Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 130: Tur Terakhir


__ADS_3

Rizaldi Fatah benar-benar menyukai suasana di Ciutat Esportiva Joan Gamper, fasilitas latihan terbaru di Akademi Sepakbola Barcelona atau biasa disebut La Masia. Selama beberapa hari, Rizaldi dan rekan-rekan lain yang berusia muda dari tim Pengembangan Cananga FC diizinkan untuk mengikuti pelatihan yang ada di sini.


Hal ini bisa terjadi karena orang yang menangani La Masia saat ini, adalah salah satu kenalan dekat dari pelatih mereka. Coach Antoni Iaquinta, dia adalah sosok rekan sekaligus teman dekat dari Coach Giovanni Almeida. Karena itulah mereka semua diperbolehkan untuk mengikuti pelatihan di La Masia selama beberapa hari sebelum mereka kembali ke Indonesia.


Coach Antoni Iaquinta benar-benar terkesan dengan tim yang dibangun oleh temannya itu, apalagi para pemain muda mereka yang menurutnya sangat-sangat memiliki prospek yang begitu cerah. Sebagai sosok orang yang sudah cukup lama melihat dan menilai kemampuan seseorang, Antoni Iaquinta tahu betul akan hal tersebut.


Pertandingan kapan hari menjadi acuannya. Walaupun La Masia berhasil menang telak atas Pengambangan Cananga FC dengan skor 7-2, tetapi tetap saja Antoni Iaquinta benar-benar terkesan dengan gaya permainan tim yang ditangani oleh temannya itu.


Apalagi saat itu, di akhir-akhir babak kedua. Antoni Iaquinta melihat aksi memukau dari kedua pemain muda Pengambangan Cananga FC yang mulai berkembang saat ini, yaitu Rizaldi Fatah dan juga Anan Riswan. Antoni Iaquinta tidak terlalu terkejut melihat bakat mengerikan dari Anan Riswan, karena menurutnya banyak anak di Spanyol ini yang juga memiliki kemampuan seperti Anan Riswan bahkan lebih, mereka digelar di next Messi atau apapun itu namun biasanya mereka akan terbebani dengan status itu dan akhirnya tenggelam karena beban yang berat.


Untuk itu diakhir pertandingan kemarin hari, Antoni Iaquinta langsung memberikan beberapa patah kata pengingat untuk Anan agar dirinya bisa terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri. Antoni Iaquinta benar terpukau dengan penampilannya kala itu, Anan Riswan berhasil mencetak satu gol lewat aksi individunya yang mengobrak-abrik pertahan La Masia.


Tetapi, ada satu pemain muda yang membuat dirinya semakin terpukau. Bahkan semenjak pemain itu masuk, Antoni Iaquinta tetap memfokuskan penglihatannya pada sosok pemain muda itu. Giovanni sudah memperingatkan dirinya soal pemain itu, namun kesan pertama Iaquinta pada pemain itu biasa saja. Dia mengira pemain itu tidak lebih dari pemain medioker atau kelas bawah dari Indonesia, namun ternyata Iaquinta salah menilainya.


Karena kecerobohan yang dilakukan Rizaldi Fatah dan Anan Riswan sebelum pertandingan dimulai, mereka pun mendapatkan hukuman dari Coach Giovanni. Hukuman itu pada awalnya lebih berat dari yang diberikan, Coach Giovanni pada awalnya ingin mencoret mereka dari pertandingan itu namun Coach Giovanni melunakkan hatinya dan membiarkan mereka bermain namun dalam 15 menit terakhir babak kedua saja.

__ADS_1


Pada saat itulah, Antoni Iaquinta melihat sosok Rizaldi Fatah. Masuk sebagai pemain pengganti di lima belas menit terakhir babak kedua, Rizaldi Fatah tetap bisa selaras dengan pemain-pemain lainnya. Tetapi bukan itu yang membuat Antoni Iaquinta terkesan dengan Rizaldi Fatah, melainkan karena gaya permainannya. Rizaldi Fatah sangat jarang ikut melakukan defense, dia lebih senang memantau dan mengawasi setiap jengkal lapangan dan juga orang-orangnya. Tanpa dirinya sadari, Rizaldi telah melakukan fotografi terhadap semua hal yang matanya tangkap pada saat pertandingan berlangsung.


Dan hasilnya terlihat pada saat gol kedua Pengambangan Cananga FC di menit 88. Rizaldi yang sudah tahu dimana letak rekan-rekannya dan lawan-lawannya, ketika mendapatkan bola Rizaldi langsung memberikan umpan mendatar yang sangat deras, tetapi saat itu karena dalam posisi yang tepat Adam Sala berhasil mengambil umpan itu dengan sangat baik sebelum akhirnya Adam Sala menyelesaikan tugasnya dengan memasukkan bola itu ke gawang La Masia dan membuat skor berubah menjadi 7-2.


