
Hari ini, perasaan Rizaldi Fatah sedikit lebih cerah. Cerahnya mengalahkan betapa cerahnya hari ini, bahkan Salma dan Dery yang melihat betapa cerahnya wajah dan senyum Rizaldi sedikit merasa heran karena biasanya Rizaldi tidak seaneh hari ini.
Dery pun bertanya pada Rizaldi akan apa yang terjadi dengan dirinya itu. "Apa ada hal baik terjadi pada dirimu sobat akhir-akhir ini?"
Rizaldi menoleh ke Dery, senyumannya masih tetap tercetak di wajahnya itu namun dia diam saja dan kembali bersikap seperti itu selama beberapa menit kedepan.
Dery semakin kebingungan, dia menoleh ke arah Salma dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir dengan apa yang menimpa sahabat baiknya itu. Lalu giliran Salma yang bertanya pada Rizaldi.
"Rizal" Salma menyebut namanya dengan lemah lembut, seperti suara seorang permaisuri yang memanggil belahan jiwanya.
Rizaldi menoleh, masih dengan senyumannya yang menurutnya adalah senyuman paling hangat sedunia. Padahal dengan ekspresi seperti itu, Rizaldi tidak sadar kalau dia malah lebih mirip seperti tokoh-tokoh penjahat psikopat berdarah dingin yang sering ada di film-film atau novel-novel ber-genre slasher.
Bahkan setelah melihat senyuman itu, Salma tidak jadi bertanya padanya. Dia lebih dulu takut melihat senyumannya Rizaldi, sebelum dia mampu untuk bertanya pada Rizaldi tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Akhirnya mereka berdua menyerah, mereka berdua membiarkan saja Rizaldi yang sedang asyik dengan dunianya sendiri. Sampai pada akhirnya bel tanda berakhirnya semua kegiatan belajar mengajar di sekolah pun berbunyi dengan sangat nyaring sekali.
Dery sudah bersiap pergi ke tempat latihan, karena hari ini adalah hari tim-A latihan. Tim-A tidak seperti tim-B yang latihan hampir setiap hari, mereka hanya latihan empat kali dalam satu minggu.
Pada saat itulah, Rizaldi menghadang Dery yang hendak keluar kelas. Tentunya hal ini membuat bingung Dery, ini sudah bukan Rizaldi lagi menurut Dery.
"Kau kenapa sobat malah menghadangku seperti itu, kau tidak biasanya seperti ini"
"Kau mau latihan ya Dery?"
Dery menatap Rizaldi penuh selidik, dia benar-benar kebingungan dengan sikapnya Rizaldi hari ini. Tetapi, Dery tidak ingin terlalu memikirkan hal yang tidak penting itu. "Ya. Hari ini ada latihan, karena hari minggu nanti kami akan melawan Graha City FC"
"Aku boleh ikut ke tempat latihan?" pertanyaan mendadak Rizaldi ini kembali membuat Dery terkejut. Kali ini dia benar-benar merasa heran sekaligus takut dengan apa yang terjadi pada sahabatnya yang satu ini.
"Tunggu sebentar" ujar Dery, dia lalu mendatangi Salma yang sedang asik membersihkan meja belajarnya dari alat-alat tulis dan buku-buku miliknya. "Ikut aku sebentar!" Dery langsung menarik lengan Salma cukup kencang, membawanya sedikit agak menjauh dari Rizaldi agar dia tidak bisa mendengar apa yang mereka berdua akan bicarakan.
"Ada apa Dery? Kamu kenapa menarik aku seperti itu?" Salma terlihat sedikit kesakitan, dia mengelus-elus lengan kecilnya yang berwarna putih bersih itu.
__ADS_1
Dery menyadari apa yang ia lakukan. "Maafkan aku" ucapnya dengan sedikit menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan pada gadis lemah lembut itu.
"Aku tidak apa-apa" Salma menggelengkan kepalanya pelan. "Lalu ada apa Dery?"
"Teman mu yang satu itu bersikap sangat aneh hari ini. Apakah ada terjadi sesuatu pada kalian berdua?"
Salma sedikit memiringkan kepalanya, matanya mengarah ke atas tepatnya ke langit-langit lorong kelas. "Tidak ada kurasa, kami seperti biasanya kok" jawab Salma setelah sedikit memutar balik peristiwa yang terjadi pada dirinya dan Rizaldi beberapa waktu belakangan ini. "Tetapi memang dia agak aneh hari ini"
"Kau pun merasa begitu kan. Aku kira ada suatu hal yang terjadi pada kalian berdua yang membuat dia seperti itu" Memang sepertinya Dery mengucapkan suatu kata yang terlihat biasa saja, namun sebenarnya makna dari pertanyaannya itu sangat bersayap dan dia memang mengarahkan ke arah persoalan percintaan.
Dery mengira kalau Rizaldi dan Salma mengalami sedikit kemajuan dalam urusan asmara mereka. Dery juga tahu perasaan kedua sahabatnya itu yang sama-sama memiliki rasa, namun mereka berdua tidak ingin jujur dengan perasaan mereka dan lebih memilih memendamnya dalam diam saja. Jadi, Dery berpikir kalau Rizaldi melakukan sedikit inisiatif dan membuat Salma terkejut sehingga terjadilah yang ia lihat hari ini pada diri Rizaldi.
Salma langsung panik, dia ingin menjawab tuduhan Dery namun dia terlanjur panik sehingga agak kesulitan untuk mengendalikan dirinya.
"Tidak ada yang seperti itu!" itu saja yang bisa Salma ucapkan, dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena merasa malu.
