
"Apaaaa? Kakak mau pergi ke Korea Selatan!"
Keisha sangat terkejut mendengar kalau kakaknya hendak pergi ke Korea, dia tidak tahu kalau kakaknya harus ke sana karena ada pertandingan internasional. Keisha tidak peduli dengan hal itu, Keisha langsung tertarik begitu saja ketika Rizaldi menyebutkan nama negara yang terkenal dengan teknologi kedokteran paling maju dan juga industri hiburan yang menguasai global selama beberapa dekade.
Banyak orang yang mengenal Korea Selatan hanya dari industri hiburannya saja, misal seperti Boyband dan Girlband atau series drama Korea yang begitu fenomenal. Selain itu ada juga yang kenal dengan negara ini karena negara ini banyak sekali praktik operasi plastik.
Tetapi walau bagaimanapun, Korea Selatan benar-benar negara yang sangat maju di bidang tersebut, bahkan pendapatan terbesar mereka ya dari industri tersebut maka jangan heran.
Keisha tahu hal tersebut, dia tergila-gila dengan budaya Korea semenjak sekolah dasar. Drama Korea, Boyband dan budaya lainnya seperti makanan khas Korea, semuanya dia sukai. Itulah kenapa, Keisha sangat tertarik mendengar kakaknya ingin pergi ke Korea Selatan.
"Aku boleh ikut bang? Boleh kan boleh kan?" Keisha mulai sedikit hilang kendali.
"Apaan sih dek, abang kesana bukannya mau senang-senang atau liburan. Abang kesana karena ada pertandingan" Rizaldi mencoba menjelaskan pada adiknya kalau itu bukanlah main-main.
Tetapi Keisha masih belum mengerti. "Setelah pertandingan kan bisa jalan-jalan sebentar" ucapnya lagi.
Rizaldi mencoba sekuat tenaganya untuk menjelaskan pada Keisha kalau tidak ada waktu untuk hal itu pada saat dirinya di sana, namun Keisha tetap keras kepala dan malah menganggap kakaknya tidak pengertian pada dirinya.
"Abang jahat!" kata Keisha, Keisha marah dan kesal dengan kakaknya itu dan pergi masuk ke dalam kamarnya.
Rizaldi kebingungan harus bagaimana, karena merasa tidak melakukan kesalahan sama sekali akhirnya Rizaldi lebih memilih menghabiskan makan malamnya dengan tenang sambil mendengarkan musik dari smartphone miliknya. Tidak berselang lama ibunya datang sehabis bekerja, Rizaldi langsung saja menawarkan makan malam pada ibunya dan ibunya pun langsung duduk karena merasa sudah begitu lapar.
"Mana adikmu bang?" ucap Ibunya karena melihat hanya ada Rizaldi di situ.
__ADS_1
"Keisha di kamar ma, kayaknya dia lagi kesal sama Izal"
"Kesal? Memangnya kenapa jadi bisa seperti itu?" Ibunya kembali bertanya karena merasa bingung.
Akhirnya Rizaldi pun menceritakan duduk perkaranya seperti apa, ibunya Rizaldi terus mengangguk selama Rizaldi bercerita. Sekarang ibunya tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tahu harus bagaimana untuk menyelesaikan hal ini, ibunya tersenyum sambil berkata. "Tunggu ibu menghabiskan Tahu asam manis ini terlebih dahulu ya"
Rizaldi tidak terlalu mengerti, tetapi dia hanya bisa percaya dengan ibunya saja. Ketika ibunya sudah menghabiskan makan malam, ibunya langsung masuk ke dalam kamar Keisha, Rizaldi hanya bisa menunggu di luar karena ibunya menyuruhnya untuk mempercayakan hal ini kepada dirinya saja.
Cukup lama mereka berdua di dalam dan akhirnya ibunya keluar beserta Keisha yang tertunduk wajahnya. Rizaldi tidak mengerti apa yang terjadi, namun dia melihat ibunya tersenyum dan entah mengapa Rizaldi merasa tenang melihat senyumannya itu, seolah-olah senyuman itu sebuah remedy untuk dirinya.
"Abang!" ucap Keisha.
"Ada apa dek?" Rizaldi sedikit gugup.
Rizaldi jadi lebih lega melihat itu, dia tersenyum sendiri lalu ikut meminta maaf juga. "Maafin abang juga ya dek, lain kali kita pergi ke sana ya, kita liburan"
Mata Keisha langsung berbinar-binar, dia seperti baru saja mendengar hal yang bagus selama hidupnya. "Betul kah bang?"
