Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 171: Final Day


__ADS_3

Hari pertandingan final Liga Premier Indonesia pun akhirnya tiba, semua fans supporter dari Tarakanita Jakarta FC ataupun dari Pengambangan Cananga FC langsung memenuhi Stadion JIS yang dipercaya untuk menggelar final dari liga paling bergengsi di Indonesia ini.


Pertandingan akan digelar pada jam 7 petang, namun antusiasme kedua supporter tim yang berlaga sudah sangat tinggi ketika matahari masih terik-teriknya di sekitar pukul 3 sore. Stadion JIS dipenuhi oleh pecinta sepakbola Indonesia dari jam 11 pagi, ada pula beberapa orang yang menjual pernak-pernik kedua klub yang bertanding di final. Keuntungan mereka dapatkan melonjak drastis pada hari ini, sampai-sampai para pedagang pernak-pernik berharap laga besar seperti ini bisa terjadi setiap harinya.


Pada pukul 4 sore, sebelum para pemain dari kedua tim melakukan pemanasan. Para media melakukan wawancara terlebih dahulu dengan kedua pelatih dari kedua tim yang bertanding, serta dengan para pemain yang dianggap memiliki peran besar di klub masing-masing selama satu musim ini.


Pelatih dari Tarakanita Jakarta FC, Evan Ferguson yang pertama kali dipanggil untuk melakukan wawancara dengan beberapa media yang meliput partai final Liga Premier Indonesia. Pelatih asal Inggris itu membawa dua pemainnya yang begitu menonjol di Tarakanita Jakarta FC, yaitu sang top skorer termuda di sejarah Indonesia Premier League Yoga Hilmawan, dan juga pemain muda asal Jepang yang sangat berbakat dan saat ini memimpin di klasemen pencetak assist terbanyak di liga saat ini, yaitu Marukawa.


Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh para media kepada sang juru taktik Tarakanita Jakarta FC, kebanyakan bertanya soal persiapan tim untuk melawan lawan mereka di partai puncak. Dengan sentai Evan Ferguson menjawab semua pertanyaan, bahkan jawabannya terkesan sangat percaya diri mengingat mereka sudah mengalahkan Pengambangan Cananga FC dua kali saat di liga.


"Saya rasa tidak ada yang kami ragukan, pemain, seluruh staf sudah bekerja sangat keras untuk sampai ke titik ini. Kami akan menang malam ini!" ujar Evan Ferguson menutup wawancaranya.


Lalu para media beralih ke Yoga Hilmawan. Mereka menanyakan soal konsistensi Yoga dalam memberikan permainan yang brilian, terus mencetak gol, yang akhirnya membuat Tarakanita Jakarta FC menjadi tim yang begitu diunggulkan untuk menjuarai Liga Premier Indonesia musim ini.


Yoga menjawab semua pertanyaan itu dengan tenang, namun ketenangannya menjadi hilang pada saat salah satu wartawan dari media Olahraga Indonesia Maju yang menanyakan soal pendapat Yoga soal pemain bernama Rizaldi Fatah kepada dirinya.

__ADS_1


Wartawan itu bertanya kepada Yoga, bagaimana pendapatnya soal Rizaldi Fatah yang akan bertanding melawannya malam nanti dan soal transfernya ke Salford City FC, salah satu klub yang bermain di Inggris.


Semua orang sudah tahu soal tersebut, bahkan bukan sebuah rumor belaka lagi. Rizaldi Fatah dan manajemen klub Salford City FC yang diwakili oleh legenda Manchester United, Paul Scholes sudah melakukan deal. Rizaldi Fatah diboyong oleh Salford City FC dengan mahar 1 juta pound.


Yoga yang tahu soal itu beberapa hari sebelumnya langsung kesal dan marah, dia merasa tidak terima karena sudah didahului oleh Rizaldi Fatah yang dirinya anggap kurang dari dirinya itu. Yoga berharap panggilan itu datang kepada dirinya apalagi setelah yang dirinya lakukan pada Timnas U-17 dan klub.


Rizaldi sendiri masih belum melakukan apapun, dirinya hanya sedikit bersinar di Pengambangan Cananga. Bahkan, di level timnas pun Rizaldi Fatah tidak masuk daftar. Begitulah kira-kira penilaian dari Yoga Hilmawan pada Rizaldi.


