
Suasana ruangan rapat koordinasi tim Pengambangan Cananga FC terlihat begitu muram, ditambahkan oleh pencahayaan yang temaram dengan hujan yang deras di luar sana yang dingin. Sama seperti keadaan di dalam ruangan ini yang tidak kalah dingin, di depan mereka terdapat papan tulis yang bertuliskan "Rapat Evaluasi Akhir Bulan!" tertulis seperti surat ancaman.
Di dalam ruangan rapat ada beberapa tokoh-tokoh penting yang mengisi peran sentral di tim manajerial Pengambangan Cananga. Ada Coach Giovanni Almeida yang masih setia dengan wajah dingin sedingin salju di bulan Desember yang merupakan pelatih kepala Pengambangan Cananga, beliau juga yang melatih tim utama dari Pengambangan Cananga.
Selain beliau, juga ada sosok pelatih Pengambangan Cananga Youth-A, Satria Hutama. Beliau juga termasuk orang yang sama seperti Coach Giovanni Almeida, alias sosok pelatih yang berdarah dingin dan bertangan besi. Dulunya beliau adalah tangan kanan Coach Giovanni di tim utama namun setelah tim Youth mulai diperhitungkan juga akhirnya beliau lah yang menjadi nahkoda di tim Youth-A.
Penampilan Coach Satria Hutama memang terlihat agak sedikit nyentrik. Beliau suka sekali berdandan seperti seorang penikmat musik metal, dengan kaos serba hitam dan celana jeans kentat yang menguncup di bagian kaki. Rambut beliau juga panjang gondrong, seperti Bon Jovi di medio 90an. Anak-anak asuhnya saja kadang memanggilnya dengan Coach Bon Jovi.
Darimana beliau mendapatkan inspirasi tersebut kadang membuat anak-anak asuhnya sedikit bertanya-tanya sekaligus heran, inspirasi itu didapatkannya dari sosok Coach Giovanni Almeida.
Coach Giovanni yang berasal dari Italia itu dari awal datang memang memiliki style yang begitu berbeda dengan orang-orang di Indonesia. Rambut beliau yang panjang terurus bak Cassanova itu membuat Coach Giovanni memang termasuk pria tampan, apalagi ditambah dengan bulu-bulu halus disekitar dagunya membuat Coach Giovanni terlihat semakin maskulin. Namun ekspresi beliau yang mungkin hanya satu pengaturan saja kadang membuat orang lain jadi ngeri untuk menatap matanya, tetapi bagi kaum hawa ekspresi Coach Giovanni yang terkesan misterius dan dingin itu malah semakin membuat mereka jatuh cinta.
Karena melihat gaya yang keren dari Coach Giovanni, Coach Satria Hutama yang berusia 33 tahun itu pun jadi terkagum-kagum dan ingin mengikuti jejak beliau. Apalagi Coach Satria Hutama yang memang fans nomor satu Bon Jovi itu langsung teringat akan pesona orang yang paling dia kagumi itu, lantas ia memajangkan rambut selama 2 tahun dan penantiannya akhirnya terbayar dengan tuntas!
Sedangkan untuk melatih tim Youth-B ada Coach Dodi Surian yang paling senior diantara dua pelatih tadi. Coach Dodi Surian bahkan sudah melatih pemain usia muda Pengambangan Cananga sejak lama, beliau yang sangat terobsesi dengan sosok salah satu jenderal besar di zaman tiga kerajaan, Cao-Cao itu sangat menyukai strategi-strategi yang digunakan Cao-Cao dalam berperang dan Coach Dodi Surian pun mencobanya dalam formasi strategi permainan sepakbola beliau.
Kadang beliau juga suka mengutip kata-kata yang sering diucapkan oleh Cao-Cao pada saat menyemangati para anak asuhnya, contohnya seperti kata ini. "Apa yang ada di puncak pasti akan menurun. Dia yang menunjukkan tangannya pasti akan dikalahkan. Dia yang bisa menang dalam pertempuran dengan memanfaatkan keraguan musuhnya tidak terkalahkan" ini yang sering beliau katakan pada saat memberikan kata-kata penyemangat untuk anak asuhnya.
"Sudah hentikan cosplay Cao-Cao anda itu Coach Dodi, kami semua ingin mendengar bagaimana perkembangan tim B" moderator rapat mulai sedikit mengkondisikan rapat agar berjalan sesuai prosedurnya dengan baik.
__ADS_1
Coach Dodi Surian berdiri, beliau mengambil beberapa kertas yang berisikan data-data anak asuhnya di Tim B, dan beliau pun mulai membacakannya satu persatu.
"Di tim B, kami semua bermain cukup bagus dengan strategi maju terus dan serang terus gaya Cao-Cao yang saya terapkan ke anak-anak. Anak-anak juga mudah memahami strategi ini dan mereka berhasil menyapu bersih 15 kemenangan hingga rapat ini diadakan" ujar Coach Dodi Surian.
Pelatih fisik tim, tim terapis, dan pelatih kebugaran langsung menganggukkan kepala setelah mendengar hal itu. Tentu saja itu hal yang bagus bahkan sangat bagus, tim B berhasil menyapu bersih 15 kemenangan tanpa mengalami kekalahan ataupun hasil seri sama sekali. Mereka juga mengalami sedikit kebobolan, dari 15 pertandingan yang sudah mereka jalani, tim-B baru kebobolan 5 kali saja.
