
Hari yang dinantikan pun telah tiba, dari subuh hari aku sudah begitu siap untuk menyambut hari ini, hari di mana pertandingan Pengambangan Cananga melawan Sugar Crossed FC.
Di subuh itu setelah sedikit beraktivitas di rumah, aku pergi ke luar untuk melakukan sedikit pemanasan sebelum pergi ke lapangan. Aku benar-benar ingin mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk hari ini.
Aku jogging berkeliling taman sebanyak 5 kali tanpa berhenti sama sekali. Alasanku melakukan semua ini hanya satu, yaitu demi menang melawan tim Sugar Crossed FC dan menyelesaikan misi yang muncul saat ini. Misi itu ku terima malam tadi, saat aku mau memejamkan mata untuk beristirahat ternyata pemberitahuan misi baru masuk ke dalam sistem yang ku miliki.
[Misi Event]
[Menang di pertandingan esok hari]
[Hadiah: Kartu Sepakbola Grade C]
[Hukuman: Jika gagal, pengguna tidak dapat menggunakan sistem selama 5 hari berturut-turut]
[Catatan: Jika pengguna bisa mencetak gol di pertandingan besok, pengguna akan mendapatkan bonus]
Kurang lebih seperti itulah misi yang kuterima saat ini, dan itulah alasanku untuk menang hari ini. Tidak ada keraguan, yang ada hanya kepercayaan diri yang kini mulai kubangun.
Setelah melakukan sedikit pemanasan, aku kembali dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke lapangan PPC, lapangan yang biasanya digunakan oleh tim B Pengambangan Cananga untuk berlatih. Aku pergi bersama dengan adikku, Keisha. Kemarin malam dia membuatku terkejut karena ingin ikut menyaksikan diriku bermain dari pinggir lapangan. Padahal seperti yang ku tahu, Keisha adalah sosok orang yang tidak suka jika aku bermain sepakbola.
Kami tidak sempat berpamitan dengan Ibu yang sudah pergi bekerja lebih dulu, aku hanya sempat mengatakan kalau aku akam bertanding hari ini. "Andai saja ibu libur hari ini, ibu juga ingin melihat Izal bertanding" itu yang ibu katakan saat aku mengasih kabar padanya, dengan senyuman manisnya. Aku juga tidak berharap lebih walaupun jujur ada perasaan kecewa dalam diriku, tetapi aku mengerti seperti apa perasaan ibu.
__ADS_1
Akhirnya aku pun pergi ke PPC bersama dengan Keisha. Keisha tampak cantik hari ini dengan balutan dress berwarna merah yang ia pasangkan dengan cardigan berwarna coklat terang, kalau soal fashion begini Keisha memang sudah sangat ahli. Keisha bahkan sering mengkritik ku yang kuno ini, menurutnya aku akan lebih kelihatan bagus jika sesekali mengikuti trend, namun aku tidak pernah mendengarkannya.
"Wah! Luas juga tempatnya ya bang" mata Keisha berbinar-binar melihat keseluruhan isi kompleks gedung Pengambangan Cananga, ekspresinya itu sama dengan ekspresi ketika aku pertama kali melihat keseluruhan kompleks ini.
Keisha sedikit terpesona dengan kompleks gedung, kubiarkan saja dia menikmati pemandangan-pemandangan itu. Sedangkan mata ku tertuju pada satu orang di seberang sana, orang itu melambaikan tangannya ke arahku dengan wajah tampan bagai pangeran dari negeri dongeng itu. "Hei sobat!" ujarnya begitu dia mendekat ke arahku.
"Hei juga sobat" balasku lalu kami berdua melakukan tos yang sering kami lakukan akhir-akhir ini, ya orang itu tidak lain adalah Derry.
Derry menyadari sosok perempuan yang ada di sampingku, sebelum sempat dia memikirkan hal yang aneh-aneh aku sudah bilang padanya kalau perempuan itu adalah adikku.
"Adikmu? Aku tidak tau kau punya adik seimut ini sobat, siapa namanya?"
Aku menyuruh Keisha untuk memperkenalkan dirinya, walaupun awalnya dia agak malu tetapi akhirnya ia mau. "Keisha!" ujarnya lalu dia buru-buru bersembunyi di balik bahuku.
