Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 75: Kemenangan Yang Sulit


__ADS_3

Para pemain Pengambangan Cananga Youth merayakan kemenangan mereka dengan penuh suka cita di ruang ganti. Kemenangan mereka sangat dramatis, lantaran mereka berhasil menang comeback dari tertinggal 2-0 di babak pertama, namun mereka berhasil unggul di babak kedua dan merubah skor menjadi 2-3.


Gol kemenangan tadi dicetak oleh Martin dari eksekusi penalti yang begitu dingin, sampai harus membuat kiper Jayapura Black Diamond dan pemain yang lain akhirnya harus menggantungkan mimpi mereka menjuarai I-Youth di musim ini.


Namun semua itu tidak akan terjadi tanpa sang master strategiest Rizaldi Fatah. Strategi diving yang dibuat olehnya berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan, namun peran pendukung seperti ekspresi meyakinkan dari rekan-rekannya yang lain membuat rencana itu berjalan sesuai kehendaknya.


Namun hal itu juga tidak akan terjadi tanpa gol yang membangkitkan semua orang, gol indah Rizaldi dari tendangan bebas membuat semua kemungkinan terbuka lebar setelah tertutup begitu rapatnya.


Dengan ini bisa dipastikan, Pengambangan Cananga Youth FC akan lolos ke fase selanjutnya, yaitu 16 besar. Siapa yang akan mereka hadapi di 16 besar masih menjadi misteri, mereka harus menunggu pertandingan yang terjadi besok hari.


Ya pertandingan masih ada untuk hari esok, Coach Satria sudah memberi tahukan kepada mereka semua agar mereka menonton langsung salah satu pertandingan yang terjadi besok. Itu adalah pertandingan antara Sugar Crossed FC melawan Medan United.


Namun untuk sekarang mereka perlu melupakan hal itu, yang mereka perlukan adalah merayakan kemenangan ini dan mengumpulkan semua momen-momen ini. Yang pertama keluar dari ruang ganti adalah Rizaldi, dia mencoba untuk menelpon Keisha adiknya, berharap adiknya itu menonton tv dan melihat aksi hebat abangnya lewat tv.


Namun sayangnya ternyata hp Keisha tidak aktif, Rizaldi lalu berpikir mungkin Keisha masih berada di sekolah saat dia teringat kalau hari ini adalah hari Senin, jika dia tidak berada disini seharusnya Rizaldi berada di sekolah dan belajar untuk masa depannya.


Rizaldi hendak menelpon Salma juga jika saja dia tidak teringat hari apa hari ini, jadi dia hanya memberikan pesan singkat kepada Salma yang memberitahukan kemenangannya hari ini. Lalu Rizaldi pun kembali ke ruang ganti untuk merayakan kemenangan yang dia dapat hari ini.


Jika para pemain Pengambangan Cananga Youth sedang bersuka cita, lain cerita di kubu Jayapura Black Diamond. Para pemain Jayapura Black Diamond sedang berduka dan bersedih setelah menerima kekalahan mereka di pertandingan hari ini. Dengan hasil ini, mereka dipastikan pulang lebih awal dari apa yang mereka perkirakan sebelumnya.

__ADS_1


Beni Bonsapia adalah orang yang sangat terpukul atas kekalahan kali ini, dia sudah berjuang dengan sekuat tenaganya namun tetap saja dia harus gagal. Coach Tiago Anderson pun mencoba menenangkan anak asuhnya, beliau sedikit memberikan pidato membangun untuk mereka semua.


"Kalian memang kalah hari ini" ucap Coach Tiago Anderson. "Namun percayalah, cahaya hari esok akan lebih cerah dari hari ini. Kalian adalah generasi-generasi calon pemain bintang yang akan bersinar di masa yang akan datang. Kalian-kalian inilah yang akan mengisi wajah-wajah baru pemain bola di negara ini, angkatlah wajah kalian dan ingatlah perasaan kalian hari ini dan jadikan sebagai bahan bakar untuk membuat kalian lebih bersinar lagi dari hari ini"


Memang ada benarnya apa yang diucapkan oleh Coach Tiago Anderson. Para pemain Jayapura Black Diamond ini yang masih muda-muda adalah pilar utama dari sepakbola Indonesia di masa yang akan datang, siapa tahu 5-10 tahun lagi mereka akan menjadi pemain yang bisa mengangkat sepakbola Indonesia lebih mendunia lagi. Bukan hanya pemain Jayapura Black Diamond, namun untuk semua pemain muda berbakat yang berlaga di kompetisi ini.


