
Waktu berjalan dengan begitu cepat bagi mereka semua, tidak berasa liga kembali akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Tetapi sebelum itu, akan ada Piala Super Indonesia yang mempertemukan kampiun Indonesian League dan pemenang Piala Indonesia. Bandung Tigerra FC yang menjadi juara I-LEAGUE musim ini mereka akan bertemu dengan Pengambangan Cananga FC yang merupakan kampiun dari turnamen Piala Indonesia edisi musim semalam.
Pertandingan itu akan digelar di tempat yang netral, yang berarti kedua tim akan bermain di tempat netral alias bukan kandang dari salah satu dari kedua tim. Kebetulan yang dipilih menjadi stadion untuk menggelar pertandingan Piala Super Indonesia ini adalah stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Soal masalah perizinan, Rizaldi Fatah sudah mendapatkan izin pergi dari adik dan ibunya. Rizaldi juga menjelaskan panjang lebar pada mereka berdua soal statusnya saat ini di klub. Rizaldi sudah dipromosikan ke dalam tim senior, namun namanya masih terdaftar sebagai pemain akademi sehingga namanya tidak termasuk ke dalam daftar pemain yang mungkin di daftarkan oleh Coach Giovanni Almeida pada saat bergulirnya musim. Tetapi walaupun dengan kondisi dan situasi seperti itu, Rizaldi masih dapat dan bisa dimainkan oleh Coach Giovanni di dalam laga-laga yang akan mendatang. Termasuk di dalam laga final Piala Super Indonesia ini, ini akan menjadi debut Rizaldi Fatah di Pengambangan Cananga FC.
Rizaldi sendiri beserta para pemain Pengambangan Cananga FC yang lain beserta staf sudah berangkat ke kota Palembang, mereka datang kemarin sore dan paginya mereka langsung memulai sedikit sesi latihan untuk menjaga kebugaran dan juga ketajaman mereka.
Rizaldi tentu terus bekerja keras dan selalu memberikan segalanya pada saat sesi latihan ini, dia ingin dimainkan pada saat pertandingan nanti. Tidak hanya berada dalam daftar pemain yang ikut saja, bahkan tujuannya lebih tinggi dari sekedar berada dalam nama yang ada di bangku cadangan. Dia ingin bermain reguler dari menit pertama hingga akhir, itulah tujuannya saat ini.
Sama seperti hari ini, Rizaldi mendapatkan sesi latihan yang semakin menguatkan posisinya sebagai seorang gelandang serang penuh kreativitas. Rizaldi diberikan porsi latihan yang terus mengasah kreativitas yang ia miliki. Selain itu, Coach Giovanni juga tetap mempertimbangkan ketajaman Rizaldi Fatah pada saat di depan kotak penalti lawan, atau saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Coach Giovanni benar-benar membangun Rizaldi menjadi pemain yang serba bisa atau biasa dikenal dengan istilah versatile.
Tetapi Coach Giovanni juga memikirkan hal yang lain, dia tahu posisi yang akan sangat cocok untuk Rizaldi Fatah. Coach Giovanni ingin menjadikan Rizaldi Fatah sebagai Shadow Striker.
Setelah menendang bola terakhir hingga masuk ke dalam gawang yang dijaga oleh Sauqi, penjaga gawang kedua Pengambangan Cananga FC. Rizaldi berhenti lalu menepi sejenak untuk mengambil air minumnya. Dahaga sudah menyapanya, Rizaldi tidak melakukan istirahat sama sekali semenjak Coach Giovanni memberikan instruksi kepada dirinya untuk berlatih.
"Boro" Rizaldi membatin, dia memanggil nama sistem yang ia miliki karena suatu kecelakaan aneh itu.
Tidak perlu waktu lama untuk Borought-555 yang dipanggil oleh Rizaldi Boro untuk menyahut, mungkin pemrosesan datanya begitu cepat sehingga Boro dengan sigap selalu siap siaga jika diperlukan oleh Masternya. "Ada apa Master?" tanya Boro.
__ADS_1
"Aku ingin melihat status milikku, sudah lama semenjak aku melihatnya. Aku penasaran sudah sejauh mana diri ku berkembang" ujar Rizaldi yang ingin melihat statistik miliknya.
