Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 152: Pilihan Rizaldi


__ADS_3

Di saat mengetahui kalau dirinya sedang dicari oleh Coach Giovanni. Rizaldi langsung saja pergi ke kantor untuk menemui Coach Giovanni, dirinya meninggalkan latihan dan langsung bergegas menuju kantor begitu saja.


Rizaldi terdiam sejenak begitu sampai di depan pintu, ia sedikit takut untuk mengetuk pintu tersebut namun tetap saja dirinya mencoba untuk mengetuknya. Bunyi ketukan pintu terdengar jelas, Coach Giovanni yang berada di dalam ruangan tersebut pun dapat mendengarnya dengan jelas


"Masuk!" ucap Coach Giovanni dari dalam dan Rizaldi pun langsung masuk ketika sudah mendapatkan izin.


Hal pertama yang dilihat oleh Rizaldi ketika memasuki ruangan Coach Giovanni adalah, sebuah wajah gelisah yang ditampilkan oleh Coach Giovanni. Rizaldi menjadi ikut gelisah ketika melihat ekspresi itu, dirinya merasa ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi pada dirinya, begitu pikir Rizaldi.


"Duduk!" Coach Giovanni mempersilakan Rizaldi untuk duduk, namun bagi Rizaldi itu seperti perintah dari Raja Iblis yang kejam.


Rizaldi pun langsung duduk, suasana sedikit canggung awal-awal. Tidak ada suara apapun di dalam ruangan tersebut, yang ada hanyalah suara kertas-kertas yang dibolak-balik oleh Coach Giovanni dan Rizaldi pun tidak berani untuk mengganggu apa yang sedang dilakukan oleh Coach Giovanni saat ini. Rizaldi hanya bisa menunggu saja, sampai Coach Giovanni menyelesaikan pekerjaannya.


Lalu coach pun selesai, dirinya mulai menatap tajam pada Rizaldi yang semakin membuat Rizaldi tambah gugup. Bulir-bulir keringat dingin mulai bercucuran, tatapan tajam Coach Giovanni semakin intens dirasa oleh Rizaldi. Karena semakin merasa tidak nyaman, akhirnya Rizaldi pun mengalihkan pandanganya dari mata tajam Coach Giovanni yang terus menatap dirinya dengan tajam.


Coach Giovanni tertawa melihat itu, ini menjadi salah satu peristiwa yang sangat jarang dilihat oleh pemain Pengambangan Cananga FC, yaitu melihat Coach Giovanni tertawa atau bahkan tersenyum lepas. Rizaldi pun kebingungan dengan tingkah Coach Giovanni yang begitu tiba-tiba itu, sampai Rizaldi menggaruk-garuk kepalanya karena sangat kebingungan.


"Kau tahu mengapa aku memanggil mu?" Coach Giovanni langsung berubah ke mode biasanya.


Rizaldi tidak bisa menjawab itu, dia pun bingung kenapa coach memanggil dirinya. Semenjak berjalan menuju kemari, itulah yang selalu dipikirkan oleh Rizaldi, untuk apa Coach Giovanni memanggil dirinya? Namun dirinya tidak bisa menemukan jawaban yang tepat untuk itu.


Akhirnya Rizaldi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dan itu sudah diduga sebelumnya oleh Coach Giovanni. Untuk itulah Coach Giovanni lalu melemparkan beberapa aplikasi soal penawaran untuk Rizaldi Fatah.

__ADS_1


"Apa ini coach?" tanya Rizaldi masih dalam kebingungan.


"Lihatlah sendiri!" ujar Coach Giovanni.


Rizaldi pun mengecek semua kertas itu, dirinya terkejut dalam satu kali lihat saja. Beberapa logo klub yang dirinya kenal ada di atas surat itu, Rizaldi sudah tahu surat apa itu walaupun belum dirinya baca sepenuhnya apa isi dari surat tersebut.


Rizaldi lalu membaca isi surat itu dengan perlahan-lahan. Satu persatu surat aplikasi tersebut, lalu matanya terhenti ketika ia melihat salah satu dari aplikasi tersebut ada berasal dari salah satu tim yang bermain di Inggris. Rizaldi tahu klub itu, namun dirinya tidak terlalu terkesan dengan klub tersebut. Akan tetapi ada satu hal yang dipikirkannya ketika dirinya melihat lambang klub yang bermain di kasta ketiga Liga Inggris tersebut.


"Milton Keynes Dons? Ini bukan mimpi kan?" Rizaldi masih tidak bisa percaya.


