
Di babak pertama tadi, tim Pengambangan Cananga Youth benar-benar dibuat tidak berkutik sama sekali. Dua gol dari Yoga Hilmawan sudah bisa menghancurkan mereka semua, belum lagi gol indah yang dilesatkan oleh Yoga tadi di menit-menit akhir babak pertama, mereka sudah luluh lantak.
Tetapi tidak ada satupun pemain Pengambangan Cananga Youth yang terlihat ingin menyerah, mereka memang frustasi tetapi mereka ingin membalas dua gol dari Sugar Crossed FC itu di babak kedua nanti. Dan cahaya harapan masih ada di mata mereka yang tajam, tidak menghilang ataupun memudar.
"Kita benar-benar dihancurkan dibabak pertama, tetapi sepertinya aku bisa mendapatkan pattern permainan mereka" ujar Rizaldi Fatah.
"Sepertinya, usaha kita di babak pertama tidak sepenuhnya gagal ya" Zaki Iskandar berujar sambil meminum minuman dinginnya.
Ada alasan dibalik permainan Pengambangan Cananga Youth di babak pertama yang terkesan seperti mengalah itu, itu memang sebuah rencana yang diterapkan oleh Coach Satria Hutama pada mereka semua. Menurut Coach Satria, di babak pertama mereka harus bisa bermain sedikit bertahan dan berusaha agar tidak kebobolan gol banyak, dan mereka bisa melakukannya walaupun harus kebobolan 2 gol.
Coach Satria Hutama melakukan itu karena beliau ingin melihat bagaimana sistem di Sugar Crossed FC berkerja, dan berkat pengamatan beliau dari pinggir lapangan serta pengamatan Rizaldi yang luar biasa akhirnya mereka pun mulai mendapatkan jawaban dari teka-teki ini.
Coach Satria Hutama menunjuk ke papan taktik dan mulai membahas taktik yang akan mereka gunakan di babak kedua nanti.
"Berkat pengamatan dari Rizaldi kita jadi tahu bagaimana skema permainan Sugar Crossed FC hari ini. Mereka akan memulai serangan dari lapangan tengah, mereka pasti berusaha menguasai lapangan tengah terlebih dahulu lalu ada Tori Marukawa yang bersiap menerima bola dari mana saja dan dari dirinya lah serangan akan dimulai" Lalu Coach Satria Hutama menggerak-gerakkan alat bantu skema taktik itu seakan-akan itu adalah pertandingan sepakbola yang nyata.
__ADS_1
"Kita harus menghentikan suplai bola ke Tori Marukawa, karena dari penglihatan ku sosok Yoga Hilmawan itu bukanlah pemain versatile yang bisa seperti Tori Marukawa" Lalu Coach Satria menunjuk Zaki Iskandar dan Romeo yang melakukan tugas untuk menghentikan pergerakan Tori Marukawa dan menghalau setiap bola yang akan diarahkan ke sosok pemain asal Jepang itu.
Setelah menunjuk sosok yang menjaga Tori Marukawa, lalu Coach Satria menatap dalam ke mata Rizaldi Fatah. Sampai membuat Rizaldi sedikit keheranan karena itu, dia takut kalau dia melakukan kesalahan besar di babak pertama atau performa permainannya yang buruk sehingga dia harus diganti di babak kedua nanti, yang jelas Rizaldi tidak ingin hal itu terjadi.
Tetapi ternyata apa yang dipikirkan oleh Rizaldi tidak terjadi, dia terlalu cepat menyimpulkan suatu kesimpulan. Rupanya Coach Satria Hutama tidak kecewa dengan penampilan Rizaldi di babak pertama, bahkan menurut pelatih muda yang sudah hampir kepala tiga itu performa Rizaldi masih bagus saja. Coach Rizaldi mengerti kalau Rizaldi buruk dalam hal defense, tetapi tanpa Rizaldi sadari dia sudah menutupi kekurangannya itu dengan pengamatannya yang luas dan kadang-kadang karena pengamatannya itu tercipta sebuah peluang yang bisa dibilang bagus sekali untuk meningkatkan moral pemain di lapangan.
