
Penonton kembali bersorak-sorai begitu melihat para pemain dari kedua tim kembali memasuki lapangan pertandingan, babak kedua akan segera dimulai dalam hitungan menit.
Di pinggir lapangan terlihat Rizaldi Fatah yang sudah bersiap untuk masuk ke dalam lapangan, namun sebelum masuk dirinya ditahan oleh official pertandingan untuk dicek kembali semua perlengkapannya. Begitu sudah melewati proses pengecekan, assisten wasit yang bertugas untuk menunjukkan papan pergantian pemain atau tambahan waktu langsung menyalakan papan pergantian pemain itu. Rizaldi Fatah akan masuk menggantikan Riski Zain yang bermain cukup bagus di babak pertama tadi.
Semua mata menjadi tertuju kepada Rizaldi Fatah yang masuk ke dalam lapangan, seragamnya berkibar ditiup angin saat dirinya sedikit berlari ke dalam lapangan.
Mata berwarna hijau agak sedikit gelap yang dimiliki oleh Raffi Putra menangkap hal itu, dia langsung tersenyum setelah melihat Rizaldi masuk ke dalam lapangan. Perasaannya langsung menggebu-gebu, dirinya seakan mendapatkan motivasi luar biasa setelah hal itu dan dirinya langsung menyuruh semua rekannya untuk bermain lebih bagus dari babak pertama.
"Ada apa dengan kapten? Kenapa dirinya tiba-tiba sangat bersemangat seperti itu?" perubahan sikap dari Raffi Putra membuat rekan-rekannya yang lain sedikit kebingungan, tetapi tidak untuk Wildan Hutami.
Dirinya tahu, mengapa kaptennya itu berubah sikap seperti itu. Wildan Hutami sendiri juga bisa merasakan, bahwa Rizaldi mengeluarkan aura yang berbeda dari pemain Pengambangan Cananga Youth yang lain. Menurut Wildan Hutami, sosok Rizaldi terlihat seperti pemain yang biasa saja namun entah kenapa saat semakin diperhatikan ada hal yang membuatnya jauh berbeda dari pemain biasa.
Rizaldi juga merasakan hal demikian, dirinya melihat hal yang berbeda dari sosok Wildan Hutami dan juga Raffi Putra. Rizaldi bingung untuk mengecek status milik siapa dengan skill [Mata Dewa] hingga pada akhirnya dirinya lebih memilih untuk mengintip status milik Raffi Putra saja, ketimbang statusnya milik Wildan Hutami.
[Status Raffi Putra]
[Umur: 16 tahun]
[Kebangsaan: Indonesia]
[Posisi: bek tengah]
[Kekuatan kaki: kaki kanan]
[Kemampuan khusus: Ahli dalam duel udara]
[Pace: 63]
[Defense: 58]
[Tekel: 53]
__ADS_1
[Penempatan posisi: 55]
[Sundulan: 52]
[Lompatan: 53]
[Kecepatan: 39]
[Fisik: 60]
[Tendangan: 48]
Rizaldi tentu tidak terlalu terkejut dengan status Raffi Putra yang ditampilkan oleh Borought-555. Karena, Rizaldi sendiri sudah pernah melihat beberapa kali permainan yang ditunjukkan oleh kapten tim Batavia Fort itu, yang benar-benar impresif.
"Apa itu membuat anda ketakutan tuan?" Boro tiba-tiba berkata setelah Rizaldi mengintip status milik Raffi Putra dan diam sejenak karena itu.
"Tidak!" jawab Rizaldi dengan cepat. "Tidak sama sekali"
Boro kembali menjawab. "Kalo begitu baguslah. Ayo sekarang tunjukkan kemampuan tuan kepada mereka semua!"
Peluit tanda babak kedua dimulai pun sudah ditiup oleh wasit asal Bandung, bola pertama dikuasai oleh tim Pengambangan Cananga Youth, setelah di babak pertama tadi yang memulai kick-off adalah tim tuan rumah yaitu Batavia Fort FC.