Pidato Coach Tiago Anderson membuat para pemain Jayapura Black Diamond sekali lagi memiliki harapan, walaupun masih dalam keadaan sedih namun mereka semua tetap mencoba lebih tegar dan mulai menyapu air mata yang mengalir deras di pipi mereka.


****


"Jadi bagaimana menurut anda pertandingan hari ini, Mr. Igarashi Maeda?" seorang pria paruh baya lengkap dengan setelah jas yang terlihat cukup mewah, sedang berbicara dengan sosok laki-laki berwajah mandarin yang khas dengan rambut panjang terurai seperti seorang vokalis band metal.


"Ya menurut saya, pertandingan hari ini benar-benar menarik Mr. Albert Rachmadi. I-YOUTH benar-benar bisa menjadi wadah yang penting untuk perkembangan bibit muda seperti mereka-mereka itu"


Dia berhasil merevolusi sepakbola Jepang yang memang sudah sedikit maju, namun karena sentuhan tangan dinginnya sepak bola di Jepang semakin berkembang lebih baik lagi. Apalagi para pemain muda Jepang saat ini sangat melimpah, bahkan bisa dibilang Jepang mulai memasuki era keemasan mereka. Prestasi terbaik timnas Jepang saat ini adalah berhasil masuk ke quarter-final Piala Dunia edisi 2026.


Sebelum berhasil membawa timnas Jepang U-17 menjadi runner-up Piala Dunia U-17, Igarashi Maeda sebelumnya terkenal karena berhasil membawa perubahan di salah satu klub J1 League yang merupakan liga utama di Jepang sana. Igarashi Maeda berhasil membawa tim yang ia tangani yaitu Gamba Osaka menjadi juara berturut-turut selama 4 musim, dan berhasil membawa Gamba Osaka menjadi juara liga champion Asia atau AFC Champions League sebanyak 2 kali.


Sebelum memulai masa kepelatihannya, Igarashi Maeda juga merupakan pesepakbola yang andal. Dia bermain untuk banyak tim di J1 League, termasuk klub yang ia latih saat ini yaitu Gamba Osaka. Bahkan Igarashi Maeda berhasil menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dengan mencetak 108 gol sepanjang karirnya di Gamba Osaka.

__ADS_1


Sayangnya karir sepakbolanya cukup singkat, Igarashi Maeda harus pensiun dini karena cidera parah yang dideritanya.


Kedatangannya ke Indonesia dan melihat para anak muda Indonesia bermain sepakbola di I-Youth ini bukanlah tanpa sebab dan tanpa alasan. Alasan sebenarnya Igarashi Maeda kemari adalah, karena dia dikontrak oleh Federasi Sepakbola Indonesia atau FSI untuk melatih Tim Nasional Indonesia untuk usia muda dari U-17 sampai U-23.


Namun hal ini masih dirahasiakan oleh siapapun, bahkan untuk para media sekalipun tidak ada yang tahu akan hal ini. Hanya ada beberapa orang saja yang tahu hal ini dan yang tahu akan hal ini adalah orang-orang kepercayaan dari Bapak Albert Rachmadi yang merupakan ketua FSI.


Maka dari itulah mereka berdua datang ke Stadion Kebayoran Baru dengan penyamaran agar tidak diketahui oleh para awak media yang selalu mencari berita panas di manapun mereka berada.


"Jadi apakah anda sudah punya beberapa nama dari pertandingan hari ini?"


"Itu pertanyaan yang sulit Mr. Albert" Igarashi Maeda tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Albert Rachmadi. "Tetapi sepertinya saya punya beberapa nama yang akan saya pantau lebih lanjut" ucapnya.


Albert Rachmadi terkekeh pelan. "Jadi apakah saya boleh tahu siapa yang Anda maksud itu Mr. Igarashi?"


Igarashi Maeda menggeleng cepat. "Tidak!" jawabnya. "Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Anda, tetapi saya tidak akan memberitahukan para pemain yang akan saya pilih sebelumnya waktunya. Jika saya sudah yakin dengan pilihan saya, saya pasti akan memberitahu Anda"


Albert Rachmadi tersenyum namun sedikit kecewa karena tidak mendapatkan nama yang ingin ia dengar, tetapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu karena dia juga mengerti kalau masih ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan oleh Igarashi Maeda sebelum memantapkan pilihannya.


"Baiklah kalau begitu saya akan menunggu laporan dari Anda. Jadi sekarang apa kita jadi pergi untuk melihat pertandingan selanjutnya, Mr. Igarashi Maeda?"

__ADS_1


Igarashi Maeda dengan tersenyum menjawab. "Ya, tentu saja!"


Lalu mereka berdua pun pergi ke luar stadion untuk segera pergi ke stadion lain, melihat pertandingan lain yang akan berlangsung sebentar lagi


__ADS_2