Sama yang terjadi di babak pertama tadi, jika saja Axel Raihan tidak melakukan gerakan individu dan langsung saja memberikan umpan silang, mungkin saja skor bisa berubah menjadi 2-1. Tetapi itulah sepakbola, setiap keputusan yang diambil oleh setiap pemain itu berlangsung sangat cepat, hanya sepersekian detik saja. Ketika pemain bola menerima bola di kaki mereka ketika dalam situasi menyerang, yang jadi pilihan mereka adalah melewati bek musuh dan mencetak gol dengan kemampuan sendiri, atau lebih memilih menunggu rekan dan mencetak gol bersama rekan.
Tetapi semua pilihan itu tidak berakhir dengan 100 persentase keberhasilan. Ada yang memilih memberi umpan ke rekan padahal dia yakin bisa mencetak gol langsung seorang diri, dan akhirnya rekannya tadi malah menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah ada di depan matanya. Tetapi ada juga hal yang terjadi seperti Axel Raihan di babak pertama tadi.
Coach Satria memahami hal itu dan dia memberikan kesempatan pada Axel Raihan sekali lagi untuk membuktikan kualitasnya di babak kedua nanti, sedangkan untuk Rizaldi dia masih dipercayai oleh Coach Satria, tidak bahkan Rizaldi adalah sosok kunci dari permainan Pengambangan Cananga Youth. Sehingga kehilangan pemain ini akan menjadi mimpi buruk yang paling buruk bagi Pengambangan Cananga Youth.
"Saya bebas berkreasi Coach?" Rizaldi masih kebingungan dengan hal itu.
Coach Satria mengangguk. "Ya Rizaldi, kau bebas berkreasi di babak kedua nanti. Tetapi tetap ingat dengan ruang yang kau tinggalkan, jangan sampai pemain lawan memanfaatkan kesempatan dari celah yang kau ciptakan itu"
__ADS_1
"Baik Coach!" jawab Rizaldi dengan mantap, lalu setelahnya dia meminum minuman miliknya. Dia tidak meminum Energy Booster yang ia milik karena merasa masih dalam keadaan yang prima.
Beberapa menit lagi babak kedua akan dimulai, pemain Pengambangan Cananga Youth pun akhirnya bersiap-siap menuju ke lorong sekali lagi. Ternyata saat mereka sampai di lorong, sudah ada pemain Sugar Crossed FC yang menunggu kedatangan mereka semua.
Di wajah para pemain Sugar Crossed FC, seperti tertempel kertas bertuliskan 'bahagia' sehingga seluruh pemain Pengambangan Cananga Youth bisa melihatnya dengan jelas tanpa perlu berpikir keras. Melihat semua wajah pemain Sugar Crossed FC itu membuat mereka merasa muak, sehingga pemain Pengambangan Cananga Youth lebih memilih untuk diam saja dan menghiraukan orang-orang yang mereka anggap konyol itu.
Tetapi Yoga Hilmawan yang berdiri di dekat Rizaldi langsung menghampiri Rizaldi dan membisikkan sesuatu kepadanya yang membuat Rizaldi langsung geram dan hampir kehilangan kontrol dirinya, jika saja Axel Raihan tidak langsung menghalangi langkah Rizaldi maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan di lorong pemain itu.
"Tenang Rizal, kau adalah pemain kunci di tim ini jadi jangan sampai kau terpancing hanya karena orang ini" ujar Axel Raihan menatap serius ke mata Yoga Hilmawan.
"Oh begitu kah? Aku jadi penasaran apa yang bisa kalian lakukan di babak kedua nantinya, aku sudah tidak sabar akan hal itu"
Lalu kedua pemain pun mendapatkan konfirmasi kalau mereka sudah bisa keluar dari lorong, akhirnya mereka pun bergerak ke luar lorong dan memasuki lapangan pertandingan untuk ke dua kalinya.
Axel terus memenangkan Rizaldi, hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya sehingga membuat Rizaldi sedikit terkejut akan hal itu. "Terima kasih Axel, jika kau tidak menegurku aku mungkin membuat kerugian untuk tim saat itu"
__ADS_1
Axel masih menatap Yoga Hilmawan, jelas sekali ada api perlawanan di balik manik matanya itu. "Tidak apa-apa, pikirkan saja cara agar kita bisa menendang bokong mereka di babak kedua ini" ujar Axel.
Rizaldi tertawa mendengar jawaban Axel, dia tidak siap menerima lawakan dari Axel itu. Axel jadi keheranan dengan Rizaldi, karena dia sama sekali tidak ada niatan untuk bercanda atau melemparkan lawakan padanya.