Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 45: After Match


__ADS_3

[Misi Sukses!]


Kata itulah yang terdengar di telinga Rizaldi dan ia lihat saat ini seperti melayang di depannya, jelas sekali dia melihat tulisan itu dan jelas juga dia mendengar suara mesin yang menyerupai suara perempuan berusia 20 tahunan. Namun walaupun dia bisa mendengar dan melihat dengan jelas, hal itu tidak bisa di dengar dan dilihat oleh rekan-rekannya yang lain sehingga Rizaldi yakin hanya dia lah yang memiliki sistem seperti ini di dunia ini.


Rizaldi terbilang sukses menyelesaikan misi yang diberikan sistem untuk dirinya hari ini tadi pada saat pertandingan melawan Fiume Blu Lulut FC. Dia berhasil menyatukan tim walaupun sesaat, dia berhasil membawa tim menjadi pemenang dan yang lebih penting dia berhasil menjadi man of the match dengan catatan 2 gol dan 4 assist dalam pertandingan ini.


Sebenarnya masih banyak catatan bagus di laga debut Rizaldi hari ini, bukan hanya masalah mencetak gol ataupun memberikan assist. Rizaldi juga menjadi pemain Pengambangan Cananga Youth yang paling banyak menyentuh bola sebanyak 312 kali walaupun dia hanya bermain dari bangku cadangan. Rizaldi juga selalu membantu penyerangan dan selalu menjadi poros saat menyerang. Catatan rekor yang tidak kalah bagus termasuk jumlah operan kunci yang menyentuh 22 kali, melakukan 7 kali tembakan dan 4 diantaranya on target.


Sebagai pemain pengganti yang baru debut hari ini, semua catatan itu terlihat sangat bagus sekali. Bahkan untuk pemain seperti Rizaldi itu, catatannya sungguh tidak masuk akal. Dia seperti Roger Federer yang bermain badminton lebih bagus dari Lee Chong Wei. Sungguh tidak masuk akal!


Karena berhasil menyelesaikan misi, Rizaldi pun mendapatkan hadiah dari sistem. 3 botol Energy Booster yang bisa dia pakai saat dia terlalu lelah dan mengembalikan semua energi yang sudah ia keluarkan. Rizaldi menyebut minuman berwarna kehijauan itu sebagai air ajaib.


Selain mendapatkan Energy Booster, Rizaldi juga mendapatkan Kartu Sepakbola Grade C sebanyak 2 pack. Dengan Kartu Sepakbola itu, Rizaldi bisa kerasukan menjadi pemain yang ia dapatkan dari pack kartu sepakbola itu.


Mengapa jadi kerasukan? Sebab, sesaat setelah Rizaldi menggunakan kartu itu maka dia akan bermain seperti pemain yang ada di kartunya selama beberapa menit. Contohnya, jika dia mendapatkan kartu Diego Maradona, dia bisa menjadi seperti seorang Maradona lengkap dengan ability dan skill yang dimiliki oleh Maradona itu sendiri dalam kurun waktu beberapa menit.


Apakah itu berguna? Tentu jelas sekali berguna. Apalagi dalam permainan sepakbola, hitungan tiap menit itu sangat berharga dan momentum itu harus tetap dijaga untuk meraih kemenangan, itulah sepakbola. Permainan yang tidak hanya mengandalkan strategi, kemampuan tim dan individu.


Selain itu, Rizaldi juga mendapatkan +3 poin untuk ditambahkan di statusnya. "Aku tambahkan ke Attack, Shoot dan Pass saja" ucap Rizaldi dan ia lalu menambahkan tambahan 3 poin itu di poin statusnya.


[Status Pengguna]


[Nama: Rizaldi Fatah]


[Umur: 15 tahun]


[Level: 3]


[Ke level 4: 67 poin exp lagi]

__ADS_1


[Kaki terkuat: Kaki kanan]


[Menyerang: 54 poin]


[Kontrol bola: 43 poin]


[Dribbling : 36 poin]


[Passing: 64 poin]


[Shooting: 49 poin]


[Speed: 49 poin]


[Defense: 42 poin]


[Header: 31 poin]


[Stamina: 52 poin]


[Visi: 67 poin]


[Skill: Mata Dewa, Captaincy]


"Wah statusku meningkat lagi!" Rizaldi tampak senang melihat peningkatan statusnya itu, dia merasa terbang di atas awan saat ini.


"Nice play sobat!" Dery mendekati Rizaldi dan mereka langsung melakukan tos yang memang sudah menjadi semacam kode rahasia diantara mereka berdua.


"Kau juga sobat, beberapa penyelamatan penting mu di babak pertama membuat keutuhan tim tetap solid" Rizaldi menyanjung kemampuan Dery setinggi-tingginya dan itu membuat Dery malu.