"Hemmm lini pertahanan tim-B cukup solid juga rupanya, namun menurut pengamatanku sepertinya masih banyak hal yang perlu diperbaiki lagi"
"Anda benar sekali Coach Giovanni, tim-B memang masih memiliki banyak kendala. Kemenangan kami ini juga tidak lepas dari peran satu sosok pemain yang selalu saya andalkan di tim. Saya pernah mencoba memainkan dia dari bangku cadangan dan memang begitu terlihat betapa pentingnya sosok pemain itu di tim"
Bibir Coach Giovanni tiba-tiba sedikit tersenyum, pandangan matanya seperti melihat jauh dari mereka semua. Dia tahu, dia tahu siapa sosok yang dibicarakan oleh Coach Dodi Surian ini. Dan itu adalah sosok monster yang memang sudah disiapkan dengan matang oleh Coach Giovanni, namun dia tidak menyangka kalau sosok monster itu akan berkembang jauh lebih pesat dari dugaannya sebelumnya.
'Siapa pemain yang bisa membuat Coach Giovanni menjadi tersenyum seperti itu? Terakhir kali aku ingat dia tersenyum seperti itu pada saat dia melihat kemampuan Barton' Coach Satria Hutama jadi bertanya-tanya sendiri akan apa yang terjadi dengan sosok Coach yang paling dia hormat itu.
Coach Satria Hutama pun memberanikan dirinya untuk bertanya langsung pada Coach Giovanni. "Coach, siapa pemain yang kalian sedang bicarakan ini? Sepertinya dia pemain yang cukup spesial"
Dengan wajah yang tidak berubah, Coach Giovanni memberitahunya. "Dia pemain yang akan masuk ke tim-mu sebentar lagi, dia juga adalah sosok pemain yang akan menjadi jawaban atas teka-teki permainan anak asuhmu" Coach Giovanni memberikan beberapa kertas yang berisi data dari pemain yang sedang mereka bicarakan itu ke Coach Satria Hutama.
Coach Satria menerima kertas itu, beliau membacanya dengan perlahan dan sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat. Sosok pemain yang mengerikan! Mungkin itu yang ia pikirkan saat pertama kali melihat data itu.
__ADS_1
"Bukankah ini pemain yang kita terima dengan nilai yang tipis sekali dengan sosok striker haus gol bernama Yoga Hilmawan itu? Apa ini benar-benar dia?" Coach Satria sedikit terkejut dengan data itu dan dia tidak bisa percaya begitu saja.
Suasana rapat jadi sedikit cukup membingungkan, karena itu staff-staff pelatih yang lain ikut melihat data yang membuat Coach Satria sedikit marah-marah itu. Dan, mereka semua sama terkejutnya dengan Coach Satria, bahkan beberapa diantara mereka ada yang memegangi kepala karena saking terkejutnya.
"Apa-apaan statistik gila-gilaan itu? Mencatatkan 17 assist dari 15 pertandingan? 5 gol dan semuanya dari luar kotak penalti? Lebih dari 100 operan kunci dan selalu terlibat dalam setiap serangan? Apa-apaan ini!" Coach Satria masih tidak percaya, dia menatap ke arah Coach Giovanni berharap beliau hanya bercanda pada dirinya. Namun tatapan sedingin cuaca di Himalaya yang memancar dari mata Coach Giovanni tentu saja sudah menjelaskan jawabannya pada Coach Satria.
"Ku dengar tim-A sedang sedikit bermasalah ya. Sudah 4 kali kalah beruntun dan suasana di ruang ganti kelabu seperti pawai kematian. Ku rasa dengan hadirnya sosok Ward Prowse ini tim-A bisa kembali ke trek awalnya"
"Jadi maksud Anda, Rizaldi Fatah ini akan promosi ke tim A begitu ya Coach Giovanni?" Coach Dodi Surian sedikit kembali meyakinkan apakah dia tidak salah dengar, dan beliau kembali terdiam melihat ekspresi yang tidak berubah dari Coach Giovanni.
Coach Giovanni kembali bersuara untuk meyakinkan diri Coach Dodi Surian. "Coach Dodi, aku mengerti betapa pentingnya sosok Ward Prowse di tim-mu. Namun anda juga harus sadar dan mengerti soal masa depannya dan saya rasa anda yang paling tahu soal itu"
Di balik mata Coach Dodi Surian, terlihat sedikit kebimbangan. Dia bingung apakah dia harus melepaskan salah satu anak emasnya kepada tim-A padahal dia sudah tahu sendiri jawabannya harus bagaimana. Dengan berat hati namun dia mengatakan demi sosok pemuda bernama Rizaldi Fatah itu, akhirnya dia pun mengizinkan Rizaldi Fatah promosi ke tim-A.
"Saya hargai keputusan anda Coach Dodi. Dan melihat dari catatan anda, tidak hanya Ward Prowse yang meningkat. Ku dengar ada beberapa pemain yang meningkat karena sosok Ward Prowse, seperti kapten tim-B Ardi dan juga penyerang tim-B Risadi yang mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya"
"Itu benar Coach Giovanni, mereka berdua benar-benar terpengaruh dengan Rizaldi. Bukan hanya mereka berdua, keseluruhan tim juga terpengaruh dan saya yakin mereka pasti senang mendengar Rizaldi Fatah akan masuk ke tim-A"
Coach Giovanni mulai memegangi wajahnya, dia sedang memikirkan beberapa hal dengan semua yang ia ketahui hari ini. Coach Giovanni lalu meminta kepada Coach Dodi Surian agar mengizinkan dia untuk melihat pertandingan yang akan dilakukan oleh tim-B di hari Minggu nanti.
__ADS_1
Coach Giovanni ingin melihat langsung sedalam mana skuad tim-B yang diasuh oleh Coach Dodi Surian dan dia sedikit penasaran bagaimana sosok yang sering ia sebut sebagai Ward Prowse itu, mempengaruhi para pemain disekitarnya.