Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 153: Andra Almeida


__ADS_3

Setelah mengatakan apa yang ada dipikirannya saat itu, Rizaldi pun lalu menunggu Coach Giovanni yang katanya akan memperkenalkan seseorang pada dirinya. Seseorang itu adalah orang yang akan menjadi agen Rizaldi jika memang Rizaldi ingin pergi ke MK Dons, seperti yang dirinya inginkan kali ini.


Sudah beberapa minggu semenjak pertemuan mereka saat itu, dan bahkan Rizaldi sudah melewati 3 pertandingan lainnya yang bisa dirinya lalui dengan catatan apik yang lainnya sekali lagi. Dari 3 pertandingan terakhir, Rizaldi selalu berhasil mencatatkan assist dan juga beberapa kali melakukan tembakan-tembakan dari luar kotak penalti yang hasilnya cukup lumayan mengganggu kiper-kiper tim lawan.


Di 3 pertandingan itu, Rizaldi berhasil mencetak gol lewat tendangan jarak jauh sekitar 27 meter dari gawang musuh. Tetapi tetap saja posisi Pengambangan Cananga FC masih dibawah dari pasukan Tarakanita Jakarta FC dengan perbedaan poin hanya selisih 2 poin saja karena kekalahan mereka saat itu melawan Tarakanita Jakarta FC.


Setelah pertandingan, Rizaldi bersiap-siap untuk pergi ke sebuah cafe yang sudah ditentukan oleh Coach Giovanni sebelumnya. Rencananya hari ini Rizaldi akan dipertemukan dengan calon agennya. Agen ini akan berperan untuk Rizaldi Fatah jika dirinya ingin bermain di klub-klub besar nantinya, dan juga manajer ini lah yang bisa menegosiasikan kontrak yang akan menguntungkan bagi pemain nantinya.


Sebut saja nama-nama agen sepakbola yang beken. Seperti Mino Raiola, Jorge Mendes yang terkenal karena menjadi agen sang mega bintang Cristiano Ronaldo ataupun nama baru seperti Christopher Dicky yang terkenal karena memanajemen nama-nama pemain terkenal di era sekarang seperti Giancomo Baldanzi, atau Lionel Ginter.


Tetapi kadang agen seorang pesepakbola tidak harus yang namanya sudah beken dan memiliki agensi hebat, memang ada jaminan kalau seorang pemain sepakbola dibawah naungan agensi hebat bisa bermain di klub-klub yang memiliki sejarah panjang dan hebat seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Manchester City atau Bayern Munich. Namun ada juga pesepakbola yang memercayai salah satu keluarganya untuk menjadi agennya sendiri, misal mempercayakan ibunya sebagai agen ataupun mempercayai saudaranya. Tetapi, itu semua tergantung betapa hebatnya orang itu bernegosiasi di meja negosiasi dengan para petinggi-petinggi klub yang dituju.


Rizaldi sampai seorang diri di cafe itu, dia langsung duduk sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Coach Giovanni sebelumnya saat bertukar pesan di aplikasi pengirim pesan. Rizaldi sedikit canggung karena ini pertama kalinya dirinya pergi ke sebuah cafe yang cukup ramai dan juga terkenal, Rizaldi memandangi seluruh sudut cafe itu dan menemukan banyak anak-anak muda yang sedang bersantai menghabiskan waktu mereka di sini.


Beberapa saat kemudian salah satu pegawai cafe tersebut mendatangi meja Rizaldi. Pegawai perempuan itu tersenyum ramah ke Rizaldi sebelum menanyakan pesanan Rizaldi.

__ADS_1


"Boleh minta daftar menunya kak?" ucap Rizaldi karena dirinya tidak tahu harus memesan apa.


"Ini kak silakan, kalau sudah tahu mau pesan apa panggil saja ya" ucap si pelayan cantik kemudian meninggalkan Rizaldi untuk pergi ke meja yang lainnya.


Rizaldi pun mulai membuka-buka lembar buku menu yang cukup banyak itu. Ada 3 lembar halaman, menunya banyak sekali mulai dari makanan dan minuman yang berbagai macam rasa dan warnanya, sampai Rizaldi semakin bingung mau pesan yang mana. Semakin dirinya memindah halaman daftar menu itu, semakin bingung Rizaldi. Lalu akhirnya Rizaldi lebih memilih untuk memesan yang sedang digandrungi oleh banyak remaja-remaja saat ini di tempat itu.


"Satu Choco Sunday ya kak, silakan ditunggu" ucap si pelayan ketika Rizaldi menentukan pesanannya, dan lalu si pelayan pergi lagi dan memberikan menu pesanan Rizaldi ke salah satu temannya lagi yang bertugas di konter minuman.


