
Sudah hampir dua minggu lamanya Rizaldi Fatah mengikuti tur yang dilakukan tim Pengembangan Cananga FC di Spanyol. Rizaldi selalu dimainkan semenjak permainan apiknya saat melawan Albacete Balompié saat itu, Coach Giovanni benar-benar terkesan dengan permainan yang diberikan oleh Rizaldi Fatah pada hari itu sehingga dia dipercaya setiap Pengambangan Cananga FC bermain.
Rizaldi Fatah selalu memberikan permainan terbaiknya dalam kondisi apapun dan dimainkan dalam posisi apapun, sempat Rizaldi bermain sebagai pemain gelandang tengah murni dan dia benar-benar bisa menggigit kesempatan itu dengan gigi emas. Rizaldi tidak ingin kesempatan yang sudah diberikan oleh Coach Giovanni terbuang sia-sia begitu saja, akhirnya dia memberikan semua hal yang ia miliki demi momen ini dan kesempatan ini.
Total dari 5 pertandingan yang sudah dimainkan oleh Pengambangan Cananga FC, mereka berhasil menang 2 kali dan kalah 3 kali. Pertama mereka kalah melawan Sevilla FC, lalu menang melawan Albacete Balompié. Setelah itu mereka kembali menang saat melawan CD Tenerife, lalu mereka kalah saat bertanding ke Malaga dan juga Mallorca.
Hari ini adalah hari pertandingan terakhir mereka di Spanyol sebelum akhirnya tim Pengambangan Cananga FC mengakhiri tur mereka dan kembali ke Indonesia untuk bersiap-siap memulai liga yang tidak akan terasa kembali bergulir.
Musuh yang akan mereka hadapi sedikit spesial hari ini, setelah bertanding di Mallorca kemarin, kini mereka bergerak ke Barcelona yang merupakan kota penutup tur pra-musim tim Pengambangan Cananga FC, tim Indonesia yang terasa begitu kecil di negeri Spanyol ini. Bukan Barcelona yang utama yang akan menjadi lawan mereka di hari ini, namun hanya tim akademi Barcelona saja atau yang dikenal dengan nama La Masia.
Walaupun hanya tim akademinya saja tetapi tetap saja Akademi La Masia adalah salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia. Banyak sekali bintang-bintang sepakbola yang berasal dari akademi sepakbola ini, sebut saja nama seperti- Cesc Fàbregas, Hector Bellerin, Pedri, Gavi atau sang pesepakbola terbaik di dunia di abad 21 yaitu Lionel Messi juga berasal dari akademi La Masia.
Melawan La Masia juga adalah salah satu menu istimewa yang didapat oleh para punggawa Pengambangan Cananga FC. Tidak banyak tim dari Indonesia ataupun dari negara yang liganya masih kecil seperti di Indonesia. Untuk itulah para pemain Pengambangan Cananga FC bertingkah seperti kawanan Dubuk yang sedang bersiap berpesta. Mereka bersiap memakan apa saja yang tersedia di depan mata mereka dengan tatapan penuh kelaparan itu, walaupun yang mereka hadapi lebih besar dari mereka- mereka tetap akan melawannya sampai mereka benar-benar tahu di mana batasan mereka.
Rizaldi juga sedikit bersemangat hari karena dia baru saja mendapatkan kabar dari Derry sahabatnya, kalau dia, Axel dan juga Martin berhasil masuk ke dalam skuad utama timnas Indonesia U-17 untuk Piala AFF U-17 yang diadakan di Indonesia juga. Rizaldi Fatah tentu senang mendengar berita bahagia itu, namun disisi lain dia juga merasakan sedikit rasa kecewa dan kesal karena dia tidak menjadi bagian dari skuad timnas yang sudah diinginkan oleh Rizaldi sejak dulu. Cidera lututnya membuat dirinya tidak bisa mengikuti pelatnas saat itu, namun dia tetap merasa bersyukur bisa mengikuti tur ke Spanyol bersama tim utama Pengambangan Cananga FC.
Dia merasa bersyukur Coach Giovanni memberikan dirinya kesempatan di kala saat itu dirinya sedang dalam kondisi yang begitu rapuh, untuk itulah Rizaldi memberikan segalanya demi berterima kasih dengan apa yang dilakukan oleh Coach Giovanni kepada dirinya. Walaupun terkesan kecil, namun apa yang dilakukan Coach Giovanni terhadap Rizaldi itu dianggap Rizaldi sebagai hal yang sangat berarti dan dia akan berterima kasih selamanya kepada Coach Giovanni atas kesempatan yang dirinya berikan.
__ADS_1
"Hei Rizal, apa kau siap untuk beraksi di lapangan hari ini? Bola-bola itu tidak bisa masuk dengan sendirinya ke gawang lawan" Anan Riswan menyapa Rizaldi yang sedang melakukan meditasi kecil.