Rizaldi mendapatkan sentuhan pertamanya, dia tidak mau terburu-buru dan lebih memilih untuk terus mengalirkan bola agar sirkulasinya tidak berhenti begitu saja.
Di menit-menit awal babak kedua ini, Pengambangan Cananga Youth mencoba untuk mengambil inisiatif menyerang. Dengan memanfaatkan kombinasi permainan antara Axel, Martin dan Fauzi atau dikenal dengan trio AMF. Dengan dimotori oleh sang penggerak, yaitu Rizaldi Fatah mereka mendapatkan beberapa peluang yang bisa dibilang bagus. Tetapi, rapatnya pertahanan tim Batavia Fort FC benar-benar menyulitkan mereka. Lima menit pertama babak kedua, tim Pengambangan Cananga Youth berhasil mencatatkan 3 tembakan, tetapi sayangnya hanya ada 1 saja yang mengarah ke gawang dan itu pun membentur tiang gawang saja. Sisanya malah off target dan jauh dari harapan.
Di menit-53, giliran Batavia Fort FC yang menyerang. Lewat skema serangan balik, Raffi Putra langsung memberikan direct pass kedepan setelah berhasil memblok tendangan Martin. Wildan berhasil mendapatkan bola, dia bergerak melewati Romeo dan Zaki yang kalah adu sprint dengan dirinya. Wildan terus membawa bola, dirinya dibayangi oleh Galih yang tetap mencoba untuk memberikan perlawanan terhadapnya. Sampai Wildan merasa dirinya sudah hampir kalah, Wildan masih bisa melakukan tendangan, tetapi sayangnya tendangannya tidak terarah karena terus dibayangi oleh Galih Aditya.
Setelah itu permainan terus semakin ketat. Tidak ada yang mau menyerah satu sama lain, kedua kiper tim, kedua barisan pertahanan serta kedua barisan penyerang dari masing-masing tim terus berjibaku untuk mencatatkan nama mereka di papan skor.
Laga berlangsung cukup intens, seperti yang diharapkan di partai final. Bahkan wasit Mamat Zulkifli asal Bandung sudah mengeluarkan 7 kartu kuning selama babak kedua sudah berjalan 15 menit. 3 Kartu kuning diterima oleh pemain Pengambangan Cananga Youth, dan 4 sisanya diterima oleh tim tuan rumah, Batavia Fort FC.
__ADS_1
Raffi Putra juga mendapatkan kartu kuning dari wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Rizaldi Fatah. Ya, mereka berdua akhirnya bertemu dan berduel di lapangan tengah. Rizaldi sudah tahu kalau sosok bek tengah yang dia hadapi ini akan sangat sulit untuk dilewati dan apa yang ia pikirkan itu benar adanya.
Beberapa kali Rizaldi hendak melewati Raffi Putra, namun dirinya selalu dijatuhkan olehnya. Tekel-tekel darinya selalu on-point, bahkan ada saat Pengambangan Cananga Youth mendapatkan momen krusial di menit ke-59, Rizaldi yang tinggal melakukan tap-in saja untuk mencetak gol berhasil digagalkan oleh Raffi Putra dengan melakukan body charge yang sangat bersih.
"Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan kau lewat!" ucap Raffi Putra dalam hati, setelah dirinya melakukan pelanggaran terhadap Rizaldi dan membuat Pengambangan Cananga Youth mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol lewat tendangan bebas.
Jarak hanya 23 meter dari gawang, dengan sudut yang sangat ideal untuk mencetak gol. Melihat ini kaki Rizaldi sudah gatal sekali untuk menendang, namun Martin juga meminta hal yang sama pada Rizaldi dan membuat sedikit keributan di sana. Rizaldi mengalah, dirinya membiarkan sang kapten untuk mengambil tendangan bebas itu.