"Tetapi, sikapnya Rizaldi tidak mencerminkan hal itu Salma! Dia seperti orang yang baru saja putus cinta"
"Tidak...tidak...tidak. Aku tidak mau mendengarkannya. Bukan aku pelakunya" kali ini Salma menutupi daun telinganya.
"Hei teman-teman, apa yang sedang kalian bicarakan" Suara Rizaldi langsung mengagetkan mereka berdua, karena keberadaannya yang secara tiba-tiba itu.
"Tidak ada!" ucap Dery dan Salma bersamaan.
Rizaldi jadi kebingungan dengan mereka berdua, namun sepertinya dia tidak terlalu memperdulikan hal itu. "Kita jadi pergi kan Dery?"
Dery melihat jam tangannya dan dia langsung terkejut karena dia sudah hampir terlambat untuk masuk latihan. "Ayo sobat kita pergi sekarang" Dery berlari di lorong untuk menghemat waktunya.
Rizaldi pun mengikutinya, namun sebelum itu dia memohon maaf kepada Salma karena dia tidak bisa menemani dirinya sampai jemputannya sampai.
...****************...
__ADS_1
Setelah dengan begitu cepat menggeber motor Harley Davidson di jalanan. Dery dan Rizaldi pun akhirnya sampai di PPC. Di parkiran sudah terlihat banyak motor dari anak-anak lain karena jam masuk latihan yang sudah sebentar lagi.
"Kau latihan disebelah sana kan sobat, jadi aku masuk duluan ya" Dery berlari cepat ke dalam ruang ganti untuk menggantikan pakaiannya menjadi pakaian latihan.
Ada satu hal yang tidak disadari oleh Dery, karena dia sedang kalut akhirnya dia sedikit tidak bisa berpikir dengan jernih seperti biasanya. Rizaldi Fatah yang dia kira akan pergi ke tempat tim-B latihan, sepertinya dia masih mengekor dengan Dery dan itu tidak disadari oleh Dery.
Dery terus berjalan di lorong menuju ruang ganti tim-A dengan sedikit tergesa-gesa dan masih dalam keadaan tidak sadar akan diikuti oleh Rizaldi yang terus mengekornya. Sampai pada akhirnya dia sampai ke ruang ganti, di sana sudah banyak pemain tim-A yang lain yang sedang mengganti pakaian mereka dan sedikit mendengarkan arahan dan masukan dari sang pelatih yaitu Coach Satria Hutama.
Semua mata tertuju pada Dery yang baru datang itu. Itulah yang dikira oleh dirinya, yang sebenarnya salah besar. Semua mata itu tertuju pada sosok orang yang ada dibelakang Dery, yang masih tidak disadari oleh Dery sama sekali.
"Maaf saya sedikit terlambat" ucap Dery yang menyadari tatapan mereka semua itu, namun dia masih tidak sadar dengan orang yang dibelakangnya. Sosok Rizaldi yang terus mengikutinya.
Zaki dan Axel yang juga melihat Rizaldi itu hanya diam saja, mereka berlagak seperti seolah tidak melihat keberadaannya sehingga Derry tidak curiga sama sekali.
Coach Satria mendekati Dery, beliau menanyakan suatu hal yang penting sekali hari ini pada Dery apakah dia masih mengingat hal itu. Dery mencoba mengingat-ingat, cukup lama dan berusaha keras akhirnya dia ingat dengan apa yang kemarin di sampaikan oleh Coach Satria Hutama.
"Kita kedatangan pemain baru kan Coach hari ini?"
"Ya itu benar sekali Dery, tetapi apakah kau tahu siapa orang yang akan masuk ke tim-A itu?" Coach Satria bertanya lagi.
Tidak ada jawaban sama sekali di kepala Dery saat ini, dia tidak memiliki petunjuk sama sekali dengan pertanyaan Coach Satria itu. "Mungkin pemain rekrutan terbaru dari Akademi Sepakbola yang lain?" jawabnya asal namun sedikit terlihat masuk akal.
"Jawaban mu ada benarnya juga" ujar Coach Satria, wajah Dery jadi sedikit cerah mendengar hal itu namun ternyata ada tapinya. "Tetapi jawaban itu salah. Karena sebenarnya pemain baru kita itu dari tim-B"
Mendengar itu Dery langsung terkejut bukan main. Bukan karena apa, sebab di tim-B dia langsung teringat hanya dengan satu orang. Yah, dia itu adalah sahabatnya yang sedang berjuang mati-matian untuk bisa mengejar dirinya.
Dery jelas sangat yakin sekali kalau sosok yang akan masuk ke tim-A itu adalah Rizaldi Fatah sahabatnya, dan Dery langsung teringat akan keanehan sikap Rizaldi hari ini dan rupanya itu adalah kode kalau memang dia masuk ke tim-A.
Coach Satria tiba-tiba tersenyum dan tertawa yang membuat Dery semakin bingung setelah bingung dengan semua kejadian yang ia alami hari ini.
Coach Satria berkata tetapi pandangan matanya tertuju lurus ke arah Dery, walaupun Dery tidak yakin perkataannya itu ditujukan ke arahnya. "Selamat datang ke tim-A!" ujar Coach Satria.
__ADS_1
Dery membalikkan badannya dan ia melihat sosok Rizaldi Fatah yang sudah dari tadi berada di belakangnya itu. Dery langsung begitu bahagia dan ia langsung memeluk sahabatnya itu yang sudah berhasil masuk ke tim-A, apa yang ia lakukan itu diikuti oleh Zaki dan juga Axel yang merupakan rekan seperjuangannya.
Pemain-pemain yang lain juga memberikan tepuk tangan yang cukup meriah untuk pemain baru itu, namun tidak untuk salah satu pemain yang duduk di pojokan. Dia menatap Rizaldi dengan sangat tajam, seperti ada dendam lama padanya.