
Raffi Putra sebagai kapten tim dari Batavia Fort FC begitu menyesalkan permainan dari rekan-rekannya di babak pertama tadi. Rekan-rekannya tidak bisa memanfaatkan dengan sangat baik beberapa peluang yang mereka dapatkan sebelumnya, bahkan Wildan Hutami saja berhasil mendapatkan peluang yang sangat gemilang namun dia gagal mengeksekusinya sebagai sebuah gol.
Permainan dari Batavia Fort FC sebenarnya tidak terlalu buruk di babak pertama tadi, namun mereka bisa lebih baik dari itu. Setidaknya itulah yang dimaksud oleh Raffi Putra. Walaupun dia tidak mengatakannya, rekan-rekannya juga tahu kalau kapten mereka itu juga sedikit kesulitan dengan beberapa pemain Pengambangan Cananga Youth yang sempat lepas penjagaan.
Statistik Raffi Putra selama 45 menit pertama begitu gemilang, dia berhasil mencatatkan 5 tekel penting, 4 intercept dan berhasil memblokir beberapa peluang dari tim Pengambangan Cananga Youth yang sempat membahayakan gawang mereka.
Pelatih tim Batavia Fort FC mendukung pemikiran kapten mereka dengan mengingatkan kepada anak-anaknya yang lain tentang ketimpangan yang terjadi pada tim lawan. "Mereka sudah timpang, mereka kekurangan pemain yang punya kreativitas. Tidak adanya sosok Rizaldi Fatah memang berdampak sangat besar bagi mereka dan kita seharusnya bisa memanfaatkan celah itu!" ucapnya.
Para pemain Batavia Fort FC menganggukkan kepala, mereka juga merasa demikian. Absennya sosok Rizaldi Fatah di posisi nomor 10 benar-benar membuat permainan Pengambangan Cananga Youth sedikit berubah.
Mereka memang bermain bagus, namun lini tengah mereka seakan kurang solid. Set-up mereka juga bisa dibilang sedikit jelek, karena beberapa kali mereka hanya memanfaatkan kecepatan dan kemampuan individu Axel Raihan untuk menusuk ke dalam jantung pertahanan tim Batavia Fort FC. Sosok Rizki Zain yang merupakan pemain nomor 10 sebelum Rizaldi Fatah dipanggil ke tim Youth-A terlihat belum bisa mengimbangi permainan yang sering ditampilkan oleh Rizaldi Fatah.
Visi bermain pemain bernomor punggung 10 itu tidak sebagus Rizaldi Fatah, namun dia berusaha untuk tetap menunjukkan performa terbaiknya bagi dirinya sendiri dan juga bagi tim.
Wajah Raffi Putra menunjukkan sedikit kekecewaan saat mengetahui kalau Rizaldi Fatah tidak masuk ke starting line-up. Dia sebenarnya ingin sekali berhadapan dengan sosok Rizaldi Fatah, dia sangat penasaran seperti apa pemain yang baru dipanggil ke tim-A dan sudah mendapatkan posisinya dengan nyaman itu.
Menurut Raffi, selama di fase gugur dan sebelumnya, tidak ada pemain yang cukup menyulitkan dirinya. Raffi Putra sendiri digadang-gadang menjadi pemain terbaik di I-Youth jika dirinya mampu membawa timnya meraih gelar juara, jadi untuk membuktikan kapabilitasnya itu dia ingin berhadapan dengan pemain-pemain kuat di I-Youth dan mengokohkan dirinya sebagai pemain terbaik. Satu orang lagi dalam list-nya, yaitu Rizaldi Fatah.
Beberapa kali dirinya melihat rekaman video permainan Rizaldi Fatah ini dan dia berkata kalau pemain ini sungguh gila. Dia tidak mengerti dengan apa yang dirinya lihat, namun dia yakin dia sedang melihat beberapa pemain hebat seperti bergabung di dalam diri Rizaldi dan membentuk sebuah entitas yang baru. Terlebih lagi saat dirinya mencari lebih jauh soal Rizaldi, dirinya sangat terkejut saat mengetahui kalau Rizaldi baru saja memulai karir sepakbolanya. Bahkan yang paling mengejutkan itu hanya beberapa bulan saja.
Semenjak saat itu dirinya begitu terobsesi dengan sosok yang bernama Rizaldi ini, dan dirinya sangat berharap bisa berhadapan dengannya dan bisa menjadi orang yang mengalahkannya. Namun, karena hal yang terjadi pada Rizaldi saat ini dia langsung dibuat kesal dan Raffi Putra melampiaskan kekesalannya itu pada pemain Pengembangan Cananga Youth yang lain.
__ADS_1
Raffi Putra membuat janji pada dirinya sendiri, dia akan menjaga pertahanan timnya dan menghalau semua bola yang mengarah kepadanya dan ke gawang timnya sebelum Rizaldi Fatah dimasukkan entah di menit berapa dirinya akan dimasukkan.
