Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 95: Laga Semifinal Pertama


__ADS_3

Suasana di stadion Utama Gelora Bung Karno hari ini sangat ramai daripada beberapa pertandingan yang sudah dilakukan di sini selama fase gugur 32 besar. Ada beberapa pertandingan yang dilakukan di sini, namun belum ada yang seramai sekarang ini.


Itu karena, hari ini adalah laga spesial. Bagi warga Jakarta, ataupun pendukung Sparta Bandung FC. Sehingga mereka memenuhi stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyaksikan pertandingan semifinal klub kebanggaan kota mereka atau klub yang mereka bela mati-matian.


Karena berbeda dari beberapa pertandingan sebelumnya juga yang sering bermain siang sampai sore hari saja, pertandingan di semifinal ini dimainkan di malam hari tepatnya saat petang. Karena jadwal yang sudah bisa dianggap jadwal free, banyak orang-orang yang bisa datang langsung ke stadion untuk menyaksikan laga semifinal kali ini.


Tercatat sudah ada lebih dari lima belas ribu orang yang memenuhi stadion Utama Gelora Bung Karno, inu adalah catatan rekor terbaik selama pertandingan fase gugur I-Youth bergulir sejauh ini. Derby klasik ini adalah salah satu daya tarik yang membuat para penonton berdatangan di stadion Utama Gelora Bung Karno, dan ingin menyaksikan para calon pemain masa depan timnas Indonesia.


Pemain dari kedua tim masing-masing sedang melakukan pemanasan di dalam lapangan selama beberapa saat, sebelum akhirnya mereka kembali ke ruang ganti mereka dan mulai mempersiapkan diri untuk segera memulai pertandingan pertama semifinal.


Bung Jali dan Bung Mirhan pun sudah menyapa para penonton di stadion, maupun para pemirsa yang sedang menonton langsung siaran dari stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan hari ini dengan suara khas mereka. Bung Jali dengan suara keras dan nyaring seperti orang yang sedang berkelahi, sedangkan suara Bung Mirhan yang santai dan tenang pembawaannya seperti orang yang bersahaja.


Setelah lima belas menitan menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh penonton di stadion maupun yang menyaksikan di televisi pun segera dimulai. Kedua kesebelasan mulai memasuki lapangan pertandingan dan disambut oleh dukungan dan sorak-sorai dari pendukung dari masing-masing tim.


Batavia Fort mengenakan jersey kebanggaan mereka dengan warna merah dan sedikit ada aksen putih di bagian dada dan bahu, sedangkan Sparta Bandung FC juga mengenakan jersey kebanggaan mereka yang berwarna biru laut dan sedikit sentuhan warna hitam di bagian kerah.


Wasit lalu memanggil kedua kapten tim. Kapten tim Batavia Fort FC adalah center bek mereka yaitu Raffi Putra. Sedangkan kapten tim Sparta Bandung FC adalah kiper mereka yang sedang naik daun, yaitu Wawan Angga.

__ADS_1


Wawan Angga tersenyum saat dia menyalami para pengadil yang akan bertugas mengawasi jalannya pertandingan hari ini, dia juga tersenyum saat ingin menyalami Raffi Putra namun Raffi Putra tidak memiliki niatan untuk membalas senyuman itu, bahkan dia hanya sekadarnya membalas salam dari Wawan Angga.


"Hei bro santai saja, kita nikmati saja pertandingan kita hari ini" ujar Wawan Angga setelah dia menyalami Raffi Putra.


Raffi Putra sedikit terkekeh mendengarnya, dia merasa tidak tahan dengan ucapan penuh omong kosong yang diucapkan oleh Wawan Angga itu. "Teruslah bermimpi!" ujarnya. "Yang jelas, aku akan mengalahkan kalian dan melaju ke final"


"Aih, dasar orang yang tidak bisa diajak santai" lalu Wawan Angga kembali ke tempatnya setelah diadakan tos koin.


Dari hasil tos koin, tim Batavia Fort FC berhak lebih dulu melakukan kick-off sehingga pemain Sparta Bandung FC yang lain pun mulai bersiap di tempat mereka masing-masing. Lalu hitung mundur dari 10 sampai 1 pun dimulai, ketika angka hitung mundur sampai ke angka 0 kick-off pun dimulai.


