Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 46: 5 Tombak Buceros


__ADS_3

Kemenangan melawan Fiume Blu Lulut FC dan debut manis dari Rizaldi membuat seluruh tim Pengambangan Cananga Youth-A menjadi bersemangat untuk mengejar ketertinggalan mereka. Pengembangan Cananga harus berjuang untuk mendapatkan tiket ke fase knock-out setelah mengalami start yang buruk.


Dari 15 pertandingan yang sudah dimainkan oleh mereka, mereka hanya tercatat memenangkan 4 pertandingan, 8 kali draw dan 3 kali menelan kekalahan. Karena itu mereka hanya bisa mendapatkan 20 poin saja dari 45 poin keseluruhan.


Untuk mengejar pemimpin klasemen di grup mereka yaitu Sugar Crossed FC yang berhasil mengumpulkan 33 poin, itu sudah menjadi misi yang mustahil. Sebab mereka hanya tinggal menyisakan 5 pertandingan saja sebelum memulai fase gugur. Jika mereka berhasil memenangkan 5 pertandingan itu, mereka hanya mendapatkan 15 poin dan itupun dengan catatan tim Sugar Crossed FC tidak mengalami kemenangan di 4 pertandingan itu.


Jadi Coach Satria pun memutar otaknya, beliau hanya menargetkan untuk bisa finish di peringkat kedua. Paling tidak itu adalah hal yang paling realistis yang bisa dilakukan oleh mereka semua.


"Kita hanya bisa berharap agar Sugar Crossed FC mengalami kekalahan di lima laga terakhir itu, namun bukan berarti misi kita ini mudah" Coach Satria menjelaskan situasi mereka di sesi latihan hari ini. "Di dalam grup kita ini, kita tergabung ada klub yang benar-benar mendominasi seperti Buceros!" ujar beliau lagi.


Mendengar nama klub lama yang sempat dibela oleh Dery dan tempat di mana dia menimba ilmu, dia sedikit merasa nostalgia sekaligus merasakan dendam. Alasan Dery pergi dari Buceros adalah, dia ingin sekali mengalahkan Buceros yang menurutnya tidak memainkan sepakbola dengan benar.


Ya, saat Dery berada di Buceros junior dia terkumpul dengan orang-orang yang sangat hebat. Baru berusia belasan tahun namun mereka benar-benar memiliki bakat yang hebat, mereka sangat mendominasi tingkat junior kala itu sehingga mereka pun mulai bosan dan malah seperti bermain-main dengan tim yang mereka anggap lemah. Hal itulah yang tidak disukai oleh Dery, karena menurutnya sepakbola itu bukan hanya soal kemampuan namun juga rasa hormat kepada sesama pemain.


"Kita benar-benar perlu kemenangan, harus bisa menyapu bersih 5 kemenangan itu. Namun aku juga tidak berpaling dari kenyataan, sebab satu dari lima klub yang akan kita lawan adalah klub yang baru saja kuceritakan tadi. Buceros! Dan sialnya kita akan bertemu mereka di partai terakhir kita sebelum fase gugur" ucapan Coach Satria kali ini langsung membuat yang lainnya mengecek jadwal pertandingan.

__ADS_1


Dan benar saja, mereka akan bertemu dengan Buceros yang sekarang menempati posisi kedua di klasemen sementara di partai terakhir.


Wajah mereka jadi mendadak gelap, suasana berubah menjadi tambah gelap seperti langit yang hendak turun hujan lebat disertai angin kencang. Mereka bisa saja menang di empat pertandingan terakhir ini, namun untuk menyempurnakan rencana mereka, mereka juga harus menang melawan Buceros apapun taruhannya. Ini benar-benar laga hidup mati bagi Pengambangan Cananga Youth.


Kelompok Martin yang sering merasa elit diantara yang paling elit pun langsung berwajah buruk mendengar kalau mereka akan bertanding melawan Buceros di laga terakhir, karena itulah Rizaldi sedikit bingung.


Rizaldi tidak meragukan kemampuan Martin maka dari itu dia sedikit kebingungan, dia pun tidak malu bertanya pada Martin dan yang lainnya.


"Kau benar-benar tidak tahu soal Buceros? Semua orang tahu tentang Buceros, tetapi kau malah tidak tahu itu?" Martin geleng-geleng kepala menyadari itu.


