Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 79: Persiapan Menjelang 16 Besar


__ADS_3

Waktu jeda 1 hari sebelum pertandingan 16 besar melawan tim Jaksel Yankees, dimanfaatkan oleh Coach Satria untuk melatih fisik dan kebugaran anak-anak asuhnya agar mereka selalu siap bertanding dalam keadaan prima.


Jadi, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di gym daripada di lapangan. Karena menurut Coach Satria, mereka sudah cukup untuk pemahaman dalam strategi yang digunakan oleh tim Jaksel Yankees. Bagi Coach Satria, melawan tim yang mengandalkan pertahanan dan serangan balik cepat itu agak sulit untuk dilawan dengan strategi, mereka lawannya adalah ketahan fisik saja. Siapa yang lebih kuat fisiknya, dia lah yang akan bertahan dalam permainan adu kekuatan itu.


Karena itulah Coach Satria Hutama memberikan menu latihan mengangkat beban untuk anak asuhnya, supaya bukan hanya badan yang terbentuk namun juga fisik mereka benar-benar menjadi kuat seutuhnya.


Ada hal yang menarik kala anak-anak Pengambangan Cananga Youth latihan mengangkat beban, mereka semua dikejutkan dengan apa yang mereka lihat saat ini. Rekor mengangkat beban terkuat sebelumnya dipegang oleh Fauzi yang mampu mengangkat beban seberat 30kg sebanyak 23 reps.


Kehebatan Fauzi itu sempat membuat anak-anak yang lain terkagum-kagum, bahkan memuji apa yang sudah dilakukan oleh Fauzi itu. Namun sayangnya spotlight yang didapatkan Fauzi hanya bertahan sebentar saja, sebelum lampu sorot menyorot sosok yang lain.


Tanpa ada niatan untuk mendapatkan sorotan itu sebelumnya, Rizaldi menyetel bebannya menjadi 50kg. Saat sudah melakukan 10 kali reps, masih tidak banyak orang yang memperhatikan dirinya, Rizaldi sendiri masih merasa segar jadi dia terus melakukan apa yang ia lakukan itu. 10 kali reps kembali dia habiskan, dan kini mulai ada beberapa orang yang memperhatikan dirinya, namun Rizaldi tidak terganggu dengan itu dan tetap melanjutkan latihan angkat bebannya.


10 reps lagi dan dia berhasil menyamai rekor milik Fauzi, Rizaldi tetap meneruskan karena masih merasa masih bisa bertahan sedikit lagi. Hingga akhirnya menghabiskan 50 reps secara total dan membuat heboh para punggawa Pengambangan Cananga Youth yang lain.


Setelah 50 kali reps itu, Rizaldi masih terlihat segar bahkan dia malah melanjutkan dengan latihan yang lain. Itulah yang membuat anak-anak yang lain jadi tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mereka semua hari ini, bahkan untuk Coach Satria Hutama yang melihat hal itu pun ikut terkejut.

__ADS_1


Rizaldi yang terlihat kurus dan terlihat selalu muram di mata Martin, membuat Martin melihat sosok lain dan ia tidak percaya hal itu. Lalu Martin berniat untuk membuktikan apa yang ia lihat, dengan jelas Martin meminta Rizaldi untuk melepaskan baju yang ia kenakan.


"Kau ingin aku melepas baju yang ku pakai? Tapi untuk apa?" Rizaldi nampak sangat kebingungan.


"Aku...Kami maksud ku" Martin segera mengoreksi perkataannya. "Kami semua tidak percaya dengan apa yang kau lakukan tadi, kami mengira kau menyembunyikan sesuatu yang bisa membuatmu sekuat itu di balik baju itu" ucap Martin.


Ucapan Martin itu membuat anak-anak yang lain cukup kebingungan, namun mereka juga ikut penasaran dengan teori yang ingin dibuktikan oleh Martin. Mereka berpikiran bisa saja Rizaldi menyimpan sesuatu yang tidak diketahui oleh mereka dan rahasia itu ada di balik baju yang ia kenakan.