Tim Sparta Bandung FC langsung menekan dari awal laga, tetapi Batavia Fort FC pun tidak mau kalah begitu saja. Walaupun ditekan oleh tim Sparta Bandung FC, para pemain Batavia Fort FC tetap rileks dalam menjaga sirkulasi bola agar tetap berjalan sesuai dengan sistem yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


Setiap ingin melakukan build-up serangan, Raffi Putra adalah pemain yang selalu melakukan sentuhan dan memberikan passing ke titik-titik kunci dan pemain-pemain yang tepat. Passing tim Batavia Fort FC masih 100 persen keberhasilannya selama lebih dari 5 menit ini, itu tandanya tim Sparta Bandung FC sama sekali tidak bisa memotong aliran bola yang dilakukan oleh tim Batavia Fort FC.


"Kapten ambil ini!"


Bola kembali diarahkan ke Raffi Putra, pelan-pelan Raffi Putra menaikkan garis pertahanan tim Batavia Fort FC sampai ke titik yang dia rasa pas. Lalu Raffi Putra langsung memberikan umpan terobosan kedepan yang dimana dia sudah melihat rekannya yang sedang menanti datangnya bola.

__ADS_1


Bola berhasil diterima dengan baik oleh pemain depan Batavia Fort FC, pemain bertahan Sparta Bandung FC langsung saja memberikan tekanan pada pemain yang sedang memegang bola itu. Tetapi pemain itu sudah melihat pergerakan mesin gol tim Batavia Fort FC, yaitu Wildan Hutami.


Wildan Hutami sudah bergerak mengisi ruang kosong yang ditinggalkan pemain bertahan Sparta Bandung FC tadi, pemain flank Batavia Fort FC itu langsung memberikan direct pass kepada Wildan Hutami yang langsung diterima dengan baik oleh Wildan Hutami. Wildan Hutami menerima bola dengan sentuhan pertama dengan sangat baik, matanya langsung tertuju ke titik gawang yang ia anggap rentan dan langsung menendang bola dengan keras setelah mendapatkan kesimpulan itu.


Bola tendangan itu berputar dengan sangat cepat menuju ke arah Wawan Angga yang menjaga gawang Sparta Bandung FC. Wawan Angga tersenyum melihat bola itu, yang mana dia langsung melompat dan menangkap bola itu dengan cukup mudah sehingga membuat Wildan Hutami sedikit shock melihat hal itu.


"Yang benar saja, dia bisa menangkap tendangan first-time ku dengan mudah? Mungkin tendangan ku sedikit lemah ya?" ujar Wildan Hutami sambil mengecek kakinya.


Wawan Angga tersenyum. "Ayo kawan-kawan, saatnya giliran kita untuk menyerang"


Wawan Angga langsung menendang bola kedepan sana, duel udara dimenangkan oleh pemain Sparta Bandung FC yang langsung membuat mereka bisa melancarkan serangan balik cepat yang mematikan.


Saat sudah hampir sampai di depan kotak penalti tim Batavia Fort FC, pemain depan Sparta Bandung FC yang menggiring bola itu langsung terkejut ketika menyadari sosok Raffi Putra yang tiba-tiba ada di sampingnya. Raffi Putra langsung melakukan tekel bersih dan mengambil bola dengan mudah dari kaki pemain depan Sparta Bandung FC itu, lalu Raffi Putra menggiring bola kedepan bahkan dia melewati garis tengah lapangan saat ini.


Setelah melewati satu pemain, Raffi Putra mengoper pada Wildan Hutami dan Wildan langsung berlari dengan sangat cepat sambil menggiring bola melewati beberapa pemain Sparta Bandung FC.


Wildan hendak menendang bola langsung ke gawang, namun dia melihat ada sosok Raffi Putra di depan kotak penalti yang sedang dalam posisi sangat bagus saat ini. Wildan Hutami tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memberikan umpan ke Raffi Putra, bola sudah setengah kepala Raffi Putra dan langsung saja Raffi Putra melompat ke udara sambil melakukan gerakan akrobat untuk menendang bola yang ada di atas udara.

__ADS_1


Bola berhasil dia tendang dengan bagus, bolanya pun menukik tajam menuju gawang Sparta Bandung FC dengan sangat bagus pula. Tetapi Wawan Angga melakukan buang badan dengan bagus dan berhasil meninju bola itu dan membuatnya keluar lapangan sehingga menjadikannya tendangan akrobatik Raffi Putra tadi hanyalah peluang saja.


Wawan Angga bangkit sambil sedikit tersenyum dan memandangi sosok Raffi Putra yang berdiri menatapnya dengan sangat tajam. Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Raffi Putra itu, tapi dia memiliki semangat yang tidak kalah tinggi darinya. "Majulah kemari, aku akan hentikan semua serangan dari kalian semua" ujar Wawan Angga yang mulai mengobarkan api peperangan pada Raffi Putra dan seluruh pemain Batavia Fort FC.


__ADS_2