
Hati Rizaldi yang sudah bergema, menggebu-gebu setelah mengetahui dirinya bisa bermain di babak final, seketika langsung terdiam bagai sedang melihat fenomena aneh yang membelalakkan mata saat dirinya ternyata ditarik dari starting line-up untuk pertandingan final.
Hal itu diketahui olehnya pada saat konferensi pers sebelum pertandingan final. Saat itu para awak media menanyakan kondisi Rizaldi Fatah kepada Coach Satria Hutama, mereka bertanya apakah Rizaldi Fatah yang selalu jadi pilihan utama Coach Satria Hutama di lini tengah, bisa bermain dalam kondisi yang sudah mereka ketahui kalau terjadi benturan keras di pertandingan semi final yang lalu.
Saat itu dengan berat hati Coach Satria menjawab pertanyaan dari awak media. "Jujur kami sedikit kecewa dengan apa yang terjadi dengan salah satu pemain kami, sebenarnya Rizaldi Fatah bisa bermain di babak final ini namun kami tidak bisa memainkannya dari menit awal!" ucap Coach Satria.
Dengan alasan untuk melindungi Rizaldi Fatah dari cidera yang lebih serius, Coach Satria Hutama pun melakukan pergantian line-up dan memasukkan nama Riski Zain untuk menggantikan posisi Rizaldi Fatah.
Rizaldi Fatah sebenarnya tidak terima dengan hal ini, dirinya sudah menantikan pertandingan final ini namun Coach Satria malah menggantikan dirinya dengan orang lain. Namun Rizaldi tidak bisa protes dengan keputusan sang pelatih, dirinya hanya bisa mengikuti apa kata sang pelatih karena pelatih lah yang memiliki keputusan terakhir untuk memainkan siapa dan menggantikan siapa.
Akhirnya Rizaldi hanya bisa pasrah, mendengarkan sorak-sorai dukungan para penonton dan pendukung yang mendukung para pemain yang sedang berlaga di atas rumput yang hijau Stadion Jakarta Internasional. Sedangkan dirinya hanya bisa menyaksikan para rekan-rekannya dari bangku cadangan saja. Rizaldi sedikit merasa bersyukur karena masih masuk ke dalam bangku cadangan tim, karena bisa saja Coach Satria malah membuatnya harus absen di laga kali ini karena terlalu protes dengan keputusan dirinya beberapa saat yang lalu.
"Aku tahu tatapanmu itu Rizaldi, aku mengerti kalau kau ingin sekali bermain di sana. Tetapi mengertilah, ini ku lakukan untuk dirimu juga" ucap Coach Satria saat memperhatikan Rizaldi yang sedang menyaksikan rekan-rekannya dari bangku cadangan.
Rizaldi Fatah langsung menjawabnya. "Sudahlah Coach saya pun tau keputusan Coach ini benar-benar murni untuk kepentingan tim dan juga diri saya sendiri. Saya selalu menghargai keputusan dari Coach"
__ADS_1
Mendengar hal itu Coach Satria jadi merasa sedikit lebih lega, lalu beliau kembali ke pinggir lapangan untuk memberikan instruksi kepada anak-anak asuhnya.
Pertandingan sudah berjalan lebih dari lima belas menit namun masih belum ada satu gol pun yang tercipta. Kedua tim bermain cukup solid, walaupun ada beberapa peluang yang tercipta. Duet Bagas dan Galih berjibaku untuk menjaga pertahanan mereka, walaupun sempat ditembus oleh pemain Batavia Fort FC dan sang striker Wildan Hutami, masih ada sang penyelamat yaitu Derry Yanuar Pinto yang menjadi palang pintu terakhir tim Pengambangan Cananga Youth.
Total, Derry berhasil mencatatkan 3 penyelamatan penting selama 15 menit awal babak pertama ini. Bagas dan Galih berhasil mencatatkan masing-masing 6 intercept yang sangat bagus. Derry, Bagas dan Galih bermain cukup bagus di lini pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth, bahkan mereka seperti sedang kerasukan setan di pertandingan kali ini.
Tidak hanya mereka bertiga, seluruh pemain Pengambangan Cananga Youth bermain seperti orang kerasukan malam hari ini. Bukan karena mereka ingin menang dan menjadi juara bertahan, walaupun itu salah satu tujuan mereka. Mereka bermain penuh semangat karena tidak ingin mengecewakan salah satu rekan mereka yang tidak bisa bermain dari babak pertama ini, yaitu Rizaldi Fatah.
"Pertahanan mereka benar-benar rapat!"
"Apa tidak ada cara lain untuk menembus pertahanan mereka? Aku sudah benar-benar lelah"
Bahkan penyerang mereka, sang striker haus gol dan pemain serba bisa yaitu Wildan Hutami saja kesusahan dalam mencetak gol dan membuka ruang pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth. Hingga akhirnya, Pengambangan Cananga Youth berhasil mendapatkan peluang emas di menit ke-28.