Marukawa yang melihat reaksi Yoga yang seperti seekor sapi sedang menahan nafsu birahinya itu langsung menepuk wajahnya sendiri. "Mohon maaf, tetapi kami harus mempersiapkan beberapa hal lagi sebelum bertanding jadi kami mohon undur diri" Marukawa langsung menutup sesi wawancara bahkan sebelum dirinya sempat ditanyai oleh para media.


Sang pelatih pun ikut pergi dari ruang pers, tetapi para wartawan tidak ingin membiarkan mereka pergi begitu saja sebelum pertanyaannya dijawab. Tetapi mereka semua sudah tidak peduli, yang mereka pedulikan saat ini adalah menjaga kondisi mental Yoga Hilmawan agar tidak terpengaruh dari pertanyaan wartawan tadi.


Karena hal itu Marukawa langsung menarik temannya itu dengan paksa. Walaupun bersusah payah dirinya, namun akhirnya mereka berhasil lepas dari jeratan para wartawan itu. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Yoga terus berada di ruangan itu dalam beberapa menit lagi, situasinya sudah sekacau itu.


Bahkan hingga saat ini, Yoga Hilmawan terus saja meracau tidak jelas. Dirinya terobsesi untuk mengalahkan Rizaldi malam ini, dia ingin membuktikan kalau dirinya lebih hebat dari seorang kutu buku. Marukawa sedikit senang dengan temannya itu, namun ada yang membuat dirinya khawatir juga dengan Yoga yang sampai terbawa suasana sampai seperti itu. "Aku harus lakukan sesuatu saat di lapangan nanti" ucap Marukawa dalam hatinya, dirinya merencanakan sebuah rencana yang akan membantu temannya itu untuk memenuhi ambisinya malam nanti.

__ADS_1


Dua puluh menit setelah sesi wawancara dari tim Tarakanita Jakarta FC. Giliran tim Pengambangan Cananga FC yang diberikan kesempatan untuk melakukan wawancara dengan beberapa media. Coach Giovanni hanya membawa sang kapten, Adam Sala untuk menemaninya menghadapi para wartawan itu.


Melihat Coach Giovanni hanya membawa Adam Sala, para wartawan itu terlihat sedikit kecewa karena mereka berharap ada sosok Rizaldi Fatah yang berada di sisi Coach Giovanni saat ini. Berita panas minggu-minggu ini adalah, sosok pemuda berusia 16 tahun yang baru saja memulai karirnya sebagai pesepakbola profesional, namun sudah diinginkan oleh klub eropa, tepatnya di Inggris.


Semua orang ingin bertanya pada sosok itu, semua orang ingin mendapatkan sebuah berita dari sosok itu, semua orang ingin bertemu dengannya hanya untuk mencari keuntungan belaka. Itulah yang dilihat oleh Coach Giovanni, akhirnya dirinya tidak ingin membuat pemain kuncinya itu merasa terbebani dengan para media sehingga dirinya membawa sang kapten saja.


Karena tidak adanya sosok Rizaldi Fatah, mereka pun menanyakan hal-hal biasa kepada Coach Giovanni. Tentang langkah mereka untuk pertandingan nanti, persiapan dan segala macamnya. Namun, wartawan dari media Olahraga Indonesia Maju yang mendapatkan kesempatan untuk bertanya malah bertanya soal Rizaldi Fatah kepada coach Giovanni.


Coach Giovanni sedikit kebingungan menjawab pertanyaan dari wartawan itu, namun akhirnya dirinya menemukan sebuah jawaban yang sederhana namun sangat bisa menjawab pertanyaan itu.


Coach Giovanni dengan sedikit bercanda menjawab pertanyaan itu. "Bocah itu akan pergi ke London akhir musim nanti, mungkin dia harus kursus bahasa Inggris beberapa bulan kedepan"


Jawaban dari Coach Giovanni sukses membuat seluruh ruangan bergemuruh dengan tawa, tidak mereka duga Coach Giovanni akan sedikit membuat lelucon terlebih coach Giovanni dikenal sebagai orang yang jarang tertawa dan membuat lelucon.


Coach Giovanni meninggalkan ruang pers dengan santai sambil sedikit tertawa karena leluconnya di akhir sesi tadi sukses membuat banyak orang tertawa, bahkan Adam Sala pun tertawa.

__ADS_1


"Saatnya kita mendapatkan tropi itu lagi, benarkan kapten?" ujar Coach Giovanni.


"Benar sekali Coach! Setelah itu aku bisa pensiun dengan tenang" jawab Adam Sala


__ADS_2