
Peluit telah ditiup oleh wasit pengadil lapangan, bola sudah ditendang oleh tim tamu yang memulai kick-off babak pertama terlebih dahulu, pertandingan antara Pengambangan Cananga FC melawan Surabaya Argento FC resmi dimulai!
Bermain di hadapan pendukung sendiri, pastinya menjadi sebuah suntikan moral yang besar bagi para pemain Pengambangan Cananga FC untuk memberikan semua yang terbaik dari apa yang mereka punya. Mereka semua pastinya ingin memberikan sebuah kemenangan di pertandingan hari ini, demi memuaskan dahaga para supporter nya yang selalu haus akan kemenangan itu. Untuk itulah mereka akan bermain seperti biasanya, bermain lepas dan menekan yang selalu menjadi bagian dari permainan mereka.
Tetapi tim tamu bukanlah tim yang bisa dianggap remeh, Surabaya Argento di musim ini sangat berbeda dari beberapa musim kebelakang ini. Mereka jelas sekali menargetkan juara liga di musim ini, walaupun skuad mereka masih mengandalkan pemain muda mereka saja dan mereka terkesan diam di bursa transfer, tetapi di dalam diam itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda, layaknya kepompong yang tiba-tiba berubah menjadi kupu-kupu yang indah.
Surabaya Argento bermain cukup tenang, mereka tidak ingin terpancing dengan gaya permainan Pengambangan Cananga yang sedikit agresif. Mereka bermain tenang, terus mengalirkan bola dari lini belakang sesuai dengan gaya sepakbola modern zaman sekarang. Ketika mereka mulai melihat celah, bek Surabaya Argento langsung memberikan umpan jauh kedepan dengan begitu akurat dan itu cukup menganggu pertahanan tim Pengambangan Cananga.
Begitu mendapatkan bola, Nico Pratama langsung tancap gas ke dalam kotak penalti Pengambangan Cananga. Sebelumnya dia melewati beberapa penjagaan dari pemain belakang Pengambangan Cananga, setelah itu dia melepaskan tembakan ke arah gawang. Tembakannya cukup berbahaya dan dia yakin sekali dengan tembakannya itu, namun rupanya gawang Pengambangan Cananga kali ini berbeda dari sebelumnya.
Derry Yanuar yang menjalani laga debutnya hari ini, tidak ingin hari bahagianya dirusak oleh satu kesalahan apapun, seperti kesalahan menepis tendangan lawan. Fokus Derry tingkat tinggi, begitu Nico Pratama melakukan tendangan dia sudah tahu harus berbuat apa. Derry langsung membanting tubuhnya ke arah bola, dia berhasil menangkap dengan sempurna tendangan keras Nico Pratama dari jarak 20 meter.
Nico Pratama terkejut melihat itu, dia tidak menyangka kiper yang bukanlah kiper utama tim Pengambangan Cananga FC itu mampu menangkap tendangannya dengan cukup sempurna, Nico Pratama tidak belum tahu siapa yang dilawannya hari ini, lebih tepatnya dia kurang memperhatikan skena sepakbola Indonesia. Gagal lah percobaan pertama Surabaya Argento di menit ke 14.
Lalu menuju menit ke 18, Surabaya Argento kembali mendapatkan peluang. Lagi dan lagi dengan skena yang mirip mereka mendapatkan peluang kembali. Pemain sayap Surabaya Argento berhasil memenangkan duel lari dengan bek sayap Pengambangan Cananga FC dan dia langsung memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti. Nico Pratama kembali menyambar bola dengan sundulannya, kali ini kembali bisa ditepis oleh Derry Yanuar, bola rebound langsung disapu bersih oleh Adam Sala yang kebetulan berdiri tepat di jatuhnya bola.
__ADS_1
Dua peluang emasnya mampu digagalkan begitu saja oleh Derry, sampai membuat Nico pun hampir frustasi walaupun waktu masih panjang. Dia mencoba mengingat-ingat siapa kiper muda itu, kiper yang baru saja menjalani laga debutnya di tim senior hari ini. Akhirnya Nico pun sadar, sosok penjaga gawang Pengambangan Cananga FC itu adalah kiper utama di Timnas Indonesia U-17.
Nico tidak turun mentalnya hanya gara-gara dia melawan salah satu punggawa timnas Indonesia, dia malah senang dan bersemangat ingin mencetak gol ke dalam gawang yang dijaga oleh Derry Yanuar, karena rasa semangatnya itu membuat Derry merasa tidak nyaman secara tiba-tiba.
Tetapi bukan berarti tim tuan rumah hanya berdiam saja, mereka juga melakukan apa yang sering mereka lakukan. Dengan gaya permainan agresif dan tersusun rapi, Pengambangan Cananga FC menyerang pertahanan tim tamu. Di menit ke 25 mereka mendapatkan sebuah angin segar dari build-up mereka yang terbilang tidak tergesa-gesa. Diawali dengan aksi Rizaldi Fatah yang keeping bola di lapangan tengah, lalu dia berikan bola pada Anan Riswan di sisi kiri.
Seperti biasanya Anan Riswan akan melakukan gerakan tusukan, gerakan khasnya dan dia akan mencoba menembak ke tiang jauh. Namun dua pemain belakang Surabaya Argento langsung menghadang dirinya, termasuk Muklis Hadi yang bersiap untuk menekel bola yang ada di kaki Anan Riswan. Tetapi Anan Riswan tidak semudah itu dikalahkan, Anan menarik bola ke belakang dan melakukan back-hell yang mengejutkan Muklis Raharjo.