"Sudahlah Martin kau terlalu berlebihan, Rizaldi baru saja memulai karir sepakbolanya, tidak seperti kita yang memulainya semenjak usia dini makanya Rizaldi tidak tahu soal Buceros" Dery membela sahabatnya itu.


Rizaldi lalu menatap ke arah sahabatnya itu, dia tahu Dery berasal dari Buceros namun dia tidak pernah tahu dan tidak pernah menanyakan kepadanya tentang Buceros dan mengapa Dery pergi dari Buceros yang lebih menjanjikan.


Akhirnya Dery pun mau menceritakan tentang dirinya pada saat masih di Buceros, walaupun sebenarnya dia tidak ingin mengingat hal itu namun ini demi tim agar bisa mengira-ngira kekuatan musuh.

__ADS_1


"Semenjak usia 7 tahun, aku sudah didaftarkan oleh orang tuaku ke Akademi Sepakbola Buceros. Akademi Sepakbola yang paling bagus di Kalimantan Tengah. Tidak, mungkin di seluruh Kalimantan"


Dery melanjutkan kisahnya. "Aku lama di Buceros, aku meraih posisi tim utama junior pada saat umurku masih 8 tahun. Dan di sana aku bertemu orang-orang itu, orang-orang yang disebut sebagai 5 tombak Buceros"


"5 tombak Buceros?" alis Rizaldi naik setengah derajat, dia kebingungan sekaligus penasaran dengan sosok 5 tombak Buceros yang dibicarakan oleh Dery.


"Ya benar sekali, mereka adalah orang-orang yang paling menyusahkan. Di divisi junior mereka benar-benar mendominasi, bahkan musim lalu saja mereka sempat mengacaukan kami dan kami beruntung bisa juara karena mereka sempat walk out sehingga poin mereka dikurangi" Martin mengamini pernyataan Dery, sambil mengingat betapa kerasnya perjuangan mereka di musim lalu.


"Kemampuan mereka mungkin di atas dari kami semua, mereka memang berlima saja namun keberadaan mereka di Buceros benar-benar menjadi senjata mematikan untuk Buceros. Mereka benar-benar pemain tingkat berlian" Fauzi juga ikut masuk ke dalam obrolan ini.


Rizaldi tambah penasaran, dia membayangkan 5 pemain itu di dalam kepalanya. Dia membayangkan mereka berlima seperti Kevin de Bruyne yang memiliki 5 kembaran, hanya itulah yang ada di imajinasinya, dia sebenarnya ingin menggunakan Ward Prowse namun baginya hanya dirinya lah yang cocok untuk jadi Ward Prowse.


"Siapa mereka itu Dery?" Tanya Rizaldi yang sudah tidak sabar untuk mengetahui nama mereka.


Bukan Dery yang menjawabnya, melainkan Coach Satria yang malah langsung menjawab pertanyaan Rizaldi itu. "Lima pemain itu adalah Ananda Marska yang berposisi sebagai gelandang serang sekaligus motor penyerangan tim. Lalu ada Steven Liando yang berposisi sebagai bek tengah. Ada Alfian Rizal Sulistiawan yang juga berposisi sebagai gelandang. Ada Maxx Marko Sudrajat yang berposisi di sayap. Dan terakhir yang paling menganggu adalah Ferdinand yang merupakan tombak paling depan mereka dan juga paling tajam!"

__ADS_1


Selain menyebutkan namanya, Coach Satria juga menunjukkan foto dan juga statistik kelima pemain yang beliau sebutkan tadi. Semua pemain langsung merinding ngeri melihat semua statistik itu, termasuk juga Rizaldi. Dia bergidik ngeri sambil sedikit tersenyum, ya dia tersenyum karena dia sangat menantikan hal menarik pada saat mereka bertemu nanti di lapangan.


"Ya karena kalian sudah tahu betapa mengerikannya mereka berlima, sekarang saatnya kalian berlatih dengan keras sampai tulang-tulang di dalam tubuh kalian menjerit-jerit meminta untuk berhenti!" Coach Satria meniup peluitnya dengan keras yang membuat semua anak buahnya langsung pergi menuju lapangan untuk berlatih dengan keras hari ini.


__ADS_2