
Kondisi moral tim Pengambangan Cananga FC pada hari pertandingan final Indonesia Premier League sangat tinggi, mereka benar-benar ingin mendapatkan trofi yang mereka miliki sedari dulu itu.
Mereka memulai liga dengan sangat baik, namun di putaran kedua liga mereka sempat terseok-seok bahkan kehilangan sentuhan mereka hingga akhirnya mereka hanya bisa finis di posisi ketiga klasemen akhir. Pertemuan mereka dengan Tarakanita Jakarta FC yang musim ini tampil cemerlang dengan amunisi baru dan pelatih baru juga menjadi bahan bakar untuk mereka semua. Mereka ingin membalaskan rekor mereka di dua pertemuan terakhir, yang mengharuskan Pengambangan Cananga FC menelan pil pahit dengan menderita dua kali kekalahan melawan Tarakanita Jakarta FC.
Itulah alasannya mengapa, semua pemain Pengambangan Cananga FC di lapangan saat ini berwajah begitu serius. Mereka tidak ingin membuat rekor pertemuan mereka menjadi 3-0 untuk musim ini, setidaknya mereka ingin memperkecil jarak diantara mereka berdua.
Wasit Muhammad Riski Abdullah meniupkan peluitnya, menandakan kick-off babak pertama pun dimulai antara Pengambangan Cananga FC melawan Tarakanita Jakarta FC. Bola pertama didapatkan oleh pemain Tarakanita Jakarta FC, mereka langsung mencoba menguasai permainan sedari awal laga. Para pemain tengah Tarakanita Jakarta FC terus melakukan passing-passing pendek untuk mendapatkan penguasaan bola sekaligus membongkar perlahan-lahan, pertahanan yang coba dibangun oleh pemain Pengambangan Cananga FC.
Sebagai seorang playmaker, instingnya Marukawa langsung bangun. Dia sadar pemain Pengambangan Cananga FC berusaha untuk melakukan full counter ketika mereka mendapatkan bola, Marukawa sedikit tersenyum melihat para pemain Pengambangan Cananga FC yang terus menjaga rapat barisan pertahanan mereka. "Kalau kalian maunya begitu maka akan ku lawan permainan kalian" ujar Marukawa setelah menemukan cara untuk lepas dari situasi yang mereka alami.
Hanya memberikan kontak mata kepada pemain lainnya, Marukawa langsung bisa memberikan perintah kepada teman-temannya tanpa harus memberitahu mereka harus berbuat apa. Bahkan Yoga Hilmawan sekalipun sudah tahu harus melakukan apa ketika Yoga melakukan kontak mata dengan dirinya, Yoga langsung bergerak kedepan tanpa peduli apapun. Para pemain Pengambangan Cananga FC melihat pergerakan itu, namun mereka membiarkan saja karena merasa bukanlah suatu ancaman.
Marukawa tersenyum miring melihat apa yang dilakukan pemain Pengambangan Cananga, dia memberikan bola langsung ke sisi kanan wilayah pertahanan tim Pengambangan Cananga FC. Disana ada pemain sayap Tarakanita Jakarta FC, yaitu Junior Sousa yang memiliki kecepatan dan akselerasi mumpuni. Pemain berusia 28 tahun itu tidak cuma memiliki akselerasi, Junior Sousa juga memiliki visi bermain serta akurasi umpan yang juga berbahaya, dari semua pertandingan liga yang dirinya mainkan, Junior Sousa sudah mencatatkan 15 assist.
Dan benar saja, Junior Sousa yang mendapatkan peluang dari akselerasi yang dirinya miliki. Setelah mendapatkan umpan panjang dari Marukawa, Junior Sousa langsung mengajak duel sprint Galih yang kini di plot sebagai bek sayap. Galih sebenarnya memiliki kecepatan juga, namun kecepatan yang dirinya miliki masih dirasa kurang dari Junior Sousa sehingga Sousa pun mampu melewatinya dengan cepat.
__ADS_1
Sousa setelah melewati Galih langsung mencari keberadaan sang eksekutor terakhir, yaitu Yoga Hilmawan. Dirinya melihat Yoga dalam posisi yang cukup menguntungkan, sehingga Sousa langsung memberikan umpan crossing yang begitu matang pada Yoga. Itu adalah bola yang sangat disukai oleh Yoga. Yoga langsung memposisikan tubuhnya pada arah bola, Yoga bersiap memberikan tendangan langsung setelah menerima umpan matang dari Sousa.
Namun Yoga tidak mendapatkan bola itu di kakinya, ada seseorang yang melakukan intersepsi terhadap umpan dari Sousa tadi. Sosok itu adalah Rizaldi Fatah yang sudah menunggu sedari tadi. Dengan penglihatannya yang sangat bagus, Rizaldi mencoba memproyeksikan apa yang akan dilakukan oleh Sousa sebelum dirinya melepaskan umpan. Ketika Rizaldi sudah menemukan jawabannya, Rizaldi pun tinggal menunggunya. Karena dirinya tahu, Sousa akan memberikan umpan kepada Yoga Hilmawan, dan kebiasaan Yoga Hilmawan adalah melakukan tendangan first-time keras dengan menggunakan kaki kanannya. Rizaldi langsung membacanya dengan sangat baik, dengan intersepsi mahal yang dirinya lakukan.
"Sial!" Yoga mengumpat karena peluangnya digagalkan oleh Rizaldi.
Rizaldi langsung mendorong bola kedepan, menjauhkan bola dari wilayah pertahanan timnya.
Pertandingan Pengambangan Cananga FC melawan Tarakanita Jakarta FC bukanlah sekedar pertandingan bola biasa, ini adalah duel antara dua pelatih yang memiliki filosofi bermain bola yang hampir serupa. Selain itu, pertandingan ini juga adalah duel para pemain tengah, sebab sepanjang babak pertama berjalan para pemain tengah sangat berjuang keras untuk membangun serangan atau membendung serangan yang datang ke garis pertahanan tim mereka.