"Beberapa saat yang lalu sebelum aku memanggilmu, aku juga merasakan hal demikian Ward Prowse. Tetapi tenang saja itu memanglah surat permintaan dari Milton Keynes Dons, mereka sepertinya tertarik dengan dirimu" Coach Giovanni menerangkan kepada Rizaldi.


"Itulah yang ingin ku ketahui jua. Untuk itu aku memanggilmu kemari untuk mengetahui bagaimana jawabanmu atas semua aplikasi yang datang padamu kali ini? Apa kah kau akan menerimanya? Jika menerima nya kau memilih yang mana Ward Prowse? Atau kau mau tetap bertahan di sini sebelum pergi ketempat yang lain?"


Dicecar pertanyaan seperti itu tentunya Rizaldi tidak bisa tenang begitu saja, dirinya kebingungan saat ini dan sayangnya lagi Coach Giovanni menginginkan jawaban yang pasti untuk sekarang ini. Rizaldi terdiam untuk sementara waktu, matanya terus bergantian menatap semua aplikasi yang datang padanya itu, Rizaldi pun sempat bertanya pada Boro-555 sang sistem miliknya, namun Boro-555 tidak memberikan jawaban yang ingin dirinya dengar untuk sekarang ini.


"Jadi ini semua harus ku putuskan seorang diri kah?" ujar Rizaldi dalam hatinya.


Coach Giovanni berdiri, dirinya mencoba mengalihkan pikirannya saat ini dengan melihat para anak asuhannya sedang berlatih dengan begitu keras. Itu adalah hal yang wajar, karena setiap hari mereka akan terus berlatih keras demi memastikan tempat di dalam skuad yang akan bertanding di tiap minggunya. Mereka semua akan bersaing untuk mendapatkan satu tempat itu, tidak lebih juga Rizaldi Fatah.


Walaupun Rizaldi Fatah adalah pemain yang spesial di mata Coach Giovanni, dirinya tetap harus berjuang untuk mendapatkan satu tempat itu. Coach Giovanni bahkan tidak langsung membawa Rizaldi di skuad utama Youth tim Pengambangan Cananga FC, Rizaldi malah memulai karirnya di Youth tim B Pengambangan Cananga FC dan merangkak dari bawah hingga akhirnya sampai ke tempat ini.

__ADS_1


Rizaldi terus membuktikan dirinya pada para coach, rekan-rekan satu perjuangannya dan juga para fans Pengambangan Cananga FC yang mulai jatuh hati pada dirinya. Bahkan, para fans mulai menyebutnya sebagai New Boyz Wonder dari Pengambangan.


Tentu mendapatkan kabar ini adalah hal yang mengejutkan bagi Rizaldi dan juga bagi Coach Giovanni, terlebih lagi Coach Giovanni sudah mulai menemukan metode yang tepat untuk semakin membuat Rizaldi terus berkembang menjadi pemain sepakbola yang semakin baik setiap harinya.


Tetapi apa yang diucapkan oleh Rizaldi Fatah setelahnya sedikit membuat terkejut Coach Giovanni, namun dirinya juga sedikit lega mendengarnya.


"Saya akan memikirkannya Coach, saya akan memilih MK Dons dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya mereka rencanakan terhadap karir saya!" ujar Rizaldi.


"Jadi begitu kah jawaban mu Ward Prowse?" ucap Coach Giovanni sambil tersenyum. "Kalau begitu kita akan memberitahukan hal ini pada pihak MK Dons, dan untuk itu kau harus ditemani manajer mu untuk membahas hal ini"


"Manajer?" Rizaldi sedikit kebingungan. "Tetapi saya tidak punya manajer Coach!"


"Tenang saja!" ucap Coach Giovanni dengan tersenyum tipis. "Aku sudah mengontak seseorang yang aku kenal untuk menjadi manajermu, ya aku tahu suatu saat nanti kau pasti akan menjadi sebuah bintang yang paling bersinar, sehingga aku mempersiapkan hal ini untukmu"


Rizaldi sedikit kebingungan namun dirinya tidak terlalu memikirkan hal tersebut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Coach Giovanni tadi.


"Kau boleh pergi, ketika ada jawaban dari pihak MK Dons maka akan ku beritahukan lagi padamu" ucap Coach Giovanni.


Setelah itu Rizaldi pun keluar dari ruangan Coach Giovanni, namun perasaannya begitu membara kali ini karena dirinya tidak sabar menanti jawaban dari pihak MK Dons yang menginginkan jasa servis pemain muda yang penuh potensi itu.


Sedangkan Coach Giovanni tersenyum di dalam ruangannya, dirinya lalu menghubungi seseorang yang sudah sempat dirinya sebutkan ketika berbicara dengan Rizaldi Fatah tadi. Seseorang yang akan menjadi manajer Rizaldi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2