Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 76: Perspektif Yang Baru


__ADS_3

Karena satu kamar dengan Martin dan Fauzi, kini Rizaldi menjadi sedikit lebih dekat dengan mereka berdua. Walaupun Martin masih mempertahankan sifat merasa selalu di atas kadang-kadang, tetapi Fauzi lebih bisa sedikit membuka dirinya dengan Rizaldi dan berteman dengannya.


Dari beberapa kali mengobrol dengan mereka berdua, akhirnya Rizaldi sedikit lebih mengerti tentang mereka berdua. Contohnya seperti apa bola yang mereka sukai, atau mereka suka diberikan passing seperti apa. Tentunya hal ini adalah hal yang sangat penting bagi para pemain sepakbola untuk mengetahui karakteristik rekan satu timnya, karena inti dari sepakbola itu adalah permainan yang mengandalkan seluruh kerjasama tim, apalagi untuk sepakbola modern seperti sekarang ini.


Walaupun Rizaldi Fatah memiliki sebuah sistem yang hanya dimiliki olehnya, tetapi tetap saja Rizaldi perlu mengetahui karakteristik dari teman satu timnya untuk mengembangkan lebih jauh permainannya.


Menurut apa yang ia dengar dari Martin dan Fauzi. Martin lebih suka jika diberikan umpan lob pass pada saat dirinya berlari dibelakang bek lawan, lalu dia akan mengejar umpan itu dengan sekuat tenaganya dan menendang bola yang masih sedikit di atas udara dengan melakukan tendangan first-time. Martin sangat menyukai sensasi melakukan hal itu.


Lalu Fauzi lebih suka melakukan link dengan pemain lainnya, jadi dia akan berusaha membentuk segitiga dengan siapa saja yang berada di dekatnya. Fauzi lebih suka mendominasi bola daripada langsung memberikan tendangan langsung ke arah gawang.


Dua pemain depan yang sungguh berbeda cara bermainnya, namun mereka berdua tetap bisa menjadi ancaman untuk pertahanan tim lain. Mereka menggabungkan dua hal yang berbeda dari diri mereka berdua, untuk menjadi sebuah kekuatan yang memberikan ketakutan pada bek dan kiper tim lawan.


Rizaldi menjadi lebih terbuka soal sepakbola, dia seperti mendapatkan sebuah ilmu baru dan dia tidak bisa menghentikan rasa semangatnya setelah mendapatkan ilmu itu. Dia lalu bertanya pada Zaki Iskandar soal gaya permainan seperti apa yang sebenarnya sangat ia sukai.


"Kalau aku lebih suka bermain di posisi tradisional ku, yaitu gelandang tengah. Namun aku juga suka peran ku sebagai pemain jangkar di laga kemarin" ujar Zaki Iskandar.


Rizaldi semakin tahu karakteristik dari teman-temannya, dia ingin lebih tahu lagi soal rekan-rekannya yang lain. Jika ada kesempatan, maka dia akan bertanya pada mereka. Melihat antusiasme Rizaldi ini, Derry pun sedikit tersenyum sungging. Derry merasa senang melihat Rizaldi yang lebih bersemangat itu, terakhir kali dia melihat ekspresi itu dari temannya itu pada saat pertama kali mereka bertemu. Sudah cukup lama setelah itu.

__ADS_1


Derry pun bangkit dan mengajak Rizaldi untuk segera bersiap, karena mereka akan ada latihan di pagi hari ini.


Latihan pagi ini tidak banyak seperti sebelum-sebelumnya, Coach Satria hanya menyuruh mereka untuk latihan di gym untuk meningkatkan stamina dan kebugaran anak-anak asuhnya.


Hal ini dilakukan oleh Coach Satria untuk mengantisipasi jika mereka kembali menang sulit seperti di pertandingan pertama mereka melawan Jayapura Black Diamond, untuk mengantisipasi juga kalau mereka harus bermain hingga babak tambahan. Selain melatih fisik dan kebugaran, Coach Satria juga melakukan sedikit latihan melakukan skema babak adu penalti kepada anak-anak asuhnya.


