
Pertandingan pembuka perempat final antara Pengambangan Cananga Youth melawan Surabaya Force Warlord FC berhasil dimenangkan oleh Pengambangan Cananga Youth dengan skor tipis 3-2. Kemenangan mereka juga termasuk dramatis, lantaran Surabaya Force Warlord FC sempat unggul 2-0 di babak pertama, sebelum akhirnya di babak kedua Pengambangan Cananga Youth berhasil mengejar ketertinggalan mereka dengan mencetak 3 gol.
3 gol itu masing-masing dicetak oleh Martin dan Rizaldi Fatah yang mencetak brace hari ini dan satu assist.
Penampilan apik Rizaldi Fatah hari ini membuatnya kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik di pertandingan hari ini, ini sudah kali kedua Rizaldi menjadi man of the match yang padahal dia tidak mau lagi karena trauma akan acara wawancara yang kacau di pertandingan melawan Jaksel Yankees kala di 16 besar.
Namun interview kali ini, Rizaldi berhasil mengatasinya dengan mudah. Bahkan Rizaldi sempat beberapa kali berbicara dengan bahasa Italia karena saking percaya dirinya, dia benar-benar menjadi orang yang berbeda selama akhir pertandingan hari ini.
Ada alasan mengapa Rizaldi mengalami semacam pergantian kepribadian seperti itu. Bukan berganti kepribadian, namun Rizaldi menjelma seolah-olah menjadi seseorang yang ia kenal dan tahu.
Itu dikarenakan Rizaldi Fatah yang menggunakan Kartu Sepakbola Grade B+ yang ia dapatkan ketika berhasil menyelesaikan misi yang ia terima di tengah pertandingan.
Di akhir-akhir babak kedua, tepatnya setelah gol sepakan tendangan bebas Rizaldi itu, lebih tepatnya ketika misi yang diterima oleh Rizaldi saat itu selesai. Rizaldi langsung menggunakan kartu sepakbola grade B+ itu. Saat membuka kartu itu, Rizaldi mendapatkan kartu Alesandro Del Piero musim 2007-2008.
Apakah itu spesial? Bisa dibilang Rizaldi mendapatkan sebuah gacha yang paling menarik saat itu. Masalahnya, Del Piero saat itu sudah berumur 33 tahun namun walaupun sudah masuk usia senja, Del Piero berhasil menjadi top skorer Liga Italia dengan mengemas 21 gol. Berbeda satu gol dengan rekan setimnya yaitu Davit Trezeguet yang mengemas 20 gol.
Walaupun sudah masuk usia senja, ketika Rizaldi mendapatkan kartu itu tetap saja statusnya serta kemampuan olah bolanya sudah seperti Del Piero pada masa itu, walaupun masa pemakaiannya cukup singkat, hanya 10 menit saja namun itu sudah lebih dari cukup untuk Rizaldi Fatah.
Dengan itu pula dia berhasil membuat gol yang memastikan Pengambangan Cananga Youth lolos ke semi-final.
Efek dari kartu sepakbola tadi masih bersisa saat sehabis pertandingan hingga Rizaldi di interview oleh para wartawan media, bahkan dia sangat percaya diri yang membuatnya jauh berbeda dari interview pertamanya kala itu.
__ADS_1
"Hoo hoo hoo sobat, kau sangat percaya diri hari ini!" Derry saja sampai terkejut dengan perubahan Rizaldi itu. "Dan bahasa Italia itu, sejak kapan kau mempelajarinya?"
"Aku juga tidak tahu itu, aku hanya merasa bersemangat" jawaban Rizaldi semakin membuat Derry keanehan namun dia hanya tertawa saja melihat kelakuan temannya yang seperti cacing kepanasan itu saat ini.
*****
Di stadion lain, tepatnya di stadion Benhil, terdapat pertandingan seru lainnya. Pertandingan antara Sparta Bandung FC vs Makassar Pinisi FC.
Ini pertandingan yang sangat seru, karena kedua tim sangat ngotot untuk meraih tiket semifinal, bahkan kedua tim berpotensi besar untuk menjuarai I-Youth kali ini selain juara bertahan Pengambangan Cananga Youth.
Makassar Pinisi FC berhasil mendapatkan peluang di menit ke-8. Lewat skema serangan balik cepat, pemain Makassar Pinisi FC memberikan hukuman kepada lini pertahanan tim Sparta Bandung FC yang rada sedikit longgar ketika mereka keasyikan menekan tim lawan.