__ADS_1


Setelah disapa oleh Dery. Banyak sekali pemain lain yang juga ikut memberikan selamat kepada Rizaldi atas debut hebatnya, atau hanya sekadar untuk menyapa dirinya saja. Rizaldi menjadi salah tingkah dikerumuni banyak orang seperti itu, dia tidak pernah mengalaminya sehingga dia agak sedikit canggung.


"Tolong teman-teman kasih dia ruang untuk bernafas" ucap Dery yang sudah kesal melihat tingkah mereka itu.


Mereka pun berangsur-angsur duduk di tempat mereka masing-masing, pada saat itulah mata Rizaldi tidak sengaja berpapasan dengan mata Martin. Dia melihat mata Martin yang menyimpan api kemarahan di dalamnya, Rizaldi juga bisa melihat kekecewaan di balik mata yang berwarna kecoklatan itu.


Memang benar, Martin masih tidak menerima apa yang terjadi hari ini. Walaupun dia juga mencatatkan namanya di papan skor, namun dia tidak menerima karena Rizaldi lah yang memberikannya umpan indah yang tinggal di tendang oleh Martin dengan sangat mudah.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mengakuinya, aku adalah atlet top di tim ini" ujar Martin sambil menatap tajam ke arah Rizaldi.


Rizaldi juga menyadari perasaan panas yang membara dimiliki oleh Martin itu, namun dia tidak peduli. Selama pada saat pertandingan mereka bisa bersatu, itu bukanlah hal yang penting bagi Rizaldi. Dia tidak peduli dengan pendapatnya Martin, ataupun perlakuannya kepada dirinya selagi mereka masih bisa satu tujuan saat berada di tengah pertandingan.


Lalu tidak berselang lama, Coach Satria masuk ke ruang ganti dengan wajah penuh senyuman di wajahnya. Dia seperti orang yang baru saja menang lotre puluhan juta, pasti dipikirannya dia mulai mengkhayalkan kehidupan yang enak menantinya.


"Halo bakat-bakat yang belum terasah" ucap Coach Satria masih dengan senyumannya yang kelihatannya sedikit menganggu untuk dilihat.


"Selamat atas kemenangan kali ini. Kalian benar-benar menghancurkan Fiume dan mereka pasti tidak bisa tidur nyenyak kali ini. Namun laga hari ini juga terasa sangat spesial, karena debut Rizaldi Fatah yang berasal dari tim-B inilah yang menyelamatkan kita semua. Permainannya benar-benar mengacaukan Fiume, dia seperti Muhammad Ali yang men-TKO Sonny Banks. Berikan tepuk tangan untuk Rizaldi Fatah"


Pemain lain memberikan tepuk tangan yang begitu meriah, kelompok elit yang diketuai oleh Martin juga ikut bertepuk tangan namun terpaksa dan tidak terlalu suka dengan itu.


"Rizaldi, sebagai pemain yang mendapatkan predikat man of the match hari ini. Apakah ada satu hal yang ingin disampaikan kepada kami semua? Terserah apapun itu, karena itu sudah menjadi tradisi di sini"


Rizaldi terlihat sedikit menimbang-nimbang tawaran dari Coach Satria, dia melihat keseliling nya, banyak mata yang meyakinkannya untuk maju dan memberikan kata sambutan sebagai pemain baru di tim, kecuali untuk Martin dan kelompoknya.


Rizaldi pun mulai memberanikan dirinya untuk maju dan menyampaikan beberapa kata untuk mereka semua. Dia menarik nafas, membuangnya secara perlahan dan mulai mendapatkan kendali atas dirinya.


"Halo pertama-tama aku ingin memperkenalkan diri, namaku Rizaldi Fatah aku dari tim Youth-B. Setelah melihat pertandingan tadi, aku jadi tahu betapa besarnya jarak pemisah antara kemampuan tim-A dan tim-B dan itu tidak main-main. Namun, kita masih belum bisa kompak. Ada beberapa perbedaan pendapat diantara kita, namun itu tidaklah penting! Walaupun kita berbeda pendapat, namun aku harap saat di tengah lapangan maka tujuan kita harus satu yaitu mengalahkan musuh-musuh kita!"


Mendengar promo yang sedikit berapi-api itu, pemain lain jadi sedikit termotivasi. Mereka lalu bertepuk tangan dan sedikit mulai sedikit menyukai sosok Rizaldi Fatah yang mereka anggap benar-benar hebat.

__ADS_1


Coach Satria juga ikut bertepuk tangan cukup meriah. "Promo yang bagus Rizaldi, nah sekarang sudah saatnya kita merayakan kemenangan ini. Ayo kita ke Toko Daging dan makan-makan!" ujar Coach Satria dan langsung disambut dengan antusias oleh yang lain.


Mereka pun menutup hari yang spesial ini dengan makan-makan di tempat Barbeque, tentu saja Rizaldi sang man of the match juga akan diajak untuk acara makan-makan hari ini.


__ADS_2