Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 167: Sebelum Leg-Kedua


__ADS_3

Di malam Andra Almeida ditelpon oleh David Beckham sang legenda Manchester United yang memiliki saham sebanyak 10 persen di klub kasta ketiga Liga Inggris, yaitu Salford FC. Andra Almeida jadi tidak bisa tidur setelahnya. Dirinya tidak sadar kalau dirinya sempat terlelap dan bangun di sekitar pukul sembilan pagi, Andra langsung ingat apa yang terjadi malam itu dan langsung bergegas mempersiapkan diri untuk pergi menemui kliennya yang kebetulan juga berada di Jakarta.


Setelah mencuci mukanya dan sedikit berias, Andra langsung pergi menuju tempat latihan tim Pengambangan Cananga, karena disitulah kliennya berada saat ini.


Andra tiba di tempat latihan Pengambangan Cananga FC sekitar pukul setengah sebelas pagi, karena jarak tempuh yang lumayan jauh dari hotel tempat dirinya menginap dan juga kemacetan yang terjadi di ibukota. Saat sampai di depan fasilitas latihan, Andra yang berlari dengan seperti atlet lari seratus meter langsung dicegat oleh security tempat itu, karena mengira Andra adalah paparazi atau mata-mata yang dikirim oleh tim lawan untuk melakukan spionase.


"Enak saja anda bilang saya mata-mata, saya ini agen dari pemain yang bernama Rizaldi Fatah" Andra mencoba menjelaskan kepada sang sekuriti, namun sepertinya si sekuriti tidak mempercayainya.


Lalu, Andra pun mengeluarkan kartu nama miliknya. Disana tertera nama dirinya, nama perusahaan agensi yang ia miliki dan juga keterangan tentang Rizaldi Fatah yang menjadi kliennya. Namun, walaupun sudah ditunjukkan oleh Andra kartu nama miliknya, tetap saja sang sekuriti masih meragukan keaslian dari kartu nama itu.


Andra memijat keningnya, kepalanya sedang dilanda pusing tujuh keliling saat ini. Dirinya sedang berusaha menjelaskan pada si sekuriti yang kolot itu tentang keaslian kartu namanya itu dan dirinya ingin bergegas bertemu dengan Rizaldi.


Andra mengalami kebuntuan, tetapi beruntung sekali dirinya. Kebetulan sekali ada Coach Giovanni Almeida yang pergi ke luar fasilitas latihan, Coach Giovanni pergi ke luar karena beliau mau merokok sebab di dalam fasilitas dilarang keras untuk merokok.


"Apa yang kau lakukan di sini Andra?" tanya Coach Giovanni yang menyadari adanya Andra disitu.


"Giovanni zio!" mata Andra berbinar melihat Coach Giovanni, dia seperti melihat sesosok juru selamat.


Andra Almeida kembali berkata. "Giovanni zio, tolong aku menjelaskan kepada bapak sekuriti ini kalau aku ingin bertemu dengan Rizaldi Fatah. Ini masalah darurat!" penuh penekanan Andra bicara.


Melihat sepupu kecilnya itu terlihat sangat serius, Coach Giovanni berpikir kalau alasan Andra kemari adalah untuk membahas soal masa depan Rizaldi Fatah. Akhirnya, coach Giovanni pun menjelaskan kepada si sekuriti soal siapa perempuan itu dan apa tujuannya kesini. Setelah sedikit dijelaskan akhirnya si sekuriti pun percaya, dirinya lantas memberikan Andra Almeida kartu akses yang dikalungkan di lehernya, ini untuk menandakan kalau Andra Almeida adalah pengunjung fasilitas ini.


"Terimakasih Giovanni zio! Aku akan mentraktir mu segelas cappucino nanti saat aku kembali!" Andra langsung bergegas masuk ke dalam setelah mendapatkan persetujuan dari si sekuriti.