Rizaldi membuka matanya dan menghentikan refleksi dirinya hari ini, dia tersenyum melihat Anan Riswan dan menjawabnya dengan penuh semangat. "Tentu saja aku siap, apalagi lawan kita kali ini adalah La Masia! Kau tahu itu kan La Masia! Tempat di mana para bintang sepakbola berasal" Rizaldi sedikit berlebihan namun apa yang dia ucapkan memang benar adanya, banyak sekali bintang sepakbola yang berasal dari akademi sepakbola yang dimiliki oleh klub Barcelona FC ini.
Anan Riswan menggelengkan kepalanya pelan sambil tertawa kecil. "Kau benar sekali kawan, aku bahkan masih tidak percaya kalau kita benar-benar akan melawan La Masia. Maksud ku seberapa beruntungnya kita, tim-tim dari I-LEAGUE mungkin tidak akan memiliki kesempatan seperti yang kita miliki saat ini"
"Kau benar Anan" Rizaldi setuju dengan apa yang dikatakan oleh Anan Riswan. "Untuk itulah kita harus memberikan yang terbaik demi pertandingan hari ini dan untuk masa depan kita yang lebih cerah"
Rizaldi mengepal tangan, Anan Riswan mengerti maksud dari Rizaldi. Lalu dia pun meninju tangan Rizaldi yang sudah terkepal itu, itu adalah salam gaul yang dipopulerkan oleh Rizaldi di ruang ganti Pengambangan Cananga semenjak dirinya bermain di tim B. Rizaldi lalu memberikan senyuman hangatnya seperti yang sering ia lakukan, dan itu membuat Anan Riswan tertawa.
"Kau tahu Rizal, coach yang menangani La Masia saat ini adalah salah satu teman dari Coach Giovanni juga loh" Anan memberikan informasi yang mengejutkan untuk Rizaldi.
"Apa peduli kau? Tentu saja jika pesepakbola itu pasti banyak kenalan yang sesama rekan satu profesi. Tidak hanya rekan satu tim saja"
"Jadi apa kau tahu siapa pelatih yang menangani La Masia saat ini Anan?" Rizaldi langsung bertanya soal sosok pelatih yang menangani tim akademi La Masia saat ini.
Anan Riswan tersenyum seperti tukang kredit peralatan masak saat berhasil memancing salah satu ibu-ibu yang ingin berhutang membeli perabot rumah tangga, Anan lalu mendekat ke Rizaldi sedekat-dekatnya agar apa yang ia ucapkan kali ini hanya terdengar oleh Rizaldi seorang. Anan menganggap informasi yang akan ia berikan ini lebih rahasia dari dokumen rahasia di film-film aksi Hollywood.
__ADS_1
"Aku hanya akan memberitahu hal ini padamu saja Rizal, kau harus melupakannya begitu kau mendengarnya dari ku" ucap Anan berbisik di telinga Rizaldi, yang dijawab oleh Rizaldi dengan anggukan ringan saja dan dengan ekspresi kebingungan.
"Coach Antoni Iaquinta! Kau pasti tahu sosok itu kan?"
Begitu mendengar nama itu Rizaldi hampir berteriak karena begitu terkejut, dia tidak menduga mendengar nama Antoni Iaquinta yang sempat menjadi pemain terbaik di liga Italia itu. Kali ini Rizaldi semakin mengetahui soal pelatihnya itu, dia tahu Coach Giovanni bukanlah pemain yang sembarangan dan dirinya tidak siap jika harus menerima fakta lain soal pelatih karismatik itu.
Tidak lama setelah itu, Coach Giovanni pun muncul di ruang ganti. Dia melihat Rizaldi dan Anan Riswan yang masih belum melakukan persiapan sama sekali, padahal mereka diperlakukan untuk pertandingan hari ini.
"Apa kalian ingin melewatkan pertandingan kali ini?" tanya Coach Giovanni yang membuat suasana menjadi dingin seketika.
Anan dan Rizaldi sangat terkejut mengetahui keberadaan Coach Giovanni yang tiba-tiba ada di dekat mereka.
"Hehe maaf Coach, sebentar lagi kami siap" ujar Anan sambil menggaruk-garuk belakang rambutnya.
Coach Giovanni hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua. "Sebaiknya kalian cepat atau aku benar-benar akan mencoret nama kalian berdua" ultimatum ini langsung membuat Anan dan Riswan berkemas dengan segera.
"Rizaldi ingat! Lupakan apa yang ku ucapkan pada dirimu tadi" Anan berbisik pada Rizaldi soal masalah yang ia ceritakan tadi.
__ADS_1
Rizaldi menggeleng saja, dia tidak mau lagi mendengar ocehan Anan karena dia lebih takut dicoret namanya oleh Coach Giovanni.