yang mencoba untuk menghadang dirinya.


Karena aksinya itu, Galih terpancing untuk menghadang Tori Marukawa, namun ternyata itu adalah set-up yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Marukawa. Bagas terlambat menyadarinya, dia menyadari set-up itu setelah Galih yang maju menghadang Marukawa, namun dia gagal karena Marukawa memberikan umpan lob yang indah. Saat dirinya mencoba mengikuti arah bola itu, ternyata bola mengarah ke Yoga Hilmawan yang sudah melakukan ancang-ancang untuk melakukan tendangan first-time volley.


"Dia akan melakukannya dari sudut itu?" Bagas terkejut melihat apa yang akan dilakukan oleh Yoga Hilmawan.


Derry yang melihat itu tidak langsung maju, dia tetap bertahan di posisinya dan mencoba untuk menghalau tendangan yang akan dilakukan oleh Yoga Hilmawan.


Bola pun mendarat tepat di kaki Yoga Hilmawan yang langsung bisa ia lakukan tendangan first-time volley. Bola meluncur dengan sangat deras ke sisi yang berlawanan dari Derry Yanuar. Derry pun melakukan perjuangan terakhirnya dengan membuang badan dan langsung berusaha menyentuh bola yang meluncur deras, ia bisa rasakan bola sempat tersentuh jarinya namun itu tidak bisa merubah arah bola dan bola tetap masuk ke dalam gawang dan membuat skor menjadi 3-2 hanya dalam hitungan detik saja semenjak gol penyeimbang tadi.


Pemain Sugar Crossed FC langsung berteriak setelah gol itu, tim official mereka juga merayakan gol spektakuler dari Yoga Hilmawan, bahkan pelatih mereka sampai garuk-garuk kepalanya yang pelontos.


Yoga Hilmawan sendiri langsung berlari ke arah tribun tempat supporter Pengambangan Cananga Youth berada dan dia melepas jerseynya dan berteriak di depan ribuan fans Pengambangan Cananga Youth yang tentu saja tidak terima dengan gol itu.

__ADS_1


Tori Marukawa ikut merayakan gol indah tadi, dia menggandeng Yoga Hilmawan sambil ikut berteriak bersamanya. Pemain yang lain ikut merayakan pula walaupun mereka cukup sungkan dengan apa yang mereka lakukan tadi.


Wasit memberikan kartu kuning untuk Yoga Hilmawan yang telah melepas jerseynya, itu memang hal yang tidak boleh dilakukan oleh pemain saat merayakan selebrasi gol. Yoga Hilmawan tidak peduli dan dia masih saja berteriak-teriak, meminta fans Sugar Crossed FC lebih semangat lagi untuk menyemangati dirinya dan tim.


Pemain Pengambangan Cananga Youth sekali lagi tertunduk, situasi ini sangat membuat mereka cukup buruk. Mereka baru saja bisa menyamakan kedudukan namun baru beberapa detik saja, mereka kembali tertinggal walaupun tertinggal satu gol saja. Dan dalam sisa waktu yang kurang dari sepuluh menit lagi, mereka harus bisa menyamakan kedudukan atau lebih bagus lagi mereka bisa membalikkan keadaan.


"Ayo teman-teman, kita masih punya waktu untuk membalas gol tadi!" ujar Rizaldi mencoba untuk menyemangati rekan-rekannya yang lain dan mereka kembali melanjutkan permainan dengan tujuan yang masih sama.


Di sisa waktu ini, intensitas permainan semakin meningkat. Pemain Sugar Crossed FC merasa mereka sudah harus bertahan untuk mempertahankan keunggulan mereka, di saat pemain Pengambangan Cananga Youth bermain lebih menyerang untuk mencari gol penyeimbang. Di saat itulah banyak pemain Sugar Crossed FC yang langsung menjatuhkan pemain Pengambangan Cananga Youth untuk menggagalkan upaya dari Pengambangan Cananga Youth untuk menyamakan skor.


Setiap pemain Pengambangan Cananga Youth membawa bola, mereka pasti langsung dijatuhkan oleh pemain Sugar Crossed FC dengan melakukan tekel ataupun tarikan-tarikan yang disengaja. Karena itu sempat beberapa kali terjadi perselisihan dan hampir terjadi baku hantam antar pemain.


