Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 91: Madura Umisale FC vs Batavia Fort FC


__ADS_3

Di malam harinya, pertandingan kedua perempat final pun dimulai. Pertandingan antara Madura Umisale FC melawan Batavia Fort FC.


Walaupun hujan lebat mengguyur stadion Batavia Fort yang merupakan rumah dari tim Batavia Fort FC, tetapi hal itu tetap tidak bisa menghentikan para pendukung tuan rumah untuk mendukung tim kesayangan mereka itu.


Igarashi Maeda pun juga tidak kalah semangat dengan para pendukung militan Batavia Fort FC. Igarashi Maeda tetap hadir di stadion Batavia Fort walaupun dalam kondisi hujan. Beruntungnya dia masih mendapatkan tiket bagian kelas 1 yang bisa melindunginya dari hujan, Maeda sengaja tidak membeli tiket kelas VIP karena dia tidak suka dengan aura yang ada di tempat itu.


Walaupun Maeda mendapatkan tiket bagian kelas 1 tetapi soal identitasnya sebagai calon pelatih timnas Indonesia U-17 masih tetap aman, karena orang-orang yang menonton dari tribun kelas 1 terlalu asik dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang sibuk melihat smartphone-nya dan sesekali dia membuat twit di Twitter soal transfer ataupun rumor tentang sepakbola, ada pula yang sibuk dengan catatan yang berisikan permainan dari kedua tim, menurut pandangan Maeda orang itu pastilah pundit yang selalu memberikan pendapatnya soal pemain ataupun klub. Lalu, ada pula sosok orang yang sibuk berfoto-foto di sana seolah-olah mereka benar-benar mengerti soal sepakbola, mereka ini adalah orang yang sangat dibenci oleh Igarashi Maeda.


Setelah memperhatikan seluruh sekitarnya, Igarashi Maeda pun mulai sedikit tenang untuk mengerjakan tugasnya. Ada beberapa nama pemain yang sedang dipantau oleh Igarashi Maeda di pertandingan kali ini, pemain itu berasal dari kedua klub yang bertanding hari ini.


Nama pertama yang ada di dalam list Maeda adalah, seorang bek handal yang sudah menjadi kunci pertahanan tim Batavia Fort semenjak dua musim terakhir, yang bernama Raffi Putra.


Raffi Putra dikenal sebagai penjaga tembok kokoh benteng Batavia, karena selama dua musim ini Batavia Fort FC adalah tim yang sangat sedikit kebobolan. Bahkan di musim ini saja, selama fase grup I-Youth saja Batavia baru kebobolan 7 gol saja dari semua laga yang mereka jalani di fase grup. Sedangkan di fase gugur ini, tim Batavia Fort FC hanya kebobolan sebanyak 3 gol.


Kemampuan Raffi Putra memang sudah tidak diragukan lagi, bahkan hingga menit ke-42 pertandingan hari ini Raffi Putra berhasil menghalau banyak bola-bola umpan yang sangat manis dari pemain Madura Umisale FC yang mencoba untuk mencuri gol dari Batavia Fort FC.

__ADS_1


Raffi Putra sudah mencatatkan total 6 tekel yang berhasil on point, 3 clearance dan berhasil memenangi 5 dari 7 duel udara. Catatan yang cukup impresif di babak pertama. Karena penampilan apiknya itu, Batavia Fort FC berhasil melewati babak pertama tanpa kebobolan.


Setelah Raffi Putra, nama lain yang ada di list Igarashi Maeda adalah sosok winger Madura Umisale yang selalu menganggu pertahanan Batavia Fort FC dari tadi. Ahmad Munip Hadi namanya, winger Madura Umisale yang mempunyai kecepatan yang sangat cepat dan memiliki visi bermain yang bagus juga.


Di sepanjang babak pertama tadi, Munip Hadi selalu berlari dan terus berlari tanpa henti untuk menembus pertahanan tim Batavia Fort FC. Tetapi sayangnya, pelatih Batavia Fort FC sepertinya memberikan tugas khusus kepada Raffi Putra untuk terus menempeli sosok Munip Hadi sehingga Munip Hadi terus bertemu dengan Raffi Putra dan dia selalu kalah dalam duel melawan sosok Raffi Putra.