Rizaldi sendiri terkejut mendengarnya. "Apa Martin menyadarinya?" ucapnya dalam hati, Rizaldi berpikiran kalau Martin mengetahui kalau dirinya memiliki rahasia yang tidak bisa ia beritahukan kepada mereka semua, yaitu dia mempunyai sistem yang membantunya selama ini.


Martin dan yang lainnya terkejut bukan kepalang melihat betapa indahnya bentuk tubuh Rizaldi. Lengan hingga bisepnya terbentuk begitu indah seperti ditempa oleh dewa penempa dari mitologi Yunani Hephaestus. Bentuk tubuhnya juga tak kalah indah dan bagus, perutnya memang tidak sixpack namun terlihat keras bagaikan pertahanan kota Konstantinopel.


Martin yang merupakan orang pertama yang menyuruh Rizaldi untuk membuka baju langsung terdiam tanpa bisa berkomentar apapun lagi, bahkan dia terlihat lesu setelahnya bagaikan baru melihat hal yang menyakiti hatinya.


Derry mendekat ke Rizaldi. "Pantas saja Salma kepincut dengan mu sobat" ucapnya yang membuat Rizaldi sedikit kebingungan.

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan itu?" Rizaldi berpura-pura seolah tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Derry. Sebenarnya dia mengerti maksud Derry namun Rizaldi bertindak seolah-olah dia tidak mengerti soal itu dan Derry pun hanya bisa mengangguk pelan saja sambil menepuk pundaknya.


Setelah menghabiskan waktu di gym, sebelum makan siang mereka semua ke tempat latihan untuk menjalani sedikit latihan lagi sebelum waktunya makan siang. Menu latihannya sederhana saja, Coach Satria Hutama hanya menyuruh mereka untuk latihan passing saja.


Coach Satria membagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok dibagi beberapa orang dan mereka disuruh untuk melakukan passing-passing pendek sebelum diambil oleh satu orang yang jaga di tengah.


Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan akurasi dari operan mereka semua, karena tim Pengambangan Cananga Youth mengandalkan operan pendek dalam membangun serangan maka akurasi dari sebuah passing adalah senjata yang harus selalu mereka asah.


Coach Satria terus berkeliling untuk mengawasi para anak asuhnya, matanya kini tertuju ke arah sosok Rizaldi Fatah. Di mata pelatih berusia hampir kepala tiga itu dia seakan merasa bersalah dengan sosok pemuda itu. Coach Satria merasa gagal dalam memanfaatkan potensi dari Rizaldi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Coach Giovanni Almeida kepada dirinya.


Coach Satria Hutama tidak tahu cara memanfaatkan potensi Rizaldi Fatah dengan benar, yang dia tahu dia hanya bisa memainkan Rizaldi dengan peran sebagai Playmaker saja. Coach Satria Hutama lebih tahu soal perkembangan anak-anak asuhnya dan menurutnya perkembangan dari sosok Rizaldi inilah yang paling menonjol dan itu membuatnya takut.


Visi bermain Rizaldi Fatah begitu bagus, hampir melewati beberapa pemain profesional. Karena itulah Coach Satria Hutama takut, takut kalau dia malah membuat Rizaldi Fatah malah tidak bisa berkembang lagi. Dia sudah meminta konsultasi dengan Coach Giovanni Almeida namun Coach Giovanni percaya kalau Coach Satria bisa menangani Rizaldi sebelum dirinya masuk ke skuad utama.


Teringat lagi Coach Satria akan ucapan dari Coach Giovanni yang mempercayakan Rizaldi Fatah kepada dirinya, karena itu Coach Satria tidak ingin mengecewakan kepercayaan dari Coach Giovanni kepada dirinya. Dia tidak ingin mengecewakan Coach Giovanni, dan dia akan berusaha semampunya untuk mengembangkan sosok Rizaldi Fatah.

__ADS_1


__ADS_2