
Dengan menang mudah 5-0 atas Jaksel Yankees dan bermain sangat baik dengan memberikan dua gol dan satu assist untuk kemenangan Pengembangan Cananga Youth atas Jaksel Yankees. Rizaldi Fatah pun langsung dinobatkan sebagai man of the match di pertandingan hari ini, dia diberikan penghargaan oleh pihak panitia I-Youth dan diwawancarai oleh beberapa media terkait penampilannya hari ini.
Dengan banyaknya kamera yang menyoroti dirinya, membuat Rizaldi tidak nyaman. Dia sempat menyeret Martin untuk menggantikan dirinya karena Rizaldi menganggap Martin lebih layak berdiri di sini seperti pada saat pertandingan melawan Jayapura Black Diamond. Namun, tentu saja Martin tidak bisa melakukan itu dan membiarkan Rizaldi menderita sendiri, dia bahkan kesenangan melihat Rizaldi yang kesusahan itu.
Acara wawancara itu akan selalu dikenang Rizaldi sebagai mimpi buruknya, karena selama di wawancarai Rizaldi tidak bisa menjawab dengan sangat baik dan dia terlihat kaku seperti robot dari abad 22.
Bahkan sehari setelah kejadian itu, apa yang dialami oleh Rizaldi kemarin pun masih menjadi bahan olok-olokan rekan-rekannya yang lain. Ini membuat Rizaldi semakin tertekan, bahkan dia sempat memiliki niat untuk tidak ingin lagi menjadi man of the match. Tetapi Coach Satria Hutama langsung memberikannya sebuah nasihat, sebagai seorang coach yang bertanggung jawab atas anak-anak didiknya, Coach Satria Hutama tidak ingin melihat kemunduran dari salah satu anak didiknya.
Coach Satria berkata. "Semua pemain hebat pasti mengalami kekakuan di interview pertamanya. Jangan biarkan bisikan mereka-mereka ini malah membuat dirimu merasa buruk, tetap kembangkan permainanmu dan yakinlah suatu saat kau bisa menjadi pemain hebat seperti pesepakbola yang lain"
"Siap coach!" jawab Rizaldi dengan sedikit ragu, namun dia sudah bertekad untuk menjadi pemain yang hebat suatu hari nanti, seperti idolanya yaitu Jordan Ward Prowse.
Sehabis sarapan dan sedikit bersantai, para punggawa Pengambangan Cananga Youth pergi ke gym untuk melakukan latihan kebugaran. Seperti biasanya, mereka melakukan latihan mengangkat beban.
Karena melihat hal yang mengejutkan kemarin, akhirnya para punggawa Pengambangan Cananga Youth langsung membuat sebuah kompetisi dalam latihan kali ini. Kompetisi nya adalah sebuah kompetisi mengangkat beban, jadi siapa yang lebih banyak dan lebih berat dalam mengangkat beban kali ini maka pemenangnya bisa memerintah yang kalah dalam 24 jam.
Semua pemain Pengambangan Cananga Youth ikut dalam kompetisi itu, bahkan Rizaldi Fatah yang sebenarnya tidak ingin ikut berkompetisi malah dipaksa oleh yang lain dan dia pun akhirnya ikut.
__ADS_1
Peserta pertama yang mengangkat beban adalah Fauzi, sama seperti kemarin Fauzi benar-benar membuat pemain lain menjadi geleng-geleng kepala dengan kekuatannya dan baru satu peserta saja sudah memecahkan rekor yang akan sulit dilewati oleh peserta yang lain. Fauzi berhasil mengangkat beban seberat 65kg sebanyak 30 reps.
Melihat itu, Martin yang menjadi peserta kedua mencoba untuk mengangkat beban 70kg. Sayangnya, dia hanya mampu mengangkat beban sebanyak 17 reps saja.
Derry yang peserta selanjutnya bermain pintar, dia lebih memilih beban 65kg saja dan mengangkat tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Derry berhasil mengangkat beban 65kg sebanyak 20 reps saja.
Lalu ada Zaki, Axel, Galih dan Bagas. Mereka juga mengangkat beban 65kg namun catatan mereka sudah cukup untuk mengalahkan catatan Martin yang mencoba mengangkat beban seberat 70kg.
Lalu giliran Rizaldi. Rizaldi yang merasa kesal karena diolok-olok oleh mereka semua soal interviewnya kemarin pasca pertandingan melawan Jaksel Yankees, akhirnya dia ingin membalas mereka semua. Rizaldi mengangkat beban seberat 80kg! Beban itu saja sudah mengejutkan mereka semua, belum lagi dia sudah mengangkat bebannya melebihi catatan rekor Fauzi sebelumnya.
Di hitungan seratus, Coach Satria pun datang mendatangi mereka dan menghentikan kompetisi konyol mereka itu. "Kalian boleh saja berkompetisi, tetapi aku cuma menyuruh kalian latihan menjaga kebugaran, bukan latihan yang menyakiti diri kalian semua" ucap Coach Satria Hutama.