Berawal dari kesalahan kecil yang dilakukan oleh pemain tengah tim Batavia Fort FC. Axel Raihan langsung menghukum mereka dengan mengajak mereka adu sprint, tentu saja para pemain Batavia Fort FC tidak ada yang bisa mengejar dirinya yang sedang melakukan sprint itu. Dalam hitungan detik Axel Raihan berhasil mencapai wilayah pertahanan tim Batavia Fort FC. Axel ingin memberikan umpan silang, namun sebelum itu dirinya melihat terlebih dahulu situasi yang ada di dalam kotak penalti.
__ADS_1
Ada 4 pemain yang berada di dalam kotak penalti tim lawan. Martin, Fauzi, Zain dan Zaki sudah bersiap untuk menerima umpan silang dari Axel Raihan. Setelah membaca situasinya, Axel Raihan langsung memberikan umpan silang yang begitu tajam ke dalam kotak penalti. Bola itu mengarah ke pemain terdekat yaitu Martin, Martin langsung saja bersiap untuk menyundul bola.
Tetapi usahanya itu berhasil dihentikan oleh sosok Raffi Putra. Martin langsung dikalahkan oleh Raffi Putra dalam duel udara, namun tim Pengambangan Cananga Youth masih memiliki kesempatan untuk mencetak gol lewat sepak pojok.
Zaki Iskandar yang mengambil tendangan penjuru, dia memberikan sinyal tangan untuk rekan-rekannya yang ada di dalam kotak penalti. Setelahnya dia langsung melakukan tendangan penjuru. Bola mengarah ke tiang jauh- menuju sosok Fauzi yang bersiap menyambut bola dengan sundulannya. Namun, lagi dan lagi kepiawaian Raffi Putra dalam membaca arah bola langsung menghentikan apa yang hendak dilakukan oleh Fauzi. Fauzi dikalahkan dalam duel udara oleh Raffi Putra, setelahnya pemain Batavia Fort FC langsung melakukan counter attack cepat menuju pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth.
Setelah bola di dapatkan oleh pemain tengah mereka, mereka langsung mengirimkan bola ke sosok Wildan Hutami yang sudah dalam posisi yang sangat-sangat bagus. Wildan Hutami menggiring bola hingga hampir ke kotak penalti tim Pengambangan Cananga Youth, namun sayangnya dia langsung diajak duel oleh Galih dan karena tidak siap menerima ajakan duel dari Galih, bola pun berhasil direbut kembali oleh pemain Pengambangan Cananga Youth.
Begitulah jalannya pertandingan babak pertama, kedua tim saling menyerang namun tidak ada satupun dari mereka yang ingin kebobolan pertama. Pertahanan mereka begitu solid, Batavia Fort FC dengan kepiawaian kapten mereka Raffi Putra dalam mengatur posisi rekan-rekannya, sedangkan di sisi Pengambangan Cananga Youth, mereka mengandalkan kerja sama apik duet maut Bagas dan Galih, serta Zaki Iskandar yang sesekali kadang membantu pertahanan tim karena perannya sebagai pemain jangkar.
Hingga di akhir babak pertama, Pengambangan Cananga Youth berhasil mendapatkan peluang emas pertama mereka dalam pertandingan hari ini. Saat itu, di menit 45+2 saat pertandingan hanya menyisakan beberapa detik saja sebelum turun minum. Axel Raihan berhasil melakukan gerakan menusuk yang sangat bagus dan membuka ruang untuk menciptakan sebuah gol.
Lalu Axel Raihan mengirimkan umpan silang mendatar yang di mana bola itu bergerak dengan cepat di atas tanah dan mengarah ke kaki seorang Martin. Martin sudah bersiap melakukan tap-in dan dia bahkan berhasil mengelabui kiper musuh dengan tap-in nya itu namun sayangnya, lagi-lagi sosok Raffi Putra menjadi penyelamat tim Batavia Fort FC.
Saat bola sudah hampir masuk ke gawang, Raffi Putra berhasil melakukan slide tackle untuk menghentikan pergerakan bola dan setelah itu dia langsung membuang bola dan saat itu juga peluit panjang babak pertama telah usai pun berbunyi. Martin, Axel dan Fauzi yang ada di sana hanya bisa memegangi kepala mereka karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan. Itu adalah peluang emas mereka, namun sayangnya mereka kembali di gagalkan oleh sosok mimpi buruk mereka selama 45 menit babak pertama ini, yaitu Raffi Putra yang bermain dengan sangat apik hari ini.
__ADS_1
Bahkan Rizaldi saja yang menonton aksi kawan-kawannya di atas lapangan hijau, juga kesal sendiri dengan itu tadi. Hampir saja mereka membuat keunggulan namun sayangnya masih bisa dipatahkan oleh pemain Batavia Fort FC. Melihat kejadian yang terjadi di akhir babak pertama itu, membuat Rizaldi sudah tidak sabar ingin turun ke lapangan dan bermain untuk tim, namun sepertinya dirinya harus sedikit lebih bersabar kali ini atau dia akan berakhir dengan tanpa pernah memainkan pertandingan finalnya sama sekali.
Rizaldi tahu betul, Coach Satria Hutama bukalah tipikal pelatih yang suka banyak omong dan bercanda. Dari wajahnya saja sudah terlihat, kalau sosok pelatih berwajah sedih suram itu adalah tipikal orang yang selalu serius.