Saat itu Axel Raihan sudah berhasil masuk ke lini pertahanan tim Sugar Crossed FC, namun saat dia melakukan satu gerakan untuk mengecoh lawannya dan membawanya adu sprint, dia langsung ditarik sehingga dirinya langsung terjatuh dan itu membuat Axel Raihan marah besar.


"Axel, Axel tahan dirimu. Kau hanya mendapatkan kerugian jika kau meladeni tingkah mereka. Mereka sengaja memancing emosi kita untuk membuat kita rugi" ujar Rizaldi mengingatkan Axel yang sudah marah itu.


Axel yang sempat protes keras pada wasit dan sempat melakukan dorongan kasar pada pemain yang melanggarnya tadi sedikit melunak, dia sadar dengan apa yang dikatakan oleh Rizaldi dan akhirnya dia sedikit tenang.


Rizaldi lebih memilih untuk memberikan umpan ke dalam kotak penalti. Dia tidak yakin kalau dia bisa melakukan sedikit ancaman dari sudut dan jarak seperti itu. Dia sedikit melihat-lihat sosok siapa yang akan ia tuju dan tujuannya mulai terlihat yaitu Martin.


Sebelum memulai tendangan bebasnya, Rizaldi sempat memberikan pesan pada Axel jika bola ini tidak masuk dan menjadi tendangan sudut setelahnya, Axel harus berlari cepat mengikutinya. Walaupun Axel tidak mengerti akan hal itu namun dia tetap saja mengiyakan apa kata Rizaldi.


Peluit wasit sudah didengar olehnya, Rizaldi melakukan tendangan bebasnya. Dia memberikan umpan silang yang melengkung dan mengarah langsung ke depa Martin. Martin tahu apa maksud dari Rizaldi itu, dia pun berlari dan langsung melakukan header tajam ke gawang tim Sugar Crossed FC, tetapi sayangnya sundulan tajam itu masih bisa ditepis oleh kiper Sugar Crossed FC dan menjadikannya tendangan sudut untuk Pengambangan Cananga Youth.


Martin yang tidak percaya sundulannya masih bisa ditepis langsung memegangi kepalanya dan beberapa kali dia menggeleng karena masih tidak terima akan kenyataan pahit itu, tetapi Rizaldi langsung berlari untuk mengambil tendangan penjuru. Axel teringat akan pesan Rizaldi tadi sehingga dia langsung mengikuti Rizaldi ke sisi lapangan.


Rizaldi tersenyum karena Axel sudah mengerti apa maksudnya tadi, dia langsung memberikan umpan pendek ke Axel yang langsung mengejutkan semua pihak karena pemain Sugar Crossed FC mengira Rizaldi akan memberikan umpan ke dalam kotak penalti.


"Berikan bolanya ke sini Axel!" ucap Rizaldi meminta kembali bola.


Axel tidak banyak berpikir, dia langsung melakukan apa yang dipinta oleh Rizaldi. Rizaldi langsung berlari melakukan cut-inside dan ia langsung melakukan tendangan plesing ke tiang jauh gawang sama yang sering Arjen Robben lakukan selama ia membela Bayern Munchen.

__ADS_1


Dan tendangan plesing itu berhasil menjadi gol, kiper lawan tidak siap akan hal itu dan bahkan bek-bek tim Sugar Crossed FC tidak ada yang dapat memblokir bola yang berputar dengan cepat menuju ke sudut gawang itu.


Banyak pemain Pengambangan Cananga Youth berlari ke arah Rizaldi untuk merayakan gol itu, namun Rizaldi malah berlari ke gawang lawan untuk mengambil bola yang akan ia taruh langsung ke tengah lapangan untuk mempersingkat waktu. Gol itu tercipta di menit ke-89, dan tidak lama setelah itu tambahan waktu pun diberikan sebanyak 4 menit. Mereka punya waktu 4 menit untuk mempertahankan skor dan memaksa tim Sugar Crossed FC untuk bermain di babak tambahan waktu, atau mereka bisa merubah skor sekali lagi dan merubah skenario pertandingan.


Tetapi sepertinya pemain Pengambangan Cananga Youth tidak ingin bermain di ekstra-time. Mereka ingin menyudahi hari ini dengan kemenangan langsung, sehingga di sisa waktu ini mereka terus melakukan tekanan pada tim lawan.