Rizaldi cuma mengangguk namun senyumannya seolah-olah mengatakan kalau dia serius dan bisa dipercaya, Keisha langsung memeluk abangnya karena merasa begitu senang. Pergi ke Korea Selatan adalah salah satu impiannya, walaupun agak klise namun begitulah impian para pemimpi, Keisha tidak bisa membendung rasa senangnya hanya karena abangnya berjanji akan membawanya ke Korea Selatan suatu saat nanti untuk pergi liburan.
"Tentu saja tidak kita berdua saja, ibu juga harus pergi sama Izal nanti" ucap Rizaldi.
"Ya ibu akan menunggunya"
__ADS_1
...****************...
Besok harinya di airport, Rizaldi teringat akan momen yang terjadi malam tadi yang sampai membuatnya sedikit kesulitan untuk tidur. Namun hari ini akan lebih melelahkan lagi, Rizaldi dan kawan-kawan akan menjalani perjalanan panjang ke Korea Selatan.
Pertama-tama Rizaldi dan yang lainnya akan berangkat dari Bandara Internasional Syamsudin Noor ke Bandara yang ada di Malaysia untuk melakukan transit, barulah mereka akan pergi dari Bandara Malaysia ke Korea Selatan. Rata-rata lama perjalanan yang akan mereka lewati adalah 7 jam lebih, dan tentunya hal itu akan membuat mereka sangat kelelahan.
Belum lagi setelah sampai di Korea Selatan, mereka tidak hanya akan beradaptasi dengan lingkungan dan iklim di sana, mereka juga akan merasakan jet-lag setelah penerbangan.
"Perjalanan panjang adalah mimpi buruk! Aku ingin tidur saja selama perjalanan ini" ucap Martin dan ia langsung mencoba memejamkan matanya begitu saja.
Rizaldi lalu menengok ke sebelahnya, ada Derry di sana. Derry juga sepertinya ingin beristirahat saja selama perjalanan panjang ini, dia mulai memasukkan earphone sebelum akhirnya dia mulai bersantai dan seperti tidak ingin diganggu. Melihat banyak orang yang seperti itu, Rizaldi akhirnya mengikuti alur yang sudah ada, dia pun ikut tidur panjang.
Hingga akhirnya mereka pun tiba di Bandara Internasional Incheon, mereka sudah sampai di Korea Selatan. Hal yang pertama ada di benak Rizaldi pada saat sampai di bandara ini adalah menakjubkan.
Rizaldi tidak salah karena bandara ini adalah salah satu bandara terbaik di dunia, Rizaldi merasakan sekali perbedaan jauh dari bandara-bandara yang ada di Indonesia. Namun dirinya tidak bisa terus-terusan memikirkan hal itu, kali ini dia sudah ada di Korea Selatan dan dia akan fokus untuk melakukan yang terbaik pada saat hari pertandingan.
Kini mereka semua sampai di Kota Incheon, mereka harus menempuh perjalanan 1 jam lagi menggunakan kereta cepat ke kota Seoul yang merupakan ibukota dari Korea Selatan, lalu setelah itu naik kereta cepat lagi selama 2 jam perjalanan untuk sampai ke kota Jeonju. Jeonju sendiri adalah kota yang merupakan basis dari klub sepakbola Jeonbuk Hyundai Motors yang menjadi lawan mereka nantinya.
Hari ini benar-benar sangat melelahkan, perjalanan panjang ini benar-benar melelahkan bagi Rizaldi. Bahkan dia melihat rekan-rekan seperjuangannya yang seumuran dengan dirinya, mereka semua tidak terlihat antusias sama sekali walaupun saat ini berada di luar negeri. Mungkin jika suasana bukan seperti ini mereka sudah menikmatinya, begitu pikir Rizaldi.
Tetapi harus bagaimana lagi, ini adalah salah satu konsekuensi yang diterima oleh Rizaldi setelah memantapkan diri menjadi seorang pemain sepakbola profesional. Dia tidak boleh mengeluh hanya karena perjalanan panjang yang menyita hati dan pikirannya, namun tetap saja bagi Rizaldi hal ini dirasa cukup membuatnya sedikit menderita.
"Sepertinya aku mulai membenci yang namanya perjalanan panjang" ucap Rizaldi lalu dia berjalan pergi ke luar bandara untuk menuju ke stasiun MRT.
__ADS_1