
Efek dari pil adaptasi iklim yang baru saja dibeli dari toko inventori kemarin lalu benar-benar membuat Rizaldi bisa beradaptasi dengan iklim di Jepang dengan sangat cepat.
Hari ini, jam empat sore pertandingan antara tim tuan rumah yaitu Kashima Antlers melawan tim tamu Pengambangan Cananga FC dalam lanjutan laga Liga Champion Asia babak 16 besar berlangsung. Suasana begitu panas, mengikuti betapa panasnya laga pada hari ini.
Walaupun masih dalam menit-menit awal, tetapi atmosfir di Stadion Ibaraki Kashima sudah sangat panas, sepanas suhu di Jepang pada sore hari ini yang mencapai 29 derajat namun terasa 30 derajat celsius. Bermain melawan tim yang pernah menjadi kampiun Liga Champion Asia, bukanlah suatu hal yang mudah bagi para pemain Pengambangan Cananga FC. Mereka terus berjuang semampu mereka dan beberapa kali harus bertahan untuk membendung serangan yang dibangun oleh tim tuan rumah.
Kashima Antlers benar-benar menunjukkan kelasnya mereka di laga kali ini, mereka membuktikan kalau mereka adalah tim yang kuat dan tidak bisa diremehkan begitu saja. Baru 10 menit laga berjalan, tuan rumah sudah memiliki 3 peluang emas yang bisa saja menjadi sebuah gol kalau tidak ada pertahanan terakhir yang dimiliki oleh Pengambangan Cananga FC, yaitu Derry Yanuar yang berdiri di bawah mistar gawang.
Sama yang terjadi di menit ke-12 kali ini. Kashima Antlers kembali mendapatkan sebuah kesempatan untuk melancarkan serangan. Berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh Bagas yang mencoba untuk menggiring bola kedepan, pemain Kashima Antlers malah berhasil merebut bola di kaki Bagas. Pemain itu lantas langsung memberikan bola ke sisi kanan lapangan, disitu sudah ada Naito Tsuji pemain sayap Kashima Antlers yang berusia 27 tahun bersiap untuk melakukan akselarasi cepat.
__ADS_1
Naito benar-benar melakukannya, dia melakukan akselarasi cepat di sisi kanan pertahanan tim Pengambangan Cananga FC. Fadil Rifad mencoba berduel dengan Naito untuk menghentikan laju pergerakan Naito, namun dengan aksi individunya Naito berhasil melewati Rifad dengan cukup mudah, lalu Naito pun memberikan sebuah umpan cut-back yang membelah jantung pertahanan tim Pengambangan Cananga.
Di tengah sudah ada Maeda Uchida yang bersiap menyambar bola, namun sayangnya Galih berhasil menyapu terlebih dahulu bola sebelum di sambut oleh penyerang berusia 24 tahun itu. Tetapi situasi belum mereda bagi Pengambangan Cananga FC, bola hasil sapuan dari Galih tadi malah mendarat di kaki Takagi Abarai. Takagi pun melakukan sentuhan sekali, setelah itu mencoba melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola berbelok dengan cepat, membuat Derry kesulitan namun tetap saja Derry melompat untuk menepis bola namun bola tidak sampai ia raih, beruntungnya bola bergerak ke atas gawang dan menyelamatkan gawang Derry dari kebobolan.
Takagi sedikit kecewa karena tembakannya tidak berhasil masuk ke dalam gawang, namun dia tidak berhenti untuk berusaha lagi dan ingin mencobanya sekali lagi jika ada kesempatan datang lagi pada dirinya seperti itu tadi.
Naito Tsuji, Maeda Uchida dan juga Takagi Abarai adalah trisula yang dimiliki oleh Kashima Antlers. Mereka bertiga adalah pemain yang membawa mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan-lawannya, kehebatan mereka sudah tidak diragukan lagi. Naito Tsuji, pemain berumur 27 tahun ini bisa dibilang salah satu veteran di tim Kashima Antlers. Pengabdian selama 10 tahunnya di Kashima Antlers bisa dibilang cukup manis, dirinya sudah meraih banyak titel prestisius bersama dengan Kashima Antlers entah itu dari domestik ataupun internasional. Dalam 10 tahun pengabdiannya, Naito Tsuji sudah mencatatkan 107 gol serta 89 assist untuk Kashima Antlers.
