Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 170: They Ready


__ADS_3

Setelah kemenangan mereka atas Borneo Putra FC, Pengambangan Cananga FC memastikan tiket final mereka yang dimana, mereka akan berjumpa dengan Tarakanita Jakarta FC di partai puncak nantinya.


Ini akan menjadi pertarungan yang begitu mereka nantikan, pasalnya dua kali mereka bertemu di liga, Pengambangan Cananga FC selalu mendapatkan hasil yang kurang baik ketika bertemu dengan Tarakanita Jakarta FC.


Pertemuan awal mereka terjadi di matchday ke-12, kala itu Tarakanita Jakarta FC tidak diperkuat oleh pemain muda berbakat mereka yaitu Yoga Hilmawan yang harus pemusatan latihan untuk bertanding di Piala AFF U-17. Walaupun tidak diperkuat oleh Yoga Hilmawan, saat itu Tarakanita Jakarta FC tetap bisa mengalahkan Pengambangan Cananga FC dengan skor 2-0.


Lalu pertemuan mereka kedua terjadi di matchday 27. Kali ini Pengambangan Cananga bertanding sebagai tuan rumah yang menjamu Tarakanita Jakarta FC. Skuad Tarakanita sudah lengkap, ada Yoga Hilmawan dan juga Marukawa yang menjadi jantung dari permainan Tarakanita Jakarta FC.


Tetapi bukan berarti Pengambangan Cananga FC tidak menurunkan skuad terbaik mereka juga. Derry Yanuar menjadi penjaga gawang terbaik paruh musim saat itu, Martin juga menjadi salah satu pemain muda yang berkembang begitu cepat. Namun yang paling utama itu adalah Rizaldi Fatah yang sudah mendapatkan tempat utama di dalam skuad Pengambangan Cananga.


Dengan isi skuad yang seperti itu tentunya Pengambangan Cananga FC bisa melakukan sedikit perlawanan daripada pertemuan mereka yang pertama. Tetapi sayangnya, mereka semua tetap harus menelan kekalahan walaupun skornya sangat tipis yaitu 2-3 untuk kemenangan Tarakanita Jakarta.


Dengan hasil negatif itu, membuat semua pemain Pengambangan Cananga FC termotivasi untuk mendapatkan hasil yang positif pada saat pertandingan final Indonesia Premier League di hari Minggu nanti. Apalagi setelah mereka tahu kabar kepindahan Rizaldi Fatah yang akan terjadi di akhir musim, mereka ingin menuntaskan semuanya. Target mereka di musim ini adalah menjuarai liga, juara piala liga dan juga menjadi jawara di seluruh Asia yang akan sedikit sulit kedepannya.


Latihan di pagi Sabtu telah mereka tuntaskan, hari ini Coach Giovanni menyiapkan beberapa latihan untuk melakukan defensif. Yoga Hilmawan tidak mau dianggap anak kemarin sore oleh Coach Giovanni. Permainannya benar-benar mengerikan sebagai seorang striker haus gol di depan gawang lawan, itu bukan main-main. Selain menyiapkan cara untuk menghentikan Yoga Hilmawan, coach Giovanni juga menyiapkan rencana untuk mematikan kreativitas yang dimiliki oleh Marukawa.


Marukawa, nama yang begitu mengganggu Coach Giovanni sebelumnya. Di pertemuan kedua mereka di liga, Marukawa adalah sosok kunci yang menjadikan kemenangan untuk Tarakanita Jakarta FC. Andai saja tidak karena satu umpan terukur yang diberikannya pada Yoga Hilmawan pada saat pertandingan itu, skor mungkin akan tetap 2-2 saja, karena gol itu terjadi pada saat pertandingan hanya menyisakan satu menit saja.


Kemampuan pemain muda asal Jepang itu sangat dipuji oleh Coach Giovanni, bahkan Coach Giovanni berani bilang kalau level Rizaldi Fatah masih belum menyamai level Marukawa. Rizaldi tidak menyanggah hal tersebut ataupun tidak terima, Rizaldi juga menyadari hal tersebut setelah beberapa kali bertemu dan berduel dengan Marukawa semenjak I-Youth.


Tori Marukawa bisa dibilang adalah salah satu berlian yang dimiliki oleh Jepang saat ini. Walaupun usianya masih 16 tahun, namun kemampuannya sudah diatas rata-rata. Bahkan banyak yang mengatakan kalau Tori Marukawa tidak pantas bermain di liga yang masih level rendah seperti Indonesia Premier League. Dan beberapa sumber juga ada mengatakan kalau Tori Marukawa mendapatkan beberapa tawaran dari klub-klub besar yang ada di liga eropa.

__ADS_1


Tori Marukawa dan Yoga Hilmawan adalah salah satu motivasi besar Rizaldi saat ini, dia ingin membuktikan dirinya terlebih dahulu sebelum pergi bermain ke Inggris. Jika dirinya masih belum melampaui sosok Marukawa dan Yoga, sepertinya Rizaldi harus menolak tawaran dari Salford City FC walaupun itu adalah keinginan David Beckham yang merupakan salah satu pemegang saham klub.