Bola kembali ke kaki Rizaldi Fatah dan dia mendapatkan sedikit ruang tembak, Rizaldi melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola melesat dengan sangat cepat, tetapi sayangnya Rizaldi menendang dengan tumpuan yang sedikit salah sehingga bola malah sedikit naik dan membentur mistar gawang saja, Rizaldi langsung sedikit kecewa melihat tendangannya gagal masuk dengan mulus ke gawang lawan, tetapi dia tetap berlari karena ia merasa sudah semakin dekat.
Sedangkan tim Pengambangan Cananga FC, mereka mencatatkan 10 tembakan yang mana ini lebih banyak dari tim tamu, tetapi sayangnya akurasinya masih jauh, dari 10 tendangan hanya ada 3 yang tepat sasaran dan membahayakan gawang lawan, sisanya masih belum menemukan jalannya.
Di babak kedua Coach Giovanni tidak banyak mengubah strategi permainan, dia masih percaya dengan sistem yang selama ini ia terapkan dan juga dia masih percaya diri dengan formasi miliknya itu. Babak kedua pun dimulai dari sisi tuan rumah.
Seperti biasa, Pengambangan Cananga FC akan melakukan build-up serangan dari bawah terlebih dahulu sebelum melakukan serangan mematikan, mereka akan melakukan tiki-taka yang dimodifikasi oleh Coach Giovanni yang tidak meninggalkan sentuhan khas permainan Italia pada permainannya anak asuhannya.
__ADS_1
Pengambangan Cananga FC bermain lebih menekan dari babak pertama, namun para pemain Surabaya Argento sepertinya tidak terlalu kesulitan dalam menghadapi tekanan yang diberikan oleh tim tuan rumah. Apalagi mereka berhasil meredam kekuatan yang dimiliki oleh Ednilson Silva, pemain paling berbahaya di depan gawang yang dimiliki oleh Pengambangan Cananga FC. Bahkan mereka juga berhasil mematikan gerakan Kenzo yang cukup menyulitkan mereka di sisi kiri.
Rizaldi terus mencoba memberikan bola ke depan, entah ke sang striker Ednilson Silva atau ke dua pemain sayap mereka yaitu Kenzo dan Anan Riswan. Tetapi sayangnya pergerakan mereka bertiga sudah bisa dikunci oleh pemain bertahan tim Surabaya Argento, bahkan lebih parah hal itu terjadi pada sang juru gedor mereka, sehingga Rizaldi perlu sesuatu untuk membalikkan keadaan. Kedua tim masih mengalami kebuntuan hingga pertandingan memasuki menit ke 70.
Di dua puluh menit sisa laga itu, Coach Giovanni pun memasukkan nama Martin untuk menggantikan Ednilson Silva yang sudah tidak bisa berbuat banyak hari ini. Sekilas banyak yang menganggap Coach Giovanni sudah menyerah dan mencoba untuk mempertahankan skor tetap kacamata, daripada harus menerima kekalahan yang menyakitkan.
Tetapi Martin membuktikan kalau dia adalah sosok yang tepat, dan juga Coach Giovanni membungkam publik Stadion Cananga.
Baru bermain selama 3 menit saja, Martin sudah bisa menyetem dengan pemain-pemain lain dan pada akhirnya gol pun tercipta di menit ke 75. Berawal dari umpan satu dua Rizaldi dengan Anan Riswan, Rizaldi yang melihat Martin tengah mencoba membuka ruang langsung memberikan umpan lambung padanya.
Martin tidak banyak berpikir, dia hanya berlari dan mencoba menghitung kemana kira-kira bola itu jatuh dan Martin langsung menyesuaikan dirinya dengan umpan yang diberikan oleh Rizaldi Fatah. Bola berhasil didapatkan oleh Martin. Muklis Hadi yang melihat itu langsung memposisikan tubuhnya untuk sejajar dengan Martin sehingga Martin akan sulit melewati dirinya, tetapi malah Martin memilih untuk langsung berlari saja tanpa harus melewati Muklis yang membuat Muklis terkejut.
Saat Muklis mengejar Martin dan mencoba menghadangnya, Muklis kembali dikejutkan dengan gerakan individu Martin yang sangat cepat dan sampai membuat pergerakan Muklis terhenti dan dia terjatuh, Martin yang berhasil melewati Muklis langsung menggiring bola ke depan gawang dan menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna. Bola ditendang ke sisi kanan gawang sangat santai dan skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Setelah gol itu, Surabaya Argento berniat untuk membalas gol juga tetapi pertahanan Pengambangan Cananga FC yang sangat ketat membuat mereka sedikit kewalahan apalagi dengan sisa tenaga yang tersisa. Hingga akhirnya peluit panjang pun berbunyi, skor tetap tidak berubah hingga akhir. 1-0 untuk kemenangan tuan rumah di laga kali ini dan tetap menjaga poin mereka dari sang pemuncak klasemen sementara yaitu Tarakanita Jakarta.
__ADS_1
Selain itu ada hal penting yang tidak kalah penting, yaitu soal penampilan apik dari kedua debutan anyar mereka semua. Derry dan Martin sudah membuktikan diri mereka berdua kalau mereka sudah siap untuk bermain di level tim senior dan mereka berdua sudah tidak sabar menantikan pertandingan-pertandingan lain yang akan datang, namun sebelum itu mereka harus menghadapi piala AFF U-17 yang sudah di depan mata mereka.