Tetapi setelah itu, Rizaldi juga sempat mencuri perhatian semua mata pemain La Masia dan juga tentu saja Coach Iaquinta. Pergerakan tanpa bola dari Rizaldi Fatah membuat pemain bertahan La Masia terkejut, Rizaldi Fatah berhasil menusuk pertahanan tim La Masia lewat belakang. Umpan matang dari Anan Riswan langsung disontek oleh Rizaldi Fatah dengan menggunakan kaki terkuatnya yaitu kaki kanan, tetapi sayangnya bola masih mengenai tiang gawang dan gagal menjadi sebuah gol, padahal kiper La Masia pun tidak bisa bereaksi.


Hampir saja kemarin Rizaldi mencatatkan satu gol dan satu assist, namun catatan satu assist di 15 menit terakhir babak kedua pun juga menjadi catatan yang sangat bagus untuk Rizaldi Fatah. Hal itu pun sudah sanggup membuat mata Coach Iaquinta langsung terpesona dengan gaya permainan Rizaldi Fatah yang mengingatkan dirinya dengan gaya permainan Lionel Messi.


Salah satu alasan mengapa Antoni Iaquinta mau mengajak para pemain muda Pengambangan Cananga FC untuk mengikuti latihan bersama La Masia, adalah karena Rizaldi Fatah. Tetapi Iaquinta merahasiakan hal ini dari Giovanni. Coach Giovanni cuma bisa tersenyum saja, dia pun menyetujui rencana dari Iaquinta itu, hitung-hitung juga untuk memberikan latihan tambahan untuk pemain muda Pengambangan Cananga FC.


"Aku tidak tau apa maksudmu dengan undangan latihan bersama ini, tetapi sepertinya aku berhutang terima kasih padamu Iaquinta" ucap coach Giovanni dipinggir lapangan sambil memperhatikan latihan tim mudanya bersama dengan tim La Masia.


Tetapi Giovanni tahu betul maksud temannya itu, dia memperhatikan sosok Rizaldi Fatah yang mengikuti latihan hari ini dengan sangat bersemangat itu. Giovanni lalu memperhatikan tatapan mata dari Iaquinta, tatapan mata itu juga mengarah ke Rizaldi Fatah dan karena itu Giovanni langsung tertawa.


"Apa yang kau tertawakan Giovanni? Apa ada hal yang lucu?" Iaquinta kebingungan dengan teman lamanya itu.

__ADS_1


"Tidak tidak" jawab Giovanni mencoba untuk menutupi maksud dirinya. "Aku hanya tertawa melihat betapa semangatnya salah satu anak buahku dalam mengikuti latihan kali ini"


"Maksudmu anak yang bernama Rizaldi Fatah itu Gio?"


"Yah siapa lagi. Kau tahu Antonio, anak itu baru saja bermain sepakbola. Mungkin dia baru memulainya enam bulan lebih"


Begitu mendengar hal tersebut, Iaquinta langsung terperanjat karena terkejut. Iaquinta tidak bisa percaya dengan apa yang dikatakan oleh Giovanni.


"Jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan saja pada dirinya sendiri" ujar Giovanni mempersilahkan Iaquinta untuk menanyakan fakta tersebut.


Iaquinta menatap dalam ke mata Giovanni. Iaquinta tidak melihat adanya kebohongan dari tatapan mata itu, namun tetap saja hal itu sukar untuk dipercaya oleh Iaquinta. Akhirnya dia pun memilih untuk memanggil Rizaldi dan menanyakannya seorang diri.


Rizaldi melihat di sudut lapangan, Iaquinta memanggilnya. Lantas Rizaldi pun langsung dengan segera pergi ke pinggir lapangan. "Ada apa Coach?" tanya Rizaldi dengan sopan.


Iaquinta menatap Rizaldi dalam waktu yang lama sebelum bertanya. "Jawab dengan jujur, sudah berapa lama kau bermain bola? Maksudku menapaki jalan profesional ini?" tanya Iaquinta.

__ADS_1


Rizaldi sedikit kebingungan pada awalnya, namun dia pun menjawabnya tanpa mengalami kesulitan. "Aku baru memulainya 6 bulan yang lalu" ucapnya dengan santai.


Karena mudahnya Rizaldi mengatakannya, Iaquinta langsung terkejut penuh tanda tanya. Kali ini Iaquinta mau tidak mau harus harus percaya dengan hal tersebut, karena dia mendengar fakta tersebut dari mulut Rizaldi langsung.


__ADS_2