
Satu pekan setelah mendapatkan kabar dari Coach Giovanni bahwa dirinya akan segera diperkenalkan ke tim utama, Rizaldi Fatah pun akhirnya diperkenalkan ke tim utama.
Libur selama dua pekan sudah berakhir untuk para pemain tim utama, namun ada pula beberapa pemain yang masih mendapatkan jatah untuk berlibur karena status kontribusinya pada tim di musim kemarin, atau memang dia adalah pemain berkaliber marquee player.
Tidak hanya Rizaldi Fatah yang diperkenalkan ke dalam tim pada hari ini, ada beberapa pemain yang baru saja datang di jendela transfer untuk berseragam merah dan hitam kebanggaan Pengambangan Cananga FC untuk musim ini.
Pertama yang diperkenalkan ada bek senior berasal dari negara Brazil. Wajahnya mirip sekali seperti Diego Costa menurut Rizaldi, namun dia memiliki tubuh besar dan kuat seperti Givanildo Viera de Souza atau yang sering dikenal sebagai Hulk.
Namanya Ednilson Silva, didatangkan dari klub Mataram Alceo FC yang juga bermain di kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia, I-LEAGUE. Ednilson Silva akan berseragam Pengambangan Cananga FC untuk 3 tahun kedepan. Ednilson Silva bukanlah orang baru di I-LEAGUE, dirinya sudah 5 tahun berada di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia itu. Klub pertama yang dirinya bela adalah Kediri Rangers yang sudah terdegradasi ke I-Championship, liga kasta kedua yang ada di Indonesia. Ednilson Silva membela Kediri Rangers selama 2 musim penuh, setelah itu barulah dirinya membela Mataram Alceo FC selama 3 musim sebelum bergabung ke Pengambangan Cananga FC.
Setelah memperkenalkan dirinya, Ednilson Silva langsung disambut dengan tepuk tangan oleh pemain Pengambangan Cananga FC yang lain. Karena Ednilson Silva berasal dari Brazil, maka dia termasuk pemain asing di dalam skuad Pengambangan Cananga FC pada musim ini.
Jatah pemain asing yang dimiliki oleh Pengambangan Cananga FC tinggal tersisa satu kuota saja, mereka sudah mendapatkan empat pemain asing setelah Ednilson Silva bergabung.
Peraturan I-LEAGUE soal pemain sudah sangat jelas. Di I-LEAGUE, setiap klub hanya diperbolehkan memiliki 5 pemain asing. Hal ini bertujuan untuk memberikan jam terbang lebih kepada pemain lokal, sehingga pemain lokal bisa sedikitnya bersaing dan mendapatkan jatah bermain yang lebih banyak.
FSI ingin agar persepakbolaan Indonesia lebih maju lagi, sehingga diciptakannya lah peraturan seperti itu. Memang terkesan seperti anti asing, namun ini demi kemajuan sepakbola Indonesia. Namun, ada pengecualian untuk pemain asing yang sudah cukup lama merumput di I-LEAGUE. Contoh kasusnya seperti Ednilson Silva tadi.
__ADS_1
Ednilson Silva sudah 5 tahun merumput di I-LEAGUE, jika dirinya masih bermain di I-LEAGUE untuk 2 tahun kedepan, Ednilson Silva bisa mendapatkan kewarganegaraan Indonesia dan bisa dianggap sebagai pemain lokal. Walaupun dirinya masih berstatus sebagai warga negara Brazil.
Untuk pembahasan soal pemain, regulasi di I-LEAGUE hampir mirip dengan regulasi di liga Spanyol.
Sebelum liga berjalan, tim harus mendaftarkan pemain mereka ke FSI dan panitia pelaksana liga. Setiap tim bisa mendaftarkan 25 pemain utama. Lima untuk kuota pemain asing yang bisa didaftarkan sebagai pemain utama atau tidak.
Biasanya di I-LEAGUE, ada pula aturan yang tidak tertulis. Aturan ini sering digunakan oleh klub-klub yang berlaga di I-LEAGUE, setiap klub berbeda-beda soal aturan khusus itu, contohnya saja yang ada di Pengambangan Cananga FC. Di Pengambangan Cananga FC, ada satu aturan tidak tertulis yang diterapkan setiap musim berganti oleh klub dan manajemennya.
Aturan ini soal pemain. Jadi didalam tim Pengambangan Cananga FC, ada sebuah aturan yang dibuat khusus oleh manajemen tim untuk mengatur pemainnya. Dalam 25 pemain yang didaftarkan sebagai pemain utama itu, harus ada maksimal 8 pemain asli Banjarmasin atau Pengambangan, dan 8 pemain itu harus ada dalam line-up, maksimal 5 pemain.