Kesempatan emas yang ia buat satu-satunya di babak pertama adalah gerakan menusuk yang berhasil mengecoh Raffi Putra, tetapi sayangnya tendangan plesing Munip Hadi masih belum menemui jala gawang tim Batavia Fort FC.


Di babak kedua mereka berdua kembali terus bertemu, mereka berdua terus berduel dan saling mengalahkan satu sama lain. Tetapi Raffi Putra yang lebih unggul karena postur tubuhnya lebih besar dari Munip Hadi. Munip Hadi yang sudah terlalu kesal karena tidak bisa menembus Raffi Putra, mencoba langsung memberikan umpan silang ke kotak penalti tim Batavia Fort FC, sayangnya kiper Batavia Fort FC langsung meninju bola umpan silang dan membuat wilayahnya aman kembali.


Memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh pemain Madura Umisale FC, akhirnya di menit ke-60 gol pun tercipta. Umpan silang bek sayap Batavia Fort FC berhasil disundul dengan baik oleh pemain depan mereka dan kiper Madura Umisale FC tidak bisa menepis bola sundulan tajam dari pemain depan Batavia Fort FC. skor pun 1-0 untuk keunggulan Batavia Fort FC.


Walaupun tertinggal, tetapi pemain Madura Umisale FC tetap tidak patah arang. Mereka terus bermain menyerang dan mencoba segala macam cara untuk menyamakan kedudukan. Tetapi, apiknya penampilan Raffi Putra benar-benar membuat nilai yang berbeda untuk pertahanan tim Batavia Fort FC.


Dan akhirnya usaha pemain Madura Umisale FC berhasil membuat publik Stadion Batavia Fort terdiam dan senyap. Dan yang membuat pendukung Batavia Fort FC mulai gugup itu adalah sosok Munip Hadi.

__ADS_1


Munip Hadi berhasil mengelabui sosok Raffi Putra dengan melakukan skill double touch dan akhirnya Raffi Putra terkena ankle break setelah itu, lalu Raffi Putra pun merengsek masuk ke pertahanan tim Batavia Fort FC dan langsung menendang bola ke pojok kanan bawah gawang dan berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.


"Mereka berdua benar-benar menunjukkan penampilan yang hebat malam ini" Igarashi Maeda berkomentar setelah melihat penampilan dari sosok yang ada di dalam list-nya itu. "Mungkin sudah saatnya mereka memainkan pemain serba bisa itu"


Seakan sudah tahu dan bisa menduganya, apa yang dikatakan oleh Igarashi Maeda benar-benar terjadi. Pelatih tim Batavia Fort FC langsung melakukan pergantian pemain, dia memasukkan pemain bernomor punggung 18 bernama Wildan Hutami.


Posisi sebenarnya Wildan Hutami adalah gelandang tengah, namun pelatih tim Batavia Fort FC menaruhnya di posisi gelandang serang dan bermain sedikit melebar sebagai flank. Jika pemain lain mungkin akan kesulitan dalam melakukan tugas yang diberikan oleh pelatih tim Batavia Fort FC itu, tetapi tidak untuk Wildan Hutami sang pemain bernomor punggung 18 yang baru saja masuk itu.


Wildan Hutami adalah pemain serba bisa alias versatile yang dimiliki oleh tim Batavia Fort FC. Wildan Hutami juga sudah dipantau oleh Igarashi Maeda sejak dari babak grup karena kemampuan versatile nya itu.


Masuknya Wildan Hutami benar-benar memberikan sebuah impact yang nyata, beberapa kali tim Madura Umisale FC harus kerepotan karena ulah Wildan. Dan akhirnya di menit ke-80, Wildan Hutami berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.


Igarashi Maeda langsung tersenyum melihat penampilan Wildan Hutami yang baru saja masuk itu dan malah mencetak gol, bahkan golnya tadi adalah gol penentu kemenangan tim Batavia Fort FC atas Madura Umisale FC dan Batavia Fort FC pun berhasil melaju terus ke babak semi-final, sedangkan langkah Madura Umisale FC harus berhenti di tahap ini saja.


Igarashi Maeda puas melihat para pemain yang dia list menunjukkan performa terbaik mereka, walaupun Munip Hadi tidak menang hari, tetapi penampilannya sudah memuaskan sosok Igarashi Maeda dan sepertinya Igarashi Maeda sudah yakin dengan pilihannya itu.

__ADS_1


__ADS_2