Selama 25 menit babak pertama telah berjalan, Adam Sala sukses melakukan 4 intersepsi penting, 6 tekel berhasil dan beberapa kali menghentikan pergerakan yang dilakukan oleh Marukawa dan Yoga Hilmawan.
Adam Sala sebagai pemain senior serta kapten tim yang bermain sangat bagus, berhasil membuat rekan-rekannya ikut bersemangat. Dirinya tidak sendirian, ketika Adam Sala meninggalkan posnya maka akan ada beberapa pemain yang melakukan cover pada posisi yang ditinggalkan olehnya. Kadang Rizaldi Fatah yang melakukan cover, lalu ada Muhammad Fauzan, ataupun Galih yang kadang melakukan cover. Hal itu membuat Adam Sala merasa selalu aman ketika meninggalkan posnya.
Tim Pengambangan Cananga FC sudah melakukan 6 tembakan selama 25 menit pertandingan babak pertama dimulai. Akurasinya cukup buruk, hanya 2 dari 6 tendangan yang on target ke arah gawang, sisanya ada yang melebar, menyamping atau bahkan membentur tubuh pemain bertahan tim lawan. Dua dari enam tembakan yang dilesatkan oleh pemain Pengambangan Cananga FC yang on target itu, keduanya dicatatkan oleh Rizaldi Fatah. Rizaldi melakukan tendangan jarak jauh sekali yang masih bisa ditepis kiper Tarakanita Jakarta FC, dan juga melakukan sekali tembakan tepat dihadapan kiper Tarakanita Jakarta, namun sayangnya masih bisa diantisipasi dan belum mampu merubah keadaan.
__ADS_1
Tetapi bukan berarti tim Tarakanita Jakarta FC tidak melakukan apapun. Malah mereka lah yang mendominasi di 25 menit babak pertama ini. Tarakanita Jakarta FC mencatatkan 9 tembakan, yang 5 diantaranya berhasil on target. Yoga Hilmawan adalah pemain yang paling banyak melesatkan tembakan. Yoga berhasil mencatatkan 6 tembakan yang 4 diantaranya berhasil on target.
Dan intensitas permainan semakin meninggi setiap kali bola bergulir, kedua tim saling serang satu sama lain karena tidak ada yang ingin mengalah di partai puncak ini. Ketika tim Pengambangan Cananga FC menyerang dan gagal, maka tim lawan Tarakanita Jakarta FC akan melakukan serangan balasan yang tidak kalah berbahaya.
Intensitas tinggi itu tidak menurun sama sekali walaupun asisten wasit mulai menaikkan papan elektronik yang memberitahukan berapa menit waktu tambahan yang diberikan oleh official sebelum menutup babak pertama. Tambahan waktu hanya 2 menit, karena tidak ada pelanggan yang cukup membuang waktu walaupun tensi pertandingan yang begitu tinggi.
Di 20 detik terakhir penghujung babak pertama, Tarakanita Jakarta FC mendapatkan sebuah peluang dari counter attack ketika mereka berhasil membendung serangan tim Pengambangan Cananga FC.
Marukawa yang mendapatkan bola langsung melepaskan bola ke tempat yang menurutnya sangat bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik, dengan cepat dia memindahkan bola ke kaki Junior Sousa dan Sousa pun langsung melakukan tugasnya seperti biasa.
Cepat sekali Sousa menyisir sisi kiri pertahanan tim Pengambangan Cananga FC, Alfiandra yang berjaga di posisi itu berhasil dikelabui oleh Sousa dengan menggunakan gerakan cut inside. Sousa melakukan pemindaian area sebelum mengambil keputusan apakah dirinya langsung melakukan tendangan ke gawang, atau memberikan umpan kepada striker yang sudah menunggu umpan darinya. Otaknya dengan cepat berproses dan mendapatkan kesimpulan kalau dirinya harus melakukan tembakan langsung ke gawang dengan mengincar ke sisi yang jauh, karena dirinya melihat Yoga Hilmawan dalam keadaan yang tidak mungkin bisa menerima umpan darinya.
Setelah melakukan gerakan cut inside, dengan mepetnya waktu yang tersisa. Junior Sousa pun melakukan tembakan dengan kaki kirinya. Tembakan melengkung yang mengarah ke sisi tiang jauh gawang Pengambangan Cananga FC, yang dijaga oleh Derry Yanuar. Derry bergerak dengan cermat, dirinya terbang untuk menepis bola tersebut. Bola berhasil ditepis, namun sayangnya bola rebound gagal dikuasai oleh tim Pengambangan Cananga FC. Yoga Hilmawan mendapatkan bola rebound, namun tubuhnya dalam keadaan dijepit oleh dua pemain bertahan Pengambangan Cananga FC yaitu Galih dan Diego Alaves.
Dalam keadaan itu Yoga memaksa untuk berduel dan mencoba menyundul bola yang datang pada dirinya, sayangnya dirinya tidak mampu melakukan sundulan, bola melewati dirinya dan menuju sosok orang yang ada dibelakangnya. Sosok yang tidak dikawal sama sekali, karena tidak terduga dirinya akan ada di posisi yang begitu pas.
__ADS_1
Raffi Putra merasa ini adalah momentum miliknya, dirinya pun melakukan tendangan pada bola rebound yang datang pada dirinya itu. Bola lurus, mengarah tepat ke Derry Yanuar sehingga Derry berhasil memblokir tendangan Raffi Putra dan berhasil membuat bola keluar, tidak lama setelah itu pun wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama pun berakhir.