
Di semifinal kali ini akan terjadi dua duel yang sangat dinantikan oleh penikmat sepakbola Indonesia, khususnya di usia muda. Dua laga yang tersaji di semifinal nanti adalah duel dengan rivalitas tingkat tinggi, setara dengan duel-duel dua klub yang punya sejarah panjang di Eropa sana.
Biasa dikenal dengan nama Derby Match. Pertandingan spesial antara dua klub yang punya sejarah rivalitas panjang.
Pertandingan pertama ada Batavia Fort FC melawan Sparta Bandung FC. Pertandingan antara Batavia Fort FC melawan Sparta Bandung FC ini sudah berlangsung sangat lama, bahkan sebelum format liga menjadi I-LEAGUE dan I-YOUTH seperti sekarang ini.
Dulu saat Federasi Sepakbola Indonesia masih PSSI, format liga pun juga berbeda seperti sekarang ini. Jika format liga sekarang sedikit berkiblat ke Jepang dengan J1 League-nya. Dulu Persija Jakarta adalah klub kebanggaan warga Jakarta sebelum muncul klub-klub yang memiliki format J-LEAGUE.
Di Jakarta sendiri banyak sekali klub-klub besar yang berdiri dan bertanding di kasta pertama atau kedua di I-League ataupun di I-Youth. Sebut saja misalnya Jaksel Yankees, Benhil Wanderers, Jakarta Meterion FC dan yang paling besar diantara itu adalah Batavia Fort FC.
Batavia Fort FC sendiri adalah klub yang bermain di kasta tertinggi di I-League dan termasuk klub besar, karena mereka termasuk klub besar maka mereka juga mengikuti jejak klub besar yang lain untuk membuat tim satelit yang bermain di I-Youth untuk wadah pengembangan pemain akademi mereka atau pemain muda mereka.
Karena Batavia Fort FC adalah klub yang berasal dari Jakarta, maka rival abadi mereka adalah tim yang berasal dari kota Bandung. Sama seperti dahulu saat format liga masih tidak semodern sekarang, Persija Jakarta adalah rival abadinya Persib Bandung dan duel antara kedua tim besar itu selalu menjadi daya tarik tersendiri di kalangan pecinta sepakbola Indonesia.
Banyak sekali sejarah-sejarah yang tercipta karena pertemuan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Dan kini, Batavia Fort FC dan Sparta Bandung FC akan meneruskan apa yang sudah dilakukan para pendahulu mereka.
Sparta Bandung sendiri adalah tim dari kota Bandung yang kembali berhasil melaju hingga ke babak semi-final I-Youth. Sparta Bandung sendiri adalah klub yang mulai berkembang di level I-League, sehingga dengan begitu mereka mencoba peruntungan mereka untuk membuat tim satelit yang berlaga di I-Youth untuk mewadahi para pemain muda mereka agar mendapatkan jam bermain yang tinggi.
__ADS_1
Sebagai satu-satunya tim yang mewakili kota Bandung dan Jawa Barat, Sparta Bandung FC tentunya tidak ingin mengecewakan warga Bandung dan sekitarnya. Mereka ingin membuktikan kalau mereka tidak kalah dengan klub kota Bandung yang lain seperti Paris Bandung FC, Bandung Sea Fire, atau klub kota Bandung yang paling besar yaitu Bandung United.
Jadi saat ini, para pemain Sparta Bandung FC berlatih dengan sangat giat dan keras untuk menampilkan performa terbaik mereka saat pertandingan nantinya. Bahkan, kiper utama mereka saat ini yang namanya sedang naik karena penampilan apiknya selama beberapa pertandingan terakhir ini, Wawan Angga juga berlatih dengan sangat keras.
Wawan Angga sudah melakukan beberapa latihan, lalu dia berlatih untuk menghalau tendangan penalti karena beberapa kali dia selalu dihadapkan dengan situasi penalti. Wawan Angga menyuruh beberapa rekannya untuk menendang penalti dan dia akan menepisnya sebanyak yang ia bisa, setelah melakukan itu catatan penyelamatannya pun bisa dibilang sangat baik.