Rizaldi memilih untuk bergerak masuk ke pertahanan tim Batavia Fort FC, berjaga-jaga kalau ada bola rebound hasil tendangan bebas itu.
Raffi Putra sudah ada dibelakangnya, menjaganya dengan sangat ketat kemanapun Rizaldi ingin bergerak maka Raffi akan mengikutinya. Raffi Putra benar-benar menjadi permen karet bekas yang menempel di sendal ketika terinjak, begitu menyebalkan pikir Rizaldi.
Martin terus memikirkan cara agar bola ini bisa masuk ke dalam gawang musuh, setelah peluit terdengar olehnya Martin pun langsung mengambil ancang-ancang seperti Christiano Ronaldo yang akan bersiap melakukan tendangan knuckle shoot.
"Dia mau melakukan knuckle shoot?" Rizaldi saja sampai kebingungan dengan apa yang ingin dilakukan oleh Martin.
Melakukan tendangan knuckle shoot dari jarak 23 meter bukanlah hal yang salah, jika sang eksekutor bisa mengontrol laju dan power bola yang ditendang. Karena knuckle shoot adalah tendangan yang keras dan cepat sampai-sampai membuat penjaga gawang kesulitan untuk membaca arah bolanya. Maka dari itu biasanya para eksekutor tendangan bebas lebih memilih tendangan melengkung biasa, daripada melakukan knuckle shoot dari jarak 23 meter.
Tetapi Martin tidak peduli akan hal itu, Martin langsung melepaskan knuckle shoot-nya. Martin berhasil mengontrol laju dan power bola yang dirinya tendang, sampai kiper lawan tidak bisa bergerak karena arah bola yang tidak menentu dan sangat cepat itu.
Tetapi sayangnya bola masih membentur mistar gawang saja, dan parahnya lagi pemain Batavia Fort FC berhasil langsung mendapatkan bola rebound dan melakukan counter.
Counter attack yang begitu cepat, pemain Pengambangan Cananga Youth kalah jumlah di lini pertahanan. Yang bertahan dibelakang hanya ada Bagas Aditya, Jordi Sapta dan juga Ahmad Sahuri. Namun kecepatan dari Wildan Hutami benar-benar pr untuk mereka bertiga.
Sampai pada akhirnya mereka bertiga tidak bisa menjangkau Wildan Hutami, dan membiarkan dirinya berhadapan satu lawan satu dengan Derry Yanuar Pinto Rosario.
Derry langsung maju untuk menghadang tendangan Wildan Hutami, tetapi Wildan terlebih dahulu melakukan chip bola yang membuat bola lewat dari atas kepala Derry Yanuar. Derry sempat kembali berbalik badan dan mencoba untuk menjangkau bola, tetapi tetap saja bola masuk ke dalam gawangnya dan merubah papan skor di menit ke-63.
Wildan Hutami langsung melakukan selebrasi, diikuti oleh pemain-pemain yang lain serta para pemain cadangan yang ikut merayakan gol bersama dengan sang pencetak gol Wildan Hutami.
Derry Yanuar hanya bisa terduduk dan bersandar di tiang gawang setelah gol itu, para pemain belakang Pengambangan Cananga Youth tertunduk lesu. Tetapi Rizaldi mengambil bola dan meletakkannya kembali ke tengah, dia menunjukkan sisi positif yang harusnya tetap dipertahankan oleh mereka semua.
__ADS_1
Rizaldi berkata dengan suara yang lantang. "Kita masih punya waktu! Jangan menyerah atau kita akan benar-benar kalah!"
Perlahan-lahan, pemain Pengembangan Cananga Youth bangkit kembali, walaupun gol tadi masih menghantui mereka. Wildan Hutami pun sudah selesai dengan selebrasi miliknya. Pengembangan Cananga Youth kembali memulai pertandingan dengan semangat yang baru, mereka mencoba untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam sisa waktu ini.