Lalu pemain muda berbakat Kashima Antlers yang baru muncul di permukaan, Takagi Abarai. Pemuda berusia 18 tahun ini sudah menjadi pemain kunci Kashima Antlers, berposisi sebagai pemain sayap namun juga bisa bermain di posisi Attacking Midfielder juga yang membuat dirinya menjadi spesial. Takagi memiliki kecepatan yang luar biasa, kadang membuat pemain bertahan kewalahan menghadapinya. Musim lalu dirinya bersinar terang bersama Kashima Antlers hingga menjadi pemain muda terbaik di J1-League musim lalu. Di level timnas dirinya juga sempat menjadi pemain terbaik di piala Asia U-19 saat Jepang berhasil menjadi jawaranya.
__ADS_1
Rizaldi dan rekan-rekannya yang lain sudah tahu betapa mengerikannya trio lini depan yang dimiliki oleh Kashima Antlers. Coach Giovanni sudah memberikan sedikit gambaran bagaimana kekuatan mereka bertiga di atas lapangan, namun ketika mereka langsung berhadapan dengan sosok trio itu, Rizaldi merasakan hal yang sungguh berbeda. Kekuatan mereka bertiga jauh lebih apa yang di duga oleh Rizaldi dan rekan-rekannya di Pengambangan Cananga FC.
Mereka terus diserang oleh Kashima Antlers, bahkan tidak sempat bagi mereka semua untuk memainkan bola dan mencari cara untuk keluar dari situasi yang tidak nyaman ini. Kashima Antlers benar-benar menekan Pengambangan Cananga FC sejak menit-menit awal, tinggal menunggu waktu saja bagi mereka untuk bisa mencetak gol ke gawang yang dijaga oleh Derry Yanuar.
Sebuah peluang tercipta di menit ke 26. Trio lini depan Kashima kembali membawa petaka bagi pertahanan tim Pengambangan Cananga FC. Setelah diobrak-abrik oleh Takagi, pertahanan tim Pengambangan Cananga FC pun sedikit terbuka. Pada akhirnya Takagi melepaskan sebuah tendangan yang cukup sedikit memaksa dari sudut sempit, tetapi tendangan itu mampu menyulitkan Derry Yanuar yang susah payah untuk menepis tendangan itu agar tidak menjadi sebuah gol.
Setelah itu sepak pojok pun di dapatkan oleh Kashima Antlers. Takagi langsung melepaskan umpan pendek saja ke salah satu pemain Kashima Antlers, lalu pemain itu pun memberikan umpan crossing yang begitu indah dan memanjakan. Maeda Uchida langsung melompat untuk menyundul bola yang memang diarahkan kepada dirinya itu, Bagas dan Galih langsung melakukan duel pada Uchida, akan tetapi dengan mudahnya Uchida mengalahkan Bagas dan Galih dan berhasil menyundul bola.
Bola mengarah ke gawang Derry dengan deras dan tajam, Derry sudah berusaha untuk menghalau bola namun bola sundulan Uchida begitu tajam sehingga begitu sulit bagi Derry untuk menghalaunya sehingga bola pun masuk dan membuat Kashima Antlers unggul satu kosong untuk sementara. Uchiha langsung berlari ke sudut lapangan dan merayakan golnya, para supporter Kashima Antlers pun langsung membuat kebisingan di Stadion Ibaraki, tim tuan rumah unggul!
__ADS_1
Walaupun masih memasuki menit ke-27, namun stamina pemain Pengambangan Cananga FC mulai sedikit terkuras dengan cepat. Intensitas dan tempo tinggi yang dibawakan oleh pasukan Kashima Antlers benar-benar menjadi pr buat para pemain Pengambangan Cananga FC, mereka mulai berpikir untuk bagaimana keluar dari situasi ini, yang jelas mereka tidak ingin begini-begini saja meski ini baru babak pertama dari leg pertama babak 16 besar kali ini.