
Minggu latihan telah usai di jalani Rizaldi dan punggawa Pengambangan Cananga FC yang lain, mereka sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan iklim di Korea Selatan yang jauh berbeda dari Indonesia. Di pagi hari ketika mereka melakukan latihan, suhu bisa mencapai 10 derajat celsius, seperti sedang berada di dalam ruangan yang memiliki AC yang sangat besar. Itu dikarenakan, di Korea Selatan saat ini baru saja memasuki musim semi, perpindahan iklim dari dingin ke agak sejuk ini membuat mereka harus bisa beradaptasi dengan baik.
Tetapi mereka sudah mengatasi hal itu, semua latihan sudah mereka hadapi dan selesaikan. Di hari sabtu mereka melakukan rapat game plan seperti biasanya. Dalam pembahasan game plan atau strategi, Coach Giovanni ingin mencoba beberapa hal saat mereka akan melawan Jeonbuk Hyundai Motors di hari Minggu.
Biasanya, coach Giovanni akan menggunakan formasi 4-2-1-3 dengan mengandalkan kekuatan kreatifitas yang dimiliki oleh Kenzo ataupun Rizaldi, untuk melakukan serangan ke kotak penalti tim lawan. Dua holding di belakang Rizaldi bertugas untuk menghalau serangan lawan ataupun memotong aliran-aliran bola yang mengarah ke depan, ini adalah tugas kapten mereka yaitu Adam Sala.
Namun kali ini coach Giovanni ingin tampil sedikit berbeda, dia ingin menggunakan formasi 4-3-3 gaya modern. Dia ingin melihat kemampuan Rizaldi bermain di posisi sayap, dan itu sedikit membuat Rizaldi terkejut. Tetapi walaupun terkejut bukan berarti Rizaldi tidak sanggup melakukan itu, dia malah tidak sabar menunjukkan kebolehannya. Apalagi Rizaldi baru saja memiliki sebuah fitur baru dan pada saat dia membuka pack kartu pemain yang ia beli dari toko sistem, dia memiliki banyak kartu yang menarik di dalam tangannya.
Itulah yang membuat Rizaldi sudah sangat tidak sabar untuk menunggu hari ini, hari di mana pertandingan pertama AFC Champions League dimulai. Partai pertama grup C di AFC Champions League musim akan berlangsung beberapa saat lagi.
Pengambangan Cananga FC tergabung di dalam grup C bersama dengan Jeonbuk Hyundai Motors dari K-League, Changzhou Mighty Lions dari CSL, dan Al-Jazira dari UEA Pro League. Grup ini bisa dibilang grup neraka bagi Pengambangan Cananga. Pasalnya mereka langsung bertemu dengan klub-klub yang memiliki level tinggi di Asia, seperti liga Korea ataupun UEA Pro League yang banyak pemain bintang dari luar bermain di sana.
Contohnya seperti Jeonbuk Hyundai Motors. Mereka adalah pemenang dari liga teratas Korea Selatan yaitu K-League. Tidak hanya pemenang K-League, mereka juga menjadi double winners di musim lalu setelah berhasil memenangkan Piala FA Korea Selatan juga. Berbeda dengan Pengambangan Cananga FC yang hanya menjadi runner-up di I-LEAGUE musim lalu, walaupun mereka berhasil menjuarai Piala Indonesia. Tetapi bertemu dengan double winners menjadi pressure tersendiri bagi tim Pengambangan Cananga FC, ini menjadi tolak ukur apakah mereka sudah berkembang menjadi lebih baik atau belum sama sekali.
Selain Jeonbuk Hyundai Motors yang memiliki catatan impresif di gelaran AFC Champions League musim ini. Al-Jazira dari UEA Pro League juga memiliki catatan yang bagus. Bukan dari catatan raihan titel yang mereka dapatkan di musim lalu bukan, tetapi lebih ke catatan para pemainnya. Al-Jazira memang hanya menduduki posisi 3 di UEA Pro League musim lalu, namun beberapa nama beken di dunia sepakbola ada di klub itu. Sebut saja nama seperti pemain yang pernah menjuarai piala dunia, bermain sebagai penyerang dan sempat menjadi pemain dengan harga termahal pada saat transfer dan juga memiliki gaji tertinggi. Dia adalah Kylian Mbappe.