Itulah sebabnya, coach Giovanni ingin memperkenalkan Rizaldi Fatah ke dalam skuad utama. Bukan hanya Rizaldi yang akan masuk ke dalam skuad utama nantinya, masih ada nama Axel Raihan, Martin dan juga Derry Yanuar yang akan masuk ke skuad utama setelah mereka selesai dengan tugas mereka di Timnas.
"Halo semuanya, nama saya Rizaldi Fatah. Umur saya 16 tahun, mohon kerjasamanya" Rizaldi memperkenalkan dirinya di hadapan semua pemain utama Pengambangan Cananga FC yang rata-rata sudah berusia 26 tahun keatas.
"Tidak usah terlalu kaku cil, kami semua pasti akan menjagamu seperti yang dipinta coach Giovanni" ucap sosok kapten tim Pengambangan Cananga FC.
Rizaldi menatap sosok itu, dirinya terbelalak karena kaget sekaligus kagum merasakan aura kepemimpinan yang ada dalam diri sosok itu. Rizaldi tahu siapa itu, dia kenal sosok itu.
__ADS_1
Namanya Adam Sala, sang kapten tim Pengambangan Cananga FC. Dia sudah berusia 31 tahun dan penuh pengalaman, Sala sendiri adalah pemain lokal asli bahkan dari Pengambangan asli. Bakatnya pertama kali terlihat oleh Coach Giovanni ketika dirinya masih menjadi asisten pelatih dan pengamat kala itu, dirinya menemukan sosok Sala bermain di liga lokal. Saat itu dirinya membela SAGT FC.
Karena jatuh cinta dengan permainannya Sala, coach Giovanni langsung memberikan naman Sala ke pelatih kepala tim Pengambangan Cananga FC saat itu dan karena rasanya percayanya kepada coach Giovanni, akhirnya pelatih kepala tim langsung mengiyakan usulan coach Giovanni.
Dan benar saja, tidak perlu waktu lama bagi Adam Sala untuk menampilkan performa terbaiknya di Pengambangan Cananga FC. Di musim perdananya saja, Sala berhasil meraih pemain terbaik liga setelah dirinya berhasil membawa Pengambangan Cananga FC menjadi juara. Dan Adam Sala juga lah talenta lokal yang berhasil menembus skuad utama timnas, walaupun dirinya terlambat untuk menjadi seorang bintang namun tetap saja kemampuannya tidak bisa dianggap remeh.
Walaupun sudah diingatkan oleh sang kapten, tetap saja Rizaldi merasa sungkan pada seluruh pemain Pengambangan Cananga FC. Dirinya merasa orang terkecil yang ada di sini, padahal masih banyak pemain muda yang bermain di Pengambangan Cananga FC dan baru bergabung dari akademi.
"Hei tidak usah takut, kapten kan sudah bilang begitu maka kau harus percaya apa kata kapten!" ucap seseorang berambut ikal yang rambutnya dia cat berwarna pirang, sedikit mirip orang asing padahal dia sendiri orang asli Indonesia.
Itu salah satu pemain yang baru join ke skuad utama Pengambangan Cananga FC dari tim akademi. Berposisi sebagai striker dan memiliki naluri seorang striker yang begitu tajam, bahkan di musim perdananya saja dirinya berhasil mencetak 18 gol dari 27 penampilannya bersama Pengambangan Cananga FC.
Namanya adalah Anan Riswan, atau biasa dipanggil Anan.
Ketika Anan maju untuk menenangkan Rizaldi yang masih kaku itu, tidak sengaja Rizaldi mengaktifkan skill [Mata Dewa] dan membuat dirinya bisa melihat status milik Anan. Alangkah terkejutnya dirinya saat melihat status milik Anan yang hampir memiliki nilai 70-80 itu, itu adalah status yang dimiliki oleh pemain di liga top Eropa.
Dalam usianya yang masih 18 tahun, Rizaldi semakin bersemangat sendiri ingin melihat perkembangan sosok Anan yang akan menjadi rekan satu timnya itu. Tidak, Rizaldi sudah tidak sabar untuk memulai latihan bersama skuad utama hari ini. Rizaldi yakin, tidak hanya Anan yang merupakan seorang 'monster' di sini, dia juga tidak sabar melihat aksi sang kapten hari ini.
__ADS_1