Dengan memikirkan hal tersebut, seolah membuat Rizaldi terbakar semangat dan hal tersebut menjadi motivasi besar Rizaldi yang mengubahnya menjadi bahan bakar untuk dirinya terus melangkah. Sama seperti yang dirinya lakukan saat ini, Rizaldi melakukan latihan angkat beban untuk membuat tubuhnya menjadi sedikit lebih kuat. Dirinya sadar, posisinya sebagai pemain tengah yang mengatur ritme permainan tim adalah posisi yang rentan untuk berkontak fisik langsung.


Rizaldi menyadari fisiknya yang kurang kuat, kekurangan lainnya yang dirinya miliki adalah soal bertahan. Rizaldi sedikit kesulitan untuk melakukan bertahan, namun semua orang pasti memiliki kelemahan satu atau barang dua. Untuk itu, setidaknya Rizaldi berpikir untuk mendapatkan tubuh yang sedikit lebih kuat.


Coach Satria masuk ke ruangan fasilitas gym saat itu, dirinya sedang mencari Rizaldi dan melihatnya sedang mengangkat beban. "Rizaldi apakah kamu sudah selesai latihan?" Coach Satria bertanya.


Rizaldi mengangkat beban beberapa kali lagi sebelum menjawab dan benar-benar menghentikan latihannya. "Ya coach, saya mau mandi sekarang. Rasanya tubuh ini sudah sangat lengket karena keringat" jawab Rizaldi sambil meminum minuman berwarna hijau, tentu saja itu adalah minuman suplemen biasa karena Rizaldi masih belum bisa mengakses Boro-555 untuk mengambil Energy Booster dari penyimpanan sistem.


Coach Satria menyampaikan maksudnya menemui Rizaldi. "Agenmu sedang mencari mu, katanya kau punya janji temu hari ini dengan seseorang"


Rizaldi terdiam sejenak, mencoba mengingat ada janji temu dengan siapa dirinya hari ini. Kalau dia ingat-ingat lagi tidak ada hal tersebut, namun Rizaldi langsung sadar kalau ada orang penting yang ingin bertemu dengan dirinya. Maka dari itu Rizaldi langsung bergegas meninggalkan coach Satria begitu saja.


Rizaldi berjalan cepat menuju kamar mandi fasilitas latihan, saat Rizaldi mau membasuh tubuhnya yang habis melakukan metabolisme itu. Dirinya dikejutkan dengan suara Boro-555 yang tiba-tiba memanggil dirinya.


"Tuhan! Terkejut aku" ucap Rizaldi langsung berpegangan di dinding kamar mandi karena masih merasa efek kejut.


Boro tertawa sedikit. "Kenapa master? Apa anda sudah sedikit merindukan sistem pembantu mu ini?" Boro-555 sangat percaya diri.


"Jangan main-main! Aku hanya sedikit lupa kalau aku punya sistem"

__ADS_1


"Master jahat!" suara Boro-555 terkesan seperti gadis yang sedang merajuk, tetapi setelahnya suaranya kembali berubah menjadi lebih ceria lagi. "Aku ucapkan selamat untuk master yang sudah berjuang keras sampai mendapatkan tiket final untuk timnya"


"Dari mana kau tahu itu?" ujar Rizaldi bertanya, namun seketika Rizaldi langsung sadar bagaimana caranya Boro-555 tahu hal tersebut.


"Jadi master? Apakah anda sudah siap berkerja sama dengan saya sekali lagi untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat?" Boro-555 kembali mengingatkan Rizaldi apa fungsi dirinya.


Rizaldi tersenyum, lalu dirinya menyalahkan shower yang mengeluarkan air dingin yang langsung membasahi tubuhnya dan membilas semua kotoran yang menempel di tubuhnya. "Tentu saja!" jawab Rizaldi dengan tatapan penuh percaya dirinya itu.


...****************...


Catatan penulis:


Halo teman-teman ini Ned. Ned hanya ingin memberitahukan beberapa hal soal novel ini kepada kalian.


Pada akhir Arc ini nantinya, Ned akan hiatus dulu untuk sementara waktu, hiatus untuk novel ini saja. Kenapa Ned harus hiatus untuk novel ini? Ada beberapa alasan sebenarnya.


Pertama, Ned ingin mempersiapkan arc baru lagi untuk novel ini. Yang mana Ned sudah sering mengalami write block belakangan ini untuk update bab-bab baru Sistem Sepakbola Classic Number 10.


Kedua, untuk mengobati write block Ned dan juga agar pembaca setia Ned tidak nyariin Ned dan mengira Ned akan menghilang dari dunia kepenulisan wkwkwk. Ned akan menulis novel baru Ned yang genrenya bukan sistem lagi seperti novel ini. Novelnya masih bergenre fantasi, namun tidak seperti fantasi barat atau fantasi timur, pendekar, kerajaan seperti itu (padahal pengen nulis ini). Ned akan menulis genre novel Fantasi Urban (maybe) yang fantasi namun masih ada hal yang nyatanya.


Dan ketiga, Ned sedikit merasa bosan menulis novel ini maka dari itu Ned mau sedikit penyegaran dengan membuat novel baru wkwkwk.

__ADS_1


Segitu saja informasi dari Ned, semoga kalian suka novel baru Ned nanti ya... See ya....


Ned_Kelly


__ADS_2