Lalu Makassar Pinisi mendapatkan sepak pojok, bola berhasil disundul lagi oleh pemain depan Makassar Pinisi tetapi sekali lagi, pertahanan solid Sparta Bandung berhasil menghalau serangan itu.
Setelah dua peluang emas dalam kurun waktu yang relatif singkat, rasa percaya diri pemain Makassar Pinisi FC naik sangat tajam dan mereka pun terus menekan pemain Sparta Bandung FC hingga mereka hanya bermain di wilayah pertahanan mereka saja.
Hingga di menit ke-33, saat pemain depan Makassar Pinisi FC melakukan gerakan menusuk dari sektor flank kiri. Pemain bertahan Sparta Bandung FC yang bermaksud menghalangi laju pemain itu tidak sengaja melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti sehingga wasit pun menunjuk titik putih untuk Makassar Pinisi FC.
"Tenang saja kawan, aku pasti akan menghentikan penalti itu" ucap sang kiper Sparta Bandung FC pada pemain bertahan yang. merasa bersalah karena telah melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti.
Pemain Makassar Pinisi FC bersiap melakukan penalti, sang kapten yang bernomor punggung 10 akan mengambil tendangan penalti.
__ADS_1
Kiper Sparta Bandung FC itu tidak terlihat takut ataupun ragu, dia malah terlihat sangat percaya diri walaupun sebenarnya dia dihadapkan dengan sang eksekutor penalti dari Makassar Pinisi.
Sang kapten Makassar Pinisi FC yang bernama Abdillah Nazzar terkenal akan akurasi tendangan penaltinya. Selama pertandingan babak penyisihan ini, Makassar Pinisi FC sudah mendapat 5 hadiah penalti termasuk ini dan semuanya berhasil disapu bersih oleh Abdillah Nazzar.
Jadi Abdillah Nazzar pun maju mengambil penalti tanpa adanya keraguan sama sekali, dia yakin dirinya akan bisa menaklukkan kiper lawan dalam penalti kali ini.
"Aku akan menghentikan mu kawan! Aku akan menghentikan mu!" kiper Sparta Bandung FC itu terus menggumamkan kalimat itu sampai membuat Abdillah Nazzar sedikit merasa heran dan terganggu.
"Coba saja!" Abdillah Nazzar menanggapi ucapan si kiper, saat peluit berbunyi dia langsung menendang bola ke pojok atas kanan gawang dengan sangat keras.
Akan tetapi, si kiper Sparta Bandung FC berhasil membaca tendangan Abdillah Nazzar dan mampu menepis bola itu dengan sangat sempurna. Menggagalkan usaha Makassar Pinisi FC untuk unggul lebih dulu di babak pertama dan menjadi kiper pertama yang mampu memblok penalti dari Abdillah Nazzar di babak penyisihan.
Karena penyelematan gemilang dari kiper Sparta Bandung FC itu juga, mental pemain Sparta Bandung FC jadi naik kembali sedangkan mental pemain Makassar Pinisi FC yang sempat naik setinggi gunung malah kembali turun hingga jatuh sekali.
Mereka kesulitan untuk membuat peluang lagi hingga mereka harus bertahan dari gempuran pemain Sparta Bandung FC, tetapi sayangnya pemain Sparta Bandung FC juga tidak bisa memanfaatkan peluang demi peluang hingga babak kedua sampai babak tambahan berakhir skor masing 0-0.
Lalu sampailah mereka di babak penalti. Di babak penalti inilah mental para pemain Sparta Bandung FC yang sebenarnya diuji. Pemain Makassar Pinisi FC yang sudah turun mentalnya, menendang penalti dengan hati yang ragu. Akibatnya, 3 penendang Makassar Pinisi FC berhasil digagalkan oleh sang kiper Sparta Bandung FC yang kembali tampil dengan gemilang, termasuk menggagalkan tendangan Abdillah Nazzar sekali lagi.
Karena berhasil menepis 3 tendangan dan penendang Sparta Bandung FC berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan sangat baik, Sparta Bandung FC pun berhasil melaju ke babak semi-final lewat jalur adu penalti.
Dan pahlawan yang menyelamatkan mereka di pertandingan itu adalah sang kiper mereka, namanya adalah Wawan Angga.
__ADS_1