"Ingat anak-anak kunci dari keberhasilan penalti itu bukanlah seberapa keras kalian menendang bola ke gawang lawan. Adu penalti adalah permainan psikologis, siapa yang tenang maka dialah pemenangnya dalam adu penalti" Coach Satria menjelaskan kepada anak-anak asuhnya soal adu penalti.


"Derry dan Martin ayo kemari!" Coach Satria menyuruh Derry dan Martin untuk mendemonstrasikan terlebih dahulu soal penalti ini.


Coach Satria kembali memperingatkan mereka semua. "Ingat! Kunci keberhasilan dalam adu penalti adalah ketenangan. Kalian bisa melihat seberapa tenangnya Martin?" mata semua pemain tertuju pada Martin yang masih terlihat tenang dan biasa saja it, sehingga membuat mereka yakin kalau Martin benar-benar tenang dan bisa melakukan apa yang kemarin dirinya lakukan.


"Apakah sudah cukup tenang untuk menaklukkan lawan yang ada didepannya?" ujar Coach Satria lalu beliau meniup peluit yang memberikan sinyak pada Martin untuk segera melakukan tembakan.


Martin masih menimbang-nimbang arah mana yang akan ia tuju, dia pun memilih titik pojok kanan bawah, titik yang sulit dijangkau oleh kiper. Tetapi karena rasa gugupnya, bola yang ditendang oleh Martin malah tidak bergulir seperti yang ia harapkan, bola malah sedikit naik dan jadinya membuat Derry bisa menangkapnya dengan cukup mudah.


Martin pun berteriak karena hasilnya tidak seperti yang ia harapkan, sedangkan Derry hanya tersenyum saja melihat apa yang dilakukan oleh Martin.

__ADS_1


"Rupanya Martin belum cukup tenang untuk mengalahkan Derry" ujar Coach Satria berkomentar.


Setelah itu Coach Satria pun menyuruh yang lainnya untuk melakukan tendangan penalti secara bergantian. Banyak yang gagal dalam melakukan tendangan penalti kali ini, bukan karena mereka gugup atau takut dan tidak tenang, sebenarnya mereka cukup tenang namun hanya saja yang menghadang tendangan mereka adalah Derry yang begitu


gemilang.


Dari 6 tendangan yang sudah dilakukan, total Derry berhasil menepis 4. 1 berhasil masuk dan 1 lagi malah terbang ke atas angkasa. Lalu giliran Rizaldi pun tiba.


Derry berusaha untuk menganggu konsentrasi Rizaldi. "Sobat apa kau tahu apa yang membuat orang buntung tidak bisa senang?"


Selera humor gelap Derry itu sama sekali tidak bisa dipahami oleh Rizaldi, dia pun kebingungan dan akhirnya menyerah. "Aku tidak tahu dan tidak mengerti selera humor mu sobat" ucap Rizaldi.


Lalu dengan tawa yang sudah tidak bisa ditahan akhirnya Derry pun menjawab. "Bertepuk tangan. Kan ada lagunya, kalau kau senang hati tepuk tangan prok prok" Derry langsung tertawa terbahak-bahak setelah melontarkan jokes gelapnya itu.


Semua pemain Pengambangan Cananga Youth langsung ikut tertawa mendengar lelucon itu, bahkan para staf dan Coach Satria pun tidak bisa menahan tawa mereka. Dark jokes Derry benar-benar pecah, Rizaldi pun akhirnya ikut tertawa walaupun dia masih bertanya-tanya soal selera humor Derry yang sedikit menyimpang itu.


Jadi, karena masih dalam keadaan tertawa Rizaldi pun menendang penaltinya. Namun sayangnya bola malah bergulir pelan dan Rizaldi malah terpeleset karena menendang dalam keadaan masih tertawa akibat jokes Derry tadi, alhasil ulah Rizaldi ini malah jadi bahan tertawaan lagi bagi pemain yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2