"Tidak-tidak, Keisha memang sedikit pemalu jika bertemu orang baru"
"Seperti itukah? Tenang saja Keisha, aku ini sahabatnya abang mu itu"
Keisha mulai berani membuka diri lagi setelah mendengar kalimat dari Derry. Kami lalu berjalan masuk menuju lapangan, sebelum sampai ke lapangan Keisha membisikkanku suatu kalimat yang sedikit membuatku terkejut dan tidak percaya. Dia bilang dia bukan malu karena baru ketemu Derry, melainkan dia sedikit malu karena terpesona dengan ketampanan Derry. Entah kenapa setelah itu aku merasa menjadi laki-laki yang payah.
Ketika memasuki lapangan, rupanya sudah banyak anak-anak yang lain sudah datang terlebih dahulu, padahal aku sudah termasuk datang lebih awal karena masih ada sisa 1 jam sebelum pertandingan dimulai.
__ADS_1
Ada Zaki Iskandar dan juga Axel Raihan yang sedang melakukan latihan pemanasan, mereka berdua menyapa kami lalu melanjutkan latihan mereka. Aku melihat ke arah tribun kecil untuk para penonton, ku arahkan agar Keisha pergi ke sana dan dia pergi dengan sangat riang, aku belum pernah melihat Keisha seriang itu sebelumnya.
"Halo Ward Prowse!" Ku mendengar seseorang memanggil ku dengan sebutan lain, aku tahu betul siapa itu hanya dengan getaran suaranya saja. Dan benar, itu adalah Coach Giovanni.
"Halo coach, selamat pagi" ujarku, tetapi seperti biasanya ekspresi beliau tetap kaku dan dingin.
Coach Giovanni menatapku cukup lama setelah itu, lalu dia berjalan melewatiku sambil menepuk pundakku dan memberikan ku sedikit wejangan sebelum bermain. "Tunjukkan yang terbaik hari ini" itu yang beliau ucapkan kepadaku, kalimat yang sederhana namun entah kenapa begitu mempengaruhi mentalku untuk menunjukkan kepada beliau seberapa kuat tekadku.
Lalu aku pun mengikuti yang lainnya untuk melakukan pemanasan, walaupun sebelumnya aku sudah melakukannya pagi tadi. Tidak terasa kami sudah melakukan pemanasan hingga hampir satu jam, pemain Sugar Crossed FC juga mulai berdatangan ke PPC.
Jujur saja, kami semua masih belum mengetahui seberapa besarnya kekuatan tim ini, karena terakhir kali tim ini bertemu adalah pada saat piala junior cup saja. Seberapa jauh tim ini berkembang pun kami masih belum tahu, dan ini tugas yang cukup berat bagi Coach Dodi Surian.
Aku melihat ke arah para pemain Sugar Crossed FC yang mulai berdatangan, mereka terlihat kuat-kuat sekali dengan status rata-rata 30-40an. Dan skill [Mata Dewa] menangkap satu sosok orang yang memiliki status sedikit lebih tinggi dari pemain lainnya. Aku mencari-cari sosok itu, saat ia mulai terlihat aku langsung terkejut setengah mati melihat sosok yang memiliki status itu adalah orang yang sangat ku kenal selama ini.
Sosok yang sering membully-ku waktu dulu, yang sering menindasku dan sering memukulku jika aku tidak melakukan apa yang ia perintahkan, sosok itu sempat mengikuti seleksi di Pengambangan Cananga dan tidak lolos. Tidak kusangka dia akan masuk ke Sugar Crossed FC.
"Halo para pecundang!" ujarnya dengan wajahnya yang sombong itu. "Apa kalian merindukanku?"
"Yoga Hilmawan!" Derry yang melihat keberadaan Yoga langsung hendak menerjangnya, dia memang punya latar belakang menarik dengan Yoga pada saat seleksi hari itu. Aku langsung menghalanginya untuk melakukan hal yang tidak diinginkan.
"Bersiaplah kalian semua untuk kalah dengan kami" ujar Yoga Hilmawan lalu dia pergi dengan rasa percaya diri tinggi.
__ADS_1
Kami juga, lebih tepatnya aku dan Derry juga sedikit terpompa semangat karena masalah yang terjadi diantara kami bertiga.