"Tunggu sebentar Master" lalu tidak berselang lama, akhirnya data-data nilai statistik milik Rizaldi pun mulai terlihat di hadapan.
[Nama Pengguna: Rizaldi Fatah]
[Level: 5]
[Umur: 16]
[Skill Dikuasai: Long Shoot Accuracy, Captaincy, Pin-Point Pass, Mata Dewa, Short Pass Accuracy]
[Shooting: 63]
[Passing: 74]
[Dribbling: 52]
[Defending: 41]
__ADS_1
[Physical: 69]
Rizaldi begitu bahagia melihat statistiknya yang sangat jauh meningkat dari terakhir kali yang dirinya ingat. Tur selama dua minggu di Spanyol benar-benar membuat dirinya semakin berkembang, terlebih lagi semua latihan berat yang terus ia lakukan bersama dengan pemain Pengambangan Cananga FC yang lain turut membantu dirinya menjadi pemain sepakbola yang selalu berkembang.
Kini, Rizaldi lebih dari siap untuk mengarungi liga yang sudah hampir di depan mata. Karena sehabis melihat statistik itu, Rizaldi tidak bisa menghentikan dirinya sendiri karena terlalu bersemangat untuk berlatih hari ini. Sampai pada akhirnya Coach Giovanni menyudahi sesi latihan kali ini, namun Rizaldi tetap tidak ingin berhenti begitu saja hingga membuat dirinya dan Coach Giovanni sedikit mengalami kesalahpahaman diantara mereka berdua.
"Kau boleh saja bersemangat nak, tetapi ingatlah apa pesanku ini. Jika kau terus memaksakan dirimu untuk melakukan sesuatu secara berlebihan, percayalah bukan hal yang bagus yang akan kau terima nanti" ucap Coach Giovanni yang mencoba memberitahukan Rizaldi kalau berlatih secara berlebihan itu tidak baik.
Rizaldi pun memanyunkan bibirnya, dia merasa tidak bisa lagi membalikkan fakta itu dari Coach Giovanni, dia kalah telak. Tetapi beberapa saat kemudian Rizaldi, menyadari kalau hal itu ada benarnya. Dirinya pernah mengalami cidera yang serius dan dia mulai memikirkan hal itu kembali.
Cidera adalah penyakit yang terus menghantui para pelaku sepakbola, tidak sedikit pemain muda yang mempersingkat karirnya karena terus memaksakan diri mereka hingga pada akhirnya cidera pun datang dan memakan perlahan-lahan bakat mereka. Sudah banyak contohnya, Rizaldi pun tidak perlu lagi mengingat satu-satu siapa saja pemain muda yang gagal bersinar setelah cidera datang ke dalam hidup mereka, Rizaldi tidak ingin hal itu terjadi. Karena cidera juga Rizaldi jadi tidak bisa berhadir untuk mengikuti seleksi timnas U-17, tetapi akhirnya Rizaldi hanya bisa pasrah dan terbaring di rumah sakit sambil menunggu kakinya kembali berkompromi dengan dirinya.
"Apa kau sudah mengerti sekarang Ward Prowse?" Coach Giovanni kembali menanyai Rizaldi hal yang sama, tetapi kali ini Rizaldi sudah mengerti.
"Ya coach, saya paham. Maaf karena sudah menyusahkan Coach sebelumnya. Saya hanya ingin berlatih dan berlatih"
"Baguslah jika kau mengerti, jadi aku tidak perlu susah-susah lagi menjelaskannya kepadamu" Coach Giovanni lalu kembali mengecek kertas yang ia pegang sedari tadi, tidak ada yang tahu apa itu atau apa isi dari kertas itu.
Lalu ada kapten tim, Adam Sala yang mulai bertanya kepada Coach Giovanni. Pertanyaan Adam Sala adalah berkaitan dengan kegiatan hari esok, karena mereka masih memiliki waktu dua hari sebelum hari pertandingan.
__ADS_1
"Besok kita akan membahas game plan dan strategi, serta siapa saja yang akan masuk ke dalam skuad nantinya. Lalu setelahnya kalian bisa bersantai dan beristirahat untuk menyambut pertandingan yang akan dilangsungkan besok harinya" ujar Coach Giovanni, lalu setelah memberitahukan hal tersebut Coach Giovanni pun membubarkan mereka semua.