Marukawa cs bukannya menyerah begitu saja pula, mereka coba berkali-kali untuk melancarkan serangan karena mereka juga tidak ingin bermain di babak ekstra-time. Tetapi rapatnya barisan pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth membuat mereka sedikit kesusahan untuk membongkarnya.


Hingga pada akhirnya saat Marukawa hendak memberikan passing ke Yoga, Rizaldi yang bisa membaca hal itu langsung melakukan intercept dan langsung membawa bola dengan sisa tenaganya ke depan gawang lawan.


Rizaldi dalam keadaan lebih unggul, karena hanya ada satu pemain yang tinggal untuk menjaga pertahanan, yamg berhasil ia lewati dengan mudah dan menyisakan penjaga gawang Sugar Crossed FC saja. Tetapi Yoga yang memiliki harga diri tinggi dan tidak ingin kalah dari Rizaldi dan Pengambangan Cananga Youth, tiba-tiba ada dibelakang Rizaldi, mengejarnya dengan sangat cepat.


Yoga mencoba menarik-narik jersey Rizaldi untuk membuatnya jatuh, tetapi Rizaldi masih bisa stabil dan tetap membawa bola ke dalam kotak penalti tim lawan. Kali ini bukan hanya Yoga yang berniat menghentikan pergerakan Rizaldi, kiper Sugar Crossed FC pun ikut berlari menghadang Rizaldi.


Kiper Sugar Crossed FC langsung melakukan slide tackle dari depan untuk menghentikan Rizaldi, melihat itu Yoga yang sudah frustasi dan tidak ingin kalah itu langsung melakukan tekel dari samping dengan niatan untuk mengambil bola. Namun ternyata tekel keras Yoga tadi mengenai kaki Rizaldi dan tekel dari kiper Sugar Crossed FC juga mengenainya sehingga membuat Rizaldi terjatuh dan langsung berteriak kesakitan.


Wasit langsung menyatakan titik putih dan memberikan kartu kuning kedua untuk Yoga Hilmawan yang menjadikannya kartu merah. Pemain Sugar Crossed FC yang lain menyatakan protes keras pada wasit, sedangkan pemain Pengambangan Cananga Youth langsung marah besar dengan apa yang dilakukan oleh Yoga Hilmawan pada Rizaldi tadi. Bahkan Axel hampir saja memukul Yoga jika saja Fauzi tidak menghentikannya.


Rizaldi masih tergeletak di lapangan, dia merasakan sakit yang luar biasa di kakinya setelah mendapatkan hantaman keras dari kedua sisi tadi. Wasit memanggil tim medis untuk menandu Rizaldi ke sisi lapangan dan mendapatkan perawatan.


Yoga Hilmawan merasa tidak terima dengan keputusan wasit, dia bahkan menendang botol minum sambil berjalan menuju ruang ganti sebagai ungkapan rasa kesalnya. Di sisi lain, pemain Pengambangan Cananga Youth yang lain mulai khawatir dengan kondisi yang dialami oleh rekan satu tim mereka itu.


Hantaman yang Rizaldi terima cukup keras sehingga mereka khawatir kalau Rizaldi malah cidera serius karena hal itu tadi. Tetapi setelah dilakukan sedikit perawatan, Rizaldi kembali bisa berdiri namun dia masih merasakan sakit di kakinya saat mencoba untuk berdiri.


"Kau yakin masih sanggup untuk melanjutkan pertandingan?" ucap sang tenaga medis


"Ya!" jawab Rizaldi singkat lalu dia kembali masuk ke dalam lapangan setelah diberikan perawatan, tetapi rasanya kakinya sangat sakit namun Rizaldi mencoba menutupinya agar tidak membuat rekan-rekannya yang lain khawatir.


Penalti pun dilakukan, Rizaldi padahal diminta rekan-rekannya untuk mengambil penalti namun dia menolak. Rizaldi khawatir kakinya yang masih bermasalah malah membuat kesempatan emas terbuang sia-sia. Akhirnya Martin lah yang mengambil tendangan penalti.


Martin tenang sekali dalam mengeksekusi penalti, bahkan dia berhasil mengecoh kiper Sugar Crossed FC untuk bergerak ke arah yang berbeda dari tendangannya. Karena gol itu tadi menyudahi perjuangan Sugar Crossed FC di babak semifinal ini, Martin berhasil mencetak gol penentu kemenangan tim Pengambangan Cananga Youth.

__ADS_1


__ADS_2