Sepuluh menit telah berlalu, suara pembawa acara pun mulai terdengar di telinga para pemain Batavia Fort FC yang membuat mereka kembali bersiap untuk masuk ke dalam lapangan lagi. Raffi Putra sebagai kapten tim langsung memimpin rekan-rekannya yang lain untuk segera pergi ke lorong stadion dan bersiap untuk memainkan babak kedua mereka.
Di kubu Pengambangan Cananga Youth sendiri, Coach Satria Hutama tidak bosan-bosannya mengingatkan anak-anak asuhnya untuk tetap bertahan pada gameplan yang sudah disiapkan oleh Coach Satria sebelumnya. Walaupun sistemnya sempat tidak jalan, namun dalam 15 menit terakhir akhirnya sistem yang ia bangun mulai terlihat.
Memang masih banyak celah, namun Coach Satria sedikit optimis dengan pilihannya kali ini. Beliau terus menyemangati anak-anak asuhnya untuk tetap semangat dan meminta mereka untuk jangan sampai terbawa permainan tim lawan.
"Hei sobat, apa lututmu sudah membaik?" Derry mencoba untuk mengajak Rizaldi mengobrol.
Derry melihat Rizaldi yang hanya diam saja semenjak tadi sehingga dia sedikit ingin menghibur Rizaldi. Derry tahu betul, kalau sahabatnya itu sangat ingin bermain di babak final ini. Namun, Coach Satria ingin mengistirahatkan sosoknya terlebih dahulu dan memasukkannya di saat yang tepat.
Tentu saja itu bukanlah jawaban yang benar, Rizaldi belum benar-benar sembuh dari cidera lututnya namun karena krim salep yang ia beli dari toko sistem, nyeri dan rasa sakit yang ia derita dari cidera lututnya bisa dirinya hilangkan begitu saja, bagai pesulap yang mampu menghilangkan burung merpati yang dimasukkan ke dalam topi misterius yang bisa membuat burung itu hilang dan lenyap begitu saja.
"Tetap semangat sobat, tunggu saja giliran mu. Pasti Coach Satria akan mempertimbangkan memasukkanmu jika situasi di lapangan berubah menjadi sedikit kacau" ucap Derry kepada sahabatnya itu, sambil menepuk-nepuk pundaknya dengan pelan.
Rizaldi tersenyum tipis mendengar itu, dia sangat berterimakasih kepada Derry karena telah menyemangati dirinya. Coach Satria menangkap hal itu dan dirinya juga sedikit terenyuh melihatnya, akhirnya Coach Satria mulai berubah pikiran dan mulai menjelaskan gameplan yang baru pada mereka semua.
"Ada pergantian pemain yang akan saya lakukan. Setelah apa yang saya amati di babak pertama tadi, terpaksa Riski Zain saya ganti dengan Rizaldi Fatah"
Rizaldi langsung tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia bahkan sampai bertanya dua kali pada Coach Satria dan jawabannya tetap sama. Rizaldi langsung bersemangat setelah itu, terlihat rasa semangatnya itu seakan membakar dirinya sendiri.
__ADS_1
Riski Zain pun melakukan tos dengan Rizaldi, Riski mendoakan Rizaldi agar bisa bermain dengan sekuat tenaganya walaupun dirinya tahu kalau Rizaldi sedang mengalami cidera lumayan parah.
Saat suara pembawa acara mulai terdengar oleh mereka semua, mereka pun langsung bersiap untuk pergi ke lorong dan melanjutkan pertandingan. Sebelum pergi ke lorong, semua pemain Pengambangan Cananga Youth beserta tim official membentuk lingkaran dan mengumpulkan semua telapak tangan mereka menjadi satu.
Coach Satria memberikan pidato terakhirnya. "Apapun yang terjadi di 45 menit kemudian, lupakanlah semua dan nikmatilah permainan sepakbola kalian. Pengambangan Cananga Youth!"
Yang dibalas oleh mereka semua. "Let's goooo!"
Lalu mereka semua langsung pergi keluar, bersiap-siap untuk menuju ke lorong. Namun, Rizaldi memilih bertahan sedikit lebih lama. Dirinya sedang melakukan komunikasi dengan Borrought-555, sang sistem yang sudah banyak membantu dirinya selama ini.
"Hei Boro" ujar Rizaldi.
"Ya master?"
"Apakah tidak ada misi untukku? Biasanya, jika aku akan memainkan pertandinganku pasti ada misi yang masuk"
Borrought-555 diam untuk sejenak, membuat Rizaldi berpikir kalau Boro sedang menyiapkan sebuah misi untuk dirinya. Namun jawaban Boro mengejutkan Rizaldi. "Tidak ada misi untuk kali ini Master. Nikmati saja pertandingan final yang sudah Master nanti-nantikan, semoga Master bisa memenangkannya!"
Rizaldi tidak bisa menahan senyumnya, laki-laki yang begitu sopan dan penuh tata krama itu tidak bisa menahan diri jika diberikan pujian atau dimengerti seperti itu. Rizaldi langsung terbang ke langit lapisan ketujuh jika diperlukan seperti itu.
Karena sudah diberikan semangat oleh Boro, Rizaldi pun semakin bersemangat untuk bermain di babak kedua nanti.
__ADS_1