Cukup lama Rizaldi menunggu, 10 menit telah berlalu dan akhirnya pesanannya pun datang, namun tidak untuk Coach Giovanni. Coach Giovanni masih belum kelihatan batang hidungnya semenjak dari tadi, Rizaldi terus menerus mengamati pintu masuk dan selalu berharap ketika ada seseorang mendorong pintu itu, dirinya berharap itu adalah Coach Giovanni dan orang yang akan dia pertemukan dengan dirinya ini.


Tetapi sudah hampir habis Choco Sunday miliknya, tetap saja Coach Giovanni masih belum tampak di wajah Rizaldi. Rizaldi semakin gelisah dibuatnya, seorang diri di tempat yang seramai ini membuat dirinya gelisah dan tidak baik untuk jantungnya. Rizaldi ingin keluar dari situasi ini, pada akhirnya dirinya mencoba bermain-main smartphone miliknya dan mencoba menghubungi Coach Giovanni sekali lagi.


Semakin cemas dirinya, namun beberapa saat kemudian Rizaldi melihat pintu masuk seperti ada yang mendorongnya. Rizaldi berharap sekali itu adalah Coach Giovanni, dan benar saja. Coach Giovanni akhirnya tiba di situ namun dirinya terlihat hanya seorang diri saja, tidak ada orang lain bersama dengan dirinya. Rizaldi pun terheran, karena kata Coach Giovanni sebelumnya akan ada seseorang yang akan dikenalkan pada dirinya.


"Maaf menunggu terlalu lama, aku harus menjemput seseorang terlebih dahulu sebelum kemari" ujar Coach Giovanni, dirinya langsung duduk dan meminta pelayan untuk memberikannya daftar menu yang ada di sini. "Saya pesan Latte 2" Coach Giovanni mengatakan pesanannya.

__ADS_1


"Anda haus sekali kah coach, sampai-sampai memesan minuman 2 buah" ucap Rizaldi setengah bercanda.


Sedikit terlihat senyuman Coach Giovanni, lalu beliau menggerakkan tangannya seakan menyanggah perkataan dari Rizaldi tadi. "Ini untuk satu orang lagi" ucap beliau.


"Satu orang lagi" Rizaldi terkejut, lalu tanpa dirinya sadari ada seseorang lagi yang duduk tepat dihadapan Rizaldi saat ini dan langsung membuatnya terpaku ketika melihat sosok tersebut.


Rizaldi sampai terpaku karena terkejut melihat seseorang yang tiba-tiba menatap matanya sedalam-dalamnya, seperti dalamnya lautan yang menelan Rizaldi hidup-hidup, Rizaldi seakan ditelan oleh tatapan sosok tersebut.


Sosok yang datang itu adalah seorang perempuan, berpenampilan menarik, muda dan sepertinya terlihat seumur dengan Rizaldi. Memiliki mata berwarna biru terang seperti Coach Giovanni, rambut pirang tergerai indah, kulit seputih salju dan bersih. Tubuhnya ramping namun terlihat atletis, kulit putih mulusnya ia biarkan terlihat dengan menggunakan baju lengan pendek berwarna hitam yang begitu memikat pesonanya.


Rizaldi masih terdiam dan dirinya langsung mengalihkan pandanganya ketika melihat suatu hal yang mengharuskannya mengalihkan pandangan atau kalau tidak dirinya bisa dikarate oleh sosok perempuan itu. Begitulah insting lelaki Rizaldi berkata pada dirinya, dan akhirnya Rizaldi selamat dari hal yang tidak ia inginkan.


"Ehem-ehem" Coach Giovanni berdehem. "Perkenalkan ini lah yang akan menjadi agen mu nanti sehingga kalian bisa membicarakan apa yang kita bicarakan kemarin di kantor ku. Namanya adalah Andra Almeida, dia sepupuku umurnya mungkin baru 18 tahun namun percayalah dengannya, dia akan sangat membantumu nanti" ucap Coach Giovanni mencoba memperkenalkan sepupunya itu pada Rizaldi.


"Namaku Andra Almeida, kau bisa panggil aku Almeida ataupun Andra suka-suka kau saja" ucap Andra Almeida dan menjabat tangan Rizaldi.

__ADS_1


"Rizaldi Fatah, mohon bantuannya hingga kedepannya" ucap Rizaldi sedikit canggung, lalu dirinya membalas jabat tangannya Andra.


Beberapa saat kemudian, pesanan Coach Giovanni sebelumnya pun datang. Setelah menerima pesanan itu, Coach Giovanni dan Rizaldi pun membahas tentang MK Dons dengan Rizaldi, ditemani oleh Andra Almeida yang bersiap membantu Rizaldi untuk melakukan negosiasi dengan pihak MK Dons.


__ADS_2