__ADS_1
Setelah malang melintang di kasta tertinggi persepakbolaan Eropa, di usia 36 tahun ini Kylian Mbappe memutuskan untuk bermain di UEA Pro League. Gaji yang fantastis tentunya menjadi salah satu alasan Mbappe memutuskan untuk pindah, bahkan gajinya di Al-Jazira saat ini mengalahkan gajinya waktu berseragam Real Madrid kala itu. Namun walaupun gagal membawa Al-Jazira mendapatkan titel juara, Mbappe tetap menjadi pencetak gol terbanyak di kasta teratas liga Uni Emirat Arab dengan mencetak gol sebanyak 27 gol dalam satu musimnya bersama Al-Jazira. Mbappe menargetkan yang lebih jauh bersama Al-Jazira di musim keduanya.
Rizaldi bersama yang lainnya sangat bersemangat, suasana di ruang ganti terasa begitu panas padahal suhu saat ini di Korea Selatan sedang dingin-dinginnya. Lalu mereka semua mendengar pemberitahuan di dalam ruang ganti yang menyuruh mereka untuk segera bersiap-siap menuju ke lorong.
"Ayo kawan-kawan sudah saatnya!" ucap Adam Sala dan semua personil Pengambangan Cananga FC langsung berkumpul di dekatnya.
Adam kembali melanjutkan pidatonya sebelum berjalan menuju ke lorong. "Kawan-kawan, kita berada di kandang lawan yang mana itu artinya kita berada di dalam situasi yang tidak diuntungkan. Tetapi kita harus bisa ubah situasi tidak diuntungkan itu menjadi sebuah kekuatan kita, kita harus menang demi 3 poin, demi kejayaan dan demi para pendukung kita yang mendukung langsung ke sini ataupun yang sedang mendukung kita dari rumah mereka masing-masing. Pengambangan Cananga let's goooo!"
"Goooo!" mereka semua terpancing dengan pidato Adam Sala yang pernah persuasi itu. Mereka semua lalu langsung pergi memasuki ke lorong stadium.
Bahkan saat memasuki lapangan, melihat semua supporter dari Jeonbuk Hyundai Motors yang memadati stadion ini juga tidak membuat gentar para pasukan merah hitam. Adam Sala memimpin kawanannya untuk mengalahkan musuh di dalam teritorialnya sendiri, itu adalah misi utamanya pada hari ini. Suara gemuruh para supporter lawan tidak akan membuatnya takut untuk hari ini, tidak sama sekali.
Setelah melakukan salaman dengan wasit dan kapten tim lawan, Adam Sala kembali ke tempat kawan-kawannya dan berfoto bersama rekan satu timnya sebelum melakukan kick-off pertandingan hari ini. Kick-off dilakukan oleh tim tamu, Ednilson Silva sudah bersiap di depan untuk melakukan kick-off.
Rizaldi juga sudah melakukan persiapannya, persiapan untuk mengalahkan salah satu raksasa dari liga Korea Selatan ini. Rizaldi akan menggunakan fitur kartu pemain dan tidak tanggung-tanggung, dia menggunakan kartu Khvicha Kvaratskhelia yang kemarin baru ia dapatkan itu. Pada hari ini Rizaldi akan tampil menggila, seperti Khvicha Kvaratskhelia yang tampil menggila bersama Napoli di musim perdananya di musim 2022/23.
__ADS_1
Rizaldi melakukan itu semua demi sebuah kemenangan, kemenangan yang akan memberikan dampak positif bagi dirinya dan juga bagi klub yang dirinya bela. Ketika menggunakan kartu pemain itu, Rizaldi langsung dikejutkan dengan sebuah utas yang berisikan misi untuk dirinya selesaikan di pertandingan hari ini, Rizaldi hanya bisa tersenyum puas ketika melihat semua misi itu.
[Misi Hari Ini]
[Buat banyak peluang untuk hari ini]
[Cetak 1 gol dengan skill individu]
[Catatkan rekor paling banyak menyentuh bola dan melakukan passing]
[Hadiah: Kartu Pemain grade B dan 300 poin]
[Hukuman: Pengurangan status poin]
"Saatnya pertunjukan dimulai!" ujar Rizaldi lalu peluit pun dibunyikan yang menandakan pertandingan hari ini resmi dimulai.
__ADS_1