Coach Satria pun langsung menutupi wajahnya dengan buku catatan yang selalu beliau pegang, beliau sudah tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa kepada anak-anak asuhnya itu.
Sedangkan Rizaldi terus saja mengangkat beban, bahkan hitungannya sudah lebih dari seratus. Sebelum akhirnya dia dihentikan oleh Coach Satria Hutama yang sudah terlanjur kesal dengan apa yang dilakukan oleh Martin dan yang lainnya tadi. Dengan begitu latihan pagi hari ini berakhir dengan cepat, berakhir karena kecerobohan Martin dan yang lainnya yang ingin mengalahkan rekor Rizaldi kemarin namun otot mereka yang masih belum siap malah membuat mereka kesakitan dan kesulitan mengangkat lengan mereka saat ini.
"Mengangkat beban itu bukan soal siapa yang paling kuat dan siapa yang paling lemah, ini soal siap atau tidaknya otot kalian dalam mengangkat beban yang ingin kalian angkat. Tidak bisa orang yang belum pernah mengangkat beban 10kg pun ingin mengangkat beban seberat 70kg!" Coach Satria benar-benar marah dengan apa yang mereka lakukan kali ini.
__ADS_1
Sambil menggosok lengan mereka dengan sebuah krim pereda nyeri, mereka semua menyesal telah melakukan hal ini hari ini. Mereka mulai memikirkan dampak yang akan terjadi jika mereka terus melakukan kompetisi kocak ini pada pertandingan besok hari.
"Tetapi Coach, Rizaldi yang terlihat kurus itu bisa mengangkat beban 70 tidak 80kg bahkan. Karena dia kami menjadi sedikit termotivasi coach" Martin mencoba membela diri.
Coach Satria menggeleng lalu menarik nafasnya. "Aku paham kalian termotivasi, tetapi kalian harus tahu dulu kenapa Rizaldi ini bisa mengangkat beban seberat itu" Lalu coach Satria bertanya pada Rizaldi soal itu.
Rizaldi menjawab dengan santai. "Sebelum saya masuk ke Pengambangan Cananga Akademi, saya cuma seorang pelajar biasa. Saya biasa bekerja sebagai penjaga toko kelontong dan saya sering mengangkat barang-barang toko yang cukup berat"
Dari kisah Rizaldi tadi, mereka semua jadi paham dari mana datangnya kekuatan mengerikan Rizaldi Fatah itu. Ya, sebenarnya tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah juga cerita yang diceritakan oleh Rizaldi ke teman-temannya itu. Dia memang sempat bekerja di toko kelontong milik ayahnya Melani dan karena itu dia jadi terbiasa mengangkat beban berat namun tidak seberat yang bisa ia angkat sekarang, karena sekarang itu dia dibantu oleh latihan dari sistem yang membuatnya semakin kuat. Tentunya, dia tidak bisa menceritakan hal ini kepada mereka semua.
"Kalian sudah dengar kan?" ucap Coach Satria Hutama kepada yang lain. "Rizaldi bekerja keras demi hidupnya, dia sedikit berbeda dengan kalian semua yang masih minta duit kepada orang tua kalian. Aku tidak mengatakan itu hal yang buruk untuk kalian, namun setidaknya Rizaldi sudah merasakan betapa berat dan berartinya hidup itu. Apa coach benar Rizaldi?"
"Ya, coach! Coach benar sekali, saya bersyukur bisa mengalami hal ini di masa saya masih sekolah jadi saya tidak terlalu terkejut bila saya sudah menjadi bagian dari masyarakat sepenuhnya suatu saat nanti"
Coach Satria Hutama tersenyum melihat sosok Rizaldi Fatah yang dia lihat begitu kuat dan tegap itu, tubuhnya benar-benar di pahat oleh kerasnya kehidupan yang sudah ia jalani selama ini. Coach Satria Hutama tahu soal kehidupan Rizaldi Fatah dari Coach Giovanni Almeida, makanya dia sedikit rispek dengan sosok Rizaldi yang sudah berjuang keras sekuat tenaganya hingga sampai ke titik ini.
Lalu coach Satria Hutama kembali berkata. "Aku tidak bermaksud menggurui kalian semua karena kalian punya pilihan masing-masing dalam hidup kalian, namun kalau bisa aku berharap kalian bisa menjadikan kerja kerasnya Rizaldi Fatah ini sebagai motivasi kalian. Karena bukan hanya di Pengambangan Cananga Youth ini kalian harus berjuang keras dan mendapatkan tempat di tim utama, tetapi kalian juga harus bisa bekerja keras di mana pun itu. Mau itu di klub, di sekolah, di masyarakat ataupun di rumah kalian sendiri. Apa kalian bisa melakukannya?"
__ADS_1
"Bisa Coach!" jawab mereka dengan sangat yakin sekali, wajah mereka seperti para prajurit yang sudah bersiap menyerbu pasukan musuh.
Coach Satria tersenyum, lalu beliau menyuruh mereka untuk bersiap-siap pergi ke lapangan karena mereka masih ada beberapa latihan ringan lagi hari ini.