Dari 10 kali tendangan, Wawan Angga berhasil menepis 6 tendangan, 3 tendangan berhasil masuk ke gawangnya dan 1 tendangan melebar jauh ke sisi kanan gawang.
"Ayo kawan-kawan, kita coba 10 penalti lagi" ucap Wawan Angga ketika setelah berhasil menepis tendangan terakhir.
Rekan-rekannya yang lain sudah keteteran menghadapi kelakuannya Wawan Angga, mereka sudah hampir tidak sanggup lagi untuk berdiri dan menendang bola sekali lagi. "Kami mau istirahat dulu Wawan, kami sudah tidak sanggup lagi!" ucap salah satu rekannya yang sudah terlalu lelah, bahkan untuk bicara saja dia sudah terlalu lelah.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Wawan Angga tadi membuat rekan-rekannya kembali berdiri dan melakukan tendangan penalti lagi dengan sisa tenaga yang mereka miliki, dan Wawan Angga tersenyum bisa kembali menepis tendangan-tendangan yang akan datang ke gawangnya dengan cepat.
Di putaran kedua penalti ini, Wawan mencatatkan rekor yang bagus. Wawan Angga berhasil menepis 8 dari 10 penendang, dan sisanya masuk ke dalam gawangnya. Tentunya dengan peningkatan itu membuat Wawan Angga sedikit percaya diri sebelum pertandingan melawan Batavia Fort FC.
Sedangkan di kubu sebelah, tim Batavia Fort FC juga menjalani latihan berat juga sebelum pertandingan mereka nanti. Batavia Fort FC melakukan latihan mini game 11 melawan 11.
__ADS_1
Raffi Putra sebagai bek yang paling banyak dibicarakan oleh orang banyak di I-Youth kali ini bergabung di tim A, dan dia berhadapan dengan Wildan Hutami yang seorang rising star yang dimiliki oleh Batavia Fort FC saat ini.
Kemampuan Wildan Hutami sudah tidak bisa diragukan lagi, dia memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain Batavia Fort FC yang lainnya. Namun dihadapan Raffi Putra, Wildan Hutami tidak bisa berbuat banyak.
Wildan Hutami memiliki sebuah peluang setelah berhasil melewati pemain tim A, dia sudah sampai di depan kotak penalti tim A dan gawang tim A sudah bisa ia lihat dengan matanya, Wildan Hutami pun mulai membidik kemana dia akan melesatkan tendangan keras.
Ketika Wildan Hutami sudah menentukan targetnya, Wildan Hutami langsung melakukan kuda-kuda bersiap untuk menendang bola, dia ingin melakukan tendangan drive shoot yang sudah ia pelajari selama beberapa bulan ini. Tetapi, saat hendak menendang bola, Raffi Putra langsung melakukan slide tackle bersih dan berhasil mengambil bola dari kaki Wildan Hutami tanpa menyentuh Wildan Hutami sedikit pun dan tanpa membuat pelanggaran sama sekali.
Raffi Putra langsung memberikan umpan panjang ke depan, yang berhasil dimanfaatkan oleh pemain depan tim A untuk membuat skor berubah dan menjadikan keunggulan untuk tim A.
"Sialan! Senior Raffi memang sangat hebat" ucap Wildan Hutami setelah dia tidak berhasil melewati Raffi Putra selama pertandingan mini game ini berlangsung.
Raffi Putra mengulurkan tangannya untuk mengangkat Wildan Hutami yang masih duduk setelah terkena tekel darinya tadi.
"Terimakasih senior!"
"Itu bukan masalah besar" ucap Raffi Putra sambil sedikit tersenyum, lalu dia pergi ke posisinya lagi dan mulai bersiap lagi untuk melanjutkan pertandingan mini game.
__ADS_1
Wildan Hutami terus memandang ke arah seniornya itu yaitu Raffi Putra, dia sangat menyukai sosok Raffi Putra bahkan dia menjadikannya sebagai sosok idola dan dia ingin melampaui sosok idolanya itu. Jadi Wildan Hutami kembali tersenyum dan bersemangat untuk memulai mini game kembali, karena dia ingin menunjukkan kepadanya seniornya itu tentang kemampuannya yang sebenarnya.