__ADS_1


Giovanni Almeida hanya bisa tersenyum saja melihat sepupu kecilnya itu, dirinya juga sedikit tertawa saat Andra memanggilnya zio yang merupakan bahasa Italia dari kata paman. Jarak yang sangat jauh bedanya dengan Andra, membuat Andra terbiasa memanggil Giovanni dengan sebutan paman dan itu sudah terbiasa semenjak Andra dirawat oleh Giovanni sejak kecil.


Saat Andra berhasil masuk ke dalam fasilitas yang digunakan oleh tim Pengambangan Cananga FC untuk melakukan latihan, ternyata latihan telah usai. Dirinya melihat beberapa pemain Pengambangan Cananga FC yang sedang bersenda gurau sambil mendinginkan tubuh mereka yang sudah panas karena sehabis latihan pagi tadi.


Ada banyak pemain yang duduk di kursi yang ada di dekat pintu masuk ke sebuah ruangan yang lain entah ruangan apa itu. Dari pemain yang muda hingga yang senior berkumpul disitu, tetapi Andra Almeida tidak melihat sosok Rizaldi berada di sana. Keberadaan Andra Almeida di sana menarik perhatian anak-anak Pengambangan Cananga FC, apalagi Andra Almeida memiliki paras yang bisa dibilang cantik, anggun, mempesona dan juga beraroma Italia.


Ednilson Silva lah yang pertama kali mendekati Andra yang terlihat kebingungan itu. Ednilson Silva memang terkenal sebagai seorang playboy kelas kakap, dia sangat percaya diri dengan tubuh atletisnya dan wajahnya yang rupawan.


"Hei signore! Kau terlihat terburu-buru, apa kau mau ku temani berkeliling tempat ini?" ujar Ednilson Silva mencoba merayu Andra Almeida.


Andra terdiam sejenak, dia memperhatikan sosok Ednilson Silva yang tubuhnya sangat atletis dan macho itu. Tetapi dirinya tidak tertarik dengan itu, dia hanya mencoba mengingat siapa sosok laki-laki bertubuh tinggi dan berwajah khas negeri samba itu. Saat dirinya ingat siapa sosok itu, dirinya hanya bisa menggelengkan kepala karena dia sudah sempat membaca profil Ednilson Silva lewat catatan milik Giovanni.


Andra tidak berniat membalas perkataan Ednilson Silva, dia terus berjalan mencoba melewatinya. Namun, Ednilson kembali menghalanginya dan kini terlihat sedikit kasar. Ednilson Silva menghalangi jalan Andra dengan tubuhnya, sehingga mau-mau tidak mau Andra harus menatapnya dan mengikuti permainan Ednilson Silva.


Karena sudah sangat malas dan kesal, Andra pun langsung menjawabnya dengan nada kesal. "Namaku hanya dua suku kata saja. Cium Pantatku!" sambil sedikit tertawa meremehkan dan tatapan penuh kesal, Andra berkata seperti itu.


Seluruh pemain Pengambangan Cananga FC yang melihat Ednilson Silva dipermalukan seperti itu langsung tertawa terbahak-bahak, mereka merasa kasihan dengan Ednilson Silva yang sampai mendapatkan perlakuan seperti itu dari perempuan yang baru dirinya temui.


Tidak terima dengan itu, Ednilson Silva marah besar. Dirinya hampir melakukan hal buruk pada Andra, namun dirinya tidak jadi melakukan itu saat Andra menatapnya dengan sangat tajam. Entah kenapa Silva seperti pernah melihat tatapan tajam itu sebelumnya dan karena itulah dirinya mengurungkan niatnya dan perlahan-lahan mundur, sambil terus memperhatikan sosok Andra Almeida yang masih belum diketahui olehnya siapa sebenarnya sosok itu.


Melihat sosok Andra yang seperti sedang kesusahan itu, membuat kapten tim yakni Adam Sala mencoba sedikit menolongnya. "Apa ada yang bisa ku bantu? Kau sepertinya terlihat sedang mengalami kesulitan" ujarnya dengan nada seperti orang bijak, seluruh pemain Pengambangan Cananga FC langsung menertawakan dirinya yang bertingkah seperti itu.


Andra tahu siapa sosok yang mencoba bicara dengan dirinya itu, itu adalah kapten tim ini. Dan pikir Andra tidak ada salahnya bertanya dengan sosok kapten tim, karena dirinya pasti tahu di mana keberadaan Rizaldi Fatah saat ini.

__ADS_1


"Maaf kalau boleh tahu, apa ada yang tahu dimana aku bisa menemukan Rizaldi Fatah? Sepertinya aku tidak melihatnya disini" Andra akhirnya bertanya pada Adam Sala.


Bukannya langsung menjawabnya, Adam Sala malah terlihat kebingungan. Sama seperti pemain lainnya yang langsung terdiam bagai patung ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Andra. Lalu beberapa diantara mereka mulai berbisik-bisik soal hal tadi, termasuk Ednilson Silva.


Andra sama kebingungannya dengan mereka semua, apalagi setelah melihat ekspresi mereka semua. Lalu, Adam Sala kembali bertanya pada dirinya. "Apa hubungan mu dengan anak itu? Dan kalau boleh tahu mengapa kamu mencari Rizaldi Fatah? Kalau kau menjawabnya, aku akan memberitahu mu di mana anak itu berada saat ini" ujar Adam Sala lagi.


"Aku adalah agennya Rizaldi Fatah" ucap Andra tanpa berkedip sama sekali, wajahnya sangat percaya diri apalagi saat dirinya memberikan kartu namanya pada Adam Sala.


Sang kapten yang melihat kartu nama itu semakin tidak bisa berpikir dengan jelas saat ini, ini terjadi sangat cepat bagi dirinya. Buru-buru pemain lain langsung mengambil kartu nama yang ada di tangan Adam, mereka satu persatu saling bergantian melihat kartu nama itu. Saat sampai di tangan Martin, Martin dengan keras berteriak. "Ini memang kartu nama asli! Bahannya bukan dari kertas biasa, Rizaldi sialan itu rahasia apalagi yang dirinya sembunyikan dari kita semua" setelah berkata seperti itu raut wajah seluruh pemain Pengambangan Cananga FC langsung berubah.


Wajah pemain Pengambangan Cananga FC berubah seperti seekor singa yang sedang mencari lawan untuk berduel, mata berwarna merah dan dada mereka menjadi kembang kempis karena terbakar amarah.


Adam Sala kembali memperhatikan kartu nama milik Andra tadi, baru dia menyadari ada nama seseorang yang dirinya sangat kenali berada di belakang nama Andra.


"Namamu Andra Almeida? Apa kamu memiliki sedikit hubungan dengan Coach Giovanni Almeida?" Adam Sala bertanya lagi pada Andra, karena pertanyaannya ini seluruh pemain Pengambangan Cananga FC kembali dibuat terkejut.


Dengan santainya Andra menjawab. "Ya memang, orang yang kalian sebut Coach itu adalah paman ku!"


Setelah mendengar itu terjawab sudah mengapa Ednilson Silva jadi sedikit ketakutan ketika ditatap tajam oleh Andra. Seketika suasana menjadi suram, gelap dan seperti tidak ada harapan. Semua pemain Pengambangan Cananga FC langsung diam membatu, tidak ada satupun dari mereka yang bersuara.


Andra pun kebingungan dan ada satu orang lagi yang kebingungan dengan apa yang terjadi di situ. Baru saja dirinya datang dari ruang ganti, sosok itu sudah bertanya-tanya mengapa semua orang diam seperti patung dan juga dirinya bingung kenapa ada sosok agennya yang berada di sana dengan ekspresi yang sama dengan dirinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi disaat aku